5 Cara Menangani Kakak Adik yang Sering Berkelahi

Perkelahian kakak dengan adik memang sering sekali terjadi. Sekalipun mereka akur selama

Rima Mustika Rima Mustika · 3 min read >
Perkelahian Kakak Adik

Perkelahian kakak dengan adik memang sering sekali terjadi. Sekalipun mereka akur selama beberapa saat, mereka bisa kembali bertengkar dengan mudah. Anak-anak anda dapat bertengkar satu sama lain karena satu dan lain hal seperti masalah meminjam mainan.

Meski sesama saudara, yang paling sering berkelahi adalah antara kakak dengan adiknya. Umumnya kakak memiliki kecemburuan terhadap adiknya sejak masih bayi.

Hal ini disebabkan karena perhatian orang tua yang tadinya utuh kepada kakak, terbagi menjadi dua dan lebih banyak porsinya ke adik.

Sebagai orang tua anda sebaiknya memperlakukan kedua anak anda dengan adil. Ini dilakukan agar anak-anak terhindar dari perkelahian yang berkelanjutan.

Tentu anda yang dapat melihat apakah perkelahian tersebut akan menimbulkan resiko permusuhan pada keduanya atau tidak.

Jika memang dirasa akan memunculkan hal tersebut ke depannya, maka anda harus ikut andil dalam peleraian ketika perkelahian kakak dan adik terjadi. Apalagi jarak usia antara kakak dengan adik yang terlalu jauh atau terlalu dekat.

Cara Mengatasi Kakak Adik yang Sering Bertengkar

Cara Mengatasi Kakak Adik yang Sering Bertengkar
Cara Mengatasi Kakak Adik yang Sering Bertengkar

Anak-anak yang masih dalam tahap belajar untuk mengelola emosi terkadang sangat sensitif terhadap orang lain di sekitarnya. Terutama dengan kakak atau adiknya. Perkelahian antara kakak dengan adik bisa terjadi karena hal yang cukup sepele.

Misalnya kakak yang sedang asik bermain sendirian diganggu oleh adiknya yang tiba-tiba datang. Si kakak akan merasa terganggu dan akhirnya tidak segan untuk memarahi adiknya. Maka dapat muncullah perkelahian kakak dan adik ini.

Namun ada kalanya juga kakak ingin bermain bersama dengan adik. Anda bisa lihat sendiri pola dari anak-anak ini.

Kondisi emosional dan mood anak juga bisa memengaruhi apakah dirinya akan merasa tidak nyaman sehingga menimbulkan perkelahian diantara kakak dengan adik atau tidak.

Akan lebih baik jika anda memutuskan untuk memiliki anak lagi, persiapkan dan beritahukan pada anak pertama anda bahwa ia akan menjadi seorang kakak. Dengan begitu anak akan lebih siap menerima kehadiran sosok baru dalam keluarga.

Namun jika memang perkelahian tidak dapat dihindari, sebaiknya anda mempersiapkan diri anda terlebih dahulu. Jangan panik dan ikut marah ketika anak sedang berkelahi. Beberapa hal ini bisa anda coba terapkan jika terjadi perkelahian.

1. Tetap Tenang

Jika anda menemukan kejadian perkelahian kakak dengan adik ini, sebaiknya anda tetap tenang dan sabar. Namanya juga fase membesarkan anak, bisa dikatakan bahwa fase ini cukup panjang seperti sekolah seumur hidup namun tidak terasa akan cepat selesai.

Dinginkan kepala dan cobalah melerai mereka dengan cara yang tepat. Hindari mencampuri urusan mereka berdua ketika sedang berkelahi. Cukup menjadi pelerai dalam perkelahian ini agar masing-masing pihak tidak merasa ada yang paling diutamakan.

2. Cari Tahu Penyebabnya

Sebagai pihak ketiga yang memiliki fungsi sebagai pelerai dari perkelahian kakak dengan adik, sebaiknya anda mencari tahu penyebab dari permasalahan tersebut. Hindari untuk lebih membela adik dengan alasan lebih muda dan kakak yang lebih tua harus mengerti.

Pemikiran semacam itu justru akan meningkatkan emosi pada anak sebagai kakak. Ia akan merasa bahwa orang tua tidak adil dan tidak sayang terhadap dirinya karena lebih mementingkan adiknya saja.

Dengan mencari tahu penyebab dari perkelahian tersebut, anda dapat memberikan pemahaman pada keduanya bahwa mereka bisa menghindari pertengkaran jika saling memaafkan dan bermain bersama misalnya. Jangan berat sebelah ya moms.

Ajak anak berdiskusi mengenai penyebab beserta alasan mengapa perkelahian terjadi. Tidak lupa untuk menanyakan kronologi kejadiannya jika memang anda pada saat itu tidak melihat secara langsung awal mula yang menjadi penyebabnya.

