in ,

Trauma Dengan Pasangan, Ini 8 Cara Mengatasi Trust Issues Dalam Hubungan

Cara Mengatasi Trust Issues Dalam Hubungan

Mengatasi trust issue pada diri seseorang rasanya cukup complicated. Individu yang mengalami trust issues memiliki pengalaman masa lalu yang cukup tidak menyenangkan. Sehingga jika masalah ini tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan seseorang menjadi takut dan tidak berkembang.

Trust issue adalah masalah krisis kepercayaan yang dialami seseorang terhadap orang lain terutama pasangan yang telah mengkhianati, menyakiti, atau melakukan hal buruk kepada dirinya.

Akar dari trust issues dengan pasangan umumnya karena pernah disakiti misalnya diselingkuhi atau peristiwa traumatis lainnya. Trauma yang dirasakan oleh seseorang akibat peristiwa yang telah berlalu biasanya terbentuk dari emosi yang dirasakan.

Memang hal ini sulit dilupakan, namun bukan berarti tidak dapat diatasi.

Apalagi jika tidak hanya sekali mengalami hal tersebut. Rasanya akan membuat diri lebih terpuruk dan stres berkepanjangan. Untuk beraktivitas saja rasanya tidak seringan dahulu. Sehingga membuat anda terlalu berhati-hati dalam segala hal dan ini akan berimbas pada aktivitas anda.

Perlu anda ketahui bahwa anda tidak sendirian perihal trust issues ini. Namun yang perlu anda lakukan adalah bangkit dari keterpurukan dari peristiwa tersebut. Tetapi juga perlu diingat bahwa anda memiliki hak untuk menyelesaikan penumpahan segala emosi yang terkait dengan peristiwa tersebut secara benar dan tepat.

Untuk dapat menghadapi pasangan dengan baik, anda perlu menghadapi diri anda sendiri terlebih dahulu. Yakni mengatasi trust issues anda sendiri dahulu. Jika tidak, hal ini akan berdampak pada hubungan anda dan pasangan selanjutnya.

Lalu apa yang bisa anda lakukan untuk mengatasi trust issues ini?

1. Pahami Akar Permasalahan

Mencari Akar Permasalahan
Mencari Akar Permasalahan

Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan pasti ada alasan dibaliknya. Demikian juga dengan trust issues anda. Pasti ada hal yang menjadi latar belakang anda untuk menjadi sulit percaya kepada orang lain termasuk pasangan.

Yang perlu anda lakukan pertama kali adalah memahami akar dari trust issues yang anda rasakan saat ini. Mungkin terdengar seperti hal yang sama antara memahami latar belakang trust issues dan penyebabnya.

Namun agar anda cepat move on dari trust issues ini, anda perlu memahami mengapa anda menjadi sulit percaya pada orang lain dari kejadian itu?

Apakah karena anda sudah menganggap hal tersebut adalah luka terbesar yang tidak bisa disembuhkan?

Atau anda tidak bisa memaafkan diri anda sendiri karena terlalu percaya pada orang lain? Atau ada luka lain selain hubungan yang melandasinya?

Ini adalah poin penting untuk anda melangkah ke depan.

2. Don’t Let It Haunt You

Jangan Biarkan Masa Lalu Menghantuimu
Jangan Biarkan Masa Lalu Menghantuimu

Jangan biarkan trust issues terus menerus menghantuimu. Segala hal traumatis yang mengganggu di masa sekarang adalah akibat dari pemikiran anda yang terus menerus dihantui rasa sakit pada saat itu.

Anda masih bisa merasakannya hingga sekarang. Mungkin anda bisa memaafkan, namun sulit untuk melupakan.

Hal ini akan merusak diri anda baik secara mental bahkan fisik. Anda akan mengalami insomnia hingga kemungkinan adanya kecenderungan untuk melukai diri sendiri. Jika anda sudah terlalu lama masuk dalam jurang ini, yang anda bisa lakukan selanjutnya adalah “mengarsipkan” peristiwa ini pada otak menjadi hal yang tidak penting.

Pernahkah anda lupa akan sesuatu hal yang orang lain ingat? Itu karena anda menganggap hal tersebut tidak cukup penting.

Memang sulit pada awalnya, tetapi jika dilakukan secara berproses lambat laun anda akan terbiasa dan move on dari hal tersebut.

3. Learn To Forgive Yourself and Others

Belajar Memaafkan Masa Lalu
Belajar Memaafkan Masa Lalu

Mungkin ada satu hal yang terlewatkan oleh anda dalam proses move on dari peristiwa masa lalu penyebab trust issues. Bisa jadi karena anda belum memaafkan diri anda sendiri dan orang lain yang terlibat.

Perlu diketahui, terkadang kita sulit sekali keluar dari suatu kondisi yang kurang menenangkan karena belum mampu memaafkan diri sendiri terlebih dahulu.

Memaafkan itu penting untuk melepaskan energi negatif dan melepaskan beban dalam hati serta pikiran. Ketika anda belajar untuk memaafkan diri sendiri, anda akan merasa lebih lega.

Mengapa harus memaafkan diri sendiri? Pasti ada sekilas rasa bersalah dalam diri anda mengapa anda memilih jalan ini sehingga harus merasakan luka tersebut.

Untuk itu, hal ini penting agar anda tidak membawa luka masa lalu ke hubungan anda selanjutnya yang lebih bahagia. Setelah itu jangan lupa untuk memaafkan orang lain yang terlibat didalamnya.

Memaafkan adalah hal yang paling sulit. Namun hal tersebut akan mudah jika kamu mempelajari tentang 7 Cara Memaafkan Kesalahan Orang Lain.

4. You Can’t Control Everyone

Kamu Tidak Bisa Mengontrol Orang Lain
Kamu Tidak Bisa Mengontrol Orang Lain

Berhubungan dengan poin nomor 3 tentang memaafkan diri sendiri dan orang lain. Mengapa anda harus memaafkan orang lain juga? Karena apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi nantinya, anda tidak bisa serta merta mengendalikan orang lain agar tidak menyakiti anda.

Ketika anda dihadapkan pada suatu kejadian yang melukai diri anda, anda bisa berpendapat bahwa hal itu adalah kesalahan mereka.

Karena setiap individu memiliki pilihan dalam hidupnya yang akan berdampak pada jalan hidupnya. Termasuk ketika merusak kepercayaan yang sudah anda berikan.

Anda akan merasa lebih lega jika memiliki pemikiran ini dan akan lebih mudah memaafkan diri sendiri dan orang lain.

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Anda tidak dapat mengendalikan perilaku orang lain terhadap anda.

5. You Can Control Yourself and Build Your Trust

Pengendalian Diri
Pengendalian Diri

Hal selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah mengendalikan diri anda sendiri. Trust issues yang anda rasakan saat ini bisa anda kendalikan dengan baik.

Memang rasanya untuk sembuh 100% adalah hal yang sulit. Tetapi anda bisa mengendalikan diri anda untuk tidak terluka terus menerus.

Butuh waktu untuk dapat kembali membangun kepercayaan pada pasangan secara konsisten.

6. Communication

Berkomunikasi Dengan Pasangan
Berkomunikasi Dengan Pasangan

Anda perlu berbicara dari hati ke hati kepada pasangan mengenai trust issues yang anda rasakan.

Hal ini selain untuk mengetahui apa yang sedang pasangan rasakan, pasangan juga dapat belajar dari anda untuk menghargai setiap permasalahan terjadi berdua.

Pasangan yang benar-benar mencintai anda akan mampu untuk menghargai anda dan menjaga anda. Jadi sebaiknya anda tidak perlu takut untuk jujur dan membicarakan permasalahan trust issues ini.

Komunikasi dengan pasangan perlu dijaga, coba pelajari : Tips Menjaga Komunikasi Dalam Hubungan.

7. Give Them One More Chance

Berikan Kesempatan
Berikan Kesempatan

Langkah selanjutnya memang terasa sulit. Namun tidak ada salahnya jika anda memang benar yakin bahwa anda menginginkan orang tersebut ada di hidup anda.

Anda bisa memberikan satu kali lagi kesempatan pada pasangan. Anda bisa memberikan batasan dalam berkomitmen yang jelas mengenai apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang tidak.

Pastikan hal ini telah disetujui oleh kedua pihak. Komitmen dilakukan oleh dua pihak yang terlibat, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Bicarakan juga mengenai apa yang anda inginkan, apa yang pasangan inginkan. Semuanya dilakukan secara timbal balik dan usaha berdua.

8. Be Happy

Temukan Kebahagiaanmu
Temukan Kebahagiaanmu

Hal terakhir yang bisa anda lakukan adalah terus bahagia. Jika memang kesempatan kedua juga nyatanya di sia-siakan, anda tidak perlu ambil pusing.

Anda sudah tahu bahwa kesepakatan dilanggar, anda harus pergi dari lingkaran tersebut.

Hal ini dilakukan agar anda tida terlalu lama merasa kecewa pada orang lain dan lebih bahagia dengan diri anda sendiri.

Karena apapun yang anda alami, hanya diri anda sendiri lah yang bisa membantu diri pertama kali untuk bangkit.

Kerap kali, seseorang tetap bertahan meski didalam situasi yang menyakitkan.

Jika kamu adalah tipe orang yang cenderung berusaha menyenangkan orang lain, kamu perlu pelajari tentang People Pleaser, 8 Cara Berhenti Untuk Menyenangkan Orang Lain.

Akhir Kata

Demikian tips bagaimana cara menghadapi dan mengatasi masalah trust issue dalam suatu hubungan. Semoga bermanfaat!

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.