in

Lakukan 5 Hal Ini Agar Kamu Tidak Ditinggal Nikah Oleh Pacar

Cara Agar Tidak Ditinggal Nikah

Kamu mungkin pernah mendengar seorang teman bercerita tentang kisah pahit ditinggal nikah oleh pasangannya dan mungkin saat itu kamu ikut bersedih.

Banyak yang bilang begini, kamu tidak akan paham rasanya ditinggal nikah sampai kamu mengalaminya sendiri.

Tapi pertanyaannya, apakah untuk mengetahui bahwa di arab banyak onta kita harus pergi kesana?

Artinya, kita tidak perlu mengalami yang namanya ditinggal nikah sebab hal itu sangatlah menyakitkan.

Kita hanya perlu mengambil pelajarannya dari apa yang dialami orang lain sehingga kita tidak jatuh dilubang yang sama seperti mereka.

Dan jika kamu pernah ditinggal nikah sebelumnya, saya yakin kamu tidak ingin mengulangi hal itu untuk kedua kalinya. Maka lakukan 5 cara ini agar kamu tidak ditinggal nikah oleh pacarmu.

1. Fokus Memperbaiki Diri Sendiri

Fokus Memperbaiki Diri
Fokus Memperbaiki Diri

Terkadang kita terlalu fokus pada pasangan, memberikannya perhatian penuh selama 2×24 jam dan memastikan bahwa dia baik-baik saja.

Kita melakukannya hanya agar pasangan percaya bahwa kita mencintainya, serius dengannya dan ingin berkomitmen dengannya.

Namun sayangnya, usaha keras yang seperti ini jarang sekali berhasil. Bisa kamu lihat sendiri mereka yang terlalu fokus pada pasangannya malah berakhir dengan alasan bosan, tidak cocok.

Ada pula yang sudah berjuang mati-matian dan banyak berkorban malah ditinggal nikah.

Kebanyakan pasangan yang berhasil justru mereka yang biasa saja pada pasangan, tapi saling fokus memperbaiki diri.

Mengapa?

Karena saat kamu dan dia sama-sama fokus memperbaiki diri, maka kalian berdua akan sama-sama bertumbuh ke arah yang positif, sama-sama semakin bijak dalam berpikir dan sama-sama siap secara mental.

Setelah itu ketika waktunya tiba untuk berbicara tentang pernikahan tidak ada pihak yang merasa kecewa atau takut untuk melanjutkannya.

Perlu diingat, kadang penyebab ditinggal nikah adalah karena pasangan kecewa melihat keadaan kita sehingga ia takut nantinya malah menyesal setelah menikah.

2. Pastikan Kamu Bersama Seseorang yang Prinsip Hidupnya Sejalan Denganmu

Pastikan Punya Prinsip Hidup Yang Sama
Pastikan Punya Prinsip Hidup Yang Sama

Sebelum berbicara tentang pernikahan kita harus mencari seseorang yang memiliki standar yang sama agar nantinya tidak berpisah ditengah jalan.

Namun dalam hal ini, standar yang sama bukan berarti seorang sarjana harus menikah dengan seorang sarjana juga. Tidak seperti itu.

Standar yang dimaksud adalah tentang bagaimana citra diri, harapan dan prinsip hidup seseorang.

Seorang sarjana bisa saja menikah dengan orang yang tidak berpendidikan, tapi bisa dipastikan bahwa mereka memiliki prinsip-prinsip yang sama dalam hidup.

Tentunya setiap orang memiliki harapan yang berbeda-beda dalam menikah. Ada orang yang berharap nantinya menikah dengan seorang pengusaha sukses, ada pula orang yang berharap menikah dengan siapa saja asalkan hatinya baik.

Maka sangat penting agar kamu mencari tahu standar seperti apa yang diharapkan pasanganmu.

Sebab, mungkin saja kamu bisa meluluhkan hatinya, membuatnya sayang kepadamu, tapi kamu tidak bisa mewujudkan harapan yang dicita-citakannya sejak lama sehingga ia memilih menikah dengan yang lain.

Jika saat ini kamu bersama seseorang yang prinsip hidupnya berbeda denganmu, maka bersiap-siaplah untuk menyambut perpisahan. Sebab kalau pun bersama, keharmonisan hubungan sulit untuk didapatkan.

3. Cari Tahu Apa Kebutuhan Pasangan Dari Hubungan Kalian

Cari Tahu Kebutuhan Pasangan
Cari Tahu Kebutuhan Pasangan

Kita menjalin hubungan dengan tujuan untuk memenuhi beragam kebutuhan. Seperti kebutuhan fisik, kebutuhan emosi, kebutuhan pandangan sosial dan bisa jadi kebutuhan finansial juga.

Inilah mengapa kita mencari seseorang yang bisa saling melengkapi. Semisal, seseorang memulai sebuah hubungan karena butuh bahu untuk bersandar dan menghilangkan sepinya. Ini disebut kebutuhan fisik dan kebutuhan emosi.

Sementara sebagian orang memasuki hubungan agar tidak dipandang rendah oleh teman-teman dan keluarganya, ini disebut kebutuhan sosial. Lalu ada pula yang memasuki hubungan untuk mengembangkan bisnisnya atau untuk menghasilkan lebih banyak uang, inilah kebutuhan finansial.

Dari berbagai kebutuhan ini, kira-kira pasanganmu masuk dalam kategori mana?

Terlalu naif dan absurd kalau kita mengatakan bahwa kita menjalin hubungan berlandaskan cinta. Mengapa? Karena cinta saja tidak cukup dan cinta bisa pudar seiring waktu.

Dan seandainya kamu berpikir bahwa dia mencintaimu tulus tanpa syarat, maka kamu tak perlu takut lagi ditinggal nikah, bukan?

Kita mestinya tahu apa motivasi dan apa yang dibutuhkan pasangan sehingga ia memilih untuk menjalin hubungan dengan kita. Karena dengan mengetahui motivasinya, kita jadi tahu apa yang mesti dilakukan agar cintanya tidak pernah pudar.

4. Lahirkan Lebih Banyak Pengalaman Indah Bersama Pasangan

Lahirkan Pengalaman Indah Bersama Pasangan
Lahirkan Pengalaman Indah Bersama Pasangan

Terlalu mudah untuk meninggalkan suatu tempat yang kita tidak mendapatkan pengalaman baru disana. Menjenuhkan!

Pun begitu dalam hubungan, pasangan akan dengan mudah meninggalkan kita kalau tidak ada hal baru yang kita berikan kepadanya.

Dan sebuah dermaga adalah tempat yang nyaman bagi kapal, tapi bukan untuk itu kapal diciptakan. Kapal dibuat untuk membawa penumpang mengarungi lautan lepas!

Dalam arti, adanya hubungan bukan hanya agar kita merasa lebih tenang dan nyaman saja, tetapi juga untuk mendapatkan banyak kenangan indah.

Kebanyakan pasangan hanya melakukan hal-hal yang serupa setiap waktu, seperti saling perhatian lewat pesan singkat, pergi kencan, saling mengunjungi rumah masing-masing lalu begitu seterusnya.

Hal-hal seperti itu memang penting dalam sebuah hubungan, tetapi yang lebih penting lagi adalah membuat lebih banyak kenangan manis berdua.

Berikan pasanganmu kejutan, ajak dia pergi ketempat yang tidak pernah ia kunjungi sebelumnya, ajak dia melakukan hal-hal baru yang tidak pernah didapatkannya dari orang lain.

Jika kamu melakukan ini, maka ikatan emosi akan semakin kuat dan sulit baginya untuk lepas darimu. Dan pasangan tidak akan sempat untuk berpikir menikah dengan orang lain jika kalian sibuk membuat pengalaman baru yang tak terlupakan.

5. Jangan Berusaha Memanipulasi

Tidak Memanipulasi Hubungan
Tidak Memanipulasi Hubungan

Kadang obsesi lebih besar daripada cinta sehingga seseorang tega memanipulasi pasangan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Ada banyak teknik-teknik jitu yang bisa digunakan untuk memikat hati seseorang. Ada begitu banyak cara-cara licik dan manipulatif agar pasangan tidak pernah meninggalkan kita. Tapi jangan lakukan itu!

Tetaplah berpikir positif, lakukan yang lebih baik dan lebih baik lagi untuk pasangan. Ingatlah tidak ada perjuangan yang sia-sia.

Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk pasangan bahwa ketika ada hujan, panas, petir, banjir, wabah, atau kenaikan harga, pasti kamu akan selalu ada untuknya!

Akhir Kata

Pada akhirnya, menikah bukanlah perkara jodoh atau bukan. Menikah adalah pilihan hidup seseorang yang sudah dipikirkannya sejak lama.

Sekeras apapun kita berusaha mempertahankan seseorang, jika ia mendambakan untuk menikah dengan sosok yang jauh berbeda dengan kita, maka tak ada cara lain selain merelakannya.

Dalam hidup, selain belajar tentang bagaimana berjuang yang sungguh-sungguh, kadang kita juga perlu belajar merelakan dengan sungguh-sungguh.

Kalau pun usaha-usaha yang kamu lakukan gagal, tolong jangan biarkan hal itu merusak hidupmu. Jadikan pengalaman!.

Untuk menambah wawasanmu, silahkan baca beberapa tips pacaran berikut:

Demikian tips bagaimana membangun hubungan yang positif disaat kamu sedang pacaran. Kiat-kiat diatas lebih memungkinkan untuk kamu dan pasangan langgeng sampai ke pernikahan.