8 Cara Mengatasi dan Menangani Anak Hiperaktif dengan Tepat

Menangani anak hiperaktif merupakan bagian dari parenting yang tidak ada batasannya. Banyak

Rima Mustika Rima Mustika · 4 min read >
Cara Menangani Anak Hiperaktif

Menangani anak hiperaktif merupakan bagian dari parenting yang tidak ada batasannya. Banyak sekali yang bisa kita pelajari mulai dari dalam kandungan hingga anak tersebut lahir ke dunia. Memang tidak mudah namun harus anda hadapi sebagai orang tua.

Tantangan menjadi orang tua juga besar sekali. Pengaruhnya ke anak dirasa kuat karena orang tua adalah tempat pertama bagi anak belajar. Umumnya anak akan dengan cepat meniru apa yang orang tua nya lakukan.

Lalu bagaimana jika si anak memiliki keunikan yakni berbeda dari anak pada umumnya ?. Hal ini tentu memberikan ketakutan tersendiri bagi orang tua dalam menangani anak. Takut anaknya tidak bisa menghadapi hidup yang keras di masa depan.

Jika kita berbicara dari sudut pandang psikologis, ada banyak gangguan yang bisa dialami oleh anak. Sering kita lihat anak yang terlihat aktif sekali berlarian kesana kemari tanpa lelah. Ya, mungkin kita berpikir bahwa “namanya juga anak kecil, maunya main”.

Apa Yang Menyebabkan Anak Menjadi Hiperaktif ?

Penyebab Anak Hiperaktif
Penyebab Anak Hiperaktif

Namun jika anak terlihat seperti tidak mampu mengendalikan gerakan tubuhnya, ini yang harus diwaspadai. Anak yang terlampau aktif sering dijuluki sebagai anak hiperaktif. Hei, tahukah anda bahwa hiperaktif adalah nama salah satu gangguan pada anak ?.

Banyak yang menyalah artikan hiperaktif sebagai hal yang biasa terjadi pada anak yang tidak bisa diam. Padahal hiperaktif merupakan sebuah gangguan perilaku yang cenderung tidak normal dan membutuhkan cara menangani yang tepat. Mengapa tidak normal ? karena dalam prosesnya terjadi disfungsi secara neurologis.

Gejalanya terlihat ketika anak tidak mampu mengendalikan gerakan tubuh dan perhatiannya. Gangguan ini hampir mirip jika dilihat sekilas oleh orang awam. Namun secara psikologis sangat jelas bedanya. Ibaratnya, hiperaktif masih satu rumpun dengan masalah anak ADHD.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab ADHD Pada Anak, Orang Tua Wajib Baca

Gangguan ini berpusat pada sistem saraf otak yang rusak sehingga menyebabkan fokus anak akan sulit. Jika ia mampu fokus, maka tidak akan bertahan lama. Penyebab dari gangguan ini dari psikologi biasanya datang dari lingkungan, kelainan otak, infeksi, gizi buruk bahkan kemungkinan disebabkan oleh adanya riwayat benturan di kepala.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika seandainya anak anda menderita gangguan psikologis ini ?. Cermati terlebih dahulu apakah penyebab terbesarnya. Walaupun disebutkan dari beberapa penyebab, namun bisa berbeda-beda porsi pengaruhnya bagi anak. Berikut adalah cara menangani anak dengan gangguan hiperaktif.

1. Acceptance

Acceptance
Acceptance

Hal pertama yang harus dilakukan orang tua untuk menangani anak dengan gangguan hiperaktif adalah acceptance. Artinya anda harus bisa menjalani proses penerimaan dalam diri bahwa anak anda memiliki gangguan tersebut.

Acceptance memiliki peran cukup penting bagi diri orang tua. Ketika anda bisa menerima kenyataan bahwa anak anda menderita gangguan hiperaktif, maka akan lebih mudah untuk mencari perawatannya.

Anda juga akan lebih bersemangat dan fokus menjalani hidup anda apa adanya. Ketika penerimaan sudah ada pada diri anda, maka anda dapat terhindar dari stres berkepanjangan yang biasanya merupakan akibat dari masalah ini.

Baca Juga: Gejala Baby Blues, Para Ibu Harus Paham Cara Menyikapinya

2. Berikan Fasilitas Kepada Anak

Memberikan Fasilitas Yang Baik Untuk Anak Hiperaktif
Memberikan Fasilitas Yang Baik Untuk Anak Hiperaktif

Seperti yang kita ketahui bahwa anak dengan kebutuhan khusus memerlukan penanganan khusus. Untuk itu, anda perlu memberikan fasilitas dan kepedulian ekstra kepada anak. Berikan semua hal yang menunjang hidupnya.

Fasilitas memadai yang diberikan dapat membantu mengatur dan menangani keseharian si anak. Selain itu persiapkan energi dan mental anda dengan baik. Itu pentingnya acceptance pada poin nomor 1. Untuk menunjang motivasi anda sehingga bersemangat merawat anak anda yang unik.

3. Buat Peraturan

Membuat Peraturan Khusus
Membuat Peraturan Khusus

Peraturan yang dimaksud bukanlah peraturan yang ketat seperti yang dibayangkan. Hanya saja anda harus mengatur jadwal aktivitas si anak. Menangani anak hiperaktif sebaiknya bisa mengatur jadwal aktivitas anak dengan sama setiap minggunya.

Anak dengan kebutuhan khusus memiliki keunikan yakni mereka terbiasa dengan rutinitas yang terstruktur. Jika ada yang berbeda sekali saja, hal ini akan membingungkan anak. Jika anda memang harus mengganti jadwal anak, lakukan dengan perlahan dan satu persatu.

4. Latih Diri Untuk Sabar

Kesabaran Diperlukan Untuk Mengasuh Anak Hiperaktif
Kesabaran Diperlukan Untuk Mengasuh Anak Hiperaktif

Kesabaran yang besar dibutuhkan untuk dapat merawat anak dengan gangguan hiperaktif. Anda memerlukan kontak fisik ketika berbicara dengan anak agar pesan dapat disampaikan dengan baik. Tidak mudah menangani anak hiperaktif.

Memang harus membutuhkan pengulangan jika diperlukan. Kegiatan pengulangan dan rutinitas ini tentu membuat anda jenuh.

Kejenuhan ini akan menurunkan kesabaran anda sehingga mungkin ada peluang bagi anda untuk melepaskan kemarahan terhadap anak. Hal ini perlu dihindari karena hanya akan memancing anak untuk lebih tidak bisa diatur dari biasanya.

5. Gunakan Bahasa Yang Mudah

Gunakan Bahasa Yang Mudah
Gunakan Bahasa Yang Mudah

Jika anda ingin berbicara dengan anak hiperaktif, pastikan anda mendapatkan atensinya. Ketika atensi anak sudah hadir, anda dapat berbicara kepada anak dengan bahasa yang mudah dipahami. Anda bisa melakukan trial and error bahasa kepada anak untuk mengetahui semudah apa bahasa yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan anak.

Anda tidak dapat memaksakan anak untuk memahami apa yang anda sampaikan dengan bahasa yang tinggi. Pahami dari sisi anak dan terapkan komunikasi dua arah yang mudah dimengerti.

6. Menjauhkan Gangguan

Menjauhkan Gangguan Lingkungan
Menjauhkan Gangguan Lingkungan Via Shanihay.com

Gangguan ini maksudnya adalah hal-hal disekitar kita yang bisa memecah konsentrasi si anak. Jika anak sedang belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah, usahakan sediakan tempat yang tenang dari gangguan seperti bunyi-bunyian untuk menghindari fokus anak yang terpecah.

Anak dengan gangguan hiperaktif mudah sekali terdistraksi oleh bunyi, benda berwarna terang bahkan intonasi anda saat berbicara. Perlu diketahui bahwa anak berkebutuhan khusus lebih perasa dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.

7. Lengkapi Dengan Reward

Melengkapi Aktifitasnya Dengan Reward atau Hadiah
Melengkapi Aktifitasnya Dengan Reward atau Hadiah

Ketika anak mampu menyelesaikan tugasnya seperti bisa mandi sendiri, memakai baju sendiri atau bisa menyelesaikan tugas sekolah dengan baik, jangan lupa untuk memberikan reward pada anak. Reward yang diberikan akan berperan sebagai penguat perilaku anak.

Ia akan merasa termotivasi untuk belajar lebih baik. Sekedar pujian saja sudah merupakan reward yang besar bagi mereka. Reward juga diharapkan akan membentuk perilaku baik yang telah dikerjakan oleh anak menetap pada dirinya.

Baca Juga: Hukuman Pada Anak, Perlukah Diberikan Oleh Orang Tua?

8. Perhatikan Asupan Makanan

Memperhatikan Gizi Anak Hiperaktif
Memperhatikan Gizi Anak Hiperaktif

Selain 7 poin diatas, anda juga harus memerhatikan asupan makanan pada anak. umumnya anak dengan gangguan psikologis ini sebaiknya tidak diberikan makanan yang manis-manis berlebihan. Mungkin penelitian yang menunjukkan bahwa asupan gula bisa memperparah gangguan psikologis hiperaktif belum terbukti secara klinis.

Namun memang benar adanya bahwa asupan gula dapat memengaruhi perilaku seseorang. Untuk itu penting bagi anda agar memerhatikan makanan dan minuman pada anak. Berikan makanan yang memiliki gizi tinggi. Anak dengan gangguan psikologis biasanya sangat diperhatikan apa yang mereka konsumsi.

Tidak lupa untuk memberikan “hari libur” bagi anak anda. Mereka membutuhkan rehat dari kegiatan sehari-hari yang padat. Hal ini bisa anda lakukan dengan mengajaknya jalan-jalan, memberikan kebebasan untuk menonton televisi atau film.

Berikan hal-hal yang dia sukai di hari liburnya. Dengan begitu anak akan belajar mengetahui jadwal kegiatan mereka sehari-hari dan mempelajari apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya tidak dilakukan.

Tentu lakukan pengawasan pada anak. Karena anak dengan gangguan ini memiliki impulsivitas dalam dirinya di mana ketika lengah dari pengawasan ia akan bertindak tanpa berpikir. Misalnya dia merasa marah pada temannya, jika tidak diajari dan diawasi ia tidak akan segan untuk memukul temannya tersebut.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Masalah Anak Susah Makan, Orang Tua Harus Paham

Memang perjalanan merawat anak dengan gangguan ini sangat panjang. Namun ini juga merupakan bagian dari pembelajaran dari diri anda sebagai orang tua. Bahwasanya menjadi orang tua seperti sekolah seumur hidup.

Anda harus mampu mengendalikan apa yang anda lakukan dan ucapan karena anak akan dengan menirunya.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile