7 Cara Mengatasi Masalah Anak Susah Makan, Orang Tua Harus Paham

Kesulitan makan pada anak sering terjadi di hampir semua masalah parenting. Tidak

Rima Mustika Rima Mustika · 4 min read >
Mengatasi Anak Susah Makan

Kesulitan makan pada anak sering terjadi di hampir semua masalah parenting. Tidak jarang anak-anak sulit untuk diminta makan baik itu sarapan, makan siang atau makan malam. Sedangkan kebutuhan gizi dan nutrisi mereka semakin banyak untuk dapat memenuhi tenaga harian mereka.

Anak-anak membutuhkan konsumsi 4 sehat 5 sempurna yang cukup banyak. Mereka sebaiknya diberikan makanan seperti berbagai macam sayuran, berbagai macam protein baik nabati maupun hewani seperti tahu, tempe, telur, ikan hingga daging.

Semakin besar anak akan dengan mudah mengenali makanan yang disukai dan tidak disukai. Terkadang mereka bisa mogok makan jika keinginannya tidak dikabulkan. Sebagai orang tua tentu hal ini terasa sangat menjengkelkan sekaligus melelahkan.

Anak yang susah makan akan kekurangan vitamin, zat besi hingga nutrisi penting lainnya yang bermanfaat bagi tubuh. Tidak hanya tubuhnya saja, tetapi makan dengan teratur dan bergizi memiliki peran penting bagi anak ketika dalam masa pertumbuhan.

Anak yang mendapatkan nutrisi dari asupan makanan yang baik akan tumbuh dengan baik pula. Tentu hal ini harus dibarengi dengan gaya hidup sehat seperti berolahraga. Rata-rata anak membutuhkan makan dua kali lebih banyak daripada orang dewasa mengingat anak-anak cukup aktif dalam kegiatan sehari-hari.

Untuk dapat beraktivitas dengan baik, maka anak harus makan dengan teratur dan tepat. Namun di sisi lain banyak orang tua yang mengeluhkan akan adanya kesulitan makan pada anak. Hal ini membuat orang tua yang tidak sabar justru ingin memaksa anak untuk makan dengan disertai ancaman.

Perlu diperhatikan ya moms, bahwa ancaman tidak akan membuat anak menjadi lebih baik. Mereka menjadi lebih baik dengan ancaman karena takut akan ancaman tersebut. Bukan karena mereka menyadari bahwa mereka harus makan.

Lalu bagaimana caranya agar kesulitan makan pada anak baik itu usia balita hingga anak dengan usia sekolah dasar ini dapat teratasi dengan baik ?. Beberapa hal dibawah ini mungkin bisa anda terapkan untuk mengatasi hal tersebut.

1. Hindari Memaksa Anak

Hindari Memaksa Anak Untuk Makan
Hindari Memaksa Anak Untuk Makan

Jika anda adalah orang tua yang memiliki masalah kesulitan makan pada anak, anda sebaiknya menghindari pemaksaan untuk makan. Setiap momen makan yang disertai dengan paksaan justru akan membuat anak semakin tidak mau makan.

Mereka lebih memilih untuk tidak makan daripada dipaksa makan saat itu juga. Ketahui bahwa porsi anak untuk makan berbeda-beda. Anak yang satu tentu berbeda pola makan dan pencernaannya dengan anak lain. Anda tidak bisa menyamakan anak anda dengan anak orang lain.

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada anak apakah dia lapar atau tidak. Hindari memaksa anak untuk makan meskipun menurut anda ini sudah waktunya untuk makan. Pertanyaan yang disampaikan ini berguna untuk mengetahui ritme makan pada anak.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Ini Harus Diperhatikan Orang Tua Dalam Berkomunikasi dengan Anak

2. Atur Jadwal Makan

Mengatur Jadwal Makan Pada Anak
Mengatur Jadwal Makan Pada Anak

Setelah anda mengetahui ritme makan dan porsi makan anak, anda dapat membuat strategi yakni mengatur jadwal makan yang awalnya disesuaikan dengan anak. Akan lebih baik lagi jika anda hadir dan menemaninya ketika makan.

Untuk merubah jadwal makan menjadi tepat waktu dibutuhkan proses pada anak. Atur secara perlahan-lahan sehingga nantinya anak akan terbiasa makan di waktu yang semestinya. Dengan begitu, anak tidak akan merasa terancam hanya karena persoalan makan tersebut.

3. Makan Bersama

Makan Bersama Anak
Makan Bersama Anak

Selain mengatur jadwal makan, anda bisa mengatasi kesulitan makan pada anak ini dengan membuat aturan untuk makan bersama. Tentukan sesuai dengan waktu yang dimiliki oleh anggota keluarga.

Apakah waktunya lebih lengkap jika makan bersama ketika sarapan, makan siang atau makan malam. Hal ini akan membuat suatu kebiasaan makan pada anak sesuai dengan waktunya.

Selain itu, makan bersama-sama juga akan menambah kedekatan anda dengan anak karena pada saat makan bersama anda dan anak dapat menceritakan hal-hal yang terjadi secara bergantian.

4. Berikan Peralatan Makan Yang Menarik

Peralatan Makan Yang Menarik Untuk Anak
Peralatan Makan Yang Menarik Untuk Anak

Anak akan bersemangat untuk makan jika alat makan yang anda berikan terlihat menarik untuk digunakan. Cobalah untuk memberikan alat makan dengan ornament berkarakter kesukaan anak atau berikan warna kesukaan anak.

Entah sugesti atau apa, tetapi alat makan yang menarik seperti sendok, sumpit, piring, hingga gelas yang menarik akan membangkitkan semangat anak untuk makan. Sesuatu yang disenangi oleh anak akan ia cari terus menerus. Jadi tambah semangat bukan makannya.

5. Selingi Menu Makan

Selingi Menu Makan Pada Anak
Selingi Menu Makan Pada Anak

Kesulitan makan pada anak mungkin berasal dari rasa bosan akan rasa makanan dan jenis makanan yang itu-itu saja. Cobalah untuk menyelingi dengan makanan favorit mereka 2 hingga 3 kali dalam seminggu.

Atau anda dapat mencoba resep baru dengan bahan makanan yang sama sehingga makanan akan terlihat lebih mengguggah selera makan anak. Buatkan ia bekal ke sekolah yang unik dan ditata rapi.

Hal ini akan meningkatkan nafsu makan anak ketika jam istirahat. Tentu sekaligus menghemat uang jajan bukan.

6. Hindari Porsi Berlebihan

Menghindari Porsi Berlebihan Pada Anak
Menghindari Porsi Berlebihan Pada Anak

Orang tua biasanya senang sekali melihat anak makan lahap hingga habis. Namun perlu diingat bahwa anda sebaiknya menyediakan dalam porsi yang cukup bagi anak dan tidak berlebihan. Porsi yang cukup akan lebih mudah dihabiskan ketika makan daripada langsung memberikan porsi besar.

Selain itu, makan dengan porsi besar dari biasanya akan membuat anak anda bosan. Sering bukan kita melihat ada anak yang makan lalu tidak dihabiskan ? nah itu adalah salah satu contoh dari porsi besar yang kita berikan untuk anak.

Meskipun menurut anda porsi tersebut adalah porsi normal, belum tentu anak anda melihatnya demikian. Kembali ke poin kedua yakni anak memiliki porsi makannya masing-masing. Jadi perhatikan kebiasaan porsi makannya ya.

7. Anak Akan Makan Ketika Lapar

Anak Akan Makan Saat Ia Lapar
Anak Akan Makan Saat Ia Lapar

Merujuk pada poin kedua, kesulitan makan pada anak biasanya terjadi karena anak sedang dalam posisi masih merasa kenyang. Anda tidak akan pernah tahu seberapa kenyang ia ketika makan karena kapasitas lambung yang berbeda-beda.

Tidak perlu bersusah payah menghabiskan tenaga untuk memarahi anak yang tidak mau makan. Hal ini justru dapat membuat stres anda dan juga anak. Ia pasti akan makan dengan sendirinya jika memang ia lapar.

Namun jika anda ingin dia untuk sekedar berkumpul meski tidak makan, komunikasikan dengan jelas bahwa anda ingin bertemu dengannya saat makan dan pastikan bahwa anda tidak masalah jika ia hanya berkumpul dan tidak makan.

Karena disadari atau tidak, jika ia tertarik dengan makanan saat berkumpul maka ia akan makan dengan sendirinya tanpa diminta. Ciptakan suasana yang damai dan easy going ketika menghadapi anak. Hindari ancaman, sindiran pada anak yang tidak mau makan.

Hal ini justru dapat membuat anak mengasosiasikan makan sebagai event yang tidak menyenangkan di dalam keluarga. Hati-hati ya parents akan hal ini. Jika memang ada yang ingin didiskusikan dengan anak, tolong diskusikan dengan baik secara direct.

Hindari mengkritik anak di depan orang banyak meski keluarga sendiri cuma karena ia kesulitan makan. Anda tidak pernah tahu apa yang ia rasakan ketika anda melakukan kritik tersebut di depan keluarga lain.

Baca Juga: Pengaruh Ke Mental Anak, 6 Sikap Ini Sebaiknya Di Hindari Orang Tua

Untuk anak yang sudah cukup besar hal ini bisa anda terapkan. Namun bagi anak balita, sebaiknya anda lebih sabar dan mengikuti ritme makan anak. Kesulitan makan pada anak memang tidak mudah untuk dihadapi. Namun bisa diatasi dengan kesabaran dan cara yang tepat.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile