6 Cara Menemukan Impian dan Kehidupan yang Diinginkan

Kehidupan seperti apa yang kita inginkan? Mengapa kita melakukan pekerjaan yang saat

Ilham Damanik Ilham Damanik · 4 min read >
Cara Menemukan Apa Yang Kita Inginkan Dalam Hidup

Kehidupan seperti apa yang kita inginkan? Mengapa kita melakukan pekerjaan yang saat ini dikerjakan?

Ada milyaran orang yang berjalan di muka bumi ini tanpa pencarian dan tanpa tujuan. Banyak dari kita yang terlihat begitu asyik dengan dunia masing-masing, mulai dari bekerja di bank hingga pekerja seni lepas.

Semua tampak baik-baik saja, tampak bahagia, namun jika ditanya “Apa yang sebenarnya kau inginkan dalam hidup?”

Kebanyakan menjawab “Tidak  tahu!”

Bahkan orang-orang dewasa di usia 40-50 tahun, kebanyakan tidak tahu apa yang ingin dilakukan untuk dirinya sendiri. Ini terlihat seperti tugas paling berat bagi umat manusia, tapi sesulit itukah?

Ini sangat sederhana jika kita menerapkan “6 cara menemukan apa yang kamu inginkan dalam hidup!”

1. Cari Tahu Apa Yang Tidak Kamu Sukai

Kebanyakan orang lebih mudah menjawab jika ditanya apa yang tidak disukai dalam hidupnya. Tapi kabar baiknya, hal itu pula yang mengarahkan kita untuk mengetahui apa yang kita sukai, bukan?

Inilah yang di sebut “otak primitif”. yaitu otak yang bekerja otomatis mengarahkan kita untuk menghindar dari sesuatu yang tidak nyaman.

Misalnya:

-Aku tidak suka berbicara dengan orang bodoh

-Aku tidak suka bekerja diatur-atur

-Aku tidak suka melakukan semuanya sendiri

Mulailah dari memikirkan kehidupan kita sendiri tentang apa yang tidak menyenangkan, kemudian memikirkan kehidupan yang lebih meluas, misalnya, kita tidak suka melihat orang lain bertengkar, kita tidak suka melihat peperangan, dan kita tidak suka melihat orang lain teraniaya.

Satu hal yang tidak kita sukai akan menjadi referensi untuk mengetahui apa yang kita sukai. Sebagai contoh, kita akan menghindar dari pekerjaan yang terlalu mengekang dan banyak aturan lalu mencari pekerjaan yang lebih bebas dan memiliki kepuasan tersendiri.

2. Bereksperimen Dengan Pengalaman

Meskipun orang-orang bijak berkata jangan hanya belajar dari satu buku saja, tampaknya suatu pengalaman kerap menjadi dampak abadi dalam kehidupan kita.

Sebab tak ada buku yang ilmunya lebih valid untuk dipahami daripada apa yang sudah kita alami sendiri.

Ini sangat rumit, tapi sebagai contoh, katakanlah satu pengalaman itu seperti sebuah lidi. Sangat mudah dipatahkan. Namun jika kita sudah mengumpulkan ratusan lidi, bukankah itu bisa menyapu bersih setiap argumen sampah yang mencoba untuk menjatuhkan?

Kita memerlukan sekumpulan data yang lebih besar untuk mengetahui apa yang benar-benar kita sukai atau tidak sukai. Jika kamu merasa suatu pekerjaan tidak membuatmu berkembang, pergilah dan cari hal baru.

Biarkan orang berkata kamu egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Karena jika tidak begitu, kamu tidak akan tahu apa tujuan hidupmu sebenarnya!

Baca Juga : Prinsip Hidup Yang Harus Kamu Miliki Sebelum Usia 20-an

3. Apa Yang Membuat Kamu Harus Keluar Rumah?

Sofa itu terlalu nyaman. Meja, lampu, jendela dan keluarga yang kita pandangi setiap hari penuh kenangan. Ini semua adalah sekeping surga yang turun ke bumi. Tapi ada sesuatu yang janggal di dalam hati.

Ada sesuatu yang seperti mendorong kita untuk keluar dari sana. Meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama atau mungkin sebentar saja. Sederhananya, mau tidak mau kita harus keluar setidaknya untuk membeli makanan.

Namun terkadang lebih rumit dari sekedar perkara isi perut.

Ada sesuatu yang tampaknya membuat kita dirugikan jika hanya duduk diam di rumah. Entah apakah itu, tapi semua orang pasti memilikinya.

Mungkin mendaftar les musik? atau yang berkaitan dengan hobi lainnya? Memperbaiki jembatan untuk menolong orang di pedesaan agar mudah menuju sekolah?

Bagi kita, untuk bertahan hidup saja tidak cukup, ada sesuatu yang harus kita kejar dalam hidup. Sesuatu yang membuat kita bersemangat bangun di pagi hari. Jawaban itu hanya bisa kau tanyakan pada dirimu sendiri.

4. Jika Umurmu Tinggal Satu Tahun Lagi, Dengan Apa Kamu Menghabiskannya?

Tidak dapat disangkal bahwa kita dilahirkan untuk dikuburkan. Jika kita tidak memiliki akal, hasrat dan perasaan, mungkin kita hanya akan duduk diam dan menunggu waktunya dikuburkan.

Tapi kita memiliki pikiran.

Sehingga tak ingin menjawabnya secara spontan, dan butuh waktu lebih lama lagi untuk memikirkan dengan apa menghabiskan umur yang tersisa.

Sebagian besar dari kita tidak suka membicarakan kematian, apalagi memikirkannya. Namun faktanya dengan memikirkan kematian kita jadi lebih fokus pada apa yang tersisa, apa yang sudah ada, apa yang sudah kita dapatkan, dan apa yang belum kita lakukan.

Atau setidaknya itu membuat kita lebih memikirkan apa yang benar-benar penting saja, dan melupakan apa yang seharusnya tidak dipikirkan.

Membayangkan ketiadaanmu sendiri akan membuat kamu merasakan pentingnya keberadaanmu.

Tentang bagaimana orang-orang bercerita tentang dirimu saat kamu sudah tiada? Tentang siapa dan bagaimana orang yang menggantikan posisimu di pekerjaan? Tentang bagaimana keluarga menjalani hidupnya tanpa kehadiranmu? atau tentang apa yang terjadi pada dirimu setelah mati?

Mungkin ini terasa berat, sulit di terima, tapi sangat penting untuk di pikirkan, karena pada akhirnya kematianlah yang mengarahkan kita untuk menemukan tujuan hidup sebenarnya.

Baca Juga : 5 Cara Mencapai Kesuksesan Hidup Dengan Motivasi Intrinsik

5. Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Bagaimana bisa?

Terkadang belajar dari pengalaman sendiri saja sulit, bagaimana lagi belajar  dari pengalaman orang lain? Jika hal itu yang kamu pikirkan, maka berhentilah meneruskannya.

Jika kamu benar-benar ingin menemukana apa yang kamu inginkan dalam hidup, maka lihatlah orang-orang yang lebih tua darimu. Belajar dari orang-orang yang memiliki ilmu dan memiliki banyak pengalaman.

Pada akhirnya, ini akan menyadarkan bahwa kita bodoh dan benar ilmu itu diturunkan.

Jangan simpan keinginanmu didalam kepalamu sendiri. Tanyakan sesuatu pada mereka, mungkin seorang ibu yang mengerti semuanya.

Atau pernahkah kamu melihat orang lain sukses lalu berkata “Aku harus seperti dia!”

dan pernahkah kamu melihat orang lain sukses lalu berkata “Mengapa dia bisa??!!!!”

Lihatlah orang-orang, apa yang mereka lakukan, dan bagaimana mereka melakukannya. Hal itu membantu kita menemukan apa yang kita inginkan dalam hidup, karena pada dasarnya otak kita kosong sehingga faktor eksternal sangat berperan penting dalam pencarian jati diri.

6. Apa Yang Membuat Kamu Lupa Makan?

Anak-anak sekarang seharusnya di bawakan bontot oleh ibunya jika ingin pergi ke warnet atau mungkin beberapa dari kita perlu infus nutrisi saat bermain video game, sosial media atau streaming film favorit!

Bahkan di masa-masa merintis dahulu, Steve Jobs seharusnya memiliki kekasih yang menyuapkan makanan ke mulutnya saat  ia sedang bekerja!

Ini bukan tentang apa yang kita lakukan atau apa dampak positif dan negatifnya, tetapi ini tentang hasrat! Ya meskipun alangkah baiknya jika yang kita lakukan itu bermanfaat dan memiliki dampak positif.

Jika suatu kegiatan membuat kita lupa waktu, lupa makan bahkan lupa diri, itu sangat luar biasa. Itu adalah gairah!

Bahkan saat kamu hanya sekedar menonton film favorit, jika itu membuat kamu lupa waktu, jangan melihat apakah itu merugikan atau tidak. Lihatlah apa esensi dan makna mengapa kamu melakukannya, jawabannya adalah hasrat.

Nah, hal itu bisa dengan mudah kamu terapkan dengan kegiatan lainnya yang lebih positif.

Baca Juga : 5 Hal Ini Akan Membantumu Tetap Fokus Pada Impianmu!

Demikianlah pembahasan kita tentang 6 cara menemukan apa yang kamu inginkan dalam hidup. Pada akhirnya, kita juga menyadari bahwa hidup penuh kejutan dan banyak hal yang tidak terduga.

Terkadang apa yang kita kira rumit ternyata sederhana. Apa yang kita anggap sulit ternyata mudah.

Bahkan terkadang kita salah paham terhadap diri sendiri, terhadap apa yang sebenarnya kita lakukan dan ingin lakukan. Namun tidak ada kata terlambat. Jika kamu ingin mengubah tujuan hidupmu, ingin melakukan apa yang kamu inginkan, maka kamu bisa memulai langkah baru dari sekarang!

Ilham Damanik
Aku merasa seperti seorang penulis Read Full Profile