in , ,

Apa Itu Psikolog? Inilah 5 Macam Jurusan Psikologi dan Tugasnya

Apa Itu Psikolog
Apa Itu Psikolog

Keberadaan psikolog pada masa sekarang masih belum disadari betul oleh masyarakat perannya. Hal ini dikarenakan masih adanya pemikiran tabu bahwa jika seseorang akan di cap gila jika pergi menemui psikolog dan melakukan sesi.

Tentu ini adalah anggapan yang salah kaprah. Masyarakat perlu mengetahui pentingnya peran psikolog yang sesungguhnya secara nyata.

Hal yang paling melekat dengan kata psikolog pada masyarakat tentu mudah sekali dihubungkan dengan gangguan kejiwaan atau orang gila yang ada di Rumah Sakit Jiwa. Namun psikolog tidak selamanya begitu. Psikolog juga tidak melulu mengenai orang gila.

Masyarakat perlu mengetahui terlebih dahulu awal mula dari psikolog. Dalam bahasa inggris disebut dengan psychologist di mana seseorang yang menjadi psikolog secara general mempelajari mengenai tingkah laku dan proses mental seseorang.

Jika di Indonesia psikolog ini telah melewati serangkaian proses akademis untuk dapat dinyatakan layak sebagai psikolog.

Psikolog sendiri memiliki jenisnya masing-masing. Tidak selalu psikolog adalah orang yang bekerja pada bidang kesehatan mental saja. Namun psikolog juga dapat bekerja pada bidang pendidikan, industri perusahaan hingga dalam menangani kasus kriminal sekalipun dengan mempelajari psikologi forensik.

Ternyata luas sekali ya dunia psikologi dan jenis psikolog ini. Lalu apa saja bidang yang bisa diambil untuk menjadi psikolog ini? berikut ini jenis psikolog sesuai dengan bidang yang diminati.

1. Psikolog Klinis

Psikologi Klinis
Psikolog Klinis

Psikolog klinis merupakan salah satu jurusan yang banyak diminati. Tetapi tahukah anda apa saja tugas dan fungsi psikolog klinis?.

Seorang clinician psychologist memiliki tanggung jawab untuk memeriksa, mendiagnosis hingga merawat klien yang mengalami masalah kesehatan mental.

Masalah kesehatan mental sendiri terbagi menjadi gangguan klinis dan normal bermasalah.

Gangguan klinis seperti yang kita ketahui telah disebutkan dalam DSM atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.

Sedangkan untuk normal bermasalah adalah seseorang dengan permasalahan atau tekanan tetapi tahapnya belum sampai pada gejala yang mengarah ke gangguan klinis.

Misalnya anak kuliah yang sering bolos kelas karena merasa bosan di kelas, bukan karena tidak mampu untuk mengikuti perkuliahan karena stres atau depresi.

DSM sendiri memiliki versi Indonesia yang disebut dengan PPDGJ atau Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa.

Namun jika ditanya apakah versi Bahasa Indonesia ini sama dengan versi DSM bahasa inggris, menurut penulis DSM lebih rinci dan detail dalam penjabarannya, sedangkan PPDGJ memiliki versi pendeknya.

Namun pilihan pemakaian baik DSM atau PPDGJ tetap pada masing-masing individu.

2. Psikolog Sosial

Psikolog Sosial
Psikolog Sosial

Yang kedua adalah psikolog sosial di mana orang yang menjadi psikolog dalam bidang ini memiliki tugas untuk mempelajari, meneliti dan menelaah perilaku serta pola pikir dari kelompok-kelompok yang ada di masyarakat.

Sebagai psikolog sosial juga memiliki tanggung jawab untuk meneliti bagaimana sikap, penilaian, norma yang berlaku di masyarakat, cara berkomunikasi hingga hubungan interpersonal dan intrapersonal dari suatu kelompok yang ada di masyarakat.

Hubungan interpersonal adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lainnya.

Sedangkan hubungan intrapersonal adalah proses pengolahan informasi yang didalamnya terdapat sensasi, persepsi, memori dan berpikir di mana terjadi di dalam diri satu individu.

Jadi jika terjadi suatu kasus di masyarakat yang memiliki perilaku tertentu, seorang psikolog sosial dapat menganalisa mengapa perilaku mereka seperti itu, latar belakang masyarakat tersebut bagaimana sehingga timbul perilaku tersebut.

Hal ini cenderung ada hubungannya dengan ilmu antropologi dan wajib menguasai psikologi komunikasi yang baik.

3. Psikolog Pendidikan

Psikolog Pendidikan
Psikolog Pendidikan

Dalam bidang pendidikan juga terdapat psikolog yang bertugas untuk mempelajari bagaimana individu dapat belajar. Psikolog dalam bidang ini dapat turut serta membuat instruksi dan strategi untuk belajar mengajar.

Tidak hanya itu, psikolog pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk mempelajari tentang bakat, kemampuan belajar, faktor-faktor yang memengaruhi baik dari segi kognitif dan emosi individu.

Sehingga seorang psikolog pendidikan ini dapat ditempatkan di sekolah-sekolah, universitas hingga dalam kementrian pendidikan. Apalagi masalah pendidikan di Indonesia saat ini cukup penting untuk dilakukan pengkajian.

Karena tidak sedikit permasalahan yang terjadi dalam lingkup pendidikan beserta latar belakang masing-masing individu di dalamnya.

Jika kamu berkeinginan kuliah psikolog, coba baca 9 Kampus Dengan Jurusan Psikologi Terbaik di Indonesia.

4. Psikolog Industri dan Organisasi

Psikolog Industri
Psikolog Industri

Nah yang satu ini merupakan bidang yang paling umum juga dalam lingkup kerja baik di perusahaan atau tempat kerja lainnya.

Dalam psikologi industri dan organisasi atau biasa disebut juga dengan PIO, mereka mempelajari perilaku karyawan di tempat kerja khususnya pada masa rekruitmen.

Nantinya calon karyawan akan disaring untuk dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai dalam suatu perusahaan. Tugas lain dari seorang psikolog industri dan organisasi adalah untuk membuat program pelatihan untuk karyawan di tempat kerjanya.

Hal ini untuk membantu meningkatkan pengetahuan, skill, produktivitas sehingga dapat mengurangi dan menghindari kerugian bagi perusahaan tersebut.

Misalnya jika terjadi banyak karyawan yang resign dalam waktu dekat, psikolog industri dan organisasi dapat melakukan survey dan mencari akar dari permasalahan tersebut hingga dapat diberlakukan solusi yang tepat.

Apakah karyawan mengalami burnout karena tekanan pekerjaan yang tinggi sehingga mereka banyak yang resign? Atau ada permasalahan dari waktu bekerja yang tidak sesuai dengan insentif mereka?

Hingga memberikan psikotes pada calon karyawan baru dan karyawan yang akan naik jabatan. Seorang psikolog industri dan organisasi dapat melakukan itu sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Nah sebelum itu, kamu juga bisa baca Ketahui Apa Saja Perbedaan Antara Psikiater, Psikolog dan Konselor.

5. Psikolog Forensik

Psikolog Forensik
Psikolog Forensik

Bidang ini merupakan bidang yang menarik tetapi di Indonesia sendiri amsih kekurangan psikolog forensik. Psikolog forensik adalah seseorang yang telah sah menjadi psikolog dan menggunakan ilmu psikologinya dalam ranah hukum.

Tugas dari seorang psikolog forensik adalah untuk menganalisa kondisi dari seorang terdakwa suatu kasus secara psikologis dan membantu mengarahkan kondisi seorang napi menjadi lebih baik.

Psikolog forensik juga dapat mengkaji motif pelaku, mempelajari karakter dalam kasus hingga melakukan asesmen baik pada tersangka, pelaku dan juga korban. Sehingga mereka dapat terbantu dalam mengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi psikolog forensik, seseorang yang telah lulus menjadi psikolog diharapkan untuk melanjutkan studi dengan bdiang forensik yang telah tersedia di beberapa universitas.

Cukup menarik ya psikolog forensik ini, apakah anda mau mencoba mendalaminya?

Sebenarnya bidang psikologi ini menarik untuk dipelajari. Bukan untuk menjadi seorang paranormal bagi orang-orang yang anda temui. Karena pada dasarnya psikolog tidak bisa membaca karakter seseorang hanya dengan bertemu face to face saja.

Tetapi harus dilakukan observasi, interview dan terlibat dalam percakapan dalam waktu yang tidak singkat. Jadi, jika ada orang-orang di dekat anda yang mengatakan pada anda yang seorang psikolog “Wah bisa baca saya dong?” jawabannya adalah tidak.

Kamu mempunyai cita-cita menjadi soerang psikolog? Coba baca Tertarik Menjadi Psikolog? Ketahui Prosesnya Untuk Menuju Kesana.

Yang bisa kami lakukan sebagai psikolog untuk mengetahui karakter dan pribadi seseorang tidak bisa dilakukan dalam satu kali tatap muka karena hanya akan berujung judgement. Jika anda memang memerlukan bantuan seorang psikolog, tidak ada salahnya untuk mendatangi psikolog yang anda percaya.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist at Golife.id, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.