Kematian Itu Pasti, Tapi Jangan Takut! Begini Cara Menyikapinya

“Membayangkan kita menjadi tua itu menyebalkan, hingga tampaknya kematian adalah bius yang

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Cara Bijak Menyikapi Kematian

“Membayangkan kita menjadi tua itu menyebalkan, hingga tampaknya kematian adalah bius yang menenangkan”

Orang-orang pada umumnya takut akan kematian, tapi bagaimana jika ternyata kematian itu lebih baik dari kehidupan?

Kematian adalah hal yang pasti. Semua orang pasti tahu akan hal itu, tetapi anehnya ketika kita melihat kematian orang lain tampaknya selalu menjadi hal yang mengejutkan.

Mengambil sedikit ruang di kepala dan sependapat dengan kematian adalah satu hal terdalam yang wajib dilakukan dari menjadi manusia. Namun satu hal yang unik, kita selalu takut mati, seolah perasaan itu sudah membaur dalam DNA kita.

Banyak bidang yang sudah membahas tentang kematian, mulai dari psikologi, biologi hingga agama. Lalu, tidakkah semua itu cukup memberi jawaban agar kita tidak lagi takut pada kematian?

Jika itu semua belum cukup, mungkin 5 hal ini dapat membantu kita menjadi lebih bijak dalam menyikapi kematian yang akan datang.

1. Bersedih Secukupnya, Bahagia Sewajarnya

Bersedih Secukupnya
Bersedih Secukupnya

Kebanyakan kita mungkin sudah mengalami beberapa masalah dan kesulitan dalam hidup. Tentunya, tidak semua orang mampu dan cukup kuat untuk melewati hal itu.

Beberapa dari kita mungkin sedang bersedih, dan terus bersedih seolah masalah akan selalu menimpa selamanya.

Padahal, bukankah hidup ini hanya sementara?

Dan sebaliknya, beberapa dari kita yang berhasil melewati masa-masa sulit mungkin lupa bahwa semuanya tidak berakhir setelah kamu berhasil melewati satu fase. Ini mirip seperti mendaki gunung rinjani. Para pendaki gunung rinjani seolah melihat puncak sudah dekat, namun ternyata masih jauh.

Orang-orang yang sudah berada di atas memang bahagia, tapi seringkali lupa bahwa masih akan ada ujian selanjutnya.

Bersedih secukupnya, dan bahagia sewajarnya, mungkin adalah cara terbaik agar kita tidak hanyut terbawa arus kehidupan dan membuat kita lebih siap pada kematian yang akan segera datang.

Baca Juga : 7 Motivasi Positif Yang Membuatmu Bersemangat Memulai Aktifitas di Pagi Hari

2. Sadari Bahwa Semua Adalah Siklus

Kehidupan Adalah Siklus
Kehidupan Adalah Siklus

Ada pertanyaan yang sepertinya tak perlu dipertanyakan, tetapi ini sangat memicu penasaran.

“Sejak kapankah kehidupan kita dimulai?” “Sejak kita dilahirkan atau sebelum dilahirkan?”

Tidak ada jawaban lain kecuali semua adalah siklus. Entah dimulai dari saat dilahirkan atau tidak, yang jelas kita terus bertumbuh hingga sekarang, dan mungkin akan menua lalu mati.

Dan yang lebih meyakinkan lagi, siklus tersebut bukan terjadi pada kita saja. Tumbuhan, hewan, hingga bintang-bintang.

Semua yang ada di alam semesta ini, sepertinya mengalami proses yang sama yaitu semakin menua.

Dari wawancara yang dilakukan seorang penulis dari Psychology Today bersama Dr. Keneath Ring, seorang penulis buku “Waiting to Die”. Ring berkata “Hidupku yang akan datang belum tiba. Sekarang aku berada di zona -antara, dan menunggu tahap selanjutnya yang akan datang”

Selanjutnya, Dr. Keneath Ring juga mengatakan semakin dekatnya seseorang pada kematian, maka semakin berkurang rasa takutnya.

Mengetahui siklus ini terjadi pada semua yang ada di alam semesta, bukan hanya pada kita saja mungkin sudah sedikit menenangkan hati bahwa kita tidak sendiri.

3. Lakukan Apa Yang Ingin Kamu Lakukan

Lakukan Apa Yang Ingin Kamu Lakukan
Lakukan Apa Yang Ingin Kamu Lakukan

Hidup adalah tentang kesadaran. Meskipun terkadang kesadaran itu seperti pisau bermata dua, terkadang ia membuat kita begitu bersemangat namun terkadang ia juga membuat kita lemah.

Menyadari bahwa kematian pasti datang cenderung membuat seseorang tidak bersemangat melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Tapi ada satu lirik yang cocok untuk hal ini dari seorang rapper, “Bahkan dimalam sebelum kiamat, aku akan tetap menyanyikan hip hop!”

Selanjutnya, ketika seorang penulis sains dan fiksi ilmiah Isaac Asimov ditanya, “Kamu telah menulis 450 buku. Jika kamu memiliki sisa 6 bulan untuk hidup, apa yang akan kamu lakukan?” Iya menjawab “Mengetik lebih cepat!”

Dengan kata lain, ya, sangat mudah untuk menjadi khawatir tentang kematian. Kamu bisa saja berpikir bahwa perang nuklir tiba-tiba terjadi atau mati terkena senjata kimia dan alin-lain.

Tapi lupakan kekhawatiran itu.

Biarkan semua terjadi tanpa perlu berusaha mencegah apa yang ada diluar kendali kita. Kamu hanya perlu melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Apapun yang terbaik untuk hidupmu, lakukanlah.

Karena kembali lagi, kita tidak mengetahui apa-apa tentang kematian, dan bagaimana jika ternyata kematian itu lebih baik dari kehidupan sekarang?

Baca Juga : Tuhan, Aku Sudah Menjadi Orang Baik. Kenapa Kehidupanku Tidak Berubah?

4. Alam Semesta Selalu Hidup

Alam Semesta Selalu Hidup
Alam Semesta Selalu Hidup

Mengetahui bahwa alam semesta memiliki sumber energi yang selalu hidup dan abadi, sedikit mengurangi rasa takut bahwa kita akan mati. Dengan kata lain, kematian hanyalah perpindahan menuju kehidupan yang berbeda.

Alam semesta selalu memberi kita tempat untuk tinggal bahkan setelah kematian.

Dr. Kenneat Ring telah mencoba Psychedelics berupa LSD dan psylocybin, setelah pengalamannya menggunakan psychedelic, Ring mengatakan bahwa “Melalui mereka, aku mengetahui bahwa alam semesta dijahit dalam jalinan cinta yang mutlak!”

Dan hal yang diajarkan Ring lewat karyanya, salah satunya adalah penerimaan.

Cukup dengan menerima apa adanya saja, itu cukup mengalahkan ego yang ada pada diri kita tentang kehidupan.

Menunggu kematian tidak harus membuat kita merasa tidak nyaman, kamu bisa membuat itu menjadi menyenangkan jika memiliki selera humor yang cukup bagus.

5. Pandanglah Hidupmu Sebagai Persiapan Untuk Mati

Pandanglah Hidup Sebagai Persiapan Untuk Mati
Pandanglah Hidup Sebagai Persiapan Untuk Mati

Ini mengingatkan kita pada satu kata-kata bijak yang cukup klasik namun masih bernilai.

“Kita tidak bisa memilih terlahir sebagai apa, tapi kita bisa memilih mati sebagai siapa” 

Peradaban barat cenderung memiliki ketakutan untuk mati, itu karena mereka diajarkan bahwa hal-hal yang berbentuk material adalah hak milik dimana pada akhirnya itu menjadi sulit untuk dilepaskan.

Dan hal yang lebih unik lagi, bahkan seorang yang religius pun seringkali takut pada kematian. Terlepas dari hal-hal yang disebut surga dan neraka, semua orang memang takut mati.

Tapi rumitnya, saat kita takut mati, maka kita berhenti hidup.

Beberapa orang merasa bersalah atas hal yang belum mereka lakukan dan semua orang setuju untuk menghabiskan hidup mereka bersama orang tercinta.

Memiliki waktu-waktu yang teramat berharga dengan orang tercinta tentunya menjadi salah persiapan menuju kematian yang damai.

Baca Juga : 6 Cara Menemukan Apa Yang Kamu Inginkan Dalam Hidup

Kesimpulan,

Kita tidak dapat mengatur seberapa lama lagi akan hidup, tetapi kita masih bisa mengatur bagaimana kita menjalani hidup. Lepaskan hidup, lepaskan semua, karena itu bukan milik kita.

Memikirkan tentang kematian memang seringkali menakutkan. Tetapi jika kita tidak memikirkannya pun tidak juga menjauhkan kita dari kematian. Maka hal yang paling penting hanyalah menerima semua apa adanya.

Ilham Damanik
Aku merasa seperti seorang penulis Read Full Profile