in

Wajib Coba, Ini 5 Cara Meluluhkan Hati Suami Yang Keras Kepala

Cara Meluluhkan Hati Suami Yang Keras Kepala

Pernikahan memang terkadang tak seindah yang kita bayangkan. Mungkin selama ini kamu sudah mencoba berbagai cara untuk membuat hubungan menjadi lebih harmonis, namun suami tetap saja egois, keras kepala dan berbuat semau hatinya saja tanpa memikirkan kamu.

Memang sulit menghadapi suami yang hanya memikirkan dirinya sendiri saja, sebab saat kita mengajaknya berkompromi untuk mencari jalan tengah dari setiap masalah justru ia malah menutup diri.

Mungkin kamu tidak pernah membayangkan pada akhirnya kamu akan menikah dengan orang yang super keras kepala dan keras hatinya, mengingat dulu bagaimana begitu mudahnya kamu meluluhkan hatinya.

Sekarang dia sudah berubah? Ya, setiap orang pasti berubah dan percayalah dia juga pasti bisa berubah alias kembali menjadi luluh lagi kepada mu. Berikut ini adalah 5 cara meluluhkan hati suami yang keras kepala!

1. Pahami Alasan Suami Keras Kepala

Memahami Alasan Suami Keras Kepala
Memahami Alasan Suami Keras Kepala

Mungkin suami kamu menginginkan suatu hal, tetapi kamu menginginkan hal lainnya dan karena ia tidak mau mengalah atas keinginannya itu maka kamu menyebutnya keras kepala. Bukankah begitu?

Nah, Sebelum kita mencoba untuk mengubah keinginan seseorang, kita perlu tahu lebih dulu apa alasan dibalik keinginannya. Jika suami begitu keras ingin melakukan sesuatu sampai ia menjadi keras kepala, tak mungkin itu ia lakukan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu bukan?

Maka jika kasus keras kepala suami karena perkara berbeda keinginan, itu artinya suami tidak bersalah. Tak ada yang perlu disalahkan antara satu sama lain, sebab ini hanya masalah kurangnya komunikasi.

2. Komunikasi

Menjaga Komunikasi
Menjaga Komunikasi

Komunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan apa yang ingin kamu katakan. Sebab dalam berkomunikasi, selain berbicara kamu juga perlu mendengarkan. Seperti itulah komunikasi yang efektif sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Sebagai seorang istri mungkin terkadang kamu merasa suami keliru dalam mengambil tindakan, selain itu kamu merasa tahu hal apa yang benar untuk dilakukan. Memang tak mudah bagi seorang istri jika selamanya harus menurut saja apa kata suami juga memaklumi setiap hal yang ia lakukan. Itu pasti berat.

Maka untuk membuat semuanya menjadi mudah, jalan satu-satunya adalah melakukan komunikasi yang efektif. Coba ajak suami ngobrol berdua, tapi sebelum berbicara ingatkan ia terlebih dahulu bahwa kamu sedang butuh didengarkan dan kamu berjanji akan mendengarkannya setelah kamu selesai bicara. Hal itu akan membuat obrolan dengan suami menjadi lebih intens dan terarah sehingga lebih mudah untuk menemukan jalan tengahnya.

Saat berbicara dengan suami, katakan saja semua inginmu, luapkan semua keluh kesah tapi gunakan bahasa yang tidak menyakiti hati suami. Dijamin hatinya akan luluh, Tuh!

3. Jangan Ikut-ikutan Menjadi Egois!

Tidak Perlu Menjadi Egois
Tidak Perlu Menjadi Egois

Api jangan dilawan dengan api, sebab hal itu hanya akan membuatnya semakin berkobar. Kalau menurutmu keras kepalanya suami memang sudah melekat didalam kepribadiannya, maka itu pasti cukup sulit untuk diatasi.

Tentu saja untuk membuatnya menjadi mudah adalah kamu yang harusnya mengalah dan bersabar. Tapi ingat, mengalah dan bersabar dalam hal ini bertujuan untuk menemukan jalan terbaik, bukan untuk membodohi diri sendiri.

Terkadang seseorang butuh waktu yang lama untuk sadar bahwa apa yang ia lakukan itu salah. Memang semuanya kan butuh proses, begitu pula jika kamu meluluhkan hati suami yang keras kepala. Dibutuhkan kesabaran ekstra!

Intinya, kita jangan Ikut-ikutan menjadi Egois. Sikap seperti itu pada akhirnya hanya akan membawa hubunganmu pada kesengsaraan. Coba berlapang dada, sabar dan berikan waktu, pastinya kamu harus tetap mengajaknya berkomunikasi secara efektif sampai akhirnya hatinya luluh.

4. Berusahalah Membuat Suami Merasa Bahwa Dirinya Dicintai

Berusahalah Membuat Suami Merasa Dicintai
Berusahalah Membuat Suami Merasa Dicintai

Ketika dua orang sudah memilih untuk berkomitmen, maka keduanya harus saling menjaga keharmonisan dan mempertahankan hubungan yang dijalani sampai tua nanti. Namun bagaimana jika salah satu pihak keras kepala dan susah diajak kompromi?

Melihat sikap suami yang keras kepala mungkin kamu jadi merasa sedang berjuang sendirian dalam hubungan ini, tapi jangan biarkan sikapnya itu membuatmu merubah sikapmu kepadanya.

Dengan kata lain, tetaplah bersikap selayaknya seorang istri kepada suami. Bertutur kata yang baik, memberi perhatian dan melayani suami dengan sepenuh hati, ya selayaknya seorang istri yang baik.

Jika kamu terus menunjukkan sikap manis itu, maka seiring waktu hatinya akan luluh. Kurangnya cinta dan perhatian justru bisa membuat suami semakin mudah stress, hal ini justru lebih berbahaya untuk hubunganmu nantinya.

5. Pandai-pandailah Memilih Waktu yang Tepat

Memilih Waktu Yang Tepat
Memilih Waktu Yang Tepat

Jika kamu tahu suami adalah tipe pria yang keras kepala, maka jangan coba-coba menyampaikan keinginan hatimu disaat yang tidak tepat. Itu akan sia-sia sebab suami tak akan menuruti apa maumu.

Jadi, ini bukan hanya tentang bagaimana suamimu saja, tetapi ini juga tentang bagaimana dirimu terhadap suami. Tentunya kamu tahu di waktu-waktu tertentu suami tidak ingin diganggu, mungkin dia menyelesaikan pekerjaan atau melakukan apapun yang ia suka. Disaat-saat yang seperti itu, tentunya kamu harus mengerti suami. Sebab kalau tidak, itu artinya kamu juga keras kepala.

Nah, jika saatnya sudah tepat, suami sudah tidak ada kesibukan apapun dan fokus memberikan perhatiannya hanya padamu, disaat itulah kamu menyampaikan inginmu. Sabar dan tunggu saja waktunya ya!

Coba Baca Juga :

Akhir Kata

Lima poin yang sudah kita pahami tadi seharusnya cukup untuk menjadi solusi dalam menghadapi suami yang egois. Tetapi jika kamu sudah mempraktekkannya dan tidak ada perubahan ke arah yang baik juga, artinya ini sudah menjadi masalah yang cukup serius.

Masalah rumah tangga yang “cukup serius” tentu membutuhkan bantuan orang lain untuk diselesaikan, seperti bantuan dari konselor, pakar hubungan, juga keluarga dan orang-orang terdekat. Jadi, segeralah mencari bantuan jika kamu merasa tidak sanggup lagi mengatasinya sendirian.

Sekianlah artikel tentang 5 cara meluluhkan hati suami yang keras kepala. Semoga bermanfaat!