in ,

Tak Perlu Diambil Pusing, Inilah 5 Cara Menghadapi Teman Egois

Cara Menghadapi Teman Yang Egois

Pada dasarnya semua orang egois. Saat kita berpikir orang lain sangat egois, mungkin hal itu didasari oleh beberapa sikapnya yang seperti ingin menang sendiri, selalu merasa benar dan lainnya.

Namun secara bersamaan kita juga merasa benar dan tak menerima apa yang orang lain tunjukkan, bukankah ini juga berarti bahwa kita juga egois?

Seandainya orang lain seperti teman, keluarga atau pasangan berlaku seperti apa yang kita bayangkan dan menunjukkan sikap sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran kita, apakah kita masih menyebut mereka egois?

Tentu saja tidak!

Mungkin istilah yang lebih tepat untuk menjelaskan orang-orang yang kita maksud egois dalam hal ini adalah para narsistik. Nah, agar kita tidak semakin keliru ada baiknya kita simak beberapa cara dalam menghadapi teman yang egois atau terlalu ingin menang sendiri.

1. Pahami Alasan Dibalik Sikap Keras Kepalanya

Pahami Alasan Kenapa Ia Mau Menang Sendiri
Pahami Alasan Kenapa Ia Mau Menang Sendiri

Sejak dulu orang-orang percaya bahwa ketakutan berasal dari ketidaktahuan. Rasa takut ini menghantarkan kita pada dua pilihan, yaitu menghindar atau lawan.

Kita ingin menghindar dari orang yang keras kepala, karena kita tidak tahu apa alasan dibalik sikapnya.

Dan sebagian dari kita mungkin melawan atau mencoba menjatuhkan orang-orang yang keras kepala ini tanpa mencari tahu terlebih dahulu apa alasan dibalik sikapnya.

Cara berpikir yang seperti ini tentunya tidak akan menghasilkan solusi yang efektif dan justru malah memperkeruh suasana. Bukankah begitu?

Maka sangat penting bagi kita untuk mulai belajar memahami watak seseorang dan mencari tahu apa alasan-alasan yang membuatnya bersikap keras kepala, sebab hanya dengan cara ini kita bisa membuat segalanya menjadi lebih baik.

Biasanya seseorang akan menjadi egois ketika dikuasai oleh perasaan negatif seperti cemas, takut, marah, dan depresi. Perasaan-perasaan seperti ini biasanya juga berasal dari pengalaman buruk atau masa lalu.

Maka tugas kita sekarang adalah memahami perasaannya, lalu berkomunikasi dengan baik untuk menenangkan hatinya dan setelah emosi negatifnya reda maka egoisnya juga hilang.

Sebelum lanjut, baca juga Dijauhi Teman Tanpa Alasan? Coba Koreksi 10 Kesalahan Ini

2. Jadi Diri Sendiri, Jangan Menurunkan Standar Anda

Jadilah Diri Sendiri
Jadilah Diri Sendiri

Memahami alasan-alasan orang lain yang bersikap egois bukan berarti kita membiarkan hal itu terus terjadi. Menerima kesalahan orang lain bukan berarti menurunkan standar kita dalam cara berpikir.

Orang-orang egois dan narsistik memang kerap membuat kita kesal. Mereka seolah sengaja menekan tombol tempramen kita untuk menarik kepalanya dan menghantamkan ke dinding,  tapi jangan lakukan itu.

Jangan melakukan hal-hal yang menurunkan harga dirimu menjadi setara dengan mereka. Kurangi perasaan marah yang ada dalam dirimu sebab kemarahan pula yang menimbulkan sikap egois pada dirinya.

Ini artinya, menghadapi orang egois adalah sebuah cermin yang memperlihatkan bagaimana kita dalam menghadapi diri sendiri.

Jangan biarkan permasalahan yang berasal dari luar merusak apa yang ada di dalam dirimu, yaitu hatimu, nilai-nilaimu, prinsipmu dan juga harga dirimu.

3. Berikan Mereka Peringatan

Memberikan Peringatan
Memberikan Peringatan

Setelah kamu memahami mengapa mereka egois, setelah kamu mampu mengendalikan diri sendiri, sekarang saat yang tepat untuk memberikan mereka peringatan.

Pengendalian diri sangat dibutuhkan dalam hal ini agar kamu bisa berkomunikasi dengan lebih baik dan efektif tanpa terbawa emosi. Kamu hanya perlu mengatakan apa yang memang penting untuk dikatakan.

Orang yang keras kepala begitu terperangkap dengan kecerdasannya, pengalaman pribadinya dan asumsinya, hal inilah yang membuat mereka lupa untuk mempertimbangkan pemikiran dan perasaan kamu.

Namun tetaplah berusaha untuk memberinya peringatan tanpa menyerang karakternya. Katakan:

“Kamu terus berbicara dan tidak pernah mendengarkanku. Jujur aku merasa sangat terganggu dengan gaya komunikasi yang seperti ini. Sekarang apakah kamu bersedia mendengar?”

Setelahnya katakanlah apa yang ingin kamu katakan. Dan yang paling penting, ingatkan padanya tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik.

4. Egois Dibalas Egois

Egois Dibalas Egois
Egois Dibalas Egois

Orang-orang egois biasanya berbicara tentang pengalaman pribadinya yang sebenarnya tidak penting untuk kita.

Mungkin banyak yang menyebut hal ini dengan istilah “curhat” tetapi sayangnya tujuan mereka bercerita bukanlah untuk curhat melainkan demi validasi atau pengakuan.

Maka kita juga harus lebih cerdas dalam membedakan mana orang yang benar-benar ingin curhat dan mana orang yang hanya inginkan pengakuan agar tidak sia-sia kita memberikan waktu juga telinga.

Dan untuk menyikapi orang egois yang mengharapkan pengakuan dari ceritanya, kita perlu mengalihkan pembicaraan kearah yang sangat acak. Misalnya, jika teman egoismu berkata

“Hey, tahukah kamu apa yang dikatakan pacarku?” “Kamu pasti tidak menyangka pacarku melakukannya!”

Balas dengan hal yang acak seperti “Waduh gawat ini, katanya kiamat sudah dekat! Gimana menurutmu?”

Orang-orang egois dan narsisis tidak akan mendengarkan apa yang kamu bicarakan. Jika mereka mendengarkanmu, maka hal itu ketepatan dengan apa yang ingin mereka dengar.

Hanya akan menjadi sakit hati dan dendam kalau kamu berusaha untuk mengikuti cara mereka.

Jika peringatanmu tidak didengarkan, maka artinya keegoisan harus dibalas dengan keegoisan agar mereka tahu apa yang kita rasakan.

5. Kurangi Waktumu Dengannya Sembari Mencari Teman yang Lebih Baik

Kurangi Waktumu Dengannya
Kurangi Waktumu Dengannya

Sikap egois adalah toxic dalam sebuah hubungan, baik itu pertemanan, keluarga atau pun pasangan. Dan faktanya, semakin lama kamu menghabiskan waktu bersama seseorang maka semakin besar pengaruhnya dalam pola pikirmu.

Jika kamu banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang yang egois, maka pelan-pelan kamu juga akan menjadi egois. Jika kamu tidak ingin hal itu terjadi, mulailah mengurangi intensitas waktu dan carilah teman yang lebih baik.

Percayalah, waktumu lebih baik dihabiskan sendirian daripada dengan orang-orang yang hanya membuatmu marah, berpikir negatif, penuh kebencian dan lainnya.

Sementara itu, lakukan hobi dan fokuslah pada minatmu. Nikmati hidupmu dengan hal-hal yang kamu sukai dan kembangkan jaringanmu, setelahnya kamu akan menemukan teman baru yang lebih baik.

Kalau pun kamu belum juga menemukan teman yang lebih baik, setidaknya hidupmu menjadi lebih baik.

Baca Juga : 7 Cara Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Akhir Kata, Jika teman yang kamu anggap egois tidak mau berubah setelah berkali-kali diberi peringatan, maka bisa jadi ia adalah seorang narsisis tingkat dewa. Jika benar seperti itu, jangan lagi berharap bahwa ia akan berubah.

Orang-orang seperti ini tidak akan pernah berubah, kecuali ada suatu momentum yang memang benar-benar menjadi tamparan keras untuk dirinya.

Sementara kamu tetaplah rileks, nikmati hidupmu dan jangan berpikir terlalu keras untuk hal-hal yang tidak perlu dipikirkan. Fokuslah pada apa yang terbaik untuk dirimu sendiri!