in , , ,

7 Cara Memahami & Mengendalikan Pikiran Agar Tidak Stres

Mengendalikan Pikiran
Mengendalikan Pikiran

Mengendalikan pikiran sendiri saja tak bisa, tapi berani sekali kita berekspektasi tinggi kepada orang lain, seolah-olah kita bisa mengontrol mereka.

Pikiran kita memang liar. Sulit dimengerti. Lucu. Di satu sisi terkadang menghasilkan ide-ide brilian, tapi di sisi lain dapat membuat kita menjadi manusia paling lemah.

Tetapi sejatinya pikiran kita penakut. Penuh rasa takut! Pikiran selalu otomatis mengarahkan kita untuk mencari zona nyaman dan uniknya hal itu pula yang membuat manusia bertahan di bumi sejak beribu abad lamanya.

Dan ironisnya, sampai saat ini belum ada yang tahu bagaimana cara otak mengeluarkan pikiran. Jadi aneh mengapa pikiran bisa ada. Bahkan terkadang pikiran itu sendiri yang mengambil alih otak, sampai kita menyadarinya.

Pikiran seperti sesuatu yang independen dan memiliki kebebasan sendiri, maka berpikir mungkin adalah cara kita berbicara dengan pikiran itu sendiri.

Memahami Isi Pikiran

1. Pahami Bagaimana Cara Kerja Pikiran

Mengetahui Bagaimana Pikiran Bekerja
Mengetahui Bagaimana Pikiran Bekerja

Kita tak bisa menyelesaikan suatu pekerjaan jika tidak memiliki ilmu tentang pekerjaan tersebut, bukan? Begitu juga dengan mengendalikan pikiran, tentunya tidak akan bisa bila kita tidak memahami bagaimana cara kerja pikiran itu sendiri.

Meskipun pikiran adalah bagian dari diri kita, tetapi ia memiliki sedikit hak kebebasan berekspresi dan sayangnya terkadang apa yang diekspresikan pikiran, tak sesuai dengan keinginan hati.

Pikiran itu pintar, bukan bijaksana. Ia bekerja dengan perhitungan dan data layaknya sebuah komputer. Ia melihat peluang dari fakta-fakta yang ada, bukan keyakinan.

Contohnya, katakanlah kamu ingin pergi ke rumah teman. Tiba-tiba pikiranmu mengatakan “Hei, jangan bodoh. Lihat awan sudah gelap. Sebentar lagi pasti hujan”

Lantas kamu pun langsung berpikir dan berbicara dengan pikiranmu sendiri. Nah, disini kita mengetahui bahwa data yang digunakan pikiran untuk menghentikan langkah kita adalah awan gelap.

Mengetahui awan sudah gelap, pikiran secara otomatis mengarahkan kita pada zona nyaman yaitu bertahan dirumah.

2. Lakukan Analisa Terhadap Pikiran

Menganalisa Pikiran
Menganalisa Pikiran

Seperti yang sudah-sudah kita ketahui, pikiran memiliki kebebasan. Ia dapat muncul dengan sendirinya secara otomatis dan seringkali tidak kita sadari.

Metafora pergi keluar rumah namun membatalkannya karena awan gelap adalah hal yang paling umum terjadi. Jadi kita perlu menganalisa pikiran secara realistis.

Pikiran memiliki kebebasan karena ia juga memiliki sisi positif, negatif dan seimbang. Tugas kita adalah menganalisa pikiran yang otomatis muncul, apakah itu positif atau negatif.

Jadi saat pikiran otomatis mengatakan “Awan gelap. Sebentar lagi pasti hujan” apakah itu positif atau negatif? Disinilah keterampilan kamu dalam mengambil keputusan diuji.

Mungkin benar bahwa tanda hujan akan turun adalah awan gelap. Namun terkadang awan gelap hanyalah mendung dan tidak berarti hujan.

Pada akhirnya, kita pun perlu kembali untuk melihat seberapa tajam perasaan sendiri untuk mengambil satu keputusan dengan keyakinan.

3. Kendalikan Pikiran Dengan Berdialog Dengan Diri Sendiri

Berdialog Dengan Diri Sendiri
Berdialog Dengan Diri Sendiri

Seperti yang kita tahu, pikiran bekerja sesuai data dan fakta. Jadi saat pikiran berkata awan gelap akan hujan, itu seperti sebuah film yang terekam di dalam memori otak kita.

Sebagian orang sulit menghilangkan pikiran yang muncul, karena sebelumnya ia setuju dan menyatu dengan apa yang terekam dalam otak.

Maka cara terbaik untuk mengambil keputusan baru adalah dengan berdialog. Data yang ada dalam pikiran adalah bagian dari pengalaman yang dilalui, tetapi sayangnya kita hidup diatas bumi bukan di atas kertas.

Dalam arti, cara kerja kehidupan terus berubah dan tidak terduga. Tidak tetap seperti apa yang sudah tertulis diatas kertas.

Hidup tidak selalu seperti apa yang sudah-sudah terjadi. Tidak semua hal  bisa dijawab dengan cara yang sudah pernah kita lakukan.

Maka sangat penting untuk melakukan dialog dengan pikiran sendiri. Jika pikiranmu mengatakan “akan hujan” maka kamu perlu bertanya “Lalu apa yang harus aku lakukan?”

Dengan pertanyaan itu, maka pikiranmu akan mencari data lain dan memberimu beberapa pilihan, seperti sedia mantel/jas hujan, pergi saja dan kalau hujan cari tempat berteduh atau dirumah saja.

Lanjutkan pembicaraan dengan pikiran sendiri sampai kamu mendapatkan jawaban yang meyakinkan untuk mengambil keputusan.

Sebelum lanjut, coba baca dulu : 5 Kunci Penting Dalam Setiap Pengambilan Keputusan Hidup

Cara Mengendalikan Pikiran

Mengendalikan pikiran yang liar pasti terdengar sangat berat bagi sebagian orang yang sampai saat ini belum mampu melakukannya.

Kabar baiknya, ada beberapa teknik yang bisa membantu kita fokus dan mengaktifkan kesadaran untuk bisa mengendalikan pikiran sendiri.

1. Memperhatikan Pikiran dengan Teknik Mindfulness

Teknik Mindfulness
Teknik Mindfulness

Mindfullnes adalah teknik dalam mengaktifkan kesadaran dengan penuh perhatian. Sangat sederhana dan kamu tak perlu susah-sudah berusaha menghilangkan pikiran liar itu.

Kamu hanya perlu menyadari apa yang datang dan menerimanya dengan penuh perhatian. Kamu tidak perlu berusaha menenangkan pikiran, disini justeru kamulah yang perlu tenang.

Pikiran yang liar dan mengembara tanpa arah bukan sesuatu yang perlu kamu cemaskan, terimalah hal itu sebagai suatu anugerah dan kodrat kita sebagai manusia.

Tak perlu buru-buru bereaksi atau menghakimi pikiran sendiri. Kamu perlu berada ditengah-tengah tanpa memihak pikiran liar atau keinginanmu sendiri.

Kamu hanya perlu menerimanya sebagai sesuatu yang tidak terelakkan. Saat kamu sudah mampu menerimanya dengan sepenuh hati, maka ia akan hilang dengan sendirinya.

2. Atur Napas dan Pejamkan Mata

Memejamkan Mata
Memejamkan Mata

Orang-orang sering mengeluh bahwa pikirannya menjadi saat liar ketika menjelang tidur. Banyak gambaran-gambaran yang muncul dalam kepala yang sulit untuk dikendalikan.

Tapi tenang, karena kita bisa mengatasinya hanya dengan mengatur napas dan memejamkan mata dengan penuh kesadaran.

Saat pikiran liar muncul, kamu tidak boleh marah dan memaksanya pergi. Kamu hanya perlu tenang dan menarik napas panjang dengan merasakan udara yang kamu hirup.

Sembari memejamkan mata, tahan beberapa saat dan fokuskan pikiran pada titik tengah diatas hidung lalu hembuskan napas panjang dari mulut dan hidung.

Lalukan berulang-ulang dan jika pikiran liar tersebut belum hilang juga, coba letakkan tangan di atas dada. Dan ulangi teknik mengatur napas tersebut berulang-ulang sampai tubuh merasa rileks.

