in ,

3 Cara Meditasi yang Benar Menurut Buddha

Cara Meditasi Menurut Buddha

Meditasi adalah sebuah alat universal untuk meningkatkan kejernihan persepsi yang bisa dipakai oleh semua umat tanpa memandang suku, ras dan agama. Namun setelah semua ini, pada akhirnya setelah beberapa waktu dan pertimbangan orang-orang mulai berpikir bahwa metode terbaik untuk meditasi adalah yang diajarkan oleh Sidharta Gautama, Buddha.

Tapi, tahukah kamu bahwa kini ajaran Buddha sudah menyebar luas dan menjadi aliran-aliran berbeda juga dengan metodenya masing-masing? Di setiap tanah tempat ajaran Buddha ditumbuhkan mengadopsi budaya dan adat istiadat tertentu sehingga akhirnya sekarang kita berkesempatan untuk memilih metode mana yang paling cocok.

Nah, dibawah ini akan dijelaskan metode dan cara meditasi yang benar menurut Buddha!

Metode 1 dari 3

1. Meditasi Shamatha

Meditasi Shamatha adalah yang paling populer dibandingkan metode lainnya. Bahkan metode ini memiliki nama-nama yang berbeda di berbagai negara namun cara dan tujuannya tetap sama, yaitu memperhatikan napas dan mengakui pikiran yang muncul bukan berusaha menghindarinya.

Sekilas info, menurut berbagai penelitian dan uji coba, telah dibuktikan bahwa meditasi dengan teknik perhatian atau Shamatha ini berpengaruh pada keseimbangan emosional, kejernihan persepsi dan kedamaian batiniah. Mungkin hal inilah yang menjadikannya begitu populer ya?

Sekarang perhatikan cara meditasi Shamatha yang benar menurut Buddha berikut:

  • Duduk dengan postur meditasi (punggung tegak). Tapi sebelumnya temukan cara yang paling nyaman untuk punggung dan lutut kamu agar terasa lebih rileks sehingga nantinya tidak menggangu proses meditasi. Intinya, buat tubuhmu se-rileks mungkin sebelum bermeditasi.
  • Mengamati napas. Pastikan kamu tidak sedang berusaha mengatur pernafasan, tetapi hanya mengamati setiap napas yang masuk dan keluar saja.
  • Mengakui setiap pikiran dan perasaan yang muncul. Hanya menyadari pikiran sebatas pikiran yang hadir saja, tanpa menghakimi dan tanpa berusaha menghilangkan. Tetapi jangan biarkan dirimu hanya di dalam pikiran atau perasaan itu, hanya sadari saja lalu kembalikan fokus pikiran dan perhatian pada napas.
Metode 2 dari 3

2. Meditasi Cinta Kasih

Saat kita melakukan meditasi Shamatha, kita hanya perlu menyadari napas dan memperhatikan segala objek yang muncul di dalam diri tanpa berusaha mengubah atau menghilangkannya, secara bersamaan kita juga menyadari bahwa waktu terus berjalan bukan?

Nah, setelah beberapa menit melakukan meditasi Shamatha, kita lanjutkan ke fase selanjutnya yaitu meditasi cinta kasih. Yaitu mengarahkan fokus kita pada cinta kasih yang dimiliki oleh diri sendiri, atau dengan penuh perhatian kita benar-benar merasakan cinta kasih yang diberikan oleh orang-orang kepada kita atau cinta kasih dari sumber penciptaan atau apapun yang kamu percaya, rasakanlah cinta kasih itu.

Setelahnya arahkan fokus untuk merasakan cinta kasih kepada hewan peliharaan atau barang-barang yang kamu cintai, kemudian arahkan fokus untuk merasakan cinta kasih kepada orang-orang yang sepemahaman denganmu, tahan beberapa saat, lalu arahkan fokus untuk merasakan cinta kasih kepada orang-orang yang berbeda pendapat denganmu atau mungkin musuhmu. Tumbuhkan cinta kasih yang tanpa syarat kepada mereka, kepada semuanya.

Nah, untuk membuat meditasi ini lebih mudah dilakukan, ulangi kata-kata berikut agar kamu bisa lebih sepenuhnya merasakan cinta kasih yang tulus “Semoga saya dan semua makhluk hidup berbahagia”  atau “Semua yang hidup berbahagia” katakan berulangkali sampai kalimat itu berubah menjadi perasaan yang nyata.

Metode 3 dari 3

3. Meditasi Vipassana

Vipassana berarti pandangan yang terang. Itu bukan berarti mata memandang dengan jelas atau melihat sesuatu dibawah cahaya yang terang. Tetapi pandangan terang yang dimaksud adalah kita memiliki persepsi yang jernih dalam hidup. Kejernihan inilah yang membimbing kita untuk memecahkan setiap masalah dalam hidup, membantu memahami makna dari setiap hal yang tidak dimengerti sebelumnya dan membantu kita untuk tidak mudah bereaksi terhadap hal-hal eksternal.

Berbeda dengan meditasi lainnya yang berfokus pada satu objek, Vipassana hanya merangkul segala hal yang terjadi saat ini tanpa menghakiminya baik atau buruk. Dengan kata lain, kita tidak memfokuskan perhatian pada satu objek tetapi hanya menyadari hal-hal yang menarik perhatian kita dan menahan diri untuk tidak bereaksi.

Misal, saat bermeditasi mungkin kamu akan mengalami gangguan pada tubuh seperti kaki keram atau perasaan tidak nyaman lainnya yang terjadi. Nah, ketika tubuh merasa tidak enak, disitu mungkin pikiran mulai membuat kita cemas dan takut akan hal-hal yang belum terjadi. Misal pikiranmu berkata “Kalau aku terus duduk seperti ini, mungkin aku tak bisa berdiri lagi. Mungkin kaki ku tidak bisa digunakan lagi”

Nah, jika hal-hal seperti itu terjadi kita hanya perlu mengamati saja dan mengakuinya tanpa memberikan reaksi sedikit pun. Untuk membantu diri merasa lebih baik, kita hanya perlu menyadari bahwa semua itu hanya sementara dan akan berlalu.

Tips Dan Cara Melakukan Meditasi:

  • Pertama-tama, temukan alasan yang kuat agar kamu bisa menjadikan meditasi sebagai latihan yang harus dilakukan setiap hari. Ingat bahwa meditasi dan segala manfaatnya tidaklah didapatkan dengan sempurna dalam satu malam.
  • Temukan waktu-waktu yang pas agar kamu tidak terganggu oleh hal-hal eksternal.
  • Sebelum meditasi, lakukan beberapa gerakan yoga untuk melenturkan tubuhmu. Hal ini juga membantu kita menjadi lebih rileks saat meditasi. Ingat, pemanasan sangat penting sebab itu bisa mengurangi resiko otot tegang.
  • Mulai dengan pose setengah teratai, tarik napas dalam-dalam dan seterusnya biarkan napas berjalan normal. Lalu jika tubuhmu sudah merasa lebih rileks lanjutkan dengan pose teratai penuh.

Baca Juga :

Penutup

Dari ketiga teknik meditasi yang diajarkan Buddha diatas, para ahli menyarankan agar kita memulainya dengan belajar meditasi Shamatha atau fokus pada napas selama tiga hari, lalu lanjutkan untuk berlatih meditasi cinta kasih selama tiga hari dan setelahnya barulah kita berlatih meditasi Vipassana atau ada baiknya kita berlatih satu teknik meditasi sampai benar-benar menguasainya dulu sebelum lanjut ke fase berikutnya.

Sekianlah artikel tentang cara meditasi yang benar menurut Buddha. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Penikmat dan pemerhati