in ,

Stop Playing Victim: Berhentilah Bertingkah Seperti Korban!

Playing Victim

Mengapa kita seringkali bertingkah seperti korban? Seolah kita adalah orang yang paling menderita di dunia ini. Kita memiliki kebiasaan unik dalam menghadapi setiap masalah kehidupan, yaitu playing victim.

Playing victim artinya bermain sebagai korban. Ciri-ciri seorang playing victim biasanya mereka menyalahkan pihak lain atas masalah yang menimpa dirinya.

Mereka enggan menerima segala kesulitan atau masalah apapun dalam hidup, sebab mereka hanya menginginkan segala sesuatunya berjalan mudah. Padahal kenyataannya hidup ini memang penuh rintangan bukan?

Sekarang pertanyaannya apakah kamu merasa ciri-ciri playing victim ada pada dirimu? Jika iya, berikut ini adalah 5 cara menghentikan kebiasaan palying victim alias menjadi korban!

1. Menerima Kekurangan dan Berdamai Dengan Diri Sendiri

Salah satu penyebab utama mengapa seseorang menjadi playing victim adalah karena mereka tidak pernah mau menerima kekurangan yang ada pada diri sendiri, hal ini tentu saja membuat hati tidak tenang sebab ada sesuatu yang selalu mengganjal.

Sementara berdamai dengan diri sendiri adalah kunci untuk menerima kekurangan diri, hal ini sangat penting dari sinilah awal mulanya menghentikan kebiasaan playing victim.

Cobalah untuk tidak menilai dirimu sendiri dengan perasaan yang buruk alias negatif dan ubahlah dengan perasaan yang positif. Jika itu terasa berat, maka jangan pernah nilai dirimu dengan menggunakan perasaan.

Hilangkan saja penilaian pada dirimu sendiri dan terima saja semua yang kamu alami, semua yang kamu miliki dan semua yang terjadi. Contoh kecilnya saja, ketika kamu patah hati terimalah perasaan itu dan buat pengakuan kalau kamu memang benar-benar patah hati.

Memungkiri perasaan kita sendiri hanya membuat hati semakin sakit, dan ketika sakit itu tidak tertahan lagi maka pikiran akan secara otomatis mencari pihak luar untuk disalahkan.

2. Ubah Mindset yang Selama Ini Membuatmu Menderita

Penderitaan tidak datang dari luar, hidup tidak sekalipun mendatang penderitaan apalagi kebahagiaan, sebab keduanya adalah kondisi pikiran. Saat kita menderita sebenarnya itu hanyalah masalah pola pikir yang ada dalam diri kita.

Semua orang memiliki pola pikir yang tetap, artinya kita berpikir dengan cara yang sama berulang-ulang hingga kita terjebak di dalamnya. Inilah alasan mengapa hidup tidak pernah berubah, sebab kita tidak pernah sedikit mau mengubah pola pikir.

Sebuah pepatah mengatakan “Ubah pikiranmu dan hidupmu akan berubah”. Lantas, apa hubungannya dengan playing victim?

Jadi begini, ketika kamu memiliki sebuah pola pikir yang buruk, maka otomatis kamu juga akan memandang segala sesuatunya buruk. Semisal, ketika kamu memandang bahwa wakil rakyat itu jahat, maka setiap kejadian buruk menimpa dirimu, kamu akan menyalahkan mereka.

Contohnya saja, ketika kamu mengendarai kendaraan di jalan raya dan menabrak lubang, kamu langsung mencaci maki pemerintah karena tidak memperbaiki jalan tersebut.

Padahal ada banyak faktor mengapa jalan itu belum di perbaiki dan kamu sendiri juga salah karena kurang memperhatikan kondisi jalan raya.

Jadi, disini kita mengerti bahwa cara kita dalam memandang sesuatu bisa menjadikan kita bertingkah sebagai korban dan tentunya yang harus diubah adalah pikiran kita lebih dulu.

Baca Juga : 10 Cara Membahagiakan Diri Sendiri Tanpa Menyusahkan Orang Lain

3. Ubah Kebiasaan, Coba Lakukan Sesuatu yang Berbeda

Seperti yang sudah-sudah, hidup ini penuh tantangan maka terimalah dan hadapi saja. Jika kita tidak siap menghadapi tantangan, maka selamanya kita akan begini-begini saja.

Jika kamu terjebak dalam kebiasaan playing victim yang selama ini membuatmu menderita, maka jalan lain yang harus kamu lakukan selain mengubah mindset adalah mengubah perilaku alias mengubah kebiasaan.

Orang bijak pernah berkata bahwa kesuksesan tidak diraih dengan kerja keras, tetapi kebiasaan. Jadi semisal kamu memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha sukses, jika kamu seorang playing victim mungkin kamu akan berpikir seperti,

“Aku tidak memiliki modal untuk membuka usaha. Aku tidak memiliki keahlian. Aku juga tidak memiliki dukungan darimana pun. Hidup ini tidak adil, mengapa aku tidak punya apa-apa yang berharga? Jika begini aku tidak mungkin bisa sukses menjadi pengusaha.”

Nah, alih-alih menjadi korban dalam kehidupan, ada baiknya jika kamu coba saja membuka usaha kecil-kecilan dan lakukan saja apa yang bisa kamu lakukan sekarang.

Jika gagal, coba lagi lakukan sesuatu  yang berbeda sampai akhirnya membuka usaha menjadi kebiasaanmu dan disanalah kamu akan sukses.

4. Lakukan Pengekangan Pada Diri Sendiri

Pengekangan selalu terlihat buruk. Seorang anak yang dikekang oleh orang tuanya bisa menjadi anak nakal setelah mengenal dunia luar yang liar. Tapi bagaimana jika yang di kekang adalah diri sendiri? Yaitu keinginananmu sendiri.

Bahwa akan selalu ada godaan yang datang dari luar, akan selalu ada musuh bertopengkan teman yang berusaha menjerumuskanmu, dan akan selalu perasaan lelah dalam dirimu yang membuatmu ingin menyerah saja.

Maka untuk mengatasi semua itu kuncinya hanya satu, yaitu mengekang diri sendiri dari segala keinginan yang tidak ada hubungannnya dengan tujuan yang ingin kamu capai.

Jika tujuanmu adalah mengubah kebiasaan suka mengeluh dan playing victim menjadi pribadi yang bijak, cerdas dan layak dicintai orang-orang, maka mulai sekarang kekanglah dirimu dari segala hal yang bisa menjauhkanmu dari tujuan itu.

Ingat bahwa kamu adalah orang pertama yang menolong dirimu sebelum orang lain datang membantu. Jika kamu mau berusaha melawan keinginan liarmu, maka percayalah bahwa akan datang bantuan dari luar tanpa dugaanmu.

5. Rancang Kehidupan yang Ingin Kamu Alami

Jika selama ini kamu menganggap bahwa hidup ini tidak menyenangkan. Jika kamu merasa bahwa lingkunganmu dipenuhi orang-orang toxic. Jika kamu merasa bahwa ada banyak hal yang membuatmu kesulitan, maka sekarang saatnya kamu menjauh dari semua itu.

Ya, jika kamu tidak ingin menjadi korban, maka keluarlah dan rancang hidupmu sendiri. Intinya, jika kamu tidak bisa menerima kenyataan yang ada, maka berusahalah untuk mengubahnya.

Jangan mengikuti sistem yang ada jika itu tidak mendatangkan hal baik dalam hidupmu. Dapatkan liburan yang menyenangkan jika kamu merasa pekerjaan terlalu membuat dirimu terbebani dan sekarang kamu tidak lagi menjadi korban.

Baca Juga : Apa Penyebab Saya Tidak Bahagia? Ini Jawabannya

Akhir Kata

Berhentilah berpikir bahwa kamu ditakdirkan untuk menjadi orang lemah, berhentilah berpikir bahwa kamu terlahir untuk menderita, dan berhentilah berpikir bahwa kamu tidak layak mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Sebab cara berpikir kamu memengaruhi kebahagiaan dalam hidupmu. Sekianlah artikel tentang 5 cara berhenti menjadi korban perasaan alias playing victim. Semoga bermanfaat.