in , ,

Aku Tidak Bahagia: Hati-Hati, Pikiranmu Menentukan Kebahagiaanmu

Aku Tidak Bahagia
Aku Tidak Bahagia

Kebahagiaan sejati adalah saat kau tidak lagi peduli dengan kesedihan dan kesenangan.

Kita sering mengeluh tentang hidup seperti “Aku tidak bahagia dengan hidupku” “Aku sendiri dan sangat menderita di dunia ini” “Apakah aku tak layak mendapatkan kebahagiaan?”

Hentikan!

Demi kebahagiaanmu, berhentilah mengeluh dan berpikir negatif. Hati-hati, sebab pikiranmu bisa mengubah hidupmu. Perlu diingat bahwa kunci kehidupan ada di dalam pikiranmu sendiri!

Pikiran kita yang paling dalam akan selalu tercermin oleh semua yang tampak diluar seperti kelakuan, ucapan, cara berpakaian hingga pilihan makanan dan minuman.

Saat kamu mengubah makanan, minuman, hingga cara berpakaian yang menjadi favoritmu, maka sebenarnya kamu sudah lebih dulu mengubahnya dalam pikiran.

Berikut cara-cara kerja pikiran yang bisa membuat hidup tidak bahagia.

1. Kamu Terlalu Fokus Pada Rasa Sakit

Terlalu Fokus Sakit Hati
Terlalu Fokus Sakit Hati

Pikiran adalah pintu masuk menuju perasaan. Saat kita membuka pikiran untuk fokus pada rasa sakit, maka perlahan-lahan rasa sakit itu terasa seperti beban hidup yang sangat berat.

Semisal tangan kamu tergores pisau dan berdarah. Jika kamu fokus untuk mencari obat-obat penyembuh dan yakin bahwa obat itu bisa menyembuhkan luka, maka rasa sakitnya akan berkurang.

Dalam hidup, ketika seseorang mengecewakan kamu. Mungkin kamu akan memikirkan orang tersebut berhari-hari dan mungkin hingga berbulan-bulan.

Sementara kamu fokus memikirkan orang yang menyakitimu, secara bersamaan kamu melupakan ada banyak orang yang menyayangimu. Akhirnya kamu pun merasa hidupmu tidak bahagia.

2. Berpikir Bahwa Hidupmu Buruk

Berpikir Bahwa Hidupmu Buruk
Berpikir Bahwa Hidupmu Buruk

Ada satu kata-kata bijak yang cukup terkenal “Jika kamu tidak membentuk kebiasaanmu, maka kebiasaanlah yang akan membentukmu”

Pada mulanya kamu memikirkan bahwa hidupmu sangat buruk. Dan awalnya kamu juga merasa tidak berguna, tidak memiliki kesempatan untuk berubah atau tidak mendapatkan dukungan.

Kamu mengulang-ulangnya hingga pikiran itu bekerja sendiri secara otomatis. Setiap ada masalah kecil pun kamu secara tidak sadar langsung berpikir “aku memang tidak berguna” atau “tidak ada yang mendukungku”.

Kamu menganggap hal ini normal? Ya memang normal. Tetapi jangan lupa bahwa pada mulanya kamu sendirilah yang membentuk pola pikir seperti itu sehingga hidupmu sulit bahagia.

3. Kebiasaan Buruk Sebelum Tidur atau Saat Bangun Tidur

Kebiasaan Buruk Sebelum Tidur
Kebiasaan Buruk Sebelum Tidur

Tahukah kamu bahwa di malam hari gerbang jiwa kita terbuka lebar. Dengan kata lain, semua yang kita pikirkan di malam hari akan langsung masuk ke alam bawah sadar.

Alam bawah sadar inilah yang terkadang menggerakkan kita secara refleks. Mungkin itulah mengapa orang tua atau guru di sekolah sering menyuruh kita untuk menghafal waktu malam atau pagi hari.

Terus terang saja, jika kamu memiliki kebiasaan buruk di malam hari maka wajar hidupmu tidak bahagia. Apapun itu, negatif atau positif semua hal yang dilakukan di malam hari lebih mudah menempel dalam memori.

Maka ingatlah, di malam hari usahakan untuk tidak membuka media sosial atau menonton acara yang tidak baik, sebab hal itu bisa memengaruhi alam bawah sadar kita.

Begitu pun ketika bangun tidur, sesaat setelah kamu terbangun coba usahakan untuk berpikir positif semisal mengingat Sang Pencipta atau bersyukur bahwa kamu masih diberi kesempatan hari ini.

4. Berpikir Praktis, Tidak Menggunakan Akal Sehat

Berpikir Tidak Masuk Akal
Berpikir Tidak Masuk Akal

Saat ada yang berkata “Berpikir positiflah, hidupmu akan bahagia” lantas kamu langsung berpikir positif lalu beberapa saat kemudian kamu bertanya “Mana bahagianya?”

Dampak buruk kurangnya berpikir kritis dalam hidup bukan hanya membuat kita sulit bahagia, tetapi juga membuat kita tidak bertambah dewasa secara mental.

Cobalah menggunakan akal sehat saat kamu menginginkan sesuatu, cobalah menggunakan akal sehat saat berdoa pada Tuhan, maka bukan hanya kebahagiaan tetapi kebijaksanaan pun akan kamu dapatkan.

Lihatlah dirimu. Tubuh yang sehat, mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar, dan otak yang bisa berpikir. Kesempurnaan ini telah dipersiapkan agar kita bisa berusaha mengubah keadaan.

Untuk apa tubuh dan akal yang sempurna ini?

5. Kurangnya Kesadaran Dalam Menggunakan Pikiran

Berpikir Tanpa Kesadaran
Berpikir Tanpa Kesadaran

Pola hidup yang terus kita lakukan berulang-ulang setiap harinya membentuk sirkuit dalam pikiran. Kebiasaan membuat kita bergerak secara auto pilot.

Semua yang kita lakukan tidak lagi menggunakan hati. Semisal ketika makan, kita tidak benar-benar menikmati makanan dengan sepenuh hati kecuali hanya sekedar memasukkan makanan ke mulut lalu mengunyah, ulangi.

Pikiran mengawang entah kemana, cemas memikirkan masa depan juga seringkali mengingat masa lalu dengan penuh penyesalan. Pikiran-pikiran liar ini terus datang dengan sendirinya.

Jika kamu menjalani kehidupan dengan cara seperti ini, maka sangat wajar jika hidupmu tidak bahagia. Sebab kebahagiaan sejatinya di rasakan sekarang, saat ini, disini, kini.

Maka nikmatilah dengan sepenuh hati apa yang ada dihadapanmu saat ini.

6. Pikirin Positif Bisa Mengubah Hidup Lebih Bahagia

Pikiran Positif
Pikiran Positif

Berbeda dengan hukum fisika, negatif + positif maka hasilnya positif. Dalam metafisika, positif akan menarik lebih banyak positif.

Jika kamu membiasakan diri berpikir negatif maka di kemudian hari kamu akan mendapati kehidupan yang negatif. Jika kamu suka marah-marah maka di kemudian hari kamu akan mendapati masalah yang membuatmu marah.

Seperti itulah cara kerja pikiran. Kesamaan menarik kesamaan.

7. Kurangi Stress Dengan Cara yang Positif

Melakukan Hal Yang Positif
Melakukan Hal Yang Positif

Terlalu banyak stress, seperti kemarahan, kesedihan, kecemasan dan depresi jika dibiarkan seperti itu maka kita akan menarik lebih banyak keadaan yang negatif.

Maka saat kamu mengalami suatu masalah, segeralah selesaikan secepat mungkin. Menunda-nunda untuk menyelesaikan suatu masalah akan menarik lebih banyak masalah.

Sederhananya saja, ketika ada sesuatu janggal yang ingin kamu katakan pada orang lain maka segera katakan. Sebab perasaan lebih kuat daripada pikiran, sehingga ia lebih cepat dalam menarik kesamaan.

Hindari hal-hal yang bisa membuat kamu stress. Dan kalau sudah terlanjur membuat kamu stress, maka segera cari solusinya.

Sementara sisa-sisa stress yang menumpuk dalam jiwa, pelan-pelan bisa dihilangkan dengan cara meditasi atau beribadah.

Jika meditasi dan ibadah yang kamu lakukan tidak mengubah suasana hati, maka coba periksa lagi mungkin ada yang salah dalam cara kamu melakukannya.

Akhir kata

Memang sulit mengubah kebiasaan, kita perlu berusaha untuk memulainya. Sementara setelah berhasil memulai, terkadang banyak ujian lagi yang harus kita hadapi.

Saat kita sudah terbiasa dengan hal-hal positif, kita tetap perlu berhati-hati dan menyadari setiap hal dengan bijak. Sebab banyak sekali cobaan yang bisa membuat kita terjebak ke dalam negativitas lagi.

Sekianlah artikel tentang Aku Tidak Bahagia: Pikiranmu Menentukan Kebahagiaanmu. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening