in

10 Cara Agar Tidak Takut Berkomitmen Dalam Hubungan

Komitmen Dalam Hubungan
Komitmen Dalam Hubungan

Kita menunjukkan kebencian melihat orang lain bermesraan dengan kekasihnya. Kita sering men-judge orang-orang yang berkomitmen dalam hubungan dengan kata-kata “BUCIN!”.

Tetapi pada kenyataannya kita bukan iri melihat mereka. Kita hanya membenci diri sendiri karena takut berkomitmen. Jelas saja bahwa masalahnya ada dalam diri kita, bukan orang lain!

Keinginan untuk dicintai dan diperhatikan masih jelas kita rasakan, tetapi secara bersamaan kita merasakan ketakutan yang sangat sulit untuk dijelaskan.

Jika kamu terjebak di bawah tekanan rasa takut untuk berkomitmen dalam hubungan, berikut beberapa cara agar kamu bisa kembali pulih dan tidak takut lagi!

1. Perbaiki Hubungan Dengan Diri Sendiri

Hubungan Dengan Diri Sendiri
Hubungan Dengan Diri Sendiri

Penyebab seseorang takut berkomitmen adalah kurang baiknya hubungan dengan diri sendiri. Kita merasa diri ini tidak berharga, tidak layak dan kita membenci diri sendiri karena semua kekurangan itu.

Pikiran negatif tentang diri sendiri yang berulang-ulang perlahan akan mendapatkan validasi sehingga kita tidak melihat sedikitpun nilai positif dalam diri kita.

Kita menilai orang lain tidak dapat dipercaya karena kita juga sulit untuk percaya pada diri sendiri. Maka mulai sekarang coba perbaiki hubungan dengan diri sendiri.

Ada beberapa cara mencintai diri sendiri , seperti berpikir positif, menjaga kesehatan, melakukan perawatan diri dan meditasi atau beribadah.

Setelah kamu melihat nilai dan kualitas yang baik dalam dirimu sendiri, maka kamu akan lebih mudah untuk melihat kualitas yang baik dalam diri orang lain. Sehingga ketakutan untuk berkomitmen hilang dengan sendirinya.

2. Tenangkan Hati, Beri Dirimu Waktu Kosong

Menenangkan Hati
Menenangkan Hati

Di era modern ini mungkin perbandingan sosial seringkali menjadi beban pikiran sehingga kita berlomba-lomba mengejar karir dan kebebasan finansial.

Wajar jika kita memiliki rentetan waktu yang padat dan serba terjadwal tapi sayangnya hal itu justru membuat kita mengesampingkan urusan hati.

Jelas saja karena saat kita membentuk kebiasaan, maka perlahan-lahan kebiasaan itu akan membentuk kita. Membuat kita terkurung bagai seekor katak dalam tempurung.

Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Berikan hatimu sedikit jeda untuk tenang, berikan dirimu waktu kosong untuk menikmati hidup seutuhnya.

Pola pikir masyarakat modern sekarang adalah “Jika aku kaya, sukses, mendapatkan pandangan baik di mata sosial maka lebih mudah bagiku untuk mendapatkan pasangan”

Tetapi kenyataannya ketika sibuk kerja dan kerja, kita malah takut untuk berkomitmen karena sulit melihat mana yang benar-benar tulus mencintai.

Kita juga takut untuk dicintai dan mencintai karena kita terlalu cinta pada harta dan tahta.

3. Sembuhkan Luka Lama yang Masih Basah

Move On
Move On

Penyebab sebagian orang takut untuk berkomitmen adalah luka lama yang belum sembuh. Mungkin kamu masih trauma pasca putus cinta atau mungkin kamu masih mencintai mantanmu?

Sebagian orang juga takut menjalin cinta karena didikan yang salah dari keluarga. Tetapi sekarang apapun masalahmu di masa lalu, kamu berhak untuk pulih dan bangkit!

Jika penyebabnya adalah kegagalan di masa lalu, maka cari tahu dimana letak kesalahannya sehingga kita tahu apa yang perlu diperbaiki kedepannya.

Dan jika penyebabnya adalah didikan yang salah dari keluarga, maka pelan-pelan cobalah mengubah pola pikirmu dalam menilai hubungan.

Kuncinya adalah berdamai dengan diri sendiri. Terima dengan lapang dada. Maafkan dirimu sendiri dan maafkan orang lain yang telah menyakitimu. Hanya dengan cara itu kamu akan lebih tenang.

4. Kelilingi Diri Dengan Orang-Orang Dalam Hubungan yang Sehat

Memperbaiki Lingkungan
Memperbaiki Lingkungan

Energi itu menular! Jika kamu berkumpul dengan orang-orang yang gagal dalam percintaan lalu menceritakan masalahmu maka kalian akan menangis bersama.

Tapi jika kamu berkumpul dengan orang-orang dalam hubungan yang sehat lalu menceritakan masalahmu maka kamu akan mendapatkan semangat untuk bangkit!

Jelas saja bahwa kita memang dibentuk oleh faktor eksternal. Meskipun kita sudah dewasa dan bisa berpikir sendiri, bukan berarti kita kebal terhadap toxic.

Maka dalam masa pemulihan, jauhi orang-orang toxic yang bisa memiringkan pikiranmu dari semangat untuk bangkit.

Saat kita berada dalam kondisi yang buruk, memotivasi diri sendiri saja tidak cukup. Kita rentan dan mudah goyah, maka kita butuh penopang yang menguatkan langkah kita!

5. Belajar Memberi Dan Menerima

Belajar Memberi dan Menerima
Belajar Memberi dan Menerima

Sebagian orang yang takut berkomitmen seringkali menolak pemberian dari orang lain dan mereka juga takut memberi kepada orang lain.

Memang adakalanya kita hidup sebagai individu yang tidak bergantung kepada siapapun. Adakalanya kita ingin menyendiri tanpa kata memberi dan menerima.

Kita sering menganggap pemberian dari orang lain adalah suatu tipuan. Bahkan ketika orang lain memberikan pujian kita malah merasa direndahkan.

Rasa takut berkomitmen berdampak besar dalam hubungan kita dengan orang-orang, maka jika kamu ingin mengembalikan rasa percaya diri untuk berkomitmen cobalah untuk memberi dan menerima.

Jalin hubungan yang tulus dengan orang-orang. Jika kamu kesulitan melakukannya, cobalah pergi ke panti jompo, panti asuhan atau menolong orang-orang yang kesulitan.

Hal itu bisa membuat hati kita menjadi lembut sehingga ketakutan akan hilang dengan sendirinya.

6. Pertimbangkan Dampak yang Lebih Besar Kedepannya

Mempertimbangkan Jauh Kedepan
Mempertimbangkan Jauh Kedepan

Jika keadaanmu tidak berubah setelah mempraktekkan berbagai cara, maka satu hal lagi yang perlu kamu coba adalah melakukan pertimbangan tentang dampak yang lebih besar.

Contohnya, kita akan malas untuk bangun pagi jika tak ada motivasi yang jelas. Begitu pun dengan berkomitmen dalam hubungan, kita perlu mencari motivasinya.

Tetapi jangan memikirkannya sendiri. Cari seseorang yang kamu kenal bijak dan berpikir positif sebagai teman bertukar pikiran.

Atau jika kamu ingin memecahkan masalah ini sendirian, maka perbanyaklah membaca tentang dampak positif dari berkomitmen.

Setelah kita mampu melihat dengan jelas dampak yang lebih besar ke depannya, maka keberanian untuk mengambil keputusan akan muncul dengan sendirinya.

7. Berikan Hatimu Jeda

Memberi Hati Jeda
Memberi Hati Jeda

Penyebab sebagian orang takut untuk berkomitmen adalah karena ia membiarkan hatinya lelah tanpa memberi jeda.

Kita tidak bisa terus memaksakan diri untuk berkomitmen dengan orang lain. Semua membutuhkan persiapan dan kesabaran. Jika dipaksakan, maka hanya lelah hati yang kamu dapatkan.

Dengan memberikan hatimu jeda, kamu akan mendapatkan energi baru untuk memulai komitmen lagi dengan seseorang yang baru nantinya.

8. Jangan Menghabiskan Waktu Untuk Mengintai Mantan

Melupakan Mantan
Melupakan Mantan

Mungkin kamu berkata “Aku belum siap untuk berkomitmen” tapi saat-saat sendiri kamu menghabiskan waktu untuk mengintai mantan lewat media sosial.

Ketika kita berada dalam kondisi yang buruk, maka secara otomatis akan muncul kenangan-kenangan pahit dan manis dari masa lalu.

Hal ini mengarahkan kita untuk menginginkan kebahagiaan yang sama dari orang yang sama. Tetapi kita tahu waktu telah berlalu dan tak bisa diputar kembali.

Hiduplah untuk hari ini. Sadarlah dengan kondisimu saat ini. Terima kenyataan dengan mengubah kebiasaan yang kamu lakukan. Jangan biarkan masa lalu menghantui.

9. Hilangkan Rasa Takut Dengan Meningkatkan Harga Diri

Meningkatkan Harga Diri
Meningkatkan Harga Diri

Ketakutan untuk berkomitmen seringkali berasal dari kurangnya harga diri. Perlu diingat, percaya diri muncul dari harga diri, motivasi berkomitmen akan muncul seiring meningkatnya kualitas diri kita.

Selayaknya kita membutuhkan keseimbangan dalam mengendarai sepeda, untuk berkomitmen pun kita butuh menyeimbangkannya dengan nilai diri kita.

Mungkin ada suatu impian yang ingin kamu capai. Mungkin ada sesuatu yang ingin kamu kejar agar lebih memantapkan niat dalam berkomitmen. Kejarlah!

10. Tinggalkan Kebiasaan Buruk!

Meninggalkan Kebiasaan Buruk
Meninggalkan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk yang kita lakukan sehari-hari ternyata berdampak juga terhadap rasa takut dalam berkomitmen dengan orang lain.

Sebab seorang pria yang sangat buruk sekali pun pasti mengharapkan wanita yang baik, sebaliknya wanita yang paling buruk pun mengharapkan pasangan yang baik.

Namun logika kita juga ikut bermain sehingga kita membandingkan keinginan dengan kenyataan yang ada.

Semisal, kamu menginginkan seorang pria yang giat bekerja, taat ibadah dan bisa memimpin, sementara kamu adalah wanita yang malas dan hanya suka bersenang-senang.

Dengan melihat kenyataan ini, kamu pun takut untuk berkomitmen akibat kamu merasa belum layak. Maka cara satu-satunya adalah memperbaiki diri dan meninggalkan kebiasaan buruk!

Akhir kata

Tak ada orang selalu gagal dan tak ada orang yang selalu berhasil, tetapi semua orang memiliki potensi untuk gagal atau berhasil.

Bahkan ketika kamu berhasil memulai hubungan bukan berarti semuanya usai. Jalan masih panjang dan hidup terus berjalan. Jika kamu tidak berhati-hati, maka mungkin saja hubungan yang sudah dimulai gagal.

Sekianlah artikel tentang 10 Cara Agar Tidak Takut Berkomitmen Dalam Hubungan. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening