in , ,

5 Cara Menjadi Orang yang Sabar dan Berpikir Bijak

Menjadi Orang Yang Sabar
Menjadi Orang Yang Sabar

Menurut sains menjadi orang yang sabar hidupnya akan lebih bahagia. Tapi masihkah kesabaran berlaku di era modern yang serba instan  ini?

Saat ini segala sesuatunya harus cepat. Ketika kita menginginkan sesuatu, maka harus ada. Harus cepat dan instan!

Seperti itulah gaya hidup sekarang ini yang tentunya memengaruhi pola pikir, membentuk sirkuit di dalam otak kita dalam menerjemahkan segala hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi hidup memang paradoks, gak ketebak!

Bukankah dulunya kita memiliki kapasitas kesabaran yang lebih tinggi? Sekarang semua itu telah hancur seperti bangunan runtuh sebagai akibat kemajuan teknologi.

Ponsel, email, dan media sosial terus berkicau membawa perubahan yang begitu pesat. Namun kita belum cukup mampu beradaptasi dengan tatanan dunia baru ini dan akhirnya yang belum cukup bijak dan sabar terhempas seperti buih di lautan.

Lantas bagaimana cara menjadi orang yang sabar dan berpikir bijak di era yang semakin canggih ini? Mari kita simak!

1. Katakan Tidak Pada “Stress”

Kontrol Stres
Kontrol Stres

Secara umum, ketidaksabaran adalah stress, ketegangan dan kecemasan yang terpendam. Pada intinya, penyebab utama seseorang menjadi tidak sabar adalah terlalu banyak menyerap energi negatif.

Semisal ketika kamu seharian bekerja di kantor dan dikritik atasan sepanjang hari. Di situasi seperti itu mungkin kita hanya diam, sebab jika menjawab atasan bisa memecat!

Akhirnya kita hanya bisa berbisik-bisik di dalam hati, hingga seluruh pikiran dan emosi diselimuti negatifitas. Huh, memang sangat sulit menjadi orang sabar di era yang serba sibuk ini.

Nah, ironisnya emosi negatif yang terpendam itu seringkali kita lepaskan di tempat lain, mungkin ketika sampai dirumah kita menjadi mudah marah, mudah stress dan tegang.

Jika kamu mengalami stress karena masalah seperti contoh ini, cobalah duduk tenang dan tarik napas dalam-dalam. Lepaskan perlahan dan tutup matamu. Lakukan berulang-ulang sambil mengucapkan kata-kata positif dalam hati. Seperti,

“Memang tidak wajar atasanku berkata kasar, tapi aku bisa memaafkannya.”

“Aku memaafkan diriku yang ceroboh kali ini, tapi untuk kedepannya aku akan berusaha lebih baik lagi.”

Baca Juga : 7 Cara Menikmati Pekerjaan Agar Hidup Tidak Mudah Stres

2. Turunkan Ekspektasi

Menurunkan Eskpektasi
Menurunkan Eskpektasi

Kita cenderung mengharapkan seseorang sesuai standar yang kita buat. Orang-orang harus berprilaku, berbicara bahkan berpikir sesuai dengan standar kita.

Namun ada satu hal yang terlupakan, bahwa setiap orang memiliki standar yang berbeda-beda.

Semisal ketika kita sedang menunggu antrian untuk membayar belanjaan di kasir. “Ahh orang di depanku harusnya tidak berbicara panjang lebar dengan kasir”

atau ketika ada seseorang yang kemarin sudah berjanji akan menelepon kita hari ini. Sedari pagi kita menunggu-nunggu teleponnya, sehingga kita merasa jenuh dan emosi.

Tapi kita lupa bahwa orang lain tetaplah menjadi orang lain. Mereka punya pikiran sendiri yang tentunya berbeda dengan apa yang kita pikirkan.

Maka cara satu-satunya untuk menjadi lebih sabar adalah menurunkan ekspektasi terhadap orang lain. Sebab hanya dengan cara itu pikiran kita menjadi