in , ,

Aspek Perkembangan Belajar Kognitif, Afektif dan Psikomotorik

Aspek Perkembangan Belajar

Aspek perkembangan belajar umumnya meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik . Perkembangan 3 aspek tersebut dimulai dari kecil hingga dewasa. Idealnya perkembangan dari ketiga aspek tersebut haruslah sesuai dengan teori yang dipaparkan dalam psikologi.

Tentunya sudah tidak asing lagi dengan buku human development karangan Papalia, Olds, & Feldman. Di dalam buku tersebut dijelaskan mengenai perkembangan manusia sejak dari lahir hingga berusia lanjut. Dijelaskan pula teori yang digunakan sebagai acuan di dalamnya.

Ketiga aspek ini juga digunakan dalam metode pembelajaran. Karena aspek ini cukup penting dalam bidang pendidikan berkaitan dengan hasil belajar sesuai dengan materi yang ingin dicapai.

Khususnya pada metode pembelajaran kooperatif. Kognitif, afektif dan psikomotorik ini penting untuk diasah dan dikembangkan. Lalu seperti apa pengertian dari ketiga aspek tersebut?

Aspek Kognitif

Aspek Kognitif
Aspek Kognitif

Aspek perkembangan belajar pertama adalah kognitif. Membaca kata kognitif tentu akan teringat pada kegiatan otak. Aktivitas otak ini meliputi knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis dan evaluation.

Knowledge meliputi pengetahuan, hafalan dan ingatan (memori), Comprehension meliputi pemahaman, Application yakni penerapan dari pembelajaran, synthesis adalah bagaimana individu mensintesa dari materi yang didapatkan untuk kemudian di analisa dan di evaluasi.

Di dalamnya terdapat penjelasan yang lebih detail lagi dari peranan aspek kognitif. Seperti orientasi pada kemampuan berpikir yang mencakup ingatan, kemampuan untuk problem solving, memunculkan ide yang baru dan kreativitas, memunculkan gagasan dan juga prosedur dari suatu tugas untuk diselesaikan.

Secara gamblangnya, kemampuan kognitif ini dibagi menjadi kurang lebih 5 bagian. Bagian pertama adalah pengalaman belajar dengan menghafal secara verbal dan membuat paraphrase yang berguna untuk menemukan cara menghafal yang pas pada tiap individu.

Materinya mencakup fakta, konsep, prinsip dan juga prosedur. Bagian kedua adalah belajar untuk membandingkan dengan mencari persamaan dan perbedaan, mengeneralisasi, mengidentifikasi hingga menyimpulkan dari hasil pembelajaran.

Bagian ketiga adalah adanya pembelajaran dengan tingkatan aplikasi dari penerapan prinsip kasus nyata di lapangan. Bagian keempat merupakan sintesis dengan cara menggabungkan unsur seperti komponen, menyusun, mengarang, melukis dan juga menggambar.

Sedangkan bagian kelima adalah pengalaman penilaian dengan cara memberikan nilai pada objek sesuai kriteria dalam materi yang diajarkan.

Aspek Afektif

Aspek Afektif
Aspek Afektif

Afektif merupakan aspek perkembangan belajar berupa sikap dan nilai. Cakupannya meliputi karakter seseorang dan tingkah laku contohnya seperti minat, emosi, perasaan dan value.

Hal ini dapat memengaruhi sikap seseorang dan dapat berubah-ubah berdasarkan kekuasaan kognitifnya. Dalam metode pembelajaran, aspek afektif ini meliputi 5 bagian. Bagian pertama adalah receiving / attending yakni menerima atau memperhatikan.

Bagian kedua adalah responding atau menanggapi secara aktif dalam suatu kelompok, siswa harus berpartisipasi di dalamnya. Bagian ketiga adalah valuing yakni menilai atau menghargai sesuatu. Bagian keempat adalah organization atau mengatur atau mengorganisasikan tugas yang diberikan. Bagian kelima adalah characterization by value or calue complex atau melihat karakter dari nilai yang ada.

Secara jelasnya, aspek perkembangan belajar ini meliputi kompetensi yang ingin dicapai. Misalnya dengan berlatih untuk memberikan reaksi atau berespon pada nilai atau objek yang dilihat. Siswa juga berlatih untuk menerima nilai, norma dan objek yang memiliki value atau estetik.

Selain itu latihan untuk menilai apakah sesuatu tersebut baik atau buruk, adil atau tidak, menarik atau tidak dari objek studinya. Latihan yang lain adalah mencoba untuk menerapkan atau praktik nilai, norma, etika dan estetika dari perilaku siswa dalam keseharian.

Kesimpulannya semua siswa diharapkan untuk mencapai tingkatan tersebut dari kompetensi aspek afektif yang diharapkan. Hal ini penting untuk menumbuhkan nilai dari aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan materi yang ingin dicapai.

Aspek Psikomotorik

Aspek Psikomotorik
Aspek Psikomotorik

Penjelasan selanjutnya dari aspek perkembangan belajar adalah psikomotorik. Aspek ini berkaitan erat dengan keterampilan. Dapat juga dikatakan dengan kemampuan individu untuk bertindak dari pengalaman pembelajaran yang diterima.

Aspek ini memiliki hasil dari kelanjutan kedua aspek sebelumnya. Yakni kognitif di mana siswa diharapkan untuk dapat memahami sesuatu, dan afektif di mana siswa diharapkan untuk mengenal dan mengembangkan kecenderungan perilaku.

Aspek psikomotorik ini dapat dilakukan dan diukur dengan pengamatan secara langsung ketika proses pembelajaran dari tingkah laku siswa., mengamati siswa setelah pembelajaran dengan memberikan tes yang mengukur pengetahuan, sikap dan juga keterampilan yang ditangkap dari proses pembelajaran. Kemudian pengukuran juga dilakukan dalam kurun waktu tertentu setelah proses pembelajaran selesai.

Hal ini mencakup gerakan awal, gerakan semi rutin dan juga gerakan rutin. Kompetensi dari materinya sendiri meliputi pemahaman dan penguasaan gerakan awal dari anggota badan, gerakan semi rutin yakni menirukan gerakan dari seluruh anggota badan dan gerakan rutin yang meliputi gerakan menyeluruh secara sempurna sehingga siswa dapat mengikutinya secara otomatis karena sudah terbiasa.

Ketiga aspek perkembangan belajar ini dapat dipenuhi dengan melakukan latihan dalam durasi, intensitas dan frekuensi yang cenderung tinggi, mengikuti meniru (imitation), melakukan simulasi dan demonstrasi atas gerakan yang akan dikuasai.

Selain itu ketiga aspek ini dapat memengaruhi siswa dalam belajar dengan cara praktek langsung dari materi yang ingin dicapai sesuai dengan tingkatan kelasnya. Untuk itu diperlukan pengalaman menyelesaikan masalah tidak hanya dari individual, tetapi juga dari kelompok. Sehingga aspek perkembangan manusia ini ketiganya cocok untuk digunakan dalam metode pembelajaran kooperatif.

Jika kita melihat pada sistem pembelajaran yang lama, pengukuran-pengukuran yang ada diajukan hanya pada hasil saja. Sehingga aspek lain sering kali diabaikan.

Hasilnya seringkali penerapan suatu metode belajar menjadi kurang efektif. Padahal bisa saja aspek yang terabaikan ini merupakan hal penting yang harus dinilai. Apalagi pada anak-anak yang sedang membutuhkan stimulasi untuk perkembangan kognitif, afektif dan psikomotoriknya selama berada di sekolah.

Aspek ini juga penting untuk proses evaluasi materi pendidikan di mana dapat dilihat apakah semuanya sudah dapat diserap dan diterapkan dengan baik oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok. Hal ini karena fungsi dari ketiga aspek ini berbeda dalam proses belajar. Satu aspek bergerak pada konsep dan pemikiran, satu aspek pada perkembangan value dan satu aspek pada kemampuan anak dalam menggerakkan tubuh agar tumbuh kembangnya dapat dicapai dengan baik.

Acuan aspek ini diterapkan dalam metode pembelajaran untuk melihat seefektif apa metode yang digunakan dalam proses pembelajaran. Sehingga Anda sebagai orang tua tidak hanya serta merta menyerahkan anak kepada pihak sekolah. Namun Anda juga berperan dalam perkembangan ketiga aspek tersebut.

Jika anda sebagai sebagai orang tua, coba pelajari juga : 3 Jenis Tahapan Perkembangan Pada Anak.

Karena rasanya akan percuma jika anak hanya mendapatkan hal tersebut selama berada di sekolah saja. Diharapkan di rumah anak juga mendapatkan penerapan yang sama atau mirip dengan tidak hanya menekankan pada belajar secara teoritis. Tetapi juga belajar secara praktik diselingi dengan bermain agar keterampilan non-akademis anak menjadi berkembang dan anak memiliki motivasi dan tidak mudah bosan belajar secara terus menerus.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.