Anak yang dilatih untuk berkomunikasi dengan baik akan mampu menyampaikan apa yang sedang ia alami dengan baik.

Di sinilah peran anda sebagai orang tua dapat masuk dan memberikan mereka pemahaman bahwa bertengkar itu tidak baik apalagi yang melibatkan perkelahian secara fisik.

3. Alihkan Perhatian Anak

Jika mereka sudah dapat dilerai dan cukup tenang, anda bisa mengalihkan perhatian kedua anak kepada hal lain. Misalnya meminta mereka untuk membantu anda menyiapkan makanan. Atau bisa juga mengalihkan dengan cara mengajak mereka berdua bermain.

Anak akan dengan mudah teralihkan pikiran dan perhatiannya ke hal lain dan melupakan kejadian yang telah lewat. Dengan begitu anda akan menjadi lebih mudah untuk mengontrol anak agar tidak terjadi perkelahian kakak dengan adik nya.

Ajak mereka bermain yang melibatkan kakak dan adik bekerja sama, bukan menjadi lawan. Misalnya anda dan pasangan bermain dalam satu tim, sedangkan kakak dan adik bermain dalam satu tim.

Hal ini memiliki peluang agar kakak dan adik memiliki ikatan saudara yang lebih kuat dan terhindari dari perkelahian.

Baca Juga : 7 Cara Mengatasi Masalah Anak Susah Makan, Orang Tua Harus Paham

4. Berikan Pengertian Bahwa Orang Tua Menyayanginya

Rasa ketidakadilan yang berkecamuk di benak anak lantaran orang tua yang berat sebelah terhadap salah satu akan menimbulkan pemikiran bahwa anda sudah tidak menyayanginya lagi.

Berikan pengertian kepada anak bahwa anda menyayangi mereka berdua dengan porsi yang sama rata.

Berikan reward kepada anak jika mereka telah melakukan hal baik dan berprogres. Hindari membandingkan nilai akademik antara kakak dan adik misalnya.

Dari hal sekecil ini dapat membuat suasana hati salah satu atau keduanya memburuk dan menjadi lebih sensitif.

Sensitivitas ini lah yang kerap menimbulkan perkelahian kakak dengan adik dalam lingkup persaudaraan.

Meskipun mungkin antara keduanya tidak sedang dalam masalah, jika salah satu merasa cemburu terhadap satu sama lain, maka hal kecil pun bisa mengundang pertengkaran.

Di sinilah pentingnya keadilan dalam kasih sayang kepada anak. Meski mungkin anak tetap tenang dan tidak menunjukkan bahwa ia tidak suka, terkadang ada beberapa anak yang memang menyembunyikan perasaannya sehingga terlihat baik-baik saja.

Hal ini yang perlu diperhatikan dengan baik karena dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan di lain waktu. Juga tidak baik bagi kondisi anak secara psikologis. Ajarkan mereka untuk dapat mengelola emosinya dengan baik dan tepat.

Baca Juga : 8 Cara Mengatasi dan Menangani Anak Hiperaktif dengan Tepat

5. Permintaan Maaf

Perkelahian tentu diliputi oleh rasa tidak nyaman, amarah, kesedihan dan emosi lainnya pada anak. Mereka mungkin belum paham betul akan apa yang mereka lakukan. Peran anda sebagai orang tua dibutuhkan untuk memberikan pemahaman ini pada anak.

Jika terjadi perkelahan kakak dengan adik, setelah melerai dan mencari tahu penyebabnya, ajarkan mereka untuk dapat meminta maaf satu sama lain.

Mungkin perkara ini tidak sepenuhnya merupakan kesalahan dari satu pihak. Namun alangkah baiknya jika anak-anak anda dapat meminta maaf dan memaafkan satu sama lain.

Secara tidak langsung hal ini akan mengajarkan anak untuk tidak pelit meminta maaf jika salah. Dan juga mengajarkan empati dan simpatinya sebagai manusia.

Berikan pemahaman bahwa untuk menyelesaikan suatu masalah dibutuhkan keberanian dari pengakuan akan kesalahan yang dibarengi dengan permintaan maaf.

Ajari juga bahwa menerima permintaan maaf juga dibutuhkan kerendahan hati dan keberanian. Jika anak mampu untuk melakukan ini, puji mereka dan berikan reward atas apa yang sudah mereka usahakan.

Baca Juga : Tantrum Pada Anak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Demikian beberapa tips menangani perkelahian pada kakak beradik. Dimana hal ini membutuhkan penanganan yang lebih serius agar tidak menjadi kebiasaan yang berkepanjangan.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile