in ,

6 Cara Melakukan Self-Healing, Penyembuhan Diri Dari Luka Batin

Cara Melakukan Self Healing

Apa itu self-healing? Ini adalah proses di mana Anda menjalani penyembuhan dari luka. Tetapi luka ini bukanlah luka yang dapat dilihat oleh fisik. Melainkan luka batin akibat adanya pengalaman kejadian yang di masa lampau atau baru saja Anda alami.

Rasanya setiap orang pastilah pernah mengalami kejadian yang dapat membuatnya trauma atau terluka secara batin. Maka untuk dapat menyembuhkan luka tersebut dibutuhkan lebih dari sekedar obat-obatan kimia.

Anda membutuhkan obat berupa self-healing. Mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu self-healing. Secara psikologi, self-healing adalah proses penyembuhan luka batin dengan metode tertentu. Hal ini  untuk menyelesaikan persoalan dalam diri yang belum selesai dikarenakan adanya emosi yang tidak dapat berfungsi dengan baik.

Pasalnya luka dari batin ini fokusnya adalah emosi yang terganggu. Jika Anda memiliki unfinished bussines, maka sebaiknya segera selesaikan dengan baik.

Gangguan pada emosi ini disebabkan oleh adanya kelelahan secara emosional dari beberapa faktor. Misalnya kehilangan orang yang disayangi, memikirkan masa depan berlebihan,  mengalami kegagalan mencapai tujuan dan mengalami bencana.

Lalu bagaimana cara melakukan self-healing ini? Ada beberapa cara untuk dapat melakukan self-healing

1. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Meluangkan Waktu Untuk Diri Sendiri
Meluangkan Waktu Untuk Diri Sendiri

Untuk dapat memahami apa itu self-healing, ada baiknya Anda membiasakan mulai dari sekarang untuk memiliki waktu bagi diri sendiri. Egoiskah? tidak. Setiap orang memiliki masanya sendiri. Masa di mana Anda harus berkumpul bersama keluarga atau teman dan masa di mana Anda memerlukan waktu untuk menyendiri.

Dengan memberikan waktu kepada diri Anda sendiri, Anda memiliki peluang untuk dapat memikirkan ulang semua yang dihadapi. Apakah dari masalah yang sedang dihadapi ini merugikan diri Anda sendiri dan orang banyak? langkah apa yang harus diambil?. Hal ini akan lebih mudah untuk dipikirkan jalan keluarnya jika Anda sedang menyendiri.

Karena ketika Anda sedang memutar otak secara terus menerus, maka Anda akan cenderung lebih mengutamakan orang lain daripada diri Anda sendiri. Hasilnya, Anda akan merasa tidak dihargai dan mudah murung.

Maka waktu menyendiri ini gunakan sebaik-baiknya untuk memberikan reward pada diri sendiri sehingga Anda dapat menyelesaikan permasalahan setelahnya dengan baik.

2. Berbicara dengan Diri Sendiri

Berbicara Dengan Diri Sendiri
Berbicara Dengan Diri Sendiri

Pernahkan Anda melihat seseorang yang sedang berbicara dengan dirinya sendiri? Bukan berarti orang tersebut tidak waras ya. Tetapi seseorang tersebut kemungkinan sedang banyak pikiran dan membutuhkan dialog dengan dirinya untuk mencapai problem solving. Anda juga bisa mencobanya jika penasaran akan apa itu self-healing dan caranya.

Anda dapat “ngobrol” dengan diri Anda sendiri akan apa yang sedang dirasakan, apa yang diinginkan dan jujur apa adanya mengenai diri sendiri sehingga Anda dapat mengenal diri dengan lebih baik.

Karena orang yang dapat Anda ajak berdiskusi tentang rahasia terdalam hanya diri Anda sendiri. Maka Anda dapat melakukan hal ini sebagai bentuk dari proses pemahaman pada diri sendiri.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Dialog Batin Yang Membingungkan

3. Hidup Damai dengan Keadaan yang Ada

Hidup Damai Apa Adanya
Hidup Damai Apa Adanya

Semua yang terjadi dalam hidup Anda tidak akan bisa terulang. Hanya dapat mengingat akan kejadian yang sudah lalu di mana cukup membekas bagi Anda untuk mengingatnya. Apalagi orang yang memiliki luka batin seperti Anda.

Lalu apakah Anda akan terus menerus murung, marah dan kesal karena hal tersebut? Segala sesuatu yang terjadi pasti sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Anda hanya dapat berdoa dan berusaha semampunya.

Ketika suatu hal yang tidak diinginkan terjadi, maka Anda tidak bisa serta merta menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan pada saat itu. Click To Tweet

Ketahuilah bahwa tidak semuanya dapat selesai dengan kemarahan. Maka yang diperlukan untuk dapat memahami dan mengenal apa itu self-healing adalah dengan berdamai.

Berdamai dengan keadaan Anda saat ini, berdamai dengan diri sendiri sehingga acceptance Anda akan lebih baik dalam merespon segala sesuatu.

Baca Juga : 10 Cara Dahsyat Meningkatkan Harga Diri yang Terpuruk

4. Mindfullnes

Hidup Mindfulness
Hidup Mindfulness

Apa itu self-healing dan kaitannya dengan mindfullnes? Mindfullnes adalah kondisi di mana Anda berpikir dengan kesadaran yang penuh. Di sini Anda akan belajar untuk mengenali serta mengelola pikiran dan perasaan di mana digunakan untuk menarik titik pada pikiran.

Mindfullnes pada self-healing ini memiliki fungsi untuk meningkatkan makna hidup (self-compassion).

Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan berada di tempat yang tenang kemudian pejamkan kedua mata. Fokus Anda ketika memejamkan mata adalah pada diri sendiri dan semua pikiran yang ada di kepala.

Anda dapat berproses untuk mengenali emosi yang ada dalam diri secara sadar dan ada baiknya jika dilakukan dengan rutin ketika waktu senggang. Misalnya saja sebelum tidur ataupun sebelum beraktivitas.

Makna hidup ini sendiri merujuk pada kemampuan diri untuk memahami emosi dan berespon terhadapnya. Seseorang yang memiliki makna hidup akan jauh lebih positif dan peduli pada diri sendiri sehingga ia akan lebih mudah untuk berlapang dada akan sesuatu hal yang terjadi.

Baca Juga : 6 Manfaat Mindfulness Dalam Suatu Hubungan Percintaan

5. Masa Lalu Biar Berlalu

Masa Lalu Biarlah Berlalu
Masa Lalu Biarlah Berlalu

Anda tentunya tahu bahwa masa lalu sudah pasti terjadi dan letaknya ada di masa lampau. Untuk apa masih dipikirkan hingga sekarang. Anda akan lebih mudah mengenal apa itu self-healing jika mampu menyadari bahwa masa lalu merupakan pembelajaran untuk dapat lebih bijak dan cerdas ke depannya.

Semua orang pastinya memiliki masa lalu baik yang negatif yang positif. Hanya saja Anda tidak dapat merubah keduanya di masa sekarang.

Untuk itu sebaiknya biarkan masa lalu tersebut lewat dan ambil pelajaran untuk proses pendewasaan Anda. Memang guru terbaik adalah pengalaman merupakan sebuah kalimat yang pas untuk dituliskan.

6. Cari Cara Lain untuk Mengungkapkan Emosi

Cari Cara Lain Mengungkapkan Emosi
Cari Cara Lain Mengungkapkan Emosi

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin awal, me time mampu untuk membuat Anda mengenal apa itu self-healing dan bagaimana cara melakukan me time. Hal ini adalah cara untuk mengungkapkan emosi dengan menyendiri dan menyediakan waktu untuk berpikir dengan jernih. Tetapi ada cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengungkapkan emosi dengan tepat.

Anda dapat melakukan kegiatan menulis ekspresif atau mencoretkan kuas ke suatu media. Menulis ekspresif ini berfungsi sebagai media dalam mengungkapkan apa yang sedang dialami oleh diri Anda. Bisa dituliskan dalam harian atau apapun yang Anda rasakan selama beberapa minggu belakangan. Menulisnya pun bebas tanpa aturan agar emosi Anda benar-benar terwakilkan dalam tulisan tersebut.

Anda juga dapat menggunakan media gambar seperti kuas dan kanvas atau sketchbook untuk pengganti menulis. Anda bisa menggambarkan apa yang sedang dipikirkan, bebas mau menggambar apa saja dengan warna apa saja. Dengan begitu Anda akan memiliki keuntungan selain mengekspresikan emosi secara tepat, yakni menambah skill baru di mana Anda dapat menghasilkan karya seni pribadi.

Baca Juga : 7 Gejala Kelelahan Psikis (Fatigue), Tanda Jiwa Sedang Lelah

Selain beberapa metode diatas, Anda juga dapat melakukan self-healing dengan cara lain yang diinginkan. Misalnya saja dengan pergi refreshing ke alam, berlibur ke tempat yang ingin Anda kunjungi sendirian. Hal ini akan membantu Anda dalam prosesnya dan lebih mengenal apa itu self-healing.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.