Bipolar Disorder, Ketahui Apa Saja Mitos dan Faktanya

Bipolar disorder merupakan salah satu gangguan yang sedang banyak dibicarakan saat ini.

Rima Mustika Rima Mustika · 4 min read >
Bipolar Disorder

Bipolar disorder merupakan salah satu gangguan yang sedang banyak dibicarakan saat ini. Mulai naik daunnya bipolar masa sekarang ini karena adanya kecenderungan seseorang untuk mendiagnosa diri sendiri berdasarkan dari apa yang dilihat.

Kemungkinan mereka melihat dari sebuah film, artis yang terkena bipolar atau mungkin seseorang dalam lingkungannya yang menderita bipolar. Menariknya, sebagian besar melabeli dirinya sebagai bipolar dari apa yang didapatkan secara mandiri, bukan berdasarkan pemeriksaan lanjut.

Di mana kemungkinan hasil pemeriksaan lanjut bisa saja seseorang tersebut hanya menderita gangguan mood biasa yang bisa saja mencuat karena sedang PMS atau memang sedang merasa lelah.

Dalam kasus yang pernah ditemukan, bipolar sering kali menggiring penderitanya kepada tindakan bunuh diri.

Apakah betul separah itu gangguan bipolar ini?. Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu bipolar. Bipolar adalah gangguan psikologis di mana penderitanya mengalami perubahan emosi yang drastis.

Seseorang dengan gangguan bipolar bisa berubah emosi dari yang sangat senang hingga sangat terpuruk dalam waktu singkat.

Fakta dan Mitos Tentang Bipolar Disorder

Fakta dan Mitos Bipolar Disorder
Fakta dan Mitos Bipolar Disorder

Seseorang yang menderita bipolar dapat bereaksi secara berlebihan baik itu dalam fase sangat senang atau biasa disebut dengan fase mania / manic episode maupun fase sangat terpuruk atau fase depresif.

Reaksi yang berlebihan ini muncul secara cepat, dan berubah dari fase satu ke fase lainnya dengan cepat pula.

Penyebab dari gangguan bipolar ini belum dapat diketahui dengan pasti. Namun bipolar dapat muncul karena faktor berupa genetik, sosial, dan lingkungan sekitarnya.

Jika menelisik dari kacamata neuropsikologi, bipolar terjadi karena adanya gangguan fungsi otak yakni pada neurotransmitter.

Untuk itu perubahan mood yang parah ini kurang lebih gejalanya mirip-mirip dengan gangguan mood biasa. Di mana jika kita mencari tahu sendiri tanpa pemeriksaan lanjutan, kita dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa kita bipolar.

Sebelum anda yakin seratus persen bahwa anda mengalami bipolar, alangkah baiknya jika kita membahas apa sih sebenarnya gangguan bipolar ini, apakah fakta atau mitos ?

1. Mood

Mood Swings atau Perubahan Suasana Hati
Mood Swings atau Perubahan Suasana Hati

Jika secara general bipolar didefinisikan sebagai sebutan lain untuk gangguan mood / mood swing, pendapat ini belum sepenuhnya benar alias mitos.

Bipolar disorder yang sebenarnya adalah gangguan perubahan mood yang serius yang akan mengganggu kesehatan mental seseorang yang dalam beberapa kasus dapat menimbulkan pemikiran bunuh diri pada penderitanya.

Jadi cukup jelas ya bedanya antara mood swing yang mungkin disebabkan oleh menjelang PMS, atau sedang mengalami hari-hari sulit dan lain sebagainya.

Sedangkan bipolar lebih parah daripada itu, tanpa sebab yang pasti perubahan moodnya akan muncul secara tiba-tiba.

2. Pengobatan

Pengobatan Bipolar Disorder
Pengobatan Bipolar Disorder

Jika anda sakit fisik dan memerlukan obat untuk meredakan sakitnya, maka anda akan berhenti ketika sakitnya hilang. Nah, berbeda dengan bipolar atau gangguan psikologis lainnya.

Anda sebaiknya secara teratur tetap melakukan pemeliharaan pengobatan dan pemeriksaan.

Mitos mengatakan bahwa anda dapat berhenti bertemu dengan terapis dan berhenti mengonsumsi obatnya.

Faktanya, anda harus memeliharanya dengan tetap melakukan pemeriksaan secara rutin dan mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh ahlinya dalam jangka waktu tertentu bahkan bisa seumur hidup.

Hal ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali penyakit tersebut. Karena seperti yang telah disebutkan di atas, gangguan ini terjadi secara neuropsikologi menyebabkan neurotransmitter anda terganggu.

Untuk itu diperlukan obat agar sistem syaraf pada otak tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

3. Penyebab Terjadinya

Penyebab Terjadinya Bipolar Disorder
Penyebab Terjadinya Bipolar Disorder

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, penyebab pastinya belum dapat dikatakan. Namun ada mitos yang mengatakan bahwa penyakit mental atau gangguan psikologis selalu datang sebagai akibat dari hubungan yang buruk.

Nyatanya, semua penyakit mental memiliki faktor penyebab yakni seperti faktor genetik dan faktor lingkungan.

Di mana mungkin faktor hubungan yang buruk merupakan salah satu dalam penyebab yang termasuk dalam faktor lingkungan. Termasuk salah satunya adalah bipolar disorder.

4. Manic Episode / Fase Mania

Fase Mania
Fase Mania

Bipolar disorder memiliki fase dalam sepanjang prosesnya. Salah satunya adalah fase mania atau manic episode. Fase ini biasanya berlangsung selama 1 minggu dan muncul pada sepanjang hari atau pada waktu tertentu di sepanjang hari.

Tanda lainnya adalah mudah terdistraksi, merasakan energi yang lebih banyak dan kuat dari biasanya ketika beraktivitas. Sehingga apapun yang dirasakan oleh si penderita akan berlebihan.

Senang berlebihan, bahagia berlebihan hingga melakukan segala aktivitas dengan berlebihan.

Mengalami gangguan tidur, lebih sensitif, dan pemikiran dalam otaknya berjalan dengan cukup cepat. Artinya orang dengan bipolar pada fase mania dapat memikirkan berbagai macam hal dalam sekali perputaran pemikiran.

Untuk menangani masalah ini yang harus dilakukan pertama kali di mulai dari diri sendiri adalah dengan tidur lebih awal dan cukup, menenangkan diri, kurangi konsumsi kafein, berpikir secara matang sebelum bertindak karena mayoritas mereka adalah impulsif, berpikir sebelum berbicara, tarik napas panjang dan keluarkan perlahan, dan salurkan energi yang berlebihan dengan melakukan kegiatan lain yang bermanfaat.

Tidak lupa temui ahlinya seperti psikiater dan psikolog untuk memperoleh konsultasi lebih lanjut beserta obat yang diperlukan dari ahlinya.

5. Fase Depresi

Fase Depresi
Fase Depresi

Fase kedua dalam bipolar adalah kebalikan dari fase mania. Fase depresif ini justru membuat seseorang merasa tidak memiliki energi dan kekuatan untuk beraktivitas.

Sehingga ketika merasakan kesedihan, marah, atau emosi negatif lainnya akan terasa sangat dalam dan bereaksi berlebihan.

Tanda lainnya dari fase depresi adalah seperti merasa sangat sedih, kosong, dan tidak dapat melakukan apapun. Terjadi pula gangguan tidur baik itu tidur berlebihan maupun tidur yang kurang, bisa juga makan terus atau justru tidak makan sama sekali.

Selalu merasa lelah dan tidak ada motivasi hidup, hal ini yang akhirnya memunculkan pemikiran untuk bunuh diri pada penderita bipolar. Orang dengan fase ini bisa tidur selama lebih dari 12 jam lho.

Hal yang dapat dilakukan sendiri pertama kali ketika berada dalam fase ini adalah tarik napas panjang dan keluarkan perlahan, berjalan-jalan santai menenangkan pikiran, menyegarkan diri dan pikiran dengan mandi atau melakukan hobi, atau bertemu dengan teman-teman yang dekat dan dipercaya agar dapat memberikan support.

Kegiatan tersebut dapat membangkitkan motivasi diri pada penderita yang lebih baik. Fase ini juga biasanya terjadi dalam 1 minggu bergantian dengan fase mania.

Ada pula yang dalam satu waktu penderita bipolar memunculkan kedua fase ini sekaligus. Hal ini disebut dengan episode with mixed features. Contohnya ketika seseorang dengan bipolar merasakan kesedihan mendalam namun masih memiliki energi yang cukup tinggi beraktivitas.

Anda pasti pernah melihat secara langsung atau di televisi orang yang sedang melakukan aktivitas sambil menangis. Kurang lebih seperti itu gambarannya.

Terkadang orang dengan bipolar tidak menyadari bahwa dirinya sedang memunculkan fase-fase ini. Ia merasa sedang baik-baik saja dari segi mood dan akitivitas, namun orang lain dapat melihatnya bahwa ia sedang dalam fase mania atau depresi atau mixed.

Perlu diketahui bahwa bipolar tidak dapat sembuh 100%. Yang dapat dilakukan adalah mengantisipasi agar tidak muncul mood berlebihan baik itu pada fase mania maupun fase depresi. Untuk itu, diperlukan konseling dan bantuan obat-obatan yang didapatkan dari psikiater.

Teraturlah memeriksakan diri dan mengonsumsi obat. Carilah dukungan dari keluarga dan juga teman dekat yang dapat dipercaya karena orang dengan gangguan bipolar juga membutuhkan support dari orang lain.

Tanpa pemeriksaan yang tepat, orang dengan gangguan bipolar dapat semakin parah dalam kedua fase ini.

Itulah yang dapat diketahui mengenai bipolar disorder yang mungkin belum anda ketahui. Terasa lebih kompleks bukan daripada sekedar mood yang sedang turun. Jadi mulai sekarang, hindari diagnosis diri sendiri dan bercanda dengan mengatakan bipolar baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

Untuk menambah referensimu, silahkan baca beberapa artikel spesifik tentang gangguan mental berikut,

Sayangi diri kamu terlebih dahulu sebelum kamu memberikan dukungan kepada orang lain.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile