7 Cara Jitu Menenangkan Hati dan Pikiran Yang Kacau

Pernahkah dikepala kamu tervisualkan gambar-gambar menakutkan, suara-suara hingga cerita siapa penyebab dan

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Cara Menenangkan Hati dan Pikiran yang Kacau

Pernahkah dikepala kamu tervisualkan gambar-gambar menakutkan, suara-suara hingga cerita siapa penyebab dan siapa yang harus disalahkan dalam kejadian itu?

Mungkin dalam bayang-bayang itu yang disalahkan adalah dirimu. Tapi santai saja. Kamu normal. Kamu baik-baik saja. Kamu tidak sendirian karena begitulah cara otak kita merespons stress secara biologis.

Neurosciense, baru-baru ini menemukan bahwa tetap tenang dibawah tekanan bukanlah sifat atau karakter bawaan, tetapi suatu keterampilan yang dapat dipelajari.

Mungkin kamu pernah melihat mulai dari teman-teman sebaya maupun tokoh-tokoh masyarakat, dimana mereka bisa tetap tenang meskipun dalam kondisi yang mungkin akan membuat dirimu hancur berkeping-keping. Tak perlu terlalu kagum, namun kamu perlu mengikuti apa rahasianya sehingga orang-orang bisa menenangkan hati dan pikiran yang kacau dengan begitu mudahnya.

Kita semua sama. Tak perlu membandingkan dirimu dengan yang lain, ini hanya perkara apakah kamu mau belajar atau tidak.

1. Lambatkan Pernapasan, Hanya Fokus Pada Napas

Lambatkan Pernapasan
Lambatkan Pernapasan

Saat kamu mengalami tekanan dari pikiran yang kacau, semua bayangan dikepala terus menggerogoti pikiran positifmu sampai pada sebuah pertanyaaan, bertarung atau lari? melawan atau menyerah?

Sesuatu yang sangat normal terjadi. Namun tugasmu hanya perlu sadar bahwa apa yang kamu bayangkan belum benar-benar nyata terjadi. Saat pikiran realitas kita bekerja, yang kita lihat hanyalah apa yang tampak saja. Seperti matematika kita mengira-ngira namun pada kenyataannya masa depan tidak terkira dan tidak ada hukum pasti untuk apa yang akan terjadi nanti.

Entah pikiran kacaumu berasal dari masa lalu atau masa depan, tetapi cara sederhana untuk meredamnya adalah dengan melambatkan pernapasan.

Bernapaslah pelan-pelan dan dalam, hitung mulai 1-10 saat kamu menarik napas, dan juga hitung 1-10 saat kamu menghembuskan napas. Cara ini akan menghadirkan kesadaran tentang keberadaanmu, serta menghilangkan pertanyaan bertarung atau lari? melawan atau menyerah?

Baca Juga: Sisi Gelap Dibalik Positivity, Bukannya Jadi Bahagia Malah Berbahaya

2. Bekukan Dirimu Sampai Kamu Merasa Cukup

Jauhkan Dirimu Dari Hal Yang Mengganggu
Jauhkan Dirimu Dari Hal Yang Mengganggu

Tahukah kamu seperti apa bentuk es yang membeku didalam lemari pendingin? Jadilah seperti itu sekarang.

Carilah tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan agar kamu bisa benar-benar menghentikan semua kemampuan inderamu, seperti mulut, mata, telinga, kulit bahkan pikiran dan emosi.

Sisakan suatu kesadaran bahwa kamu hanya ada. Lepaskan pikiran ini nyata, fakta atau khayalan. Jangan memikirkan apapun, kecuali tarikan-hembusan napas dan kesadaran bahwa kamu ada. Jangan bergerak dan jangan memikirkan bahkan merasakan apapun. Jadilah beku. Karena hal itu dapat melambatkan bulir darah serta merestart ulang cara kerja otak.

3. Temui Orang-orang Yang Kamu Kenal Memiliki Pikiran Positif

Temui Orang Kamu Kenal Memiliki Pikiran Positif
Temui Orang Kamu Kenal Memiliki Pikiran Positif

Pikiran yang kacau tidak selalu berasal dari masa lalu dan masa depan, terkadang ia adalah bentuk kekacauan dari apa yang kita alami sehari-hari. Tetapi seburuk apapun kejadian yang kamu alami, atau sekacau apapun orang-orang yang ada disekelilingmu. Pasti selalu ada orang-orang yang baik dan selalu berpikiran positif.

Mungkin ada beberapa orang yang kamu kenal, yang hanya berada didekat mereka saja kamu sudah mengalami stress. Nah, jadi saat kamu berada dipikiran yang kacau, jauhilah mereka.

Kelilingi dirimu dengan orang-orang positif, walaupun tidak menghilangkan bebanmu seutuhnya. Setidaknya dikelilingi oleh orang-orang yang positif tidak akan membuat kamu semakin jatuh kebawah.

4. Tidur

Tidur
Tidur

Seberapa nyenyak tidurmu malam ini?

Terkadang masalah yang kita anggap begitu besar ternyata kecil. Terkadang kita hanya panik dengan kondisi pikiran yang kacau, cemas dan lain-lain sehingga tidak bisa berpikir jernih. Pikiran yang jernih kita berasal dari tidur yang nyenyak. Jangan lupa bahwa tidur juga bisa menjadi obat yang meredam rasa sakit.

Stress yang kamu alami menjadi seperti masalah besar hanya karena kamu kurang tidur. Maka jangan panik sebab kamu hanya perlu tidur yang cukup.

5. Perhatikan Sekeliling Secara Penuh Kesadaran

Perhatikan Sekelilingmu
Perhatikan Sekelilingmu

Saat kamu berada ditengah-tengah kesibukan, atau sedang berbaur dengan lingkungan, coba perhatikan sekelilingmu dengan penuh kesadaran.

Perhatikan wajah mereka satu persatu tanpa pandang bulu. Perhatikan meja-meja dan kursi, hingga lampu serta semua benda yang ada disekelilingmu.

Biarkan pandanganmu terus mengelilingi tempat tersebut sampai kamu menemukan makna yang membuat dirimu takjub akan semuanya.

Sekarang kamu mungkin lebih terhubung dengan indera yang kamu miliki. Membawa kesadaranmu lebih terhubung dengan momen saat ini dan secara otomatis hal itu membuatmu lupa pada pikiranmu sebelumnya. Sekarang kekacauan itu hanya sebentuk perasaan saja. Namun yang terpenting adalah kamu sadar bahwa semua kekacauan berasal dari pikiran.

6. Jangan Berhenti Bersyukur

Jangan Lupa Bersyukur
Jangan Lupa Bersyukur

Terkadang ketika pikiran kacau, kita jadi berhenti bersyukur. Mengutuk keadaan hingga memaki diri sendiri. Tapi itu bukan salahmu, karena kamu tidak dalam kondisi yang sepenuhnya sadar saat memikirkan hal-hal negatif itu.

Cobalah lebih banyak bersyukur dengan sebentuk tindakan yang nyata. Seperti mengucapkan terimakasih secara langsung kepada orang-orang atau berterimakasih kepada Sang Pencipta dan lain-lain.

Atau dimalam hari, coba ingat kembali hal-hal baik apa yang kamu dapatkan dan tuliskan pada catatan dikertas maupun ponselmu. Tulis hal-hal indah yang sudah kamu alami seharian ini, mungkin dengan begitu kamu akan lebih bersyukur.

7. Hadapi Pikiran Kacaumu, Tantang Dirimu Untuk Masuk Kedalamnya

Hadapi Pikiran Kacau Tersebut
Hadapi Pikiran Kacau Tersebut

Pikiran yang kacau terlihat sangat menakutkan karena kita belum mengalami hal itu. Ini sama saja seperti ketika kamu memikirkan hal-hal yang indah. Kamu merasa bahwa itu akan benar-benar indah namun saat mengalaminya ternyata tidak.

Jadi pada akhirnya semua yang ada dipikiran kita tidaklah perlu dikhawatirkan. Memang wajar jika kita memiliki perasaan khawatir, namun jangan terlalu berlebihan karena itulah sumber kekacauan dalam pikiran.

Saat kamu mengalami perasaan khawatir, ubah perspektifmu menjadi ingin tahu. Dengan mengubah pola pikir, kamu akan lebih tenang menghadapi yang akan terjadi.

Timbulkan lagi kepercayaan bahwa kamu memiliki peluang. Peluangnya adalah tidak ada masalah yang tak bisa dilewati. Berpikir dengan cara ini akan membuat kamu lebih tenang menghadapi semuanya. Sehingga kamu pun percaya, bahwa hidup tidak akan lepas dari kekacauan dan masalah. Jadi ini bukan tentang bagaimana menyelesaikan masalah, tetapi bagaimana sikap kita menghadapi masalah.

Baca Juga: 5 Hal Positif Yang Bisa Kamu Dapatkan Dari Sebuah Kegagalan

Kesimpulannya,

Pikiran yang kacau dan hati yang tidak tenang adalah ketegangan pada mental dan fisik. Tujuh poin diatas hanya menunjukkan bagaimana cara agar kamu tidak terlalu tegang. Pada akhirnya kita kembali lagi menerapkan teknik mindfulness, karena hanya dengan cara itu kita bisa keluar dari arus pikiran yang sangat kacau, dan menyadari adanya kekacauan yang berlalu dalam pikiran kita.

Dan yang terpenting untuk kita ingat adalah kita tidak dapat mengendalikan masa lalu dan  masa depan. Sekeras apapun kita berusaha untuk mendapatkan yang terbaik di masa depan, tetap saja itu belum tentu kita dapatkan. Siap tidak siap, hadapi semuanya apapun yang akan terjadi.

Ilham Damanik
Menulis-Membaca-Bermimpi Read Full Profile