Cara Mengatasi Insomnia: Beserta Dampak Buruk dan Mencegahnya

Bagaimana dampak buruk dan cara mengatasi insomnia? Insomnia adalah masalah kesulitan tidur

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Cara Mengatasi Insomnia

Bagaimana dampak buruk dan cara mengatasi insomnia?

Insomnia adalah masalah kesulitan tidur yang paling umum di indonesia, terhitung lebih dari 2 juta kasus per-tahunnya. Orang-orang dengan gangguan ini mungkin bisa mendapatkan beberapa jam tidur lelap, namun sering terbangun dan bangun terlalu pagi.

Dan hari berikutnya, mungkin penderita insomnia akan merasa lesu, sulit fokus dan kurang motivasi. Namun tak sampai disitu saja, tahukah kamu bahwa insomnia berisiko cukup serius bagi kesehatan?

Insomnia kronis berisiko menimbulkan penyakit stroke, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan kurangnya istirahat yang menyebabkan kamu lebih rentan terserang berbagai penyakit.

Bukan hanya pada fisik, tetapi ini juga dapat menyerang kesehatan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Mengkonsumsi obat tidur dan penenang hanya mengurangi kecemasan kamu sementara, selain itu banyak efek samping yang mungkin lebih parah.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

A. Mengatasi Insomnia Dengan Renungan untuk Memperbaiki Pikiran

Mengatasi Insomnia Dengan Renungan
Mengatasi Insomnia Dengan Renungan

Jika benar kamu cemas, galau atau mengalami luka batin lainnya, maka sangat normal jika tidurmu terganggu. Luka batin memang tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan dengan tanda sesak di dada atau nyeri di bagian perut, punggung hingga kepala.

Saat kamu tertekan dengan kehidupan yang dijalani, merenungkannya mungkin dapat meringankan beban yang kamu pikul sendiri.

1. Kurangi Rasa Sakitmu Dengan Menangis

Jika kamu sedang dalam kondisi yang buruk, terima saja hal itu dan jangan ragu untuk meneteskan air mata. Lepaskan seluruh emosi dengan menangis, karena itu lebih baik daripada memaksa dirimu untuk beristirahat.

“Saya menyarankan bahwa kita merasa lebih baik setelah menangis karena benar-benar menangis. Bahan kimia yang menumpuk selama stress emosional akan dhilangkan air mata selama kita menangis” Kata William Frey, seorang profesor dari Universitas Minnesota. Maka mulailah merenung dan menangis untuk tidur lebih tenang.

2. Hubungkan Diri Dengan Keyakinanmu

Mungkin tak semua orang punya agama, dan tak semua orang juga percaya Tuhan. Tapi apapun yang kamu yakini, hubungkanlah dirimu dengan sesuatu yang lebih besar saat merenung. Dengan begitu kamu akan merasa lebih nyaman.

Menurut penelitian, 70 % orang dewasa percaya bahwa Tuhan adalah sesuatu yang dengannya kita merasa memiliki hubungan yang tak pernah terputus.

Berbagai penelitian lainnya menunjukkan bahwa menghubungkan diri dengan kekuatan yang besar dapat memberikan rasa nyaman, terlindungi dan bahagia.

“Jangan biarkan kesulitanmu membuat engkau menjadi cemas, setelah semua itu hanya di malam paling gelap bintang bersinar paling terang”

                                                                                          -Ali Bin Abi Thalib

Baca juga: 3 Cara Memperbaiki Dialog Batin, Menghapus Suara Didalam Kepala

B. Kiat Mencegah Insomnia 

Mencegah Insomnia
Mencegah Insomnia

Merenung dan menangis adalah cara untuk menghilangkan kecemasan dan pelepasan emosi yang membantumu lebih tenang. Tapi untuk mengatasi insomnia, ada kiat-kiat yang juga perlu kamu ikuti:

1. Merapikan Kamar & Tempat Tidur

Suhu, pencahayaan, dan kebisingan juga dapat menjadi faktor yang mengganggu tidur. Maka sangat disarankan agar kamu merapikan kamar dengan mengubah suasananya menjadi lebih nyaman dan jangan lupa juga untuk menjaga kebersihannya.

2. Relaksasi Dengan Mengatur Pernapasan

Atur napas dengan jarak sekitar 4 detik untuk menghisap udara, tahan 4 detik, lalu lepaskan selama 8 detik. Biasakan bernapas panjang dan dalam sampai kamu tak perlu menghitung jaraknya. Hal yang perlu diingat, mengendurkan tubuh butuh proses.

Jangan memaksakan hasil yang sempurna dalam sekejap. Tak apa jika pikiran masih berkeliaran dan mengganggu, kembali fokus saja pada aliran napas.

3. Olahraga Teratur

Selain baik untuk metabolisme dan kesehatan, olahraga juga dapat membantu kita meningkatkan kualitas tidur. Tapi jangan pula kamu  berolahraga ketika hendak tidur, karena itu dapat meningkatkan stimulan pada tubuh yang membuat kamu terus terjaga. Disarankan untuk menyelesaikan olahraga 3 jam sebelum kamu naik ke ranjang.

4. Kurangi Alkohol, Nikotin dan Kafein

Alkohol mungkin memiliki efek sedatif untuk beberapa jam setelah konsumsi, namun setelahnya ia dapat membuat kamu tertidur lelap dan masih ada kemungkinan untuk terbangun.

Sementara itu efek kafein dapat berlangsung selama 24 jam. Meskipun kafein sangat penting bagi peredaran darah, sangat disarankan agar kamu menguranginya. Sebab tidak hanya membuat kamu kesulitan memulai tidur, tetapi juga dapat menyebabkan sering terbangun.

5. Jangan Makan atau Minum Sebelum Tidur

Sangat penting untuk menghindari makan dan minuman sebelum tidur jika kamu ingin mengatasi insomnia. Mengkonsumsi makanan berat atau pun ringan tengah malam akan mengaktifkan sistem pencernaan yang membuat kamu tetap terjaga.

Selain itu, minum air larut malam dapat membanjiri kandung kemih, sehingga mengganggu tidurmu karena itu bisa membuatmu terbangun untuk buang air.

6. Dapatkan Pelayanan Kesehatan

Insomnia terbagi menjadi bagian ringan dan berat. Jika kamu merasa gangguan tidurmu sudah sangat parah, maka disarankan untuk segera mencari bantuan mulai dari terapi pencahayaan sampai pelayanan kesehatan lainnya.

Penyedia layanan kesehatan mungkin akan meminta kamu untuk mencatat waktu tidur selama satu sampai dua minggu dan bertanya bagaimana perasaan kamu di siang hari. Jadi, tak perlu takut untuk segera meminta saran dokter.

Baca juga : Kenali Jenis Gangguan Kecemasan Dan Cara Penanganannya

Catatan:

Putuskan sambungan perangkat elektronik seperti laptop, ponsel dan tablet karena cahaya dan frekuensi mereka dapat mengaktifkan sel otak dan membuat kamu sulit tidur.

Jika selama 20 menit kamu tidak bisa tertidur juga, maka bangun dan pindah ke ruangan lain, lakukan sesuatu seperti membaca buku. Kamu juga bisa menulis daftar aktivitas harian besok, atau menulis apapun untuk menyelesaikan kekhawatiranmu.

“Sesekali kau perlu pergi dari kenyataan, merasakan kepingan kematian tanpa kekhawatiran. Atur napasmu perlahan….”

Kesimpulan: 

Banyak penyebab yang bisa mengganggu tidur kita mulai dari beragam faktor eksternal hingga internal. Namun jangan biarkan semua itu menjadi penghalang yang menyulitkan pikiranmu dan membuat hatimu merasa tak enak. Terimalah semua dengan lapang dada. Berdamailah dengan dirimu sendiri sebelum kamu mencari cara untuk mengatasi insomnia. Semoga bermanfaat.

Ilham Damanik
Aku merasa seperti seorang penulis Read Full Profile