in , , ,

Biar Tenang, Ini 7 Cara Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Cara Memaafkan Seseorang
Cara Memaafkan Seseorang

Apa tanda yang jelas bahwa kita telah memaafkan orang lain? Sepertinya sangat rumit untuk dipahami ketika kita merasa sudah memaafkan tapi hati masih sering merasa sakit saat mengingatnya.

Dan seringkali kita sulit melupakan kesalahan seseorang, meskipun hubungan sudah kembali membaik. Mungkin kita sudah bisa berbicara dengannya, sudah bisa bercanda dan lainnya namun tetap saja hati kita masih sering terluka jika mengingat perlakuannya di masa lalu.

Dalam memaafkan seseorang, entah itu pasangan seperti istri atau suami, mantan pacar, teman, atau orang tua, yang jelas ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar kita terlepas dari perasaan cemas, takut atau trauma.

Berikut ini adalah beberapa hal yang diperlukan untuk bisa memaafkan kesalahan pacar atau orang lain dengan iklash.

1. Kembangkan Empati dan Pahami Motivasinya

Kebanyakan orang yang melakukan kesalahan seperti pengkhianatan, bullying, dan lainnya adalah mereka yang memiliki masalah dengan dirinya sendiri. Dan kalau pun mereka sebenarnya orang baik yang tidak bermasalah, maka kemungkinan kesalahan yang ia lakukan adalah kekeliruan atau kekhilafan.

Sebab semua orang tidak terlepas dari melakukan kesalahan. Alih-alih memaafkan, kita juga butuh mengembangkan empati dan memahami motivasi orang lain tentang mengapa ia melakukan kesalahan, sehingga kita lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Rasa sakit akan tetap timbul meski kata maaf telah diucapkan jika kita belum benar-benar paham jelas tentang alasan orang lain melakukan kesalahannya.

Jika seseorang menyakiti kamu dengan sengaja, maka jelas bahwa ia memiliki masalah dengan dirinya sendiri. Dan jelas bahwa sebenarnya ia memiliki luka dalam hidupnya yang lebih besar daripada apa yang kamu alami.

Maka jangan biarkan perlakuan buruknya kepadamu menjadi efek domino bagimu sebagai alasan untuk menyakiti orang lain pula.

2. Tenangkan Diri, Cari Tempat Pelepasan Emosi

Memaafkan kesalahan seseorang seperti menuang air ke dalam gelas. Dalam arti, harus pelan-pelan sebab kita tidak bisa langsung memaafkan semuanya. Dan ingat, hati tidak bisa dipaksa. Ketika hati terluka lalu kita berusaha seolah baik-baik saja dengan memaafkan, bukan berarti luka itu hilang seketika.

Terlalu munafik jika kita tidak butuh waktu untuk menenangkan diri dan mencari sesuatu sebagai tempat pelepasan emosi. Dan terlalu naif jika kita berharap semua akan baik-baik saja dengan sendirinya, sebab setiap luka atau perasaan yang menyakitkan akan selalu mencari jalan keluar.

Maka agar kita lebih lega dan bisa memaafkan orang lain, hal penting yang harus dilakukan adalah menenangkan diri dan melepaskan emosi. Cari tempat-tempat yang sepi dan tuliskan kekesalan kamu lalu robek atau bakar.

Cara lainnya mungkin jika kamu memiliki kepercayaan maka lepaskanlah perasaanmu dengan bercerita kepada sang pencipta. Atau jika kamu merasa aman untuk berbicara dengan orang yang menyakiti hatimu, mungkin kamu bisa mengatakan apa yang menjadi masalah dan apa cara terbaik untuk menyelesaikannya.

Hati sering gak tenang kalau lagi kesel sama seseorang ? kamu bisa mempelajari 7 Cara Jitu Menenangkan Hati dan Pikiran Yang Kacau .

3. Alihkan Fokus Untuk Berpikir Hal-hal Positif

Kadang kita berusaha memaafkan orang lain, tetapi logika mengatakan tidak, orang ini tidak layak mendapatkan maaf. Hingga akhirnya kita semakin bimbang dan sulit untuk mengembalikan hubungan menjadi seperti semula.

Sebab setiap perasaan yang kuat seperti rasa bahagia atau rasa sakit yang teramat dalam, secara otomatis akan tersimpan dalam memori kita. Jadi, sangat wajar jika kita sering mendengar kalimat “Memaafkan itu mudah, melupakannya yang susah”.

Jadi pada akhirnya, sebelum memaafkan orang lain kita perlu membersihkan pikiran terlebih dahulu. Namun jika kesalahan yang dilakukan sudah terlalu fatal dan tidak bisa ditoleransi maka bertindaklah seperti seharusnya.

Berpikir positif bukan berarti kita harus bertahan. Terkadang kita juga perlu mengambil langkah-langkah positif yang terbaik. Terkadang kita perlu meninggalkan seseorang yang terlalu beracun, bukan karena membencinya.

Justru kita meninggalkan seseorang yang beracun agar ia menjadi lebih baik. Sebab ada orang-orang yang tunggu dijauhi baru mengerti.

Pernah dijauhi teman? kamu bisa mempelajari tentang : Dijauhi Teman Tanpa Alasan? Coba Koreksi 10 Kesalahan Ini.

4. Belajar Untuk Ikhlas

Tak ada yang benar-benar memaafkan sebelum ada keikhlasan. Ikhlas artinya murni. Dan maaf sejatinya juga harus murni tanpa ada pembelaan lainnya. Terkadang kita memaafkan seseorang bukan karena benar-benar memaafkan, tetapi karena menghargai seseorang atau juga mungkin karena terlalu sayang.

Kadang kita terlalu mudah mentolerir kesalahan seseorang yang dicintai karena mungkin sudah lama menjadi pasangan. Dan hal ini kita lakukan karena hanya tak ingin hubungan itu hancur. Tetapi sayang, pada akhirnya kita hanya bertahan dalam hubungan yang toxic.

Dan pada akhirnya kita memaafkan seseorang bukan karena ikhlas memaafkan, tetapi karena takut kehilangan atau keterpaksaan. Maka sebelum memaafkan, sangat penting untuk menganalisa apa yang ada dalam pikiran dan hati terlebih dahulu.

Jika pasanganmu sering berbuat kesalahan, kamu gak perlu panik. Kamu cukup mengetahui 9 Cara Elegan Bikin Pacar Sadar atas Kesalahan yang Dia Lakukan .

5. Memaafkan Bukan Berarti Menjadi “KESET!”

Memaafkan bukan berarti kita hanya diam dan membiarkan semuanya terjadi berulang-ulang. Terkadang seseorang yang selalu dimaafkan malah semakin menjadi-jadi dan bukannya berusaha memperbaiki kesalahannya.

Tetapkan batas-batas maaf agar seseorang bisa menghargai kamu. Terkadang ketika memaafkan seseorang kita hanya sekedar mengatakan “Iya gapapa” atau “Iya aku baik-baik saja”, tetapi sayangnya tidak semua orang memiliki kepekaan terhadap perasaan orang lain.

Saat kita mengatakan “Ya, aku baik-baik saja” sebagian orang mengartikannya secara harfiah dan menganggap bahwa semua memang baik-baik saja, sehingga orang tersebut berpikir untuk mengulanginya lagi.

Terkadang kita perlu mengatakan sesuatu yang baik dan benar, bukan hanya baik dan bukan hanya benar. Namun tentu saja hal ini bergantung pada situasi dan juga bergantung pada siapa yang menyakiti.

Sering disakiti oleh orang yang menyebalkan? coba baca : 5 Cara Menyembuhkan Sakit Hati Dari Orang yang Menyebalkan

6. Lepaskan

Terkadang ketika kita disakiti berulang-ulang oleh orang yang sama, bukan berarti orang tersebut khilaf atau tidak berpikir melakukannya. Terkadang suatu kesalahan yang diulang-ulang adalah simbol kebencian, tidak suka dan kebosanan.

Tidak semua orang yang melakukan kesalahan butuh maaf dari kita, bahkan tak jarang orang-orang yang menyakiti berpura-pura tidak tau. Untuk itu sebelum memaafkan orang lain, kita perlu melihat pola dari perilaku orangnya.

Terkadang kita perlu melepaskan seseorang yang memang ingin pergi. Memaafkan seseorang bukan berarti kita harus menahannya dan bukan berarti kita harus berusaha mengubahnya. Ingat bahwa hanya dirimu sendiri yang bisa kamu kendalikan.

Orang lain memiliki kendali atas dirinya sendiri. Maka tak perlu terlalu tinggi menggantungkan ekspektasi kita terhadap orang lain. Sebab terkadang kita perlu memaafkan sekaligus melepaskan.

Sering berhadap dengan teman yang keras kepala? Kamu perlu membaca : Santai, Inilah 6 Tips Menghadapi Orang Egois dan Keras Kepala

7. Selesaikan Masalah Dengan Diri Sendiri

Masalah dengan orang lain sudah berakhir, tapi setelahnya kita memiliki masalah dengan diri sendiri. Ada dendam, benci dan segala rasa yang tak tergambarkan oleh kata-kata.

Dan kini saatnya kita menyelesaikan masalah dengan diri sendiri. Ingatlah, memaafkan bukanlah suatu aturan. Kamu tidak harus memaafkan orang lain, sebab pada akhirnya semua kembali pada sikap dan pola pikir kita masing-masing.

Jika kamu kesulitan memaafkan orang lain, maka coba periksa lagi apa yang salah dalam dirimu. Memaafkan orang lain bukanlah suatu keputusan sebab pada akhirnya kembali lagi pada kebiasaan berpikir.

Akhir Kata

Sebagian dari kita berpikir, memaafkan adalah cara untuk mendapatkan ketenangan. Tapi sayang, tidak ada jaminan bahwa seseorang yang memaafkan akan hidup dengan tenang.

Ini adalah tentang berdamai dengan diri sendiri. Tentang bagaimana sikap dan kebiasaan berpikir. Dan pada akhirnya, sebelum memaafkan orang lain kita pun perlu mengoreksi diri. Terkadang kita yang menyalakan api sehingga kita sendiri yang terbakar.

Untuk itu siramilah dendam dalam hati dengan maaf yang benar-benar ikhlas kepada dirimu sendiri juga kepada orang lain. Damailah.

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening