in

7 Cara Ampuh Hadapi Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Setiap orang pasti menginginkan cinta yang berbalas dari orang yang disayanginya. Namun apa jadinya jika kamu justru harus merasakan yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan? Ya, lagi-lagi kita sebagai manusia tidak bisa memaksakan sebuah perasaan cinta maupun sayang.

Memang akan sedikit terasa menyakitkan saat kamu harus menemui kenyataan bahwa orang yang kamu cintai tidak memiliki perasaan yang sama sepertimu. Kamu mengganggapnya lebih dari teman pada umumnya, namun dia bertindak seperti halnya dirimu.

Rasa cinta menjadi sebuah rahasia kehidupan yang tidak akan kamu ketahui kapan akan datang dan pergi. Dengan siapa kamu akan jatuh cinta dan bagaimana respon orang tersebut atas rasa cinta yang kamu miliki untuknya juga tidak akan pernah kamu ketahui sebelum waktunya tiba.

Jangan menyalahkan dirimu sendiri atas cinta yang hadir dalam hatimu. Sebaliknya, kamu pun tidak bisa menyalahkan dia yang tidak bisa membalas perasaanmu seperti apa yang kamu inginkan.

Ingatlah bahwa cintamu yang bertepuk sebelah tangan ini bukan akhir dari kisah cintamu. Kamu hanya perlu melakukan 7 hal ini untuk menghadapinya.

1. Berusahalah untuk Segera Move On dari Si Dia

Move On Dari Orang Yang Tidak Mencintaimu
Move On Dari Orang Yang Tidak Mencintaimu

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berusaha untuk move on dari si dia. Jangan terlalu lama menyiksa dirimu sendiri untuk mencintai orang yang sudah secara jelas tidak memiliki rasa yang sama sepertimu.

Bertahan untuk tetap mencintainya dengan kondisi seperti ini hanya akan menambah luka dalam hatimu. Kamu pun berhak untuk mendapatkan cinta dari orang lain, dan dia bukanlah orang yang tepat untukmu.

Percayalah jika di luar sana sudah ada sosok yang menunggumu. Seperti halnya kamu yang berhak untuk mencinta, kamu pun berhak untuk dicintai oleh orang yang tepat. Kamu berhak mendapatkan kebahagiaanmu sendiri.

2. Coba Mulai dengan Menjaga Jarak di antara Kamu dan Dirinya

Menjaga Jarak
Menjaga Jarak

Tentu akan sulit untuk menerima kenyataan bahwa dia yang kamu cinta tidak memiliki perasaan yang sama untukmu. Jika sudah seperti ini, kamu harus mulai sadar diri dan menjaga jarak darinya.

Menjaga jarak dalam hal ini bukan berarti kamu lantas menganggapnya sebagai orang asing. Bagaimana pun kamu pernah menaruh hati padanya.

Kamu hanya perlu memberi dirimu batas untuk tidak terlalu dekat dengannya. Jagalah jarak antara kamu dan dia agar kamu tidak kembali berharap padanya.

3. Menangislah Jika Menurutmu Itu Bisa Sedikit Membuat Hatimu Lega

Menangislah
Menangislah

Menangis tidak akan membuatmu menjadi seorang pengecut atau orang yang lemah kok. Terkadang memang di situasi dan kondisi tertentu, menangis bisa menjadi obat yang cukup ampuh.

Boleh saja kamu merasa sedih dan menangisi nasib yang kini sedang menimpamu. Mengislah jika menurutmu itu diperlukan. Tapi ingat, jangan terlalu larut dalam kesedihanmu.

Jika tangisanmu dirasa sudah cukup, maka kembalilah untuk bangkit. Kamu harus kembali menata kehidupanmu.

Cintamu yang bertepuk sebelah tangan tidak boleh menjadikan langkah kakimu berhenti begitu saja dalam menjalani kehidupan. Ingatlah bahwa jalan hidupmu masih cukup panjang.

4. Pahamilah Bahwa Kamu Tidak Bisa Mengatur Perasaan Orang Lain Terhadapmu

Memaksa Perasaan Orang Lain
Memaksa Perasaan Orang Lain

Jika kamu dipaksa untuk mencintai seseorang, apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan bersedia dengan mudahnya atau kamu akan menolak untuk melakukan hal tersebut?

Sama halnya denganmu yang tak ingin dipaksa, kamu pun tidak bisa memaksakan perasaan orang lain terhadapmu.

Kamu bukanlah Tuhan yang bisa dengan mudah mengatur perasaan orang lain. Jika dia memang tidak memiliki perasaan cinta padamu, maka biarkan dia pergi dan bebaskan dia untuk mencintai orang yang menurutnya layak untuk dia cintai.

5. Belajarlah dalam Mengikhlaskan Apa yang Tidak Ditakdirkan untuk Menjadi Milikmu

Ikhlas
Ikhlas

Mungkin apa yang terjadi padamu adalah cara Tuhan untuk melatihmu menjadi sosok yang lebih tangguh lagi. Kamu harus belajar untuk mengikhlaskan apa-apa yang memang tidak ditakdirkan untuk menjadi milikmu.

Belajarlah untuk menerima kenyataan yang mungkin ada kalanya tidak sejalan dengan apa yang kamu inginkan. Secara pelan tapi pasti, kamu akan bisa belajar dengan baik dari pengalaman yang kamu alami saat ini.

6. Sibukkan Dirimu Sendiri dengan Kegiatan yang Kamu Minati

Sibukkan Dirimu
Sibukkan Dirimu

Hal lain yang bisa kamu lakukan saat menghadapi kenyataan bahwa cintamu bertepuk sebelah tangan adalah dengan menyibukkan diri dengan berbagai hal positif.

Dengan begitu kamu tidak akan terlalu tersiksa karena sibuk memikirkan kisah cintamu yang cukup menyakitkan.

Lakukanlah hal yang menjadi kesukaanmu. kamu bisa melakukan kegiatan yang menjadi hobimu atau mungkin menyibukkan diri untuk menekuni satu bidang yang kamu minati.

7. Jangan Jadikan Kejadian Ini Sebagai Sebuah Ketakutan untuk Membuka Hati dan Memulai Sebuah Hubungan Baru

Membuka Hati Untuk Orang Baru
Membuka Hati Untuk Orang Baru

Yang terakhir adalah jangan menjadikan kisah cintamu yang bertepuk sebelah tangan ini sebagai sebuah traumatik tersendiri dalam hidupmu. Justru kamu perlu menjadikannya sebagai pengalaman dan pembelajaran yang berharga.

Dengan kejadian seperti ini, tentu kamu akan mendapatkan banyak pembelajaran yang akan berguna bagi kehidupanmu di masa mendatang.

Jangan pernah takut untuk membuka hati dan menjalin hubungan yang baru. Apa yang saat ini terjadi, biarkan berlalu dengan sendirinya dan mulailah untuk menata kehidupanmu kembali dengan sosok yang memang ditakdirkan untuk menjadi milikmu seorang.

Nah, itu dia 7 hal yang bisa kamu lakukan saat kamu harus merasakan yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan. Meski menyakitkan, kamu tidak boleh menyerah begitu saja. Anggap saja kisah ini sebagai pembelajaran untuk dirimu sendiri dalam menjalani kehidupanmu ke depannya.

Written by Dina Novia

Lahir dengan hobi travelling dan fotografi. Masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di Malang.