in ,

Apa Itu Bahagia, 5 Hal Yang Harus Diketahui Untuk Mencapainya

Apa Itu Bahagia

Apa itu bahagia? bahagia dalam psikologi memang memiliki pengertian tersendiri. Selama ini apakah anda sudah merasa bahagia dengan segala yang dimiliki? Atau masih saja merasa kekurangan dengan apa yang ada di sekeliling anda sekarang? Kadang kala manusia tidak menyadari bahwa sumber dari rasa tidak bahagia adalah dengan tidak bahagia dengan apa ada saat ini.

Kebahagiaan secara teoretis berarti gabungan dari adanya sikap menerima, kasih sayang dan juga prestasi. Sikap penerimaan orang lain akan dipengaruhi oleh sikap menerima diri sendiri dalam penyesuaian sosial.

Gabungan dari ketiga esensi tersebut harus dapat dijalani secara bersamaan. Sering kali harapan pada diri seseorang terlalu besar sehingga sulit untuk memasuki esensi penerimaan dengan mudah meski esensi lain dapat dijalani.

Hal ini karena individu tidak dapat menerima kegagalan atau hambatan yang sedang ditemui. Definisi tepat dari bahagia sendiri tentu berbeda-beda bagi setiap orang. Namun jika anda terlalu larut dalam rasa tidak bahagia, anda dapat terjatuh pada stres.

Tentu kita tidak menginginkan hal tersebut bukan?.

Manusia memang memiliki permasalahan hidup yang bervariasi, tetapi jika kita tidak dapat mengendalikan diri untuk membandingkannya, ini lah yang membuat seseorang mempertanyakan apa itu bahagia.

Bahagia dalam psikologi membutuhkan aspek-aspek yang perlu dilakukan bersamaan ketika melakukan tindakan. Juga aspek tersebut harus diterapkan ketika menerima dampak dari suatu tindakan.

Tindakan yang dimaksud di dalamnya seperti pengambilan keputusan hidup, cara menghadapi masalah dan risikonya hingga cara diri untuk dapat tetap merasa bahagia.

Apakah ada hal-hal dalam hidup yang membuat diri tetap bahagia? Tentu saja ada.

Caranya juga berbagai macam. Berikut ini adalah beberapa cara untuk tetap bahagia berikut aspek bahagia dalam psikologi.

Aspek Kebahagiaan

Aspek Kebahagiaan
Aspek Kebahagiaan

Untuk dapat menjawab apa itu bahagia, anda harus mengetahui aspek- aspek kebahagiaan mengacu pada teori psikologi yakni Acceptance, Affection dan Achievement.

Acceptance adalah penerimaan yang ditandai dengan sikap positif atau menolak. Affection atau kasih sayang adalah perasaan yang kuat yang didalamnya terdapat proses mental termasuk perasaan, emosi, mood dan temperamen.

Achievement atau pencapaian adalah hasil yang telah dicapai dari satu tingkat khusus kesuksesan karena usaha yang dilakukan dalam proses mencapai tujuan.  Ketiga aspek ini juga tidak dapat dipenuhi maka akan sulit untuk mencapai kebahagiaan.

Misalnya nilai akademik yang memuaskan tidak di apresiasi oleh orang tua. Hal ini akan memengaruhi perkembangan perasaan bahwa tidak ada satu orang pun yang mencintai dirinya.

Ditambah lagi dengan ekspektasi diri yang tinggi namun tidak memenuhi seperti yang dibayangkan.

Baca Juga : 4 Kunci Rahasia Agar Berhasil Mencintai Diri Sendiri

Faktor Yang Memengaruhi Kebahagiaan

Faktor Yang Mempengaruhi Kebahagiaan
Faktor Yang Mempengaruhi Kebahagiaan

Bahagia dalam psikologi juga memiliki faktor yang memengaruhinya. Berdasarkan teori yang dinyatakan oleh Seligman, orang yang bahagia adalah orang-orang yang dapat memiliki kehidupan sosial yang baik dan sering melakukan sosialisasi.

Dari segi religiusitas, orang yang religius disebut lebih bahagia dan lebih puas terhadap hidup daripada orang yang tidak religius.

Karena religiusitas dapat memberikan harapan akan masa depan dan menciptakan makna hidup bagi manusia jika dilakukan secara benar dan tepat. Faktor yang memengaruhi kebahagiaan selanjutnya adalah pernikahan.

Pernikahan bisa dikatakan cukup erat hubungannya dengan bahagia dalam psikologi.

Individu yang menikah dan bahagia dapat memiliki umur yang lebih panjang. Adanya penghasilan selama hidup juga dapat memengaruhi individu yang menikah karena siap secara finansial.

Faktor selanjutnya adalah kesehatan.

Kesehatan secara objektif tidak selalu berdampak pada rasa bahagia. Hanya saja kita tentu akan merasa bahagia juga sehat secara fisik dan mental bukan.

Jadi jika ada faktor yang memengaruhi kebahagiaan, apa itu bahagia? Mari kita simak ciri-cirinya.

Ciri Orang Yang Bahagia

Ciri Orang Yang Bahagia
Ciri Orang Yang Bahagia

Individu yang bahagia dalam psikologi memiliki ciri-ciri seperti mempunyai arti hidup dan terarah.

Individu yang puas akan hidupnya dapat mewujudkan sesuatu di luar dirinya missal pekerjaan dan harapan yang ingin dicapai. Sehingga hidupnya menjadi lebih terarah dan berarti. Ciri berikutnya orang yang bahagia dapat mengatasi permasalahannya sendiri dan lebih kreatif mencari solusi.

Mereka juga hampir tidak pernah merasa diperlakukan secara tidak adil yang berujung pada kekecewaan dalam hidupnya. Mereka melihat kegagalan adalah pengalaman yang dapat dipelajari untuk terus berusaha lebih baik lagi.

Individu yang bahagia juga memiliki tujuan hidup yang penting seperti tujuan berkeluarga dan memiliki rasa cinta kasih terhadap manusia. Orang tersebut juga memiliki kepedulian pada pertumbuhan dan perkembangan pribadi.

Mereka dapat menyadari realita tanpa dibuat-buat, bertanggung jawab, memiliki sahabat yang dipercaya sehingga saling menguntungkan pada orang yang mereka cintai dan pandai menjaga hubungan tersebut.

Orang yang bahagia memiliki teman yang berkualitas agar dapat memberikan rasa nyaman dari dukungan yang diperlukan satu sama lain.

Mereka memiliki semangat dan menjadi pribadi yang menyenangkan meski sedang berada di tengah permasalahan hidup. Individu ini juga dapat menerima kritikan baik dan melakukan hal yang sama tanpa harus menjatuhkan satu sama lain.

Jadi sudah cukup terlihat apa itu bahagia berdasarkan faktor, aspek dan cirinya? Selain itu orang yang bahagia dalam psikologi dapat membedakan perilaku yang kurang sesuai.

Mereka cenderung tidak memiliki ketakutan seperti yang dimiliki orang lain sehingga ia tidak merasakan kecemasan yang signifikan dalam menjalani hidup.

Menghindari Lingkungan Toxic

Menghindari Lingkungan Yang Buruk
Menghindari Lingkungan Yang Buruk

Apa itu bahagia? Bahagia adalah dengan bersyukur, berbagi, berjuang dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.

Seperti yang disebutkan dalam poin sebelumnya, orang yang bahagia dapat memilah dan membedakan mana lingkungan yang sehat dan tidak beserta orang-orang di dalamnya.

Lingkungan toxic akan dengan mudah memengaruhi kebahagian anda. Bahagia dalam psikologi dapat diraih jika anda dapat menghindari lingkungan yang toxic.

Sikap toxic yang ditimbulkan dari lingkungan yang mungkin bisa memengaruhi anda misalnya membandingkan diri dengan orang lain, tidak dapat menerima perubahan diri, menyerah dan putus asa karena dikritik pedas oleh orang lain dan berpikiran negatif.

Semua hal ini dapat muncul dari diri anda jika anda tidak pintar memilih lingkungan dan support system.

Apalagi jika anda tidak dapat mengelola emosi dengan baik. Maka pengaruh lingkungan dapat membuat anda memiliki keyakinan tersebut. Padahal anda bisa menjadi individu yang lebih positif dan bahagia.

Pengertian lain di dalam apa itu bahagia adalah orang yang dapat mengelola emosinya dengan baik sehingga tidak memberikan dampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

Baca Juga : 6 Cara Mengatasi Frustasi Dalam Psikologi Agar Selalu Bahagia

Membantu Orang Lain Sebagai Bentuk Kebahagiaan

Membantu Orang Lain
Membantu Orang Lain

Saling tolong menolong merupakan kalimat yang sering diajarkan kepada kita dari sekolah dasar hingga dewasa. Tahukah anda bahwa cara tersebut dapat membuat anda bahagia?

Ketika anda membantu orang lain tanpa pamrih, aka nada perasaan lega, puas dan bahagia yang muncul dalam diri. Misalnya dengan memberikan tempat duduk pada orang yang lebih membutuhkan di transportasi umum.

Orang yang anda berikan tempat duduk tentu bahagia bukan.

Nah, rasa bahagia ini akan menular pada diri anda dan orang lain juga. Bahagia dalam psikologi berarti rasa bahagia tersebut semakin disebarkan maka diri anda akan semakin bahagia. Paling simpel yang bisa anda lakukan adalah dengan tersenyum.

Tersenyum juga bisa membuat bahagia misalnya dengan mengucapkan terima kasih kepada pegawai transportasi umum dan tersenyum akan membuat mereka ikut senang juga.

Membahas tentang apa itu bahagia, rasa bahagia juga akan muncul dari diri tanpa perlu adanya faktor eksternal. Misalnya dengan mengurangi keluhan negatif atau komplain mengenai kehidupan anda sehari-hari.

Alih-alih komplain, coba pasang pikiran positif anda dan pandang dari segi lain yang lebih membahagiakan. Sebenarnya tidak ada padanan yang pas dari bahagia dalam psikologi. Hal ini kembali lagi pada diri anda yang memandangnya dan menjalani kehidupan.

Jadi apa itu bahagia? Bahagia adalah rasa yang dapat menular secara positif kepada orang lain dengan bersyukur, berbagi, membantu orang lain, pertemanan yang berkualitas, mampu mengelola emosi dengan baik sehingga dapat menyelesaikan permasalahan hidup dengan baik. Jangan lupa untuk menerapkannya ya. Semoga bahagia.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.