in ,

Sering Diejek, 5 Cara Mengatasi Bullying Yang Datang Kepadamu

Cara Mengatasi Bullying
Cara Mengatasi Bullying

Pernah menjadi korban bullying ? Apa kata-kata yang tepat untuk diucapkan kepada mereka yang suka mencela atau merendakan dirimu ?

“Abaikan saja”

“Mereka hanya cemburu”

Kata-kata tersebut adalah yang paling ampuh untuk menanggapi omongan orang. Namun sejatinya kata-kata tidak akan mengubah apa-apa jika tidak diikuti dengan perasaan yang tepat.

Mungkin kita mengucapkan “A” namun hati mengatakan “B”.  Dan hal inilah yang membuat suatu masalah menjadi bercabang-cabang.

Mungkin pengganggu atau orang yang mengintimidasi kita hanya berkata-kata selama 2 menit, namun kita mendapatkan rasa sakitnya lebih dari 2 bulan.

Bahkan terkadang yang lebih parah lagi, belum lagi rasa sakit yang lama sembuh orang tersebut sudah menyakiti hati kita lagi dengan kata-katanya.

Kami mengerti perasaanmu dan kamu bukan satu-satunya yang mengalami ini. Percayalah, kami disini mendukungmu.

Berikut beberapa cara bijak mengatasi masalah bully!

1. Memahami Kondisi Mental Pembully

Memahami Pembully
Memahami Pembully

Bullying atau mengintimidasi orang lain, seringkali dilakukan oleh orang-orang dengan luka batin yang cukup parah.

Kebanyakan orang-orang yang suka membully mengalami situasi yang penuh tekanan di masa lalunya, atau mungkin di tempat-tempat lainnya, baik di sekolah, dilingkungan tempat tinggal bahkan di rumah.

Penyebab lain dari bullying juga berasal dari kecemburuan dan ketakutannya akan ejekan orang lain, sehingga ia mengintimidasi untuk membuat tameng sebelum orang lain mengintimidasinya.

Dengan kata lain, pelaku bully mengatakan hal-hal yang buruk bukan karena membenci seseorang, tetapi karena membenci dirinya sendiri.

Lebih parah lagi, ada pendapat lain dari sudut pandang psikologi bahwa ternyata kebanyakan pelaku bullying mengalami gangguan mental yang disebut narsisisme.

Ciri-ciri narsisisme salah satunya adalah mereka seringkali memuji diri sendiri dengan cara merendahkan orang lain.

Maka jika kamu diganggu atau ditindas oleh orang lain, tolong jangan merasa sebagai korban yang teraniaya. Karena korban sebenarnya adalah pelakunya.

2. Tidak Emosional dan Berpikiran Terbuka

Mengontrol Emosi
Mengontrol Emosi

Perasaan yang sangat kuat dapat menciptakan semacam terowongan sempit di dalam pikiran yang membatasi sudut pandang.

Semisal, ketika seseorang mengganggu kita dengan kata-kata buruk, meresponnya dengan emosi yang kuat seperti kemarahan akan mempersempit perhatian.

Saat kita menggunakan emosi, pikiran hanya fokus pada satu titik saja. Semisal ketika kamu marah pada seseorang, perhatianmu hanya akan fokus pada orang itu saja.

Perasaan-perasaan negatif semacam kemarahan akan membuat kita lebih sulit menghadapi para pengganggu.

Maka sangat penting untuk tidak menggunakan emosi di saat-saat seperti ini, sebab cara satu-satunya adalah bersikap tenang dan berpikiran terbuka.

Baca juga: Saat Hatimu Hancur, Cemas, Galau, Kamu Mungkin Lupa 6 Hal Ini

3. Jangan Hanya Diam Saja

Jangan Hanya Diam
Jangan Hanya Diam

Orang yang diam dan orang yang berbicara memiliki fungsi otak yang berbeda. Ketika kita diam, otak kita akan lebih mudah memasukkan informasi atau merespon apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.

Terlebih ketika kita mengalami situasi yang penuh tekanan, otak kita akan membuat semacam kabut yang menyumbat pikiran. Hal inilah yang bisa membuat seseorang menjadi stress, depresi dan tidak percaya diri.

Salah satu cara menghadapi situasi ketika seseorang mengganggu kamu, semisal, seseorang mendatangi kamu dengan memanggil nama julukanmu dan mengatakan kamu gendut. Jawab dengan “Aku tau aku gendut hahahaha” tertawalah sekeras-kerasnya.

Tatap mata orang tersebut lalu pergilah.

Atau jika kamu tidak mampu melakukannya, maka pergi saja tanpa mempedulikan mereka. Setelahnya, coba temui seseorang yang kamu percaya, ceritakan masalah itu agar hatimu lebih lapang.

4. Jangan Menganggap Dirimu Sebagai Korban

Jangan Anggap Dirimu Korban
Jangan Anggap Dirimu Korban

Satu hal yang semakin membuat seorang pembully ketagihan adalah ketika orang yang dibully pasrah.

Mungkin kamu tidak memiliki keberanian yang cukup besar, namun kamu bisa ikut tertawa dengan mereka. Di awal mungkin ini terasa sulit, namun bersikaplah seolah kata-kata mereka tidak ditujukan untukmu.

Saat seseorang mengatakan hal buruk tentang kita, tujuannya adalah melihat reaksi kita. Maka cara yang tepat untuk mengecewakan si pembully adalah dengan memberikan reaksi yang tidak diduganya.

5. Hindari Stress

Hindari Stress
Hindari Stress

Sebenarnya intimidasi yang dilakukan orang lain kepada kita hanyalah terjadi sekitar beberapa menit saja. Selebihnya, kitalah yang mengintimidasi diri sendiri.

Jangan biarkan omongan orang lain membuat kamu menjadi stress. Sebenarnya omongan orang lain tidak mampu menjelaskan siapa kamu, karena hanya dirimu yang tahu akan hal itu.

Hanya kamu yang tahu siapa kamu sekarang dan akan menjadi siapa kamu ke depannya.

Seorang pembully hanya berbicara sesuai egonya bukan sesuai fakta, maka alangkah baiknya untuk tidak menelan omongan orang lain sedikitpun.

Pantau terus apa yang terlintas dipikiran kamu. Jika pikiran mulai memunculkan hal-hal negatif, pelan-pelan alihkan ke tengah-tengah antara positif dan negatif. Pikirkanlah tentang kemungkinan yang baik-baik saja tentang hidupmu.

Tak cukup sampai disitu saja, inilah beberapa hal yang harus kamu hindari saat berhadapan dengan si pengganggu:

  • Melawannya dengan cara yang sama
  • Berpikir bahwa kamu pantas diintimidasi
  • Memendamnya sendirian
  • Melukai diri sendiri, mencaci diri sendiri dan berpikir negatif terhadap diri sendiri.
  • Bersembunyi dari pelaku intimidasi

Baca juga : Ada Suara Dalam Kepala? Begini 3 Cara Memperbaikinya

Akhir Kata

Jangan berpikir bahwa orang lain lebih dari diri kita, jangan pula berpikir kita lebih baik dari orang lain. Kita tidak pernah tahu siapa sebenarnya yang lebih baik atau lebih baik.

Tak apa menjadi berbeda dari orang lain. Tetaplah menjadi dirimu sendiri. Jangan biarkan seorangpun mengambil motivasi, impian dan prinsip hidup yang kamu pegang. Itu milikmu pribadi!

Demikianlah artikel tentang cara mengatasi masalah bullying. Semoga bermanfaat.

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening