in ,

Kamu Harus Tau, Alasan Pacar Tidak Mau Mempublikasikan Hubungan

Alasan Pacar Tidak Mempublikasikannya
Alasan Pacar Tidak Mempublikasikannya

Keseriusan itu tampaknya benar-benar ilusi!

Tidak nyata, tidak dapat dilihat dan tidak dapat dipegang! Lalu apa yang membuktikan keseriusan seseorang dalam hubungan?

Kasih sayang pun tampaknya hanya strategi! Hanya kata-kata tanpa tindakan yang pasti! Jadi apa yang membuktikan bahwa ia benar-benar sayang?

Prihal hati dan perasaan, tentu tak akan mampu terjawab oleh logika. Maka untuk soal hati, biarlah hati yang menjawabnya.

Namun jika sebuah hubungan itu benar-benar indah, dan benar-benar membuat seseorang bahagia, maka harusnya seorang pasangan merasa bangga dan tak malu mempublikasikan hubungan di depan orang-orang, keluarga maupun media sosial.

Memang, ya, benar, mempublikasikan sebuah hubungan pun bukan sebuah jaminan bahwa seseorang benar-benar sayang dan serius kepada kita, sebab kembali lagi perihal hati tak akan mampu terjawab oleh logika. Tapi logikanya, jika seseorang enggan mempublikasikan hubungan tentu ada sesuatu yang ingin disembunyikan.

Maksud hati ini hanya inginkan pengakuan. Sebab kasih sayang tak dapat dibuktikan dengan jawaban, mungkin hubungan dapat dibuktikan dengan pengakuan. Maksud hati hanya ingin diperlakukan sama didepan orang-orang sebagaimana ia memperlakukan kita dikala berdua.

Namun yang terjadi tetapi seperti ini! Mungkin mudah untuk mengatakan “Iya, baiklah. aku mengalah.” tapi rasanya masih nyesek saja! Apa sebenarnya alasan pacar tidak mau mempublikasikan hubungan?

1. Dia Tipikal Orang Yang Tertutup

Dia Tipikal Orang Tertutup
Dia Tipikal Orang Tertutup

Untuk alasan pertama mungkin kita perlu berpikir positif terlebih dahulu. Terlebih lagi, kamu tentu mengenal dalam tentang kepribadian pacar dan kamu pasti mengetahui bagaimana pola pikirnya dalam bersosial serta hal-hal lainnya.

Jika benar ia adalah tipikal orang yang tertutup, maka tak perlu terlalu cemas dong. Jika kamu benar-benar hubungan ini dipublikasikan, mungkin hanya perlu komunikasi yang berkelanjutan secara intens dengan pasangan.

Jadi, masalahnya ada pada kepribadian pasangan kamu bukan pada dirimu. Ya, meskipun kepribadian seseorang tidak bisa juga disebut sebagai masalah, karena memang seperti itulah adanya.

Mungkin kamu perlu juga memposisikan diri bagaimana jika kamu menjadi dia, dengan kepribadian yang tertutup seperti itu, pastilah kamu juga akan malu untuk mempublikasikan hubungan. Intinya, jaga komunikasi dan jaga ikatan emosi. Sebab hanya hati yang mampu menjawab masalah hati.

Baca Juga: 7 Penyebab Pacar Berubah Menjadi Sering Marah Terhadapmu

2. Komitmen dan Prinsip Hubungan yang Privasi

Prinsip dan Hubungan Privasi
Prinsip dan Hubungan Privasi

Ketika seseorang tidak mau mengakui hubungan mungkin akan menjadi masalah yang cukup besar dan rumit. Untuk menyederhanakan permasalahannya kita butuh beberapa alasan yang cukup logis.

Tentu kita setuju bahwa tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama. Bahkan dalam sebuah hubungan, ketika dua orang mencoba menjalin kasih belum tentu keduanya bisa menyatukan pemikiran dan sudut pandang.

Maka, sangat penting sebelum menjalin hubungan kita membuat komitmen juga memastikan prinsip hubungan seperti apa yang akan dijalani. Jika hanya berlandaskan suka sama suka saja, maka iniah yang terjadi.

Namun sebelum terlambat, ada baiknya jika kamu mengajak pasangan berkomunikasi dengan intens, lalu tanyakan seperti apa prinsip pasangan kamu dalam menjalani hubungan.

