in ,

Tidak Perlu Menjauh, Inilah 5 Cara Menghadapi Teman Yang Toxic

Tips Menghadapi Teman Toxic

Sebagian orang mungkin menyarankan agar kita menjauh dari teman yang toxic, tapi bagaimana jika kita harus selalu bertemu dan berkomunikasi dengan mereka setiap hari? Pastinya membuat kepala pusing dan mood anjlok, kan?

Kamu pasti orang yang penyabar dan kuat, sehingga bisa bertahan dengan teman yang toxic seperti mereka sampai saat ini. Hanya saja mungkin kapasitas kesabaranmu terbatas sehingga kamu tidak tahan lagi dengan tingkahnya.

Mungkin kamu juga sudah kehabisan cara untuk menghadapi mereka yang selalu membuatmu merasa tertekan, sakit hati dan merasa terusik. Sekarang, kamu tenang dulu.

Soalnya, kamu bisa kok menghadapi teman yang toxic tanpa harus pusing-pusing lagi. Mau tahu caranya? Yuk simak 5 cara khusus berikut ini!

1. Jadikan Dia Sebagai Media Kamu Belajar Mengontrol Emosi

Jadikan Sebagai Media Melatih Emosi
Jadikan Sebagai Media Melatih Emosi

Saat kita merencanakan untuk bertemu dengan seseorang, tentunya di dalam kepala sudah tersusun rapi tentang segala yang akan terjadi nanti. Semisal, saat kamu ingin bertemu pacar, tentunya kamu sudah memikirkan nantinya akan melakukan apa, bukan?

Begitu pula saat kamu hendak bertemu dengan teman yang menurutmu toxic, kamu bisa mengkonsep sendiri di dalam kepalamu tentang gambaran yang akan terjadi nanti.

Dengan kata lain, untuk menjaga pikiran dan perasaanmu agar tidak dirusak, seharusnya kamu sendirilah yang memegang kuncinya. Jangan serahkan kepada orang toxic sebab kamu tahu mereka akan mempermainkan dirimu.

Kuncinya adalah caramu dalam memandang mereka. Jika kamu memandangnya sebagai seorang pengganggu, maka kamu akan lebih mudah merasa terganggu dan mudah terbawa emosi dengan sikapnya.

Sementara jika kamu menggeser sedikit caramu dalam memandangnya, dia akan menjadi orang yang mengajarkan kamu tentang bagaimana cara mengontrol emosi.

Jika kamu adalah orang yang fokus pada pengembangan diri, tentu kamu akan setuju dengan hal ini!

2. Tetaplah Bersikap Baik Kepadanya

Tetaplah Bersikap Baik
Tetaplah Bersikap Baik

Seburuk-buruknya seseorang, sejelek apapun kepribadian seseorang, jika kita bersikap empati dan baik kepadanya pasti ia akan membalasnya dengan kebaikan juga meskipun kita tidak mengharapkannya. Ini sudah terbukti dan tidak perlu diragukan lagi.

Coba pikirkan lagi, apakah selama ini kamu sudah cukup baik kepadanya? Atau kamu malah mengharapkan dia bersikap baik kepadamu lebih dulu? Jika kamu mengharap dia yang bersikap baik duluan, apa bedanya kamu dengan dirinya?

Jadilah orang yang empati kepada sesama, meskipun menurut kamu dia adalah teman yang toxic, jangan memandangnya dari keburukan saja, jangan memandangnya sebagai sampah.

Tetapi pandanglah dia sebagai seseorang yang berharga, seseorang yang turut membantu kamu bertumbuh ke arah yang positif, dengan begitu akan tumbuhlah cinta dan hilanglah kebencian.

Mulailah memberi dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan darinya. Sebagai teman, kamu juga perlu memotivasinya dan mendoakan dia agar menjadi lebih baik, bukan menjauhinya.

3. Tetap Fokus Untuk Terus Memperbaiki Diri

Tetap Fokus Memperbaiki Diri
Tetap Fokus Memperbaiki Diri

Sejak kamu mengecap dirinya sebagai teman yang toxic, tentu sekarang kamu sudah jarang bertemu dan menghabiskan waktu dengannya. Mungkin sekali-kali waktu bertemu, namun pastinya sudah tidak sesering dulu, kan?

Jika benar begitu, artinya kamu memiliki lebih banyak waktu luang untuk fokus memperbaiki dirimu sendiri. Tentunya dengan belajar dan menambah pengetahuan, sebab segala hal yang kita anggap sulit biasanya berasal dari ketidaktahuan.

Contohnya, menghadapi teman yang toxic. Hanya karena kita tidak tahu caranya, akhirnya hal itu terasa menjadi beban pikiran yang membuat kita tertekan.

Suatu langkah yang tepat jika kamu sudah mengambil jarak dengannya, sekarang isilah waktumu dengan hal-hal positif, dengan orang-orang yang positif dan dengan semua yang bisa membuat hatimu senang.

4. Jangan Gampang Tersinggung

Jangan Mudah Tersinggung
Jangan Mudah Tersinggung

Teman yang toxic biasanya akan mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang dirimu dan berprasangka buruk terhadapmu, namun jangan tersinggung, sebab orang seperti mereka akan menghantarkanmu pada kedewasaan bersikap.

Apa yang mereka katakan tentangmu tidak sepenuhnya benar dan tidak menjelaskan siapa kamu, justru hal itu malah merupakan cerminan dari dirinya sendiri. Maka apakah pelajaran yang bisa kita ambil disini?

Tentu saja kita jadi lebih berhati-hati dalam berucap, sebab bisa jadi ucapan kita tentang suatu keburukan hanya akan menjelaskan seberapa buruknya diri kita. Dengan begitu tentunya kita jadi lebih pandai menjaga sikap dan berkata-kata yang baik.

Bahkan jika teman yang toxic membeberkan pada orang-orang tentang keburukanmu yang memang nyata, jangan tersinggung dan maafkanlah. Fokuslah untuk memperbaiki dirimu dan pandai-pandailah merahasiakan keburukanmu dari orang lain.

5. Menyampaikan Hal yang Tepat Untuk Dikatakan

Menyampaikan Hal Yang Tepat
Menyampaikan Hal Yang Tepat

Ada banyak macam tipe teman yang toxic, namun yang paling sering membuat kesal adalah mereka yang suka membully, menjatuhkan harga diri kita didepan orang banyak dan bertingkah seolah mereka hebat dalam segala hal.

Jika kamu sudah berbuat baik kepadanya dan dia masih belum bisa mengubah sikapnya, maka jangan hanya diam, katakanlah hal yang tepat dan memang perlu untuk dikatakan.

Kamu tidak bisa mengharapkan kepekaan mereka, karena orang-orang narsisis memiliki tingkat empati yang sangat rendah dan tidak peduli perasaan orang lain. Namun meskipun begitu, kita tetap harus berkata-kata baik di depan mereka.

Katakanlah, di suatu tempat yang ramai tiba-tiba teman toxic membully kamu dan berusaha menjatuhkan harga dirimu, sesekali kamu perlu bersikap tegas, dengan kata-kata yang baik tentunya.

Contoh, “Denis, aku sudah memaafkanmu, jadi kau tak perlu minta maaf lagi. Aku tahu kau orang yang baik, dan mungkin jauh lebih baik dari yang selama ini ku kenal. Jadi berhentilah mengintimidasi. Kamu temanku.”

Coba Pelajari Juga :

Hubungan yang tidak sehat bukan hanya berasal dari pasangan yang toxic, sebab ada juga teman toxic, keluarga toxic, orang tua toxic dan segala macam hal yang membuat teracuni negativitas.

Kamu layak untuk berpikir di suasana yang damai, jauh dari segala gangguan yang mungkin datang dari luar, dan merasa rileks tanpa ada sedikitpun tekanan. Untuk mendapatkannya, tentu saja kamu perlu bermeditasi atau beribadah dan berdoa.

Temukan kedamaian dan cinta kasih di dalam dirimu, sebab kekuatan kita sebenarnya berasal dari dalam. Sekianlah artikel tentang 5 Cara menghadapi teman yang toxic. Semoga bermanfaat!