in ,

5 Cara Ampuh Menghadapi Sikap Pasif Agresif Pasangan

Pasif agresif dalam hubungan merupakan hal yang dapat menjadi racun dalam menjalaninya. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa yang dilakukannya adalah sikap pasif agresif. Mereka hanya menyadari bahwa ada yang salah dengan pasangannya, bukan dengan dirinya.

Jika anda kesulitan untuk menangkap maksud dari perkataan pasangan yang berujung kurang baik, atau pasangan menempatkan diri seolah anda yang memulai pertengkaran yang terjadi?

Apabila iya, maka hal ini sudah mengarah pada sikap pasif-agresif.

Tentu tidak mudah untuk menyikapi hal ini. Anda harus berhati-hati agar tidak salah langkah.

Lalu sebenarnya apa sih itu pasif agresif?

Perilaku pasif agresif adalah tingkah laku yang mengarah pada ganguan mental. Namun bisa juga tidak mengarah ke sana. Orang dengan pasif agresif menunjukkan tingkah laku yang seolah pasif tetapi ia berniat untuk berperilaku agresif dibaliknya.

Sebenarnya perilaku ini adalah ungkapan rasa marah, kecewa dan tidak setuju tanpa disertai adanya emosi yang tepat.

Sehingga muncullah perilaku yang seolah dia tidak melakukannya, padahal dia adalah orang yang melakukan suatu perilaku tersebut.

Tanda-tanda yang bisa anda kenali dari pasangan yang pasif agresif adalah adanya pemberontakan, ketidaksetujuan dan emosi negatif yang secara tidak langsung ditampakkan.

Pasif agresif ini merupakan akibat dari permasalahan baik genetik, biologis dan lingkungannya. Orang yang dibesarkan dengan ketabuan emosi akan cenderung marah diam-diam. Sehingga muncul perilaku pasif agresif.

Nah, jika anda termasuk salah satu orang yang mengalami hal ini, anda bisa mencoba tips berikut dalam menghadapi sikap pasif-agresif nya.

1. Pemilihan Kata

Memilih Kata Yang Tepat
Memilih Kata Yang Tepat

Ketika anda harus menghadapi pasangan yang pasif agresif sebaiknya gunakanlah kata yang tepat pada sebuah kalimat.

Barengi dengan intonasi yang tidak menyudurkan dan menuduh.

Misalnya dengan menggunakan kata aku atau saya untuk menjelaskan posisi atau mengutarakan perasaan anda.

Hindari menggunakan kata “kamu” karena bisa melukai perasaannya dan cenderung semakin menjadi pasif agresif.

Pilihlah kalimat yang tepat agar ia juga bisa memahami perkataan anda dengan baik tanpa ada salah paham. Karena orang dengan pasif agresif mudah sekali salah paham atas pembicaraan orang lain. Apalagi dihadapkan pada orang lain yang tidak menyukai dirinya.

Baca Dulu : Hindari 5 Ucapan Ini Saat Sedang Bertengkar dengan Pasangan

2. Jangan Terlena

Jangan Terlarut Dengan Emosi Pasangan
Jangan Terlarut Dengan Emosi Pasangan

Jika anda dihadapkan pada situasi pasif agresif dalam hubungan, tentu anda akan merasa aura negatif datang.

Meski sulit, anda bisa menahan diri agar tidak ikut-ikut bersikap negatif terhadap orang tersebut.

Jika anda kelepasan ikut marah, maka ia akan memanfaatkan momen tersebut untuk membalikkan dan memposisikan seolah anda yang menginginkannya.

Mudahnya adalah dengan tersulutnya anda, akan menjadi bahan bakar yang gampang untuknya dalam hal pasif agresif. Sehingga drama-drama dari pertengkaran tidak bisa terelakkan lagi.

Jika anda terlena dalam situasi ini, maka ia akan lebih mudah mengendalikan emosi anda.

Jangan sampai terlarut-larut pada drama si pasif agresif. Selesaikan dengan kepala dingin dan ambil solusi di mana ia juga menyepakatinya.

3. Memahami Sumber Kemarahan Pasangan

Mencari Sumber Permasalahan
Mencari Sumber Permasalahan

Sebaiknya dinginkan kepala anda dan pasangan terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan atas solusi.

Anda bisa mencoba berbicara dengan pasangan secara perlahan-lahan.

Anda mungkin akan dengan mudah melihat apakah pasangan sedang dalam keadaan bad mood atau kecewa. Hindari menceramahi atau marah balik kepada pasangan yang pasif agresif dalam hubungan.

Anda cukup menunjukkan bahwa anda memahami dan mengerti apa yang sedang ia rasakan saat itu.

Dengan begitu ia juga akan tersadar dengan sendirinya bahwa ia ikut andil bersalah dalam situasi tidak mengenakkan ini.

4. Hindari Menghakimi Dan Bereaksi Berlebihan

Hindari Menghakimi
Hindari Menghakimi

Pengalaman-pemgalaman dalam hidup pasangan mungkin ada yang belum anda ketahui.

Untuk itu ketika pasangan berperilaku tertentu anda sebaiknya jangan langsung menarik kesimpulan sepihak saja.

Ketika menghadapi pasangan yang pasif agresif dalam hubungan, mereka umumnya sulit mengendalikan emosi dan cenderung kurang percaya diri.

Dan berdasarkan pengalaman yang pernah ia lalui, ia hanya tahu cara menyampaikan kemarahan dengan cara pasif agresif saja.

Meski menyebalkan, anda harus sabar ketika dihadapkan pada suatu permasalahan dengan pasangan yang pasif agresif. Memang anda yang harus berbesar hati lebih dulu agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

Selain itu hindari menunjukkan reaksi berlebihan ketika pasangan sedang menunjukkan sikappasif agresif dalam hubungan. Karena kembali lagi, jika anda bereaksi berlebihan hal ini akan menjadi senjata baginya untuk memutarkan posisi kesalahan pada anda.

5. Intensitas Interaksi

Intensitas Interaksi
Intensitas Interaksi

Ketika anda telah mencoba menghadapi pasangan yang pasif agresif dalam hubungan dengan beberapa cara di atas dan gagal, maka anda bisa menarik diri dari pasangan untuk sementara.

Kurangi intensitas berinteraksi dengan pasangan dalam beberapa waktu terlebih dahulu. Anda bisa mencari cara lain untuk dapat menghadapi pasangan.

Karena siapa juga yang menginginkan berada dalam hubungan tidak sehat yang sebentar dingin sebentar panas. Efeknya malah bertengkar terus menerus tanpa penyelesaian dari kedua pihak dengan baik.

Komunikasikan keinginan dari anda dan juga pasangan agar menemukan jalan tengah yang bisa disepakati bersama.

Namun jika memang dari pihak pasif agresif tidak kunjung memiliki keinginan untuk berdiskusi dan mengkomunikasikan segala hal pada anda pasangannya, anda bisa memikirkan mau sampai kapan anda terus berada dalam lingkaran ini?

Berikan tenggat waktu untuk mengurangi interaksi pada pasangan yang pasif agresif dalam hubungan.

Jika pada waktu yang ditentukan dia bisa menyelesaikan dan mengkomunikasikan dengan baik, maka hubungan kalian masih bisa dipertahankan dan diperjuangkan. Namun jika tidak kunjung selesai hingga waktu yang ditentukan maka anda sudah cukup pintar untuk menilainya.

Baca Juga:

Akhir kata, jika memang tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mempertahankan hubungan kalian dengan pasangan pasif agresif, mengapa harus dilanjutkan?

Karena seseorang yang benar ingin berjuang bersama tentu akan menunjukkan sikap yang baik dalam penyelesaian masalah bersama.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.