in , ,

3 Cara Mengubah Kecemasan Menjadi Kreativitas Bagi Seniman

Mengubah Kecemasan Menjadi Kreativitas
Mengubah Kecemasan Menjadi Kreativitas

   “Seni adalah kebohongan yang mengungkapkan kebenaran” -Pablo Picasso

Apa yang ada didalam isi kepala para seniman?

Tentunya, sudut pandang seniman yang terkenal jauh berbeda dengan seniman amatir.

Namun, masih menjadi misteri tentang apa yang ada di dalam isi kepala para seniman terkenal sehingga bisa membuat maha karya yang abadi sepanjang sejarah. Mereka sepertinya memiliki otak yang luar biasa.

Tapi seperti yang kita tahu, otak adalah mesin yang terus berkembang, namun tetap tunduk pada segala macam kendala biologis. Dalam arti para seniman hebat juga manusia normal yang memiliki keterbatasan seperti kita.

Mugkin kendala-kendala itulah yang menyebabkan kecemasan pada diri seorang seniman. Sehingga sebagian memilih untuk mundur, dan sebagian lagi berhasil memecah “Keterbatasan” menjadi kreasi yang memukau!

Kecemasan Pekerja Seni

Percayalah, ada beragam jenis kecemasan yang sering muncul dalam kehidupan orang-orang kreatif. Sejenis pertengkaran hati yang memilukan; Memusingkan kepala dan melemparkan pikiran kita pada keraguan, hingga pada akhirnya menjelma menjadi ketakutan.

Pada intinya, kita terhempas ombak berwujud rentetan serangan panik yang menyerbu di lautan karir yang begitu luas. Sementara kita dengan jiwa yang bergejolak mencoba menyeimbangkan dan memulihkan pikiran yang hancur.

Kini, kita masih percaya ada kelebihan dibalik kekurangan dan selalu ada kekurangan dibalik kelebihan. Mengingatkan kita pada perdebatan yang dulu sering terjadi.

Dahulu orang-orang menilai pekerja seni akan hidup susah. Atau walaupun senang, tetap saja sulit untuk hidup berkecukupan. Bahkan sebagian orang sudah menenggelamkan impian untuk menjadi pekerja seni.

Namun sebagian lagi berhasil melewati rintangan itu, mereka berjalan terseok-seok dengan kecemasannya hingga menemukan titik terang. Bahkan ada beberapa yang berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah.

Lalu, bagaimana mereka bisa berhasil mengubah kecemasan menjadi kreativitas?

Memecahkan Yang Tak Terpecahkan

Katakanlah kamu seorang pekerja seni desain yang berjuang tanpa kenal lelah. Matamu merah, kurang tidur, kepala pusing, namun dengan tubuh yang lemas itu kamu masih bekerja menatap layar komputer.

Lalu dengan harapan bisa kembali fokus, kamu membuat secangkir kopi dan mengambil beberapa cemilan. Tapi sayang, bukannya kembali fokus, kamu malah mendapati segudang pikiran yang sangat mengganggu, seperti;

kamu tidak berbakat! Kamu hanya buang-buang waktu. Kamu tidak menarik, orang-orang tidak akan menyukaimu, mereka tidak menyukai karya-karyamu.

Perasaan-perasaan semacam ini sangat sulit untuk di kendalikan. Bahkan kamu tidak juga menemukan jawaban dari pencerahan-pencerahan yang diberikan. Mengapa? Karena dari kegelapan dan ketakutanlah lahir seorang seniman.

Kamu adalah seorang seniman!

Siklus emosional yang terus bergerak ini adalah bagian dari jiwamu. Semangat yang berapi-api dan khawatir yang melelahkan, Keyakinan yang kokoh juga benturan yang menghancurkannya, semua itu adalah gudang kreatif tempat kamu mendapatkan inspirasi.

Karena seniman bekerja mengandalkan perasaan, maka rayakanlah setiap rasa yang kamu alami, baik suka maupun duka!

Baca Juga : 5 Tips Melepaskan Kecemasan Agar Lebih Tenang Dalam Bekerja

3 Cara Mengubah Kecemasan Menjadi Kreativitas!

Tips Menemukan Kreativitas Bagi Seniman
Tips Menemukan Kreativitas Bagi Seniman

Stress hanyalah reaksi kimia. Tubuh kita dipenuhi oleh sel-sel yang terus hidup dan saling berpengaruh satu sama lain. Namun raja dari anggota tubuh adalah pikiran.

Tahukah kamu? 25 % energi metabolisme tubuh kita dikonsumsi oleh otak.

Nah, inilah alasan mengapa tidak ada satu pun yang bisa disalahkan ketika seseorang mengalami stress. Maka, maafkan saja dirimu sendiri karena sudah memikirkan hal yang ada diluar kendalimu.

Dan kecemasan adalah reaksi dari hormon stres yang membuat kita harus mencari jalan keluar, berpaling, mengelak atau melawan. Kesalahpahaman kita adalah hal ini tidak dapat diatasi.

Namun kamu bisa membuktikan sendiri apakah 3 cara mengubah kecemasan menjadi kreativitas ini bereaksi.

1. Menyadari Emosi

Emosi apa yang kamu rasakan sepanjang hari?

Apakah kamu merasa iri melihat orang lain berhasil meraih impian mereka?

Kita pada umumnya tidak menyukai emosi negatif, seperti kekesalan atau kemarahan. Sehingga kita cenderung menimbun atau menutup perasaan tersebut.

Namun, hal yang tidak kita sadari adalah itu sama saja seperti menimbun bom waktu. Setiap perasaan yang terpendam akan selalu mencari cela untuk keluar. Sebenarnya inilah yang terjadi saat kita tiba-tiba meneteskan air mata tanpa sebab.

Menyadari emosi dan menikmati setiap perasaan mungkin tidak secara langsung menghilangkan kecemasan, tapi ini hanyalah langkah awal dari proses yang lumayan panjang dalam penyelesaiannya.

2. Memisahkan Antara Kenyataan dan Khayalan

Setelah menyadari emosi, kamu akan lebih mudah membedakan antara kenyataan dan khayalan. Dengan kata lain, kamu lebih gampang mengkotak-kotakkan masalah yang ada.

Pikiran sejatinya akan memperkuat emosi yang ada, maka jangan memikirkan apapun, hanya fokus pada napas dan rasakan saja emosi itu.

Diam. Jangan mencoba menyingkirkan emosi apapun atau menghindarinya.

Pemisahan ini tidak bertujuan untuk menghilangkan kecemasan, tetapi bertujuan untuk memasuki rasa cemas itu sendiri. Mencari darimana ia berasal, hingga kita tahu harus bersikap seperti apa.

3. Lepaskan Perasaanmu

Katakanlah otak kita sebuah kapal, dan pikiran adalah penumpangnya. Seperti kapal yang kelebihan penumpang, ditengah lautan mungkin hanya dengan sekali deburan ombak kapal itu langsung oleng, lalu karam.

Istilah ini hanyalah metafora untuk kita yang begitu overthinking, sehingga kita mengetahui satu alasan mengapa masalah ini datang.

Menulis ekspresif adalah salah satu cara untuk membuat ruang baru. Disinilah kamu bisa memisahkan antara kenyataan dan khayalan. Antara sesuatu yang bisa kita kendalikan dan tidak.

Namun jika kamu tidak cukup ahli dalam menulis, mungkin kamu memiliki keahlian di bidang lain seperti melukis, bermain musik/bernyanyi, dan lain-lain.

Sekarang, bersamaan dengan emosi yang cukup kuat, tuliskanlah kata-kata yang mencerminkan perasaanmu. Tanpa harus mengikuti aturan apapun dan tanpa harus merangkainya menjadi sebuah puisi, cerpen atau pantun.

Cukup tuangkan semua perasaan kamu pada tulisan itu.

Setelahnya, lihat apa yang sudah kamu tulis. Rasakan makna dari kata-kata yang sudah kamu tuliskan itu. Dari sanalah berasal sebuah maha karya baru.

Apakah Cara Ini Efektif?

Satu prinsip yang harus mulai kamu pegang mulai detik ini adalah “Tidak ada yang sia-sia!”

Jika cara ini tidak berhasil pada percobaan pertama, maka cobalah untuk kedua dan ketiga kalinya maka kamu akan berhasil.

Beberapa penelitian telah menyimpulkan hal-hal berikut:

  • Mengaitkan pikiran dan gerakan fisik akan membentuk koneksi neurologis baru.
  • Menuliskan pikiran akan menciptakan jarak atau ruang antara kamu dan perasaanmu.
  • Otak kamu mulai bereaksi dengan penglihatan dan perasaan, saat kembali membaca yang sudah dituliskan.
  • Selanjutnya kamu akan terpisah dengan kecemasanmu.

Para peneliti menemukan bahwa tulisan ekspresif adalah salah satu langkah dalam proses penyembuhan dan mengubah kecemasan menjadi kreativitas.

Kecemasan Adalah Kunci

Apakah tiga langkah mengubah kecemasan menjadi kreativitas diatas malah membuat kamu semakin cemas?

Jika iya maka normal. Karena kita semua memang memiliki rasa takut yang alami disaat-saat seperti ini. Bahwa benar-benar ada ruang emosional yang ingin kita hindari. Itulah sifat alami kita.

Namun seperti yang dikatakan oleh psikiater terkenal, Rollo May “Kreativitas tidak akan lahir tanpa adanya kecemasan”.

Artinya, para seniman yang berhasil, yang wajahnya sering kamu lihat di majalah, televisi, youtube atau media sosial, sebenarnya susah payah berjuang memaknai kecemasan dan ketakutan mereka sendiri.

Mereka hidup dengan sejuta kecemasan di kepalanya, yang berpotensi menenggelamkan karir juga menaikkan namanya.

Pada akhirnya, kita semua harusnya menyadari bahwa seni adalah pemenuhan. Kita datang untuk melengkapi apa yang sudah ada.

Dan seorang seniman sejati pada akhirnya hanya merasakan kelelahan mencari inspirasi jika tidak memiliki kecemasan.

Baca Juga : 5 Kelebihan dan Kekurangan Bekerja Sebagai Freelancer

Akhir Kata

Ikuti pola, pelajari rumus-rumus dan pahami setiap teori, lalu hancurkan! Pelajari aturan dan langgar. Seperti itulah kehidupan seniman. Bahwa apa yang kita buat adalah tentang kita. Tentang hasrat, gairah, keyakinan serta apapun yang menghancurkannya. Jangan takut untuk cemas,  sebab dengan semua perasaan itulah kita bekerja!

Demikianlah pembahasan kita tentang 3 Cara Mengubah Kecemasan Menjadi Kreativitas. Semoga Bermanfaat!