in ,

7 Cara Untuk Kembali Optimis Setelah Mengalami Kegagalan

Cara Membangun Semangat Setelah Gagal
Cara Membangun Semangat Setelah Gagal

Tujuan hidup dan bagaimana kita memandang hidup sangatlah penting, tetapi banyak orang-orang tidak memikirkannya. Dan kita perlu memegang suatu prinsip atau pedoman hidup agar tidak mudah goyah dalam menjalani berbagai cerita dalam kehidupan.

Banyak orang pesimis menjalani hidup dan penyebabnya tentu bermacam-macam, namun yang paling jelas mengapa seseorang pesimis dalam hidup adalah karena pernah gagal dan kedua karena tidak pernah mencoba.

Jika kamu bisa membayangkan kejadian masa lalu, coba ingat kembali kapan hari paling bahagia dalam hidupmu? Jika kamu mudah untuk membayangkannya, maka artinya kamu sedang optimis.

Semua hal akan terasa mudah bagi orang-orang yang optimis, maka jika kita merasa hidup sulit untuk dijalani mungkin 7 Cara Untuk Kembali Optimis Setelah Kegagalan ini dapat membantu!

1. Ingat Bahwa Setiap Hari Adalah Hari yang Baru

Setiap Hari Adalah Hari Baru
Setiap Hari Adalah Hari Baru

Suatu harapan yang sangat tinggi memiliki resiko yang besar jika gagal. Benar saja, ketika sesuatu yang kita harap-harapan ternyata tidak sesuai kenyataan, tentu rasanya akan sakit seperti tamparan keras.

Dan waktu terasa seperti berhenti berjalan, sebab kita masih belum mampu move on atau bangkit dari kegagalan yang didapatkan. Di kondisi yang seperti ini, mungkin wajar saja jika kamu merasa tidak percaya diri untuk kembali mencoba.

Tapi jangan sia-siakan waktu untuk meratapi kegagalan ini. Ingat bahwa setiap hari adalah hari yang baru. Hindari untuk terpaku pada satu hal dan lepaskan. Sebab untuk kembali optimis, kita perlu mendobrak penghalangnya yaitu keterpakuan terhadap suatu hal yang sudah berlalu.

2. Analisa Kesalahan atau Kekurangan yang Kamu Punya

Menganalisa Kesalahan dan Kekurangan
Menganalisa Kesalahan dan Kekurangan

Jangan buru-buru mengkritik diri sendiri. Ketika menghadapi kegagalan, kita sering berkata “Oke, aku tidak cukup baik” atau “Ya sudahlah, aku tahu aku tak layak”.

Kalimat-kalimat seperti itu tentunya menambah pesimis dalam diri kita sehingga tidak berani lagi untuk mencoba. Meski pun yang kamu rasakan sangatlah sakit, janganlah terburu-buru mengambil kesimpulan.

Coba tenangkan dirimu sejenak dan analisa lagi dimana kesalahan atau kekurangan yang kamu buat sehingga bisa gagal. Mengetahui dimana letak kesalahan tentunya mempermudah kita untuk memperbaiki segalanya.

Jika kamu kesulitan menemukannya, cobalah minta bantuan dari orang-orang terdekat atau orang-orang yang lebih ahli. Ceritakan semuanya kepada mereka dan tanyakan dimana letak salahmu. Jangan takut untuk melihat kesalahanmu sendiri, sebab jika kamu berhasil memperbaikinya maka kamu akan berhasil!

3. Ubah Penampilan

Mengubah Penampilan
Mengubah Penampilan

Penyebab seseorang tidak optimis dalam menjalani hidup adalah kesadaran diri yang sangat besar akan ketidakmampuan atau kekurangan. Ketika kita fokus pada sesuatu yang negatif, maka secara otomatis kita menjadi pesimis.

Tentu hal ini memengaruhi cara kita dalam berpenampilan, berkomunikasi juga bersikap. Jadi sederhananya, saat kita mengubah penampilan hingga cara berkomunikasi hingga cara berpikir, otomatis kepercayaan diri akan kembali meningkat.

Orang yang pesimis seringkali membiarkan dirinya terlihat buruk, baik dalam gaya hidup atau cara berpenampilan, karena ia benar-benar tidak memiliki tujuan hidup. Jadi pada akhirnya penampilan pun menunjukkan gairah kita dalam hidup.

4. Pikirkan Hal Baik yang Bisa Kamu Lakukan

Lakukan Sesuatu Yang Baik
Lakukan Sesuatu Yang Baik

Suatu pengalaman buruk terkadang membuat kita benar-benar terpaku sehingga melupakan hal-hal baik yang bisa kita lakukan. Bahkan terkadang suatu masalah benar-benar menyita waktu dan pikiran kita sehingga untuk tidur nyenyak saja pun rasanya sulit.

Untuk itu, saat kamu merasa semuanya terasa sulit, cobalah pikirkan hal-hal baik apa yang bisa kamu buat. Lihat lagi ke dalam dirimu tentang potensi, pedoman hidup dan segala sesuatu yang kamu punya.

Lihat orang-orang seperti teman, keluarga, pasangan yang membutuhkan kamu. Pikirkan apa hal berharga yang bisa kamu berikan kepada mereka. Pikirkan apa hal berharga yang mereka berikan kepadamu sehingga kamu mampu bertahan sampai detik ini.

5. Optimalkan Kemampuan Dengan Lebih Banyak Pengalaman

Mengoptimalkan Pengalaman
Mengoptimalkan Pengalaman

Tidak ada orang yang gagal, sebenarnya kita hanya berhenti. Ketika kita berhenti mencoba, maka secara otomatis kita juga berhenti dari mendapatkan pengalaman baru.

Kita tahu hidup adalah proses belajar sepanjang umur, jadi semua yang kita lakukan tidak lain hanyalah terus belajar dan belajar. Selagi masih ada waktu, selama itulah kita memiliki kesempatan untuk bertumbuh.

Seseorang yang memiliki banyak pengalaman dalam hidup tentu akan merasa lebih optimis ke depannya. Jadi, fokus saja pada kemampuan yang kamu miliki dan terus mencoba untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman.

Karena dengan cara itulah kita bisa kembali optimis menjalani hidup. Dan ini bukan tentang seberapa banyak kamu gagal, tapi seberapa banyak kamu bangkit!

6. Jauhi Segala Gangguan

Perbanyak Meditasi
Perbanyak Meditasi

Apakah kamu masih merasa sulit untuk bangkit setelah mendapatkan kegagalan? Jika iya, mungkin ada hal-hal dari eksternal yang menghalangi.

Seseorang yang sedang drop, mengalami tekanan atau pikiran yang bercabang-cabang  akan sangat sensitif terhadap segala sesuatu. Hal ini tentunya bisa menjadi penghalang bagi kita untuk segera bangkit dari kegagalan yang telah berlalu.

Maka untuk sementara waktu carilah lingkungan yang positif dimana kamu bisa merasa nyaman dan bebas dari berbagai macam gangguan. Jika kamu sedang ingin sendiri, usahakan untuk melakukan dan memikirkan hal-hal positif.

Kita tentunya akan lebih mudah untuk menjadi optimis ketika lingkungan mendukung.

7. Cari Sesuatu yang Bisa Dijadikan Harapan

Meningkatkan Motivasi
Meningkatkan Motivasi

Jangan berharap segala sesuatunya dapat berubah dalam satu malam. Tapi belajarlah berpikir layaknya seorang petani yang menanam lalu menjaga tanamannya dengan harapan mendapatkan hasil yang sesuai.

Jadi jika kamu ingin kembali optimis, carilah sesuatu yang bisa dijadikan harapan. Banyak hal-hal yang bisa dijadikan harapan, mungkin sesuatu yang berkaitan dengan orang lain, atau mungkin suatu keyakinan atau kepercayaan akan kekuatan yang lebih besar.

Suatu kesempatan bisa hilang, suatu perjuangan bisa berujung gagal, tapi satu yang tak boleh hilang darimu yaitu harapan. Selayaknya seorang petani, mungkin saja tanamannya gagal panen tetapi karena memiliki harapan ia jadi lebih optimis.

8. Berjanjilah Pada Diri Sendiri

Jangan Ragu Terhadap Diri Sendiri
Jangan Ragu Terhadap Diri Sendiri

Pada akhirnya kita juga perlu mengerti bahwa setiap saat perasaan bisa berubah, cara berpikir dan semuanya dalam hidup bisa berubah. Dan semuanya cukup menjelaskan bahwa apa yang terjadi pada diri kita saat ini pun hanya sementara.

Kadang kita menjadi sangat pesimis memandang hidup seolah kita akan berada dibawah selamanya. Kenyataannya hidup terus berubah dan untuk menghadapi semua perubahan yang terus terjadi ini kita perlu berjanji pada diri sendiri.

Kita perlu memegang suatu prinsip yang kuat dalam hidup. Sebab hanya dengan cara itulah kita menjadi lebih optimis dan tidak mudah goyah.

Akhir Kata

Kunci dari optimis adalah memaksimalkan kemampuan dan waktu dengan sebaik-baiknya dan mengurangi segala hal yang tidak berguna. Dan satu hal lagi, sangat penting untuk memahami apa yang terlintas dalam pikiran kita sendiri.

Terkadang kita menyimpulkan sesuatu dengan terburu-buru disebabkan tidak berpikir kritis. Tentunya kita akan lebih optimis saat semuanya sudah dipikirkan dengan matang. Akhir kata, demikianlah artikel tentang 8 Cara Untuk Kembali Optimis Setelah Kegagalan. Semoga bermanfaat!