in , ,

5 Cara Mengubah Sifat Perfeksionis Pada Diri Sendiri

Mengubah Sifat Perfeksionis-compressed

Apakah anda perfeksionis? Jika kamu memiliki kecenderungan perfeksionis, maka sangat penting untuk segera menemukan cara mengubah sifat tersebut.

Kamu mungkin memiliki suara hati yang tak ada habis-habisnya untuk terus meningkatkan kualitas dalam hal apapun dan mungkin kenyataan yang kamu terima justru sebaliknya yaitu penurunan dalam hal karir, kerenggangan hubungan atau kegagalan lainnya.

Mungkin sifat perfeksionis yang kamu miliki justru malah menjadi musuh terbesar bagi dirimu sendiri. Keinginan yang tak ada habis-habisnya justru malah membuatmu menghadapi banyak penolakan dan kegagalan.

Nah, jika kamu merasa bahwa sifat perfeksionis tersebut menjadi masalah yang cukup besar, berikut 5 cara mengatasi sifat perfeksionis untuk hidup yang lebih tenang.

1. Ubah Suara-Suara Dalam Kepada Anda

Memperhatikan Suara di Kepala
Memperhatikan Suara di Kepala

Perfeksionis membuat kita sering mengalami kritik batin yang negatif, itu seperti suara-suara dalam kepala yang mengatakan pekerjaan kita belum cukup baik, kita belum berusaha maksimal atau kita tidak layak.

Hal ini tentu saja sangat menyiksa diri sendiri, sifat perfeksionis benar-benar seperti musuh yang selalu berusaha melumpuhkan kita. Maka sangat penting untuk mengecilkan volume suara-suara dalam kepala yang terus membuat kita merasa tidak cukup baik.

Jadi menghentikan sifat perfeksionis ini adalah tentang bagaimana kita berbicara dengan diri sendiri. Artinya, kita perlu memberikan alasan yang logis yang mampu mengalahkan kritik batin itu sendiri.

Selain itu, cobalah untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri untuk setiap pencapaian-pencapaian kecil yang kamu dapatkan setiap harinya. Cara ini dapat membantu kita mengatasi kritik batin yang negatif dan secara tidak langsung juga menghindarkan kita dari sifat perfeksionis.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Dialog Batin Yang Membingungkan

2. Tentukan Tujuan Besar Dengan Langkah Kecil yang Masuk Akal

Menentukan Tujuan Yang Besar
Menentukan Tujuan Yang Besar

Perfeksionisme selalu menuntut kita menjadi sempurna dalam segala hal, bahkan dalam menentukan tujuan kita terlalu memikirkan kesempurnaan yang kadang tidak realistis.

Hal ini justru berbahaya sebab kita melupakan langkah-langkah kecil untuk mencapai tujuan besar yang ingin dicapai. Sebuah tujuan yang sempurna juga mengambil begitu banyak ruang dalam hidup sehingga tak ada tempat untuk kesalahan-kesalahan yang pastinya akan terjadi.

Maka sangat penting untuk menyusun tujuan besar secara bertahap, artinya kita perlu membagi tujuan-tujuan tersebut menjadi tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah dan tujuan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek berarti langkah-langkah kecil yang mengarahkan kita pada tujuan jangka panjang, hal ini membuat kita lebih banyak mendapatkan pencapaian-pencapaian kecil sehingga kita lebih memahami arti dari sebuah proses.

Saat kita sudah memahami arti dari sebuah proses, merasakan dampak positif dari pertumbuhan yang terjadi secara bertahap, maka secara otomatis sisi perfeksionis kita akan menurun dengan sendirinya.

3. Lakukan Hal yang Memang Benar-Benar Berpengaruh Pada Tujuan Hidupmu

Lakukan Langkah-Langkah Yang Berguna
Lakukan Langkah-Langkah Yang Berguna

Perfeksionisme membuat kita selalu ingin sempurna dalam segala hal, bahkan dalam hal-hal yang sebenarnya tidak penting dan tidak berpengaruh dengan tujuan hidup. Dorongan diri untuk selalu tampil sempurna ini terkadang justru malah membuat kita tersiksa.

Memang sulit menjalani hidup menjadi orang yang perfeksionis, ada dorongan dalam diri yang begitu kuat seperti “Aku harus bisa dalam hal ini” atau “Aku harus hebat dalam hal itu”. Semuanya selalu tampak benar untuk dilakukan, hanya saja kerap membuat kita lupa pada tujuan hidup.

Salah satu cara untuk berhenti menjadi perfeksionis adalah menghentikan dorongan dalam diri sendiri. Hilangkan kata “harus” dari kepala dan mulailah menggantinya dengan kata “mungkin perlu”. Cara ini membantu kita untuk lebih siap menghadapi kenyataan.

Artinya kita menerima kenyataan bahwa tidak perlu hebat dalam segala hal. Tetapi kita harus hebat dalam hal yang memang benar-benar diperlukan dan membantu kita mencapai tujuan hidup.

Baca Juga : Prinsip Hidup Yang Harus Kamu Miliki Sebelum Usia 20-an

4. Belajar Menerima Kritik dan Saran

Belajar Menerima Kritik
Belajar Menerima Kritik

Terkadang orang lain mampu melihat sisi terbaik dalam diri kita dan terkadang orang lain juga lebih mampu melihat kelemahan dalam diri kita yang perlu diperbaiki. Hanya saja menjadi perfeksionis membuat kita sulit menerima kritik dan saran dari orang lain.

Bukan karena kita memiliki standar yang tinggi dalam hidup, hal ini dikarenakan kita merasa lebih hebat dan lebih baik dari orang lain. Membiarkan perasaan seperti ini bertumbuh justru akan menghalangi pertumbuhan kita ke arah yang positif.

Jika kritik yang kita terima terdengar kasar dan menghakimi, sangat penting untuk memberi tahu si pemberi kritik bahwa cara seperti itu tidak cukup membantu. Namun jika orang lain memberi kritik dengan cara yang positif, sangat penting untuk menunjukkan sikap yang baik.

Ketahuilah bahwa kita tidak pernah lebih hebat dari orang lain, kita hanya merasa lebih hebat. Maka penting sekali mengubah sikap kita dalam menghadapi kritikan.

5. Berhenti Menggunakan Konsep Hitam-Putih

Berhenti Menggunakan Konsep hitam putih
Berhenti Menggunakan Konsep hitam putih

Cara berpikir orang perfeksionis memang berbeda dari orang-orang pada umumnya, mereka lebih condong pada konsep hitam-putih, benar-salah atau baik-buruk dimana hal ini justru membuatnya sering keliru.

Sebab baik dan buruk selalu membuat kita terpaku pada satu hal, saat kamu merasa tidak cukup baik dalam suatu bidang, kamu langsung stress dan krisis kepercayaan diri, sebaliknya ketika kamu merasa hebat dalam suatu hal, kamu langsung merasa paling sempurna dibanding yang lain.

Perfeksionisme membuat kita membagi semuanya ke dalam musibah atau keberuntungan. Memandang kegagalan sebagai hal yang mutlak buruk, dan memandang keberhasilan sebagai hal yang mutlak baik.

Maka sangat penting untuk menambahkan skenario lainnya seperti “lumayan bagus”, “cukup baik”, atau “tidak begitu buruk”. Skenario ini akan mengurangi stress akibat krisis kepercayaan diri dan juga menyelamatkan kita dari sifat sombong atau arogan ketika berhasil.

Baca Juga : 5 Tipe Prokrastinasi Dalam Menyelesaikan Pekerjaan

Menyadari bahwa sikap perfeksionis merupakan hal yang buruk adalah sebuah langkah besar, sebab kita tidak akan bisa berubah selama masih meyakini bahwa perfeksionis itu baik.

Kembali lagi, ini adalah tentang bagaimana kita berbicara dengan diri sendiri, tentang bagaimana kita mengubah sudut pandang dan pola pikir yang tentunya tidak terjadi dalam satu malam. Maka, nikmatilah segala prosesnya.

Sekianlah 5 cara mengatasi sikap perfeksionis agar hidup lebih tenang. Semoga bermanfaat.