6 Cara Agar Tetap Tenang Dalam Menghadapi Setiap Masalah

Tak dapat dipungkiri terkadang kita meragukan keyakinan yang sudah ada pada diri

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Cara Agar Tetap Tenang Menghadapi Masalah

Tak dapat dipungkiri terkadang kita meragukan keyakinan yang sudah ada pada diri sendiri. Semuanya menjadi terkontrol oleh faktor eksternal.

Saat beberapa situasi eksternal terlihat buruk, mata kita langsung kabut, seolah semuanya buruk. Mungkin itu saja cukup menunjukkan betapa buruknya diri kita dalam berpikir.

Kita terus terbaring ditempat seolah tak mampu lagi berdiri. Melupakan semua anugerah yang tanpa batas. Hanya karena satu titik hitam yang tak bisa kita kendalikan. Entah apakah titik hitam itu, tetapi dalam pikiran ia seolah sangat mengancam.

Tetapi coba ingat berapa banyak situasi mudah dan menyenangkan yang sudah kita dilalui?

Mengapa kita masih memandang semuanya buruk disaat begitu banyak kesempatan untuk menjadikannya indah. Meski situasi tidak memungkinkan, yakinlah kamu bisa. Dan untuk menjadi lebih percaya diri lagi, ikutilah 6 tips berikut ini:

1. Berpikirlah Semuanya Dapat Teratasi

Berpikirlah Semuanya Dapat Teratasi
Berpikirlah Semuanya Dapat Teratasi

Jangan pernah lupa. Ketika kamu mengambil suatu hal yang besar, maka resikonya juga besar. Tetapi jika kamu menginginkan suatu hal yang biasa saja, maka resikonya juga biasa saja. Hidup ini memang seperti itu dan kita cukup mengerti tentang cara kerjanya.

Saat kamu memilih sesuatu, maka siaplah menanggung segala resikonya. Jika kamu mundur, maka kamulah si pecundang itu. Dengan kata lain, baik maju atau pun mundur, kau akan tetap menerima resiko. Jadi kita hanya perlu menerima bahwa hidup ini memang dipenuhi resiko, resiko dan resiko.

Kita semua gagal. Kita semua menderita. Hal itu cukup diterima dengan lapang dada saja. Tapi jangan pernah berhenti. Karena tampaknya sebesar apapun resiko itu, pasti akan terlewati juga. Tentukan pilihanmu.

Baca Juga : Agar Tetap Semangat Menjalani Hidup, Jaga Hubunganmu dengan Orang Seperti Ini

2. Ambil Tisu, Bersedihlah Secukupnya

Ambil Tisu Dan Bersedihlah
Ambil Tisu Dan Bersedihlah

Jangan memaksa dirimu untuk tetap terlihat kuat setiap waktu. Jika kamu melakukan itu, maka kamu adalah orang paling lemah dimuka bumi ini. Bersedih bukan berarti lemah. Meneteskan air mata untuk sesuatu yang besar itu baik, sebagai tanda bahwa kamu benar bersungguh-sungguh.

Sekali lagi kamu hanya perlu menerima bahwa hidup ini tidak harus melulu diisi dengan tawa, tetapi juga penting untuk menangis. Bahkan penelitan telah membuktikan bahwa setelah seseorang menangis maka ia telah melepaskan emosi negatif didalam dirinya.

Ini adalah sistem pertahanan tubuh kita. Jadi untuk itu, kamu tidak perlu menahannya.

Jika kamu sudah merasa lega, maka semuanya akan menjadi lebih ringan untuk diatasi. Dengan begitu kamu akan lebih percaya diri, dan siap menghadapi semua bahkan jika harus menangis lagi.

3. Berhenti Membanding-Bandingkan Sesuatu

Berhenti Membandingkan Sesuatu
Berhenti Membandingkan Sesuatu

Jika kamu berada disituasi yang membingungkan, maka pahamilah bahwa kamu sedang tersesat didalam pikiranmu sendiri. Semakin kamu berusaha mencari jalan keluarnya, kamu akan merasa semakin tersesat. Hal itu memang sungguh-sungguh menyedihkan, namun jalan satu-satunya adalah berhenti dari pikiran itu.

Semakin kamu membanding-bandingkan mana yang lebih baik, maka semuanya malah terlihat lebih buruk. Jadi, Cukup. Berhentilah memikirkan semua itu.

Terlalu membanding-bandingkan sesuatu itu tidak baik, maka keluarlah dari sana. Dan hadapi saja apapun yang terjadi nantinya. Karena yang ada kini didepan mata kita terlalu indah untuk dilewatkan dengan memikirkan hal lainnya.

Buktikan sendiri, apa yang kamu rasakan nantinya, setelah berhenti membanding-bandingkan dirimu dengan sesuatu.

4. Memaafkan Diri Sendiri

Memaafkan Diri Sendiri
Memaafkan Diri Sendiri

Disituasi yang benar-benar buruk, kamu tidak harus berubah 180 derajat menjadi percaya diri secara mendadak. Malah jika hal itu terjadi, berarti ada sesuatu yang tidak normal.

Dengan kata lain kamu hanya perlu menyadari bahwa membuat suatu kesempurnaan itu tidaklah mungkin kamu lakukan . Maka dengan begitu akan lebih mudah untuk menerima kekurangan yang ada dalam dirimu.

Berbelas kasih pada diri sendiri membuat kita meletakkan nama pada harga diri. Namun ini berbeda dengan kepercayaan diri yang biasanya lebih condong pada narsistik.

Artinya kamu tetap menjaga harga dirimu dimata sosial, namun itu tidak merupakan suatu hal yang perlu dibanggakan. Sebab disisi lain kamu fokus pada diri sendiri, dan sedikit lebih bodo amat juga terhadap pandangan orang.

Semua beban dipundak akan terasa lebih ringan dengan belas kasih pada diri sendiri.

5. Menganalisa Bentuk Pikiran Yang Kamu Hasilkan

Menganalisa Pikiran Sendiri
Menganalisa Pikiran Sendiri

Secara tidak langsung mungkin kamu sedang mempraktekkan teknik mindfulness saat melakukan hal ini. Menganalisa setiap suara dan kata-kata yang berasal dari pikiran, membuat semuanya menjadi lebih terkontrol.

Seperti jika sebuah kalimat “Aduh, bahaya, aku pasti gagal.” Kamu perlu menganalisa lagi pikiran itu, apakah itu benar atau salah.

Setiap kata-kata yang terlintas dipikiran bukan merupakan kepastian. Bahkan saat ia berkata pasti begini atau pasti begitu, semuanya tetap saja tidak pasti.

Meskipun menganalisa pikiran-pikiran itu tidak langsung membuat kamu percaya diri secara total, setidaknya ia lebih memberikan kamu kekuatan untuk berani menghadapi yang terjadi meski tanpa rasa percaya diri. Dengan kata lain semua itu mengubah kamu akan tetap maju meskipun dengan kaki yang gemetar.

Baca Juga : Grounding Exercise, Cara Sederhana untuk Mengurangi Kecemasanmu

6. Masuk Kedalam Rasa Takutmu

Masuk Kedalam Rasa Takutmu
Masuk Kedalam Rasa Takutmu

Rasa takut itu ada karena kamu tidak mampu mengontrol. Namun jika kita merasa bisa mengontrol sesuatu, maka tidak ada lagi yang menakutkan.

Ketika kamu menyadari semua ini tidak lagi bisa dikontrol, maka terimalah bahwa itu ada diluar kendalimu. Dan hadapilah ketakutan itu karena kamu tidak harus bertanggung jawab atas apa-apa yang ada diluar kendalimu. Jika suatu hal harus terjadi, dan itu tak bisa kita kendalikan, mengapa kita harus takut?

Rasa takut hanya suatu reaksi kimia didalam otak kita, dan jangan biarkan itu menguasai pikiranmu. Sekarang cukup tenangkan diri, duduk dan rilekskan tubuhmu. Rasakan napasmu.

Lalu pikirkan mengapa kamu takut? Haruskah kamu takut? Apa yang akan dihasilkan dari rasa takut itu? Habiskan beberapa waktu yang cukup lama disana sampai kamu benar-benar siap menghadapi rasa takut itu.

Ilham Damanik
Menulis-Membaca-Bermimpi Read Full Profile