in ,

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Menulis Pada Anak Usia Dini

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak
Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak

Kesulitan belajar menulis pada anak memang gampang-gampang susah untuk ditangani. Tak jarang anak menunjukkan siklus sedang sulit untuk diajak belajar baik itu dari keinginan sendiri maupun dari tuntutan sebagai pelajar.

Anak-anak memang cenderung moody jika mengerjakan sesuatu. Memang tampaknya ada anak yang cenderung disiplin mengikuti jadwal hariannya termasuk memilah mana waktu belajar dan mana waktu bermain.

Tetapi kembali lagi ke konsep bahwa anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka membutuhkan waktu bermain dan bersosialisasi dengan teman seumurannya lebih banyak daripada belajar. Kemungkinan adanya kejenuhan pada anak karena porsi bermain yang kurang sekiranya dapat menjadi salah satu penyebab dari anak yang sulit untuk belajar.

Belajar yang dimaksud adalah belajar secara akademik seperti membaca, menulis hingga mengerjakan peer dari sekolah. Tentu anak harus mempelajari dasar-dasar untuk belajar secara akademik seperti belajar membaca dan belajar menulis.

Namun adakalanya mereka cenderung sulit untuk memulai atau belajar menulis. Coba kita ingat lagi sebagai orang dewasa, dahulu kita diajari untuk menulis mulai dari tulisan biasa hingga tulisan bersambung atau latin.

Tips Mengatasi Kesulitan Belajar Menulis Pada Anak

Belajar Menulis Pada Anak
Belajar Menulis Pada Anak

Tugas yang harus dilakukan untuk belajar menulis biasanya adalah menulis kalimat yang disediakan oleh guru di sekolah di buku tulis masing-masing. Tak jarang tulisan tersebut cukup panjang dan pada beberapa kasus menulis huruf sambung yang panjang akan membuat anak menjadi mudah bosan.

Tidak jarang pula keluhan datang dari baik guru maupun orang tua. Anak-anak yang belum dapat mengontrol emosinya dengan baik tentu kita lihat seolah adalah anak yang malas dan tidak ingin belajar. Alasan lisannya tentu karena capek menulis karena kalimat panjang melelahkan.

Labeling sebagai anak bodoh biasanya mengikuti. Karena hal ini biasanya dibarengi dengan malas menuliskan jawaban ketika ujian. Jika ditelaah lebih lanjut lagi, kemungkinan anak yang malas menulis ini bukan murni malas, hanya saja ia memiliki kelemahan tertentu yang harus di cari tahu penyebabnya.

Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan grafomotor. Kemampuan grafomotor adalah gabungan dari 5 jenis kemampuan dasar yang sebaiknya dikuasai anak untuk dapat menulis dengan baik.

Anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk dapat meningkatkan kemampuan grafomotor pada anak.

1. Kemampuan Persepsi Visual

Kemampuan Persepsi Visual
Kemampuan Persepsi Visual

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan grafomotor adalah dengan menggali kemampuan persepsi visual anak.

Kemampuan ini meliputi menerjemahkan huruf atau abjad ke dalam bentuk visual dan menilainya apakah tulisannya sudah benar sesuai dengan yang diucapkan atau tidak.

Pengucapan dari sebuah kata ini harus bisa dibayangkan oleh anak sebelum ia belajar mengeja kata tersebut menjadi sebuah tulisan. Hal ini bisa ditingkatkan dengan bantuan observasi selama pelajaran.

Bukan gurunya yang mengobservasi, tetapi anak. Ajaklah anak untuk belajar dengan berjalan-jalan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dari apa yang dilihat sehingga anak mendapatkan gambaran nyata.

Dari sini anak akan dapat mempersepsikan suatu hal sesuai wujud aslinya dan belajar menuliskan apa yang ia ketahui sesuai dengan susunan abjad yang benar sehingga bisa dibaca.

Baca Juga : 5 Cara Sederhana Menggali Minat Dan Bakat Anak Sejak Dini

2. Kode Ortografik

Kode Ortografik
Kode Ortografik

Kode ortografik membantu anak untuk memahami simbol-simbol dan huruf alphabet. Jika kita lihat huruf alphabet a hingga z merupakan abjad yang berdiri sendiri seperti kode.

Disertai dengan bentuknya masing-masing pada kode tersebut yang apabila disatukan akan membentuk sebuah kata yang bisa dibaca dan dituliskan.

Misalnya mempelajari huruf A, huruf A memiliki bentuk dan garis yang telah tercantum dan anak bisa mengingat bentuknya ketika belajar menghafal alphabet. Huruf A ini akan diasosiasikan dengan objek-objek yang memiliki awalan huruf A misalnya Apel, Anggur dan lainnya.

Itulah sebabnya terdapat beberapa poster mengenai objek-objek yang dibuat berdasarkan huruf alphabet. Hal ini untuk membantu anak yang kesulitan menghafal huruf dengan bentuk khasnya. Sehingga lebih mudah mengetahui huruf dengan bantuan asosiasi objek.

Selain itu anda atau guru di sekolah bisa memberikan contoh lain sekaligue memperagakannya kepada anak. Baik itu dengan alat bantu seperti papan tulis untuk menggambar atau mempraktekkan menjadi objek atau benda tersebut.

3. Melatih Kemampuan Motorik

Melatih Kemampuan Motorik
Melatih Kemampuan Motorik

Kemampuan yang harus dikembangkan lagi adalah kemampuan motorik pada anak. Motorik adalah kemampuan respon gerak pada anak.

Misalnya ketika anda atau guru mendiktekan sebuah kalimat yang harus ditulis segera, maka anak memiliki kemampuan untuk menggerakkan tangan yang terdiri dari ototnya untuk menulis dengan menggunakan pensil atau bolpoin.

Anak dengan kesulitan belajar menulis akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berespon menuliskan kembali. Anda atau guru dapat membantunya untuk menggerakkan pensil dan mencontohkan kata yang diminta untuk ditulis.

Sehingga anak tidak bingung dan tidak terlalu lama memegang pensil di mana ia akan mudah bosan karena lelah terlalu lama memegang pensil.

Bisa juga belajar dengan menggunakan alat bantu seperti clay, menyusun balok atau manik-manik, bisa juga dengan menggunting pola gambar suatu benda yang ia warnai.

Hal ini juga baik untuk merangsang kemampuan motoriknya dan membiasakan diri dengan urutan.

Terkait hubungan komunikasi dengan anak, kamu juga bisa membaca tentang Pengaruh Ke Mental Anak, 6 Sikap Ini Sebaiknya Di Hindari Orang Tua

4. Kemampuan Kinestetik

Kemampuan Kinestik
Kemampuan Kinestik

Seperti yang telah disebutkan pada poin 3, anak yang memiliki kesulitan belajar menulis akan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan suatu tugas menulis.

Hal ini akan membuatnya memegang pensil terlalu lama. Yang dapat anda lakukan adalah menentukan posisi nyaman anak untuk menulis.

Ketika ia bosan menulis sambil duduk di kursi, anda bisa memberikan kelonggaran bagi anak untuk memilih posisi menulis yang ia sukai.

Boleh juga berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Bisa dilakukan di dalam maupun di luar ruangan sesuai keinginan anak.

Baca Juga : 5 Cara Menangani Anak dengan Gangguan Belajar Disleksia

5. Koordinasi Motorik

Koordinasi Motorik
Koordinasi Motorik

Jika poin di atas adalah kemampuan motorik, pada poin ini adalah meningkatkan kemampuan koordinasi dari motorik anak. Anda dapat melatih anak untuk menulis dengan berbagai macam cara.

Misalnya menulis angka 0, terkadang guru mencontohkan membuat angka 0 di awali dari arah kiri ditarik garis ke bawah dan berhenti ke kanan berlawanan dengan jarum jam.

Tetapi ada pula anak yang lebih nyaman membuat angka 0 dengan pola sebaiknya. Yang bisa anda lakukan adalah dengan membuat angka 0 dari berbagai arah sehingga anak tidak bingung memulai dari arah mana dan tidak takut salah dalam membuat angka 0 tersebut.

Begitu juga dengan membuat garis lurus misalnya. Apakah menarik garis dari atas ke bawah adalah yang paling benar? Tentu tidak. Menarik garis dari bawah ke atas juga dapat membentuk garis lurus.

Oleh sebab itu, anda atau guru yang mengajar sebaiknya memberikan contoh dari berbagai sudut agar anak tahu bahwa ia dapat mulai dari mana saja yang ia inginkan.

Baca Juga : 5 Hal ini Dapat Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak

Setiap anak itu unik dan memiliki temponya masing-masing termasuk belajar. Mengatasi anak kesulitan belajar juga membutuhkan kesabaran karena terlihat simpel namun sulit jika tidak terbiasa dipraktekkan.

Kamu juga bisa membaca beberapa artikel terkait masalah kesulitan belajar pada anak berikut,

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.