in ,

5 Alasan Kuat Untuk Berhenti Mengkhawatirkan Pendapat Orang Lain

Berhenti Mengkhawatirkan Perkataan Orang Lain

Mungkin kamu sudah sering mendengar bahwa kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan itu bisa mengganggu kesehatan fisik juga mental. Hampir semua orang mengetahui informasi ini tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara mengatasinya.

Mungkin kita sering khawatir dan merasa terancam ketika orang-orang memberi kritikan yang negatif tentang tujuan kita, tentang pekerjaan atau tentang hal-hal yang ada pada diri kita. Bukankah begitu?

Nah, pada kenyataannya memang benar bahwa ada sebagian orang yang jika mengomentari orang lain mereka sangat ahli, tetapi sayangnya komentar yang mereka sampaikan hanya menjatuhkan mental bukan membangun.

Setelahnya kita sendiri yang tersiksa karena tidak tahu bagaimana cara menghadapi kritikan dari orang-orang seperti itu. Hal ini pun membuat kita takut untuk melakukan sesuatu, karena kita terlalu khawatir tentang apa yang akan dipikirkan orang lain.

Maka, sebelum kamu lebih banyak membuang waktu dan menghabiskan energi untuk hal yang sia-sia, ada baiknya kita simak saja 5 alasan mengapa kamu harus berhenti khawatir oleh pendapat orang lain.

1. Jika Kamu Sudah Benar-benar Yakin, Maka Kamu Tak Perlu Persetujuan Dari Orang Lain

Kamu Tidak Memerlukan Persetujuan Orang Lain
Kamu Tidak Memerlukan Persetujuan Orang Lain

Ketika kamu merasa terancam oleh komentar atau kritikan orang lain, bisa jadi dan mungkin saja kamu sendiri pun belum cukup yakin dengan apa yang kamu yakini.

Lebih jelasnya begini, ketika orang lain mengkritik pekerjaanmu dan menyarankan agar kamu mencari pekerjaan lain, apakah kamu merasa terganggu dan khawatir?

Jika kamu merasa terganggu, mungkin kamu sendiri juga tak yakin bahwa apa yang kamu kerjakan bisa membawa perubahan positif dalam hidupmu. Jadi pada akhirnya, kita pun tak perlu berusaha untuk mengalahkan atau meredam pendapat orang lain, sebab mereka bebas berpendapat.

Kita juga tak perlu berusaha keras untuk membuat orang lain setuju, sebab ketika kita sudah benar-benar yakin dengan apa yang kita kerjakan, maka dukungan yang datang dari luar hanyalah bonus.

Dengan kata lain, kita tidak lagi fokus untuk mengubah bagaimana cara orang lain berpikir, tetapi hanya fokus untuk mengerjakan apa yang kita anggap benar-benar penting.

Baca Juga :

2. Jika Kamu Tahu Masa Depanmu Cerah, Mengapa Harus Khawatir?

Meyakini Masa Depan Cerah
Meyakini Masa Depan Cerah

Orang-orang yang terlihat lebih hebat dari kita sekarang, mereka hanyalah orang-orang yang tak khawatir lagi akan pendapat orang lain karena tahu bahwa masa depannya memang cerah.

Lebih jelasnya begini, dengan langkah-langkah kecil yang kita lakukan setiap harinya, seharusnya kita bisa melihat tanda-tanda akan apa yang terjadi di depan nanti bukan?

Jika kita setiap harinya mengerjakan apa yang kita yakini nantinya bisa membawa hasil positif lalu dibarengi dengan menambah pengetahuan dan fokus mengembangkan potensi, maka kita akan melihat tanda yang jelas akan masa depan yang cerah.

Kekhawatiran itu muncul dan akan sangat mengancam kenyamanan kalau kita tidak melakukan apa-apa, itu artinya kritikan dan komentar yang orang lain sampaikan memang benar adanya.

Nah, bahkan jika kritikan orang lain yang begitu pedas itu benar kita juga tak perlu mengkhawatirkan apapun, tetapi kita hanya perlu menyerap sisi positifnya dan mulai memperbaiki apa yang salah dalam diri masing-masing.

3. Perasaanmu, Pemikiranmu dan Hidupmu Milikmu Sepenuhnya

Perasaanmu, Pikiranmu Adalah Milikmu
Perasaanmu, Pikiranmu Adalah Milikmu

“Pedulikan pendapat orang lain dan Anda akan selalu menjadi tawanan mereka” -Lao Tzu

Ketika kita menyerahkan perasaan pada pendapat orang lain, maka selamanya kita akan menjadi budak mereka. Sebagaimana seorang budak yang hidupnya dikendalikan oleh orang lain, begitulah perasaan kita.

Perbudakan atas perasaan adalah perbudakan yang paling kejam, dimana yang menderita itu adalah batin, bukan fisik. Maka mengapa kita begitu kejam pada diri sendiri? Ya, adalah suatu kekejaman pada diri sendiri sebab kita membiarkan perasaan sendiri diperbudak orang lain.

Kita harus menjadi Tuan bagi diri sendiri, Tuan atas perasaan dan pikiran kita sendiri juga Tuan atas hidup kita sendiri. Hidup ini memang sesederhana itu, Tuan. Mengapa kita membuatnya menjadi rumit?

Kadang-kadang kita membohongi diri sendiri demi menjaga perasaan orang lain, padahal yang harus kita jaga sebenarnya adalah perasaan kita sendiri dan biarkan orang lain menjaga perasaannya sendiri juga.

4. Semua Orang Memiliki Prinsip, Hargailah Prinsip Hidupmu Sendiri

Menghargai Prinsip
Menghargai Prinsip

Orang lain mempunyai prinsip hidup yang kuat, kamu juga memiliki prinsip hidup yang kuat, ketika kedua prinsip hidup itu berbeda, maka prinsip mana yang seharusnya kamu hargai?

Apakah kamu akan lebih menghargai prinsip hidup orang lain ketimbang prinsip hidupmu sendiri? Jika seperti itu, maka wajar saja perasaanmu seperti ombak dilautan yang pasang-surut, khawatir dan tidak pernah menetap.

Maka sekarang coba perhatikan lagi apa nilai-nilai hidup yang kamu pegang? Apa hal yang sangat berharga bagimu? Kasih sayang? Cinta? Menjadi bermanfaat? Kejujuran?

Jika nilai yang kamu pegang adalah kejujuran, maka jujurlah pada dirimu sendiri lebih dulu sebelum kamu harus jujur kepada orang lain. Ketika kita sudah menyesuaikan prinsip dengan tindakan, maka tak ada lagi yang membuat kita khawatir atau cemas.

Bahkan sebaliknya, kita akan merasa tubuh ini menjadi lebih ringan, lebih lega dan lebih enak untuk melakukan apapun. Hal-hal yang membuat kita cemas dan terganggu bukanlah pendapat orang lain, tetapi kelemahan mental untuk berani mempraktekkan nilai-nilai yang kita anggap berharga.

5. Sebuah Kewajaran Jika Manusia Melakukan Kesalahan

Sebuah Kewajaran Jika Manusia Melakukan Kesalahan
Sebuah Kewajaran Jika Manusia Melakukan Kesalahan

Mungkin kamu sudah cukup yakin bahwa tindakanmu benar, mungkin kamu juga sudah cukup jelas dengan nilai-nilai yang kamu pegang dalam hidup, tetapi kamu masih saja merasa khawatir akan pendapat orang lain yang keliru terhadapmu.

Disinilah pentingnya empati, welas asih dan penerimaan. Kita tahu bahwa orang lain memang salah dan kita hanya memakluminya. Kita memandang hal itu sebagai proses pertumbuhan bagi dirinya dan tidak menghakimi.

Mungkin kamu sudah cukup yakin bahwa dirimu sudah bisa berkomunikasi dengan baik dan santun, tetapi tidak mungkin semua orang bisa berkomunikasi dengan cara yang sama seperti dirimu, kan?

Sebab proses yang kamu jalani dan proses yang orang lain jalani dalam hidup jelas berbeda bukan? Didikan yang kamu terima dari orang tua dan didikan yang orang lain terima dari keluarganya mungkin juga berbeda bukan?

Jadi pada akhirnya, semua ini hanyalah tentang penerimaan dan sikap kita dalam mentolerir kekurangan orang lain. Sadarilah bahwa kita dulunya juga pernah berbuat salah dan kesalahan itulah kita belajar hingga bertumbuh dewasa seperti sekarang.

Mungkin proses yang sama juga sedang dialami orang yang mengkritik dirimu, maka biarkan saja ia bertumbuh dari kesalahan yang ia lakukan. Mengapa kita harus merasa terancam atau khawatir, tenang saja, kita sedang berada dalam proses, semua akan baik-baik saja.

Baca Juga :

Jika setelah mengetahui 5 poin penting diatas dan masih saja merasa khawatir akan pendapat orang lain, maka cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya adalah dengan berbicara pada diri sendiri.

Tarik napas panjang, tahan, katakan dalam hati “Aku tidak punya bukti yang jelas bahwa mereka berpikir negatif tentang diriku.”

Hembuskan napas, tahan, katakan dalam hati “Prasangka yang muncul di hatiku bukanlah aku, ia hanya singgah dan akan segera pergi”

Tarik napas panjang, tahan, “Aku sudah melakukan yang terbaik.” Hembuskan napas “Hatiku penuh dengan kasih sayang, cinta dan kedamaian sekarang.”

Sekianlah artikel tentang 5 alasan kuat mengapa kita harus berhenti mengkhawatirkan pendapat orang lain. Semoga bermanfaat!