3. Dia Takut Kehilangan Pengagum

Dia Takut Kehilangan Pengagum
Dia Takut Kehilangan Pengagum

Mungkin akan terasa sangat menyakitkan jika kekasih hanya memikirkan egonya saja. Jika pasangan kamu adalah seorang public figure yang dikenal banyak orang, mungkin kamu akan merasa bangga namun sekaligus merasa sedih karena tidak diakui.

Mungkin akan sangat rumit jika kamu mengelolah masalah seperti ini dengan menggunakan hati, sebab seharusnya disaat seperti ini logika sangat perlu diandalkan.

Sebab pasanganmu pasti memiliki beberapa alasan yang cukup logis tentang mengapa ia takut kehilangan pengagum. Sebelum kamu memulai hubungan tersebut, tentu kamu sudah dapat bayangkan resikonya. Maka senang atau tidak kamu harus menghargainya, meskipun itu menyakitkan.

4. Malu Dengan Penampilan atau Kepribadianmu

Malu Dengan Penampilan dan Kepribadianmu
Malu Dengan Penampilan dan Kepribadianmu

Ketika seseorang enggan mempublikasikan hubungannya, bukan berarti masalahnya berasal dari orang tersebut. Terkadang kita perlu berkaca lagi dan melihat keadaan yang sebenarnya. Jika kita memiliki pasangan yang kelas lebih tinggi, dengan gaya hidup kalangan atas, mungkin wajar malu untuk mempublikasikan hubungannya sebab takut citra dirinya menjadi buruk dimata keluarganya dan orang-orang terdekat.

Opsi kedua mungkin pasanganmu hanya merasa malu didepan teman-temannya karena kepribadianmu yang terlalu pendiam, atau mungkin terlalu riang.

Maka cobalah koreksi diri dan lihat kedalam cermin, apakah kamu memiih mengubah dirimu demi pasanganmu yang sekarang atau  kamu memilih tetap pada dirimu dan mencari pasangan yang menerimamu apa adanya? Semua kembali pada pilihan kamu sendiri.

5. Kamu Hanya Selingkuhan atau Permainan, Dia Tidak Berniat Serius

Kamu Hanya Selingkuhannya
Kamu Hanya Selingkuhannya

Hal yang paling menyakitkan dari sebuah hubungan mungkin saat kita tidak menjadi satu-satunya. Siapapun itu, pasti sangat ingin menjadi satu-satunya orang yang menjadi prioritas bagi pasangan. Kenyataannya tidak selalu seperti apa yang kita bayangkan.

Terkadang seseorang yang kita anggap penting ternyata membalas dengan anggapan yang berbeda. Mungkin tidak perlu berlama-lama lagi, atau memperpanjang drama ini bahwa sebenarnya kita tidak penting baginya.

Jika seseorang berniat serius dengan pasangannya, tentulah tak ada yang perlu disembunyikan. Inilah satu hal yang harus kita terima meskipun menyakitkan bahwa akhirnya kita perlu cukup sadar bahwa dia tidak berniat serius.

Kamu Harus Tahu!

Solusi dari semua masalah dalam hubungan adalah memperbaiki komunikasi. Kebanyakan pasangan memilih untuk tidak berkomunikasi ketika permasalahan datang, padahal tanpa berkomunikasi masalah tidak akan  selesai. Pada akhirnya, setelah kita mengetahui beberapa alasan mengapa pasangan tidak mempublikasikan hubungan, apa pelajaran yang dapat kita petik?

Belajar dari yang sudah-sudah kita lalui sebelumnya, pasangan yang berniat serius tidak pernah malu mempublikasikan hubungannya. Semisal ketika hendak menikah, pastilah menyebar undangan untuk hari perayaan.

Baca Juga: 7 Cara Cerdas Keluar dari Lingkaran Hubungan Friend Zone

Maka, satu hal lagi yang dapat kita petik dari pembahasan kali ini adalah bahwa tidak semua orang yang kita anggap berharga akan membalas dengan hal yang sama. Dari hal itu, kita perlu sadar untuk tidak terlalu berlebihan lagi dan menjalani hubungan dengan menggunakan akal logika juga bukan hanya pakai hati saja.

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening