in ,

Belajar Investasi Bagi Pemula, Ketahui Dasar ini Biar Cepat Kaya

Investasi Untuk Pemula
Investasi Untuk Pemula

Kalo bicara investasi, apa sih yang pertama kali muncul dibenak kalian? Emas kah? Deposito? Property? Atau malah Tabungan?

Investasi sendiri sebenarnya dapat diartikan sebagai suatu upaya mengakumulasikan kekayaan demi menghadapi masa depan yang sifatnya sangat tidak pasti.

Nah kalo sudah mulai bicara investasi, biasanya selanjutnya muncul pertanyaan, sebenarnya kenapa sih kita harus investasi?

Kenapa sih banyak banget saat ini, terutama di sosial media, akun-akun yang bahas seputar investasi dan perencanaan keuangan?

Jawabannya sebenarnya sederhana, balik ke tujuan investasi itu sendiri.

Mengapa Investasi Itu Penting?

Seberapa Penting Investasi
Seberapa penting investasi untuk dirimu?

Orang berinventasi secara umum untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Dengan adanya investasi diharapkan mereka memiliki ‘kekayaan’ yang bisa mereka gunakan kelak untuk kebutuhan di masa depan.

Mungkin sebagian dari kalian terutama yang memiliki latar belakang ekonomi, sering mendengar adanya istilah inflasi, dimana kemungkinan harga barang di masa depan semakin meningkat, dan jika kita hanya memiliki tabungan tanpa di investasikan.

Tentunya nilai uang yang kita tabung hanya memiliki nilai yang tetap dari waktu ke waktu, dengan demikian salah satu cara meminimalisir pengaruh inflasi adalah dengan melakukan investasi, sehingga kekayaan kita secara nilai juga meningkat seiring berjalannya waktu.

Jika kita tarik mundur beberapa tahun ke belakang, di Indonesia sendiri yang namanya financial literacy bisa dibilang masih sangat minim, kurang adanya informasi berupa edukasi tentang investasi itu sendiri.

Sebelumnya mungkin kita hanya mengira investasi itu hanya berkaitan dengan emas atau property, hal ini tentu tidak salah, namun sebenarnya ada beragam instrumen investasi yang bisa kita pilih yang sebenarnya mungkin lebih sesuai dengan diri kita.

Beberapa tahun yang lalu mungkin tidak banyak orang yang benar-benar tertarik investasi dan mencari informasi sendiri di internet, lain hal dengan situasi saat ini, tanpa dicari pun, banyak sekali informasi terkait investasi yang mudah kita temui, salah satunya di jagat sosial media.

Bila kalian sadari, investasi sekarang-sekarang ini memang sudah menjadi topik yang hangat dibicarakan.

Jika kita perhatikan saat ini memang banyak akun-akun di media sosial baik Instagram maupun Twitter yang sengaja memposting informasi-informasi seputar keuangan, termasuk cara berinvestasi, tujuannya tentu agar masyarakat lebih melek akan financial literacy.

Pertimbangan Sebelum Memutuskan Berinvestasi

Pertimbangan Sebelum Berinvestasi
Pertimbangan Sebelum Berinvestasi

Nah sebelum kalian mencoba berinvestasi, tentu kalian juga harus memahami bahwa investasi tidak serta merta selalu memberikan keuntungan, ada risiko yang juga bisa terjadi.

Inilah mengapa penting untuk mengetahui kelebihan dan keterbatasan serta risiko yang mungkin timbul dari masing-masing instrumen investasi.

Namun sebelum memilih instrumen investasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih intrumen investasi, diantaranya:

1. Apa Tujuan Keuanganmu

Kamu harus tau apa tujuan kamu berinvestasi dan akan digunakan untuk apa, apakah investasi yang kamu lakukan bersifat jangka panjang atau jangka pendek.

Ini akan berpengaruh pada pemilihan instrument investasi kamu nanti.

2. Tentukan Profil Risikomu

Menilai profil risiko sebenarnya biasa dilakukan dengan mengisi kuesioner yang umumnya disediakan oleh perusahaan penyedia produk investasi.

Namun kamu sendiri seharusnya juga bisa mengira sejauh mana kamu dapat menanggung risiko dari investasi yang kamu lakukan.

Apakah kamu termasuk orang yang Konservatif, yaitu memilih investasi yang aman dan minim risiko.

Atau Moderat, dimana berani mengambil risiko yang lebih besar namun tetap membatasi jumlah investasi pada instrument yang berisiko.

Atau justru kamu orang yang Agresif, yang cenderung berani mengambil risiko tinggi dalam melakukan investasi.

Perlu di ingat, dalam investasi adanya high risk high return, semakin tinggi risiko dalam investasi, return yang dihasilkan tentu bisa akan semakin besar pula.

3. Berapa Dana yang Investasikan

Tentu dana yang kamu butuhkan untuk mulai berinvestasi di deposito tidaklah sama jumlahnya apabila kamu ingin bisa memulai investasi di property.

Namun tetap pastikan dana yang kamu investasikan memang merupakan dana yang idle.

4. Keuntungan Seperti Apa yang Kamu Harapkan

Apakah kamu mengharapkan keuntungan yang cepat dan rutin setiap bulannya namun dengan nominal yang tidak terlalu besar, atau kamu berharap di waktu tertentu saja namun dengan nominal imbal hasil yang lebih besar? Kamu sendirilah yang menentukan.

Setelah kamu memahami beberapa hal diatas, barulah saat yang tepat untuk menentukan instrument investasi yang akan kamu pilih.

Memilih Instrument Investasi

Instrumen Investasi
Instrumen Investasi

Tentunya masing-masing instrument investasi memiliki kelebihan dan keterbatasan serta risikonya masing-masing. Nah berikut ada beberapa instrument investasi yang bisa kamu pilih yang bisa kamu sesuaikan dengan profil diri kamu.

1. Emas

Emas merupakan salah satu instrument investasi yang dari dulu hingga saat ini masih banyak diminati oleh orang sebagai bentuk pengalihan dana yang mereka miliki dalam ke dalam bentuk emas, dengan harapan nilai jualnya akan lebih tinggi di masa yang akan datang.

Emas sendiri memang memiliki nilai yang cenderung stabil dan naik dari waktu ke waktu.

Emas yang baik digunakan untuk investasi yaitu emas batangan berupa logam mulia, bukan emas perhiasan yang biasa digunakan seperti kalung, gelang dan lainnya.

Emas sendiri merupakan instrument investasi yang biasa disimpan dalam jangka waktu diatas 3 – 5 tahun sebelum dijual kembali, dengan tujuan harganya sudah meningkat dan keuntungan yang didapat pun lebih signifikan.

Tentu ada risiko tersendiri dalam menyimpan emas batangan, ada kemungkinan risiko bisa hilang atau bahkan bila berminat untuk disimpan dalam deposit box di Bank, tentu ada biaya lain yang harus dikeluarkan.

2. Property

Memiliki property seperti rumah, apartemen, tentu merupakan investasi yang sangat menjanjikan. Kita tahu bahwa setiap tahunnya harga property semakin meningkat dan semakin mahal.

Banyak orang yang sulit memiliki rumah dikarenakan memang harganya yang sudah sangat sulit dijangkau.

Meski merupakan instrument investasi yang tidak likuid, dalam artian tidak dengan mudah untuk dicairkan dananya dalam waktu singkat.

Namun berinvestasi property tentu akan memiliki keuntungan signifikan bahkan hanya dalam beberapa tahun, selain itu dengan berinvestasi property, kalian juga dapat menyewakan property tersebut dan bisa mendapatkan uang setiap bulannya.

Namun tentu perlu diperhatikan pula dalam memilih property yang akan gunakan untuk investasi.

3. Deposito

Bagi para pemula yang baru ingin melakukan investasi, deposito bisa menjadi pilihan awal kalian dalam berinvestasi.

Selain memang uang yang kalian simpan aman di Bank, karena dijamin pula oleh LPS, deposito pun termasuk instrument investasi yang mudah dicairkan.

Deposito memiliki jangka waktu yang beragam, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, bahkan hingga 1 tahun.

Semakin panjang waktu simpannya, biasanya bunga yang diberikan pun juga semakin besar. Berlaku pula pada dana yang kalian investasikan, semakin besar dana yang disimpan, semakin besar pula bunga yang biasanya diberikan oleh Bank.

Namun perlu diperhatikan juga, bila deposito dicairkan diawal waktu, tidak sesuai jatuh temponya, akan dikenakan biaya pinalti pencairan awal yang besarnya disesuaikan dengan ketentuan masing-masing Bank.

4. Surat Berharga

Mungkin beberapa dari kalian ada yang pernah dengar SBN Ritel yang dikeluarkan oleh pemerintah?

Bentuknya bisa berupa Obligasi pemerintah (ORI), Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST).

Mereka itu merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai bentuk ‘pinjaman dana’ ke masyarakat dimana setiap bulannya masyarakat yang menempatkan dananya di ORI, SBR atau ST bisa mendapat imbal balik sesuai kupon/bunga yang telah diberitahukan sebelumnya.

Secara teknis, surat berharga pemerintah ini sistemnya hampir mirip dengan deposito, dimana masyarakat menempatkan dana yang mereka miliki lalu setiap bulannya akan mendapatkan imbal balik sesuai ketentuan.

Namun perbedaannya masyarakat tidak bisa bebas mencairkan dana investasinya sewaktu-waktu. Ada jangka waktu yang ditetapkan sebelum dana tersebut jatuh tempo dan dicairkan.

Biasanya jangka waktu untuk SBR dan ST dua (2) tahun dan di tahun pertama terdapat fasilitas early redemption. Dimana masyarakat bisa menarik maksimal separuh dana dari dana awal yang mereka investasikan.

Pengelolaan Surat Berharga Pemerintah ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI. Dana yang dihimpun dari masyarakat ini biasanya digunakan sebagai sumber pembangunan oleh Pemerintah.

Dengan adanya jangka waktu yang ditetapkan, tentu instrument investasi ini bukanlah instrument yang likuid atau mudah dicairkan dananya.

5. Saham

Saham saat ini menjadi instrument investasi yang lagi banyak diminati orang-orang. Berinvestasi dalam saham tentu tidaklah mudah, ada risiko tinggi yang bisa jadi apabila tidak hati-hati justru akan membawa kerugian pada mereka yang berinvestasi di instrument ini.

Dengan risiko tinggi yang dimiliki, tentu berinvestasi dalam saham juga akan memungkinkan untuk memiliki imbal balik yang sangat tinggi bahkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, apalagi bila kalian menjadi seorang trader saham.

Keuntungan yang didapat dalam berinvestasi saham selain dari capital gain, kalian juga bisa mendapatkan keuntungan dari dividen suatu perusahaan yang sahamnya kalian miliki.

Tentu perlu diingat kembali juga, ada potensi capital loss apabila kalian tidak mempelajari terlebih dahulu sebelum investasi saham.

Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi, sangat penting untuk memperhatikan gaya hidup kita. Coba baca 6 Kebiasaan Buruk Ini Akan Membuatmu Selalu Gagal Menabung.

Awal tahun  saat yang baik nih untuk mulai merencanakan keuangan, termasuk memilih aset investasi. Jadi dari beberapa instrument investasi diatas, kira-kira kamu berminat untuk investasi dimana? Atau mungkin sudah memiliki aset investasi tersebut saat ini?

Written by Dinny Amalia

Lifetime learner. An independent woman who live her life to the fullest.