Satu hal yang perlu kamu ingat, jangan marah terhadap pikiran liar yang muncul. Cukup menerimanya sebagai sesuatu yang tak terelakkan saja dan tetap mengatur napas dengan penuh kesadaran.

3. Melatih Perhatian

Melatih Perhatian
Melatih Perhatian

Di era informasi yang begitu cepat berubah ini, menunggu adalah sesuatu yang menjadi sangat menjenuhkan. Smartphone membuat kita terus mendesak orang lain atau sesuatu yang kita inginkan.

Kini segala sesuatu yang lambat membuat kita frustrasi besar. Kita menjadi sangat mudah berpikir negatif dan sangat sulit dikendalikan.

Saat kamu sedang menunggu sesuatu, cobalah tarik napas panjang dan atur. Contoh, katakanlah kamu sedang mengantri pembayaran di kasir. Melihat antrian yang panjang mungkin membuat kita mudah stress dan buru-buru.

Momen seperti ini adalah waktu yang tepat untuk melatih pikiran. Sadari napas yang masuk dan keluar dengan apa adanya. Pun biarkan segala sesuatu di eksternal berjalan apa adanya meskipun dalam kondisi buru-buru.

Sadari bahwa segala sesuatu dalam hidup tidak selalu baik-baik saja dan kamu perlu menerima hal itu sebagaimana adanya.

Teknik ini dapat membantu kita untuk tidak mudah menghakimi segala sesuatu yang terjadi.

4. Hapus-Ganti dan Berhenti-Mulai

Bangun Kebiasaan Mengendalikan Pikiran Negatif
Bangun Kebiasaan Mengendalikan Pikiran Negatif

Setelah kamu berhasil memahami cara kerja pikiran maka kamu telah memiliki kunci. Dan setelah kamu telah terbiasa melatih kesadaran dengan teknik mengendalikan pikiran pada poin pertama dan kedua, itu artinya kamu telah membuka pintu.

Poin ketiga dan terakhir ini, saatnya kamu untuk menjadi lebih terampil dalam mengendalikan pikiran sendiri.

Coba bayangkan sebuah komputer yang memiliki tombol on-off. Seperti itu pula kamu bisa mengendalikan pikiran dengan cara hapus-ganti dan berhenti-mulai.

Saat pikiran liar muncul, kamu hanya mengatakan “Hapus” lalu “Ganti” maka pikiran yang muncul pun akan berganti sesuai yang kamu inginkan.

Begitu pula ketika kamu ingin pikiran liar itu hilang, kamu hanya perlu berkata kepada dirimu sendiri “Berhenti” maka pikiran liar itu pun hilang.

Seterusnya, ini akan sangat mudah karena kamu sudah bisa mengganti ganti pikiran yang muncul sesuai apa yang kamu ingin selayaknya menekan tombol remot saat menonton televisi.

Tapi ingat, untuk sampai di level ini kamu perlu melewati proses yang lama dan mungkin memakan waktu berbulan-bulan. Kuncinya ada di poin-poin sebelumnya.

Akhir Kata

Cara terbaik untuk memahami dan mengendalikan pikiran sendiri adalah dengan berlatih meditasi, berdoa dan menyendiri dalam keheningan.

Ketika pikiranmu sehari-hari selalu dibanjiri dengan pikiran negatif, jangan buru-buru mendefinisikan bahwa dirimu adalah orang toxic, buruk dan sebagainya.

Dan sebaliknya jika sehari-hari pikiranmu dibanjiri pikiran positif, juga jangan buru-buru mendefinisikan bahwa kamu adalah orang baik dan sebagainya.

Pada intinya, jangan mengklaim bahwa dirimu seperti A atau seperti B. Tetaplah berada ditengah-tengah dan menjadi seimbang tanpa harus menghakimi diri sendiri.

Terkait munculnya pikiran negatif, kamu juga bisa membaca 6 Teknik Relaksasi yang Ampuh Menenangkan Pikiran.

Demikianlah artikel tentang cara memahami dan mengendalikan pikiran. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening