in

5 Bahaya Menggelitik Anak Saat Bercanda, Orang Tua Wajib Baca

Bahaya Menggelitik Anak
Bahaya Menggelitik Anak

Bahaya menggelitik anak perlu anda ketahui. Menggelitik anak mungkin menjadi salah satu cara bercanda antara orang tua dengan anak.

Karena tindakan menggelitik ini diyakini sebagai proses membangun hubungan antara anak dan orang tua sebagai media dari bersenda gurau di waktu senggang bersama keluarga. Layaknya orang tua yang bercanda dengan teman seumurannya. Bercanda dengan menggelitik tentu sudah biasa anda lakukan dan menjadi hal yang wajar.

Sering kita lihat perilaku orang tua yang bersenda gurau dengan keluarganya dan menggelitik anaknya. Pada awalnya hal ini memang terlihat biasa saja. Namun jika berlebihan ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi anak.

Memang mungkin sebagian besar lainnya tidak mengalami dampak buruh dari menggelitik ini. Namun pro dan kontra mengenai menggelitik anak ini sudah bermunculan di sana sini. Ternyata bercanda dengan menggelitik anak baik yang disengaja maupun tidak, jika dilakukan berlebihan justru dapat membahayakan anak.

Efeknya mungkin hanya tertawa yang kencang dari anak ketika digelitik. Hal ini karena adanya rasa geli yang dirasakan anak karena digelitik oleh orang tuanya. Mungkin reaksi ini merupakan hal lucu di awal. Namun menjadi tidak lucu lagi ketika anak tidak hanya tertawa, namun juga berteriak karena digelitiki.

Untuk itu anda perlu mengetahui dampak buruk apa saja yang bisa terjadi pada anak jika cara menggelitik ini berlebihan dan dilakukan secara continue.

1. Anak Bisa Tersedak

Ketika anak sedang berespon tertawa saat digelitiki, bisa jadi respon tersebut adalah bentuk ungkapan dari rasa tidak nyaman dari anak. Apalagi seorang bayi yang memiliki batas kemampuan tubuh untuk menerima rangsangan seperti gelitikan ini.

Bahaya menggelitik anak akan terlihat ketika anak tersedak akibat dari gelitikan orang yang melakukannya.

Awalnya anak akan pasrah saja ketika digelitiki. Karena anak-anak terutama bayi belum dapat menyampaikan penolakannya dengan kata-kata.

Selain itu coba bayangkan jika anda yang digelitiki, tentu sedikit sulit untuk mengatakan agar orang tersebut berhenti melakukannya.

Meski anak yang digelitiki tertawa, perhatikan dengan baik. Ketika anak tertawa, ada kemungkinan bahwa air liurnya akan terganggu dan anak menjadi tersedak.

Hal ini karena ketika digelitik, anak tertawa dengan kencang. Untuk itu meski anda menggelitik anak, tetap perhatian kondisi anak pada saat itu.

2. Merusak Sensori

Bahaya menggelitik anak selanjutnya adalah pengaruh pada sensori. Percaya atau tidak, menggelitik anak dapat memengaruhi sensorinya. Ada yang berpendapat bahwa dengan menggelitik dapat melatih sensori anak sejak bayi.

Namun hal ini tidak sepenuhnya benar dan terbukti. Penelitian lain mengungkapkan bahwa adanya afeksi fisik dari anda ke anak tidak memiliki kaitan dengan sensori anak.

Karena tidak semua anak mengenali sensori dengan gelitikan yang dilakukan. Ada pula anak yang mengenali sumber getaran dan mengenali sumber gelitikan dengan bentuk kaki yang dirasakan.

Maka tidak ada hubungannya antara menggelitik bayi dengan melatih sensori anak. Boleh saja menggelitik anak anda, namun jika berlebihan dan terus menerus justru akan merusak sensori anak anda.

Selain tindakan menggelitik, ternyata ada beberapa hal lainnya yang tidak boleh dilakukan para orang tua. Coba baca 5 Kebiasaan Ini Harus Diperhatikan Orang Tua Dalam Berkomunikasi dengan Anak.

3. Trauma Pada Anak

Tidak hanya sikap orang tua yang berlebihan saja yang bisa menyebabkan trauma pada anak. Menggelitik anak secara berlebihan ternyata juga dapat membuat anak mengalami trauma.

Rasa geli yang disebabkan oleh menggelitik dapat membuat anak kehilangan rasa percaya terhadap orang tuanya.

Saat sedang digelitiki, anak akan kehilangan kontrol pada dirinya sendiri. Maka muncullah respon tertawa hingga menjerit pada anak. Tidak jarang anak akan mengalami sesak napas hingga batuk-batuk akibat digelitiki.

Beberapa anak bahkan bisa menangis ketika digelitiki karena tidak kuat ingin menghentikannya namun tidak bisa menyampaikannya.

Alih-alih hal ini dapat membuat anak menjauh dari orang tuanya lho. Mereka bisa trauma disentuh meski oleh orang tua sendiri.

Karena mereka berpikir orang tua nya hendak menyakitinya dengan cara menggelitiki. Berbahaya sekali ya dampak yang satu ini.

4. Muncul Rasa Tidak Nyaman Pada Anak

Penelitian pada tahun 1997 oleh University of California mengungkapkan bahwa menggelitik tidak menciptakan rasa bahagia pada anak seperti mengeluarkan lelucon dan menertawakannya kemudian.

Justru akan menimbulkan bahaya menggelitik anak. Menggelitiki anak hanya akan menciptakan ilusi akan momen tertawa seseorang.

Yang ada anak akan menjadi tidak nyaman ketika momen menggelitiki ini. Anak akan cenderung takut ketika anda mendekati anak untuk menggelitikinya.

Selain itu anak juga manusia biasa yang bisa merasakan kenyamanan atau tidak. Kemampuannya dalam menyampaikan pendapat akan keberatan untuk digelitiki masih terbatas.

Sehingga anak sulit mengatakan dan menolak untuk digelitiki. Maka anak akan berusaha untuk menghindar dari anda ketika ia merasakan akan digelitiki oleh orang tuanya.

Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kepercayaan dan kedekatan dengan anak anda. Tentu saja anda tidak menginginkan hal ini bukan.

5. Kenali Bahasa Tubuh Anak

Meski tidak melarang sepenuhnya untuk menggelitiki anak, namun anda tetap harus waspada terhadap bahasa tubuh anak. Perilaku menggelitiki anak yang dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan masih diperbolehkan.

Namun jika anak menunjukkan bahasa tubuh yang tidak nyaman dan kelelahan berteriak dan tertawa karena digelitiki, anda sebaiknya segera menghentikan menggelitiki anak saat itu juga. Hal ini menunjukkan anak kurang menikmati gelitikan anda dan tidak mampu untuk berkata berhenti pada anda pada saat kondisi tersebut.

Untuk itu sebagai orang tua anda diharapkan selalu waspada pada bahasa tubuh anak dalam setiap situasi dan kondisi terutama ketika sedang menggelitiki anak anda. Bercandalah seperlunya dengan tepat kepada anak agar hubungan antara anak dan orang tua semakin kuat.

Menggelitiki anak dengan tujuan memaksa anak untuk tertawa juga kurang baik meski tertawa anak dianggap sebagai respon yang positif. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Anatomy of A Tickle Is Serious Business at The Research Lab mengatakan perilaku menggelitik antara orang tua dan anak ini bisa menjadi cara yang efektif jika dilakukan dengan tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Namun bisa menjadi berbahaya jika dilakukan secara kasar pada anak. Pendapat ini tentu menuai pro dan kontra nya masing-masing. Seorang professor biologi mengatakan dalam artikelnya bahwa menggelitik anak dan menghasilkan respon tertawa geli bukan bagian dari tanda bahwa ia senang dengan perlakuan tersebut.

Anak akan menunjukkan ketidaknyamanan ketika digelitiki dan mengubah tertawanya menjadi tertawa dengan air mata. Tentu kita sebagai orang tua akan merasa sedih jika anak yang sedang digelitiki agar tertawa justru menangis setelahnya.

Untuk itu berikan perlakuan dalam konteks bercanda secukupnya dan sesuaikan dengan kemampuan anak anda. Jangan karena anak terlihat menikmatinya maka anda memberikannya secara berlebihan. Segala sesuatunya yang berlebihan tentu tidak baik apalagi untuk tumbuh kembang anak-anak anda.

Berkaitan dengan proses tumbuh kembang pada anak, coba pelajari 3 Jenis Tahapan Perkembangan Pada Anak, Orang Tua Harus Paham.

Bercanda atau bersenda gurau dengan anak dan keluarga merupakan hal penting agar hubungan antar satu sama lain semakin kuat dan tidak tegang terus menerus karena terlalu banyak tekanan. Namun perlu diperhatikan pula cara bercanda yang benar dan tepat sehingga tidak menimbulkan dampak yang membahayakan bagi anak.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.