in ,

5 Alasan Mengapa Kamu Tak Perlu Pacaran Di Kondisi Yang Belum Matang

Alasan Mengapa Kamu Tidak Perlu Pacaran
Alasan Mengapa Kamu Tidak Perlu Pacaran

Berpacaran tidak lebih hanyalah sebuah budaya yang menjadi trend dikalangan muda mudi saat ini. Artinya tak ada tolok ukur yang jelas mengapa kita harus pacaran. Tapi anehnya, kesendirian atau status single seringkali memunculkan beragam stigma buruk di masyarakat, padahal berpacaran juga belum tentu baik, bukan?

Alasan orang-orang harus berpacaran adalah supaya adanya komitmen dan ikatan dalam suatu hubungan. Benar, jika tujuannya adalah mengenali lebih dalam seseorang yang akan menjadi pasangan hidup kita nanti. Namun masalahnya, pacaran yang dilakukan saat ini bukan hanya sekedar mengenali lebih dalam saja tetapi sudah bersikap layaknya pasangan suami-istri.

Dan yang menyedihkan, orang-orang memilih berpacaran hanya karena terpengaruh oleh pola pikir masyarakat. Kita adalah bagian dari masyarakat dan wajarlah jika kita terpengaruh oleh kebiasaan-kebiasaan yang membudaya di masyarakat.

Tentu masih ada toleransi dalam hal itu, walaupun tetap saja menyedihkan. Sebab jika kita melakukan sesuatu hanya karena ikut-ikutan saja tanpa mengetahui maksud-tujuannya maka hal itu hanya buang-buang waktu saja.

Terlebih lagi di kondisi yang belum matang, artinya mental kita masih belum siap untuk menghadapi semua yang dibutuhkan dalam hubungan. Sebagaimana yang kita tahu, membangun hubungan bukan hanya mengandalkan cinta saja, banyak faktor-faktor lain yang harus dipikirkan.

1. Belum Memahami Diri Sendiri Secara Emosional

Belum Memahami Diri Sendiri
Belum Memahami Diri Sendiri

Jika kita tidak memahami diri sendiri, maka kita tidak bisa memahami orang lain. Itulah mengapa selama ini kita berharap pada sesuatu yang tidak realistis, bahwa pasangan akan tahu bagaimana memahami dan membahagiakan kita.

Tidak!

Orang lain tidak akan tahu bagaimana cara membuat mu bahagia. Bahkan jika ada orang lain yang tiba-tiba tahu cara membahagiakanmu, lantas apa? Justru yang bisa ditangkap hanyalah sebuah ketidaksengajaan.

Pada kondisi yang belum cukup matang, menjalani sebuah hubungan hanyalah bualan untuk pengalaman yang membahagiakan. Kita membayang-bayangkan bahwa dengan berpacaran maka hidup akan bahagia. Sehingga ketika suatu masalah-masalah datang dalam hubungan, kita tidak siap menghadapinya dan membuat keadaan menjadi lebih buruk.

Baca Juga: Jika Ada yang Bertanya Alasanmu Masih Sendiri, Manfaatkan 7 Jawaban Cerdas Ini

2. Masih Banyak Yang Belum Kamu Selesaikan

Masih Banyak Yang Belum Diselesaikan
Masih Banyak Yang Belum Diselesaikan

Kenyataan tidak dapat dipugkiri. Jadi pada kondisi seperti ini, apa yang bisa kamu harapkan dari sebuah hubungan?

Kamu perlu tahu akan menjadi seperti apa kehidupanmu begitu kamu memasuki sebuah hubungan. Bagaimana sekolahmu, kuliahmu atau pekerjaanmu? Apakah berpacaran dikondisi ini tidak akan mengganggu aspek-aspek penting dalam menggapai impianmu?

Perjalanan masih panjang. Usia kita masih lama, ya semoga saja. Maka tak perlu terburu-buru, karena kamu perlu curiga pada hasratmu sendiri jika ia begitu menggebuh-gebuh. Tenang saja. Selesaikan dulu semuanya satu persatu. Harapan demi harapan akan terwujud jika kita fokus pada satu titik.

Untuk saat ini, kamu hanya perlu sadari sedang berada dititik yang mana. Mungkin hal itu cukup menjelaskan bahwa kamu perlu menyelesaikannya terlebih dahulu, sehingga tidak melangkahi hal-hal penting hanya karena terburu-buru.

3. Tidak Ada Ikatan dan Tujuan Yang Pasti

Tidak Ada Tujuan Pasti
Tidak Ada Tujuan Pasti

Jika tujuan pernikahan adalah membangun rumah tangga, maka apa tujuan dari berpacaran?

Sampai saat ini belum ada tujuan yang pasti dari berpacaran. Dan tak ada juga ikatan yang jelas. Semisal ketika kamu berpacaran dengan seseorang, andaikan orang itu selingkuh, apa yang bisa kamu lakukan? Atau bahkan jika pacar kita menikah dengan orang lain, apa alasanmu untuk melarangnya? yang sering terdengar malah dengan entengnya keluar kata-kata “Ah berarti gak jodoh!”

Dalam berpacaran semua usaha dan komitmen hanyalah ilusi sebab tak ada ikatan yang jelas. Artinya kapan saja dan dengan mudahnya seseorang bisa meninggalkan hubungan itu. Jadi, kita hanya perlu menyesuaikan diri saja.

Di kondisi yang seperti ini, kalau pun kamu ingin sekali berpacaran, tak perlu terlalu serius. Dalam arti, hanya sekadarnya saja dan selama itu tidak mengganggu aspek-aspek penting dalam kehidupan kita.

4. Berpacaran Dikondisi Ini Membuatmu Kerepotan

Berpacaran di Kondisi Seperti Ini Akan Membuatmu Kerepotan
Berpacaran di Kondisi Seperti Ini Akan Membuatmu Kerepotan

Di kondisi seperti ini, mungkin beberapa dari kita lebih memilih fokus pada kesibukannya demi mengejar apa yang di impikan. Dan resikonya adalah kamu mungkin akan merasa kesepian.

Tapi beberapa dari kita juga pasti ada yang memilih untuk menikmati apa yang dijalani saat ini, masa depan tak menjadi beban pikiran baginya dan itulah mengapa ia lebih memilih memprioritaskan pacar. Dan resikonya adalah mungkin ia akan hidup susah dimasa depan atau mungkin lebih lama mencapai keamanan finansial.

Namun satu hal yang kita ketahui adalah pacaran tidak selalu membawa bahagia, terkadang ia malah menjadi sebentuk ancaman terhadap identitas kita.

Semua ada resikonya, bahkan dengan memilih hidup di dunia ini saja kita sudah menanggung banyak resiko. Tapi semuanya kembali lagi kepadamu, karena kamu yang menentukan pilihan untuk hidupmu.

Sebagian orang mungkin akan berpikir bahwa kesepian bukanlah resiko. Justru kita bisa memandang kesepian sebagai anugerah, karena dengan kesepian tak ada yang mengganggu kita bekerja dan bisa lebih fokus pada cita-cita.

5. Tetap Perlu Ada Investasi Hubungan, Tapi Jangan Sampai Mengganggu Kesibukan

Tak Perlu Ada Investasi Hubungan
Tak Perlu Ada Investasi Hubungan

Tidak harus menutup kemungkinan untuk orang-orang yang datang. Dengan kata lain kita juga tidak boleh menolak jodoh, siapa tahu seseorang yang hadir ternyata adalah jodoh kita.

Di usia kita yang sudah cukup dewasa, bukan hal yang mengejutkan lagi jika muncul seseorang yang tertarik pada kita atau mungkin malah kita yang tertarik pada seseorang. Sangat normal dan manusiawi tentunya.

Maka jika hal-hal seperti ini terjadi kepada kamu, jangan menutup diri. Tetaplah isi waktu dengan kesibukanmu, tetapi jika ada waktu kosong tak masalah untuk sekedar berkomunikasi dengannya. Tapi tetapkan batasan-batasannya dan lakukanlah selama itu tidak mengganggu prinsipmu. Jadi, tak perlu pusing, nikmati kesibukan dan perkembanganmu.

Baca Juga: 5 Penyebab Kamu Jomblo dan Sulit Mendapatkan Pasangan

Kesimpulannya sobat

Jujurlah menilai diri sendiri. Jangan menilai dirimu dari apa yang orang-orang katakan dan jangan membandingkan dirimu dari apa yang orang-orang dapatkan. Sadarlah pada posisimu masing-masing.

Lihat kondisi dirimu dan pikirkan apa yang benar-benar kamu butuhkan untuk menjadi lebih berkembang dan lebih baik. Berpacaran itu tidak ada salahnya selama tidak mengganggu kesibukan dan prinsip yang kita pegang.

Yang terpenting adalah belajar berprinsip dan berkomitmen pada diri sendiri, sebab jika kamu tidak mampu berkomitmen pada diri sendiri maka kamu tidak akan mampu berkomitmen dalam hubungan. Sekian dan terimakasih, MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN.

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening