in , ,

Capek Hati, Pikiran, dan Perasaan? Tenangkan Dengan Cara Ini

Cara Menenangkan Kecemasan dan Hati
Cara Menenangkan Kecemasan dan Hati

“Capek ah, pengen jadi buah-buahan aja”

Generasi kita sering mengeluh, bukan karena kita lemah. Justru kita yang paling kuat, hanya saja dunia ini memang tempat yang kejam dan keras.

Mari kita lihat jauh ke belakang, bukankah dahulu bumi dihuni oleh binatang-binatang buas, dinosaurus dan predator lainnya. Tapi kemana semuanya kecuali kini hanya menjadi fosil dan debu.

Bukankah itu artinya bertahan hidup di dunia yang keras dan kejam sampai detik ini saja sudah membuktikan bahwa kita kuat?

Saat seseorang mengeluh tentang masalah hidupnya, itu tak sedikitpun membuatnya menjadi lemah tetapi itulah tanda bahwa kamu manusia.

Hanya saja menjadi buah-buahan sepertinya bukan pilihan yang tepat, karena manusia adalah makhluk paling sempurna di muka bumi ini.

Berikut adalah 6 penenang untuk kamu yang hati, pikiran dan perasaannya sedang merasa lelah.

1. Jangan Dilawan, Lemesin aja

Jangan Dilawan
Jangan Dilawan | Image by Simon Migaj

Kita berjalan sambil belajar. Bertumbuh sambil mengembangkan sayap. Banyak hal-hal yang kita lakukan otomatis, kita bergerak seperti pesawat tanpa awak.

Namun tumbuh dewasa, terkadang membuat kita berkelahi dengan ego masing-masing. Ada hal-hal yang tidak kita inginkan dan otak otomatis kita melawan semuanya. Kita berdebat, berkelahi dan saling marah memarahi demi memberi makan ego.

Lalu dari sudut lain George Bernard Shaw berkata “Jangan berkelahi dengan babi. Kamu hanya akan menjadi kotor dan babi menyukainya”

Uniknya kita berpikir bahwa berusaha menjadi orang yang terlihat cerdas dan hebat akan menaikkan harga diri, tapi faktanya semua itu hanya akan membuat kita kotor dan terlihat bodoh. Maka jalan satu-satunya adalah berdamai dengan diri sendiri.

Dunia tempatnya kehancuran, tetapi disini juga tempatnya kedamaian. Kita tidak kuat, tapi kita juga tidak lemah. Kita berada diantara keduanya karena kita adalah manusia.

Baca Juga : 6 Cara Agar Tetap Tenang Dalam Menghadapi Setiap Masalah

2. Berkata “Tidak” Demi Kebaikanmu

Berkata Tidak Demi Kebaikan
Berkata Tidak Demi Kebaikan

Satu lagi alasan seseorang menjadi mudah lelah dengan dirinya sendiri adalah tidak bisa berkata “Tidak!”.

Wajar saja kita merasa lemah, sebab memang realitanya kita tak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Kedewasaan membantu kita membuat pilihan, saat kita berkata tidak untuk satu hal artinya kita mengatakan iya untuk hal lainnya.

Untuk orang-orang tercinta kita selalu memberi pengecualian, tapi itu juga bukan berarti kita harus selalu mengatakan “Iya”. Saat kamu mengatakan “tidak” itu bukan berarti kamu berhenti mencintainya, tetapi justeru itulah tanda bahwa kamu mencintainya.

Contohnya jika kekasihmu meminta sesuatu yang bisa membahayakanmu, maka kamu berhak untuk mengatakan “Tidak”. Jangan biarkan kondisi itu menjadi lebih sulit.

Drama dimulai ketika seseorang berkata “Iya”

Katakan tidak dan ajukan alasan yang logis agar orang lain memahami kamu. Lalu jika mereka tidak memahami kamu, maka lebih baik kamu pergi. Jangan pernah biarkan seorangpun menghambat langkahmu atau mengubah dirimu.

Katakan tidak kepada mereka yang tidak memahami kamu karena hanya dengan cara itu menjadi diri sendiri.

3. Kumpulkan Buku Yang Belum Kamu Baca

Kumpulkan Buku, Mulailah Membaca
Kumpulkan Buku, Mulailah Membaca

Otak kita mirip seperti bumi yang mulai kehabisan energi. Jika energi positif dalam diri kita habis, maka jadilah kita orang-orang yang negatif mulai dari pikiran, perkataan hingga tindakan.

Para petinggi dunia, orang-orang sukses dan semua nama yang tercatat dalam sejarah, secara gamblang mengatakan “Tidak ada orang bodoh. Tetapi jika kamu hanya belajar dari satu buku, maka kamu bodoh”

Terkadang kita merasa dunia tidak adil atau dunia kejam kepada kita, tapi kenyataannya adalah kita yang kejam terhadap diri sendiri. Jika kita mengetahui bahwa dunia ini kejam, mengapa kita tidak memperbaiki diri?

Seperti jika kamu tahu diluar hujan, mengapa kamu keluar tanpa menggunakan payung? atau jika kamu tahu diluar panas, mengapa kamu tidak memakai topi?

Jadi intinya, orang-orang yang terlihat hebat di dunia ini bukanlah karena mereka hebat, tetapi karena mereka berusaha memantaskan dirinya.

Dunia bisa menjadi tempat paling nyaman bagi kita, jika kita memiliki pengetahuan yang luas. Dan cara satu-satunya adalah terus membaca dan membaca.

Mengisi otak kita dengan pengetahuan yang baru dan bermanfaat, sehingga dapat digunakan untuk menghadapi dunia yang kejam ini.

Baca Juga : 5 Manfaat Membaca Yang Tidak Pernah Kamu Duga Sebelumnya

4. Jangan Memerangi Api Dengan Api

Jangan Memerangi Api Dengan Api
Jangan Memerangi Api Dengan Api

Alasan mengapa seseorang begitu lelah dengan hatinya sendiri adalah kita memerangi api dengan api. Hal kecil bisa menjadi lebih buruk meskipun kita berniat membuatnya lebih baik.

Ego bukanlah sesuatu yang buruk dan harus dihilangkan, hanya saja kita tidak harus selalu menurutinya. Kamu bisa menghindari orang-orang yang hanya menghabiskan waktumu sia-sia, tanpa harus mengucapkan kata-kata jelek yang bisa saja membuat hubunganmu hancur.

Dengan kata lain, kamu bisa memenangkan hatimu saat orang lain menginginkannya, tanpa harus menyakiti orang lain.

Lihat dampak yang lebih besar untuk dirimu maupun untuk orang lain. Jika kamu sudah berusaha mencairkan suasana dan orang lain tetap pada egonya, maka sudah waktunya untuk menjauh.

Jangan biarkan dirimu terjebak dalam drama. Jangan mengambil peran apapun lagi, karena kamu unik dengan berperan menjadi diri sendiri.

5. Berhenti Bersikap Keras Pada Diri Sendiri

Terima Diri Apa Adanya
Terima Diri Apa Adanya

Beberapa orang mengalami depresi sampai tingkat tertinggi karena berusaha mengalahkan diri sendiri secara emosi. Mereka mendapati hatinya cemas dan gelisah seolah tak pernah merasakan ketenangan.

Jika kamu hidup dengan penyakit atau kebiasaan seperti ini, mungkin keluarga dan teman-temanmu akan merasa kasihan. Nah, untuk mengatasi masalah ini, mari mulai dengan melihat darimana asalnya.

Setiap kita dibentuk oleh faktor eksternal dan pengalaman pribadi, mungkin ada perlakuan buruk dari orang lain yang membuat kita jadi keras pada diri sendiri, atau mungkin kita pernah mengalami suatu hal yang buruk di masa lalu hingga membentuk pola pikir seperti ini.

Salah satu teknik yang ampuh untuk berhenti melawan diri sendiri adalah membagi kegiatan kita secara teratur, seperti pekerjaan, keluarga, bersenang-senang, beribadah dan lain-lain.

Taktik kedua adalah melihat kebelakang untuk mengingat apa yang pernah membuat kamu merasa bahagia. Kamu bisa mengulangi hal yang sama lagi tanpa harus kembali ke masa lalumu, bukan?

6. Kamu Bukan SELEBRITIS yang Harus Selalu Tampil Sempurna!

Kamu Tidak Harus Tampil Sempurna
Kamu Tidak Harus Tampil Sempurna

Hanya orang-orang sombong dan bodoh yang berpikir bahwa dirinya tidak bisa hancur. Stoicisme mengajarkan kita tentang mengembangkan keterampilan dan kekuatan sejati yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia yang kejam.

Stoicisme adalah sebuah filsafat dari romawi yang mengajarkan bahwa jalan menuju kebahagiaan kita dimulai dengan menerima momen yang ada sebagai kehendak dari Sang Pencipta.

Juga tentang membangun “benteng dalam diri” yang membantu bagaimana cara kita bersikap terhadap apa yang kita senangi dan apa yang kita benci.

Tentu tidaklah dengan cara menghalau hal-hal buruk terjadi. Stoic memberi tahu bahwa pasti ada hal-hal yang terjadi diluar kendali kita.

Mengatasi semuanya bukanlah menghindar atau membuat benteng yang kuat, sebab menurut filosofi stoic benteng terkuat adalah sikap.

Kita dituntut untuk lebih fokus pada apa yang bisa di kontrol yaitu sikap kita sendiri dan menerima apapun yang diluar kendali.

Dengan kata lain, kamu bisa saja merugi secara finansial, kamu bisa ditinggalkan oleh orang tercinta, kamu bisa kehilangan pekerjaan, tetapi ada satu hal yang tak pernah hilang yaitu sikap.

Kamu bisa mengatur dirimu bagaimana seharusnya bersikap di kondisi senang maupun sedih.

Baca Juga : 5 Hal Positif Yang Bisa Kamu Dapatkan Dari Sebuah Kegagalan

Akhir kata

Hidup akan terasa kejam jika kamu tidak bersantai dengan hatimu. Maka bersantailah dengan cara meditasi atau doa. Lalu kurangi menonton drama, berita atau acara yang tidak bermanfaat karena itu dirancang untuk mempermainkan emosimu. Setelahnya, kamu juga harus berhenti memainkan video game, karena hal itu dirancang untuk membuat kita kecanduan.

Hindari hal-hal yang membuat kita menjadi candu, sehingga kita bisa lebih fokus memperbaiki diri, membaca artikel yang bermanfaat atau membaca buku serta mencoba pengalaman-pengalaman yang lebih seru.

Pada akhirnya, demikianlah 6 penenang untuk kamu hatinya yang merasa lelah. Semoga bermanfaat.

What do you think?

Ilham Damanik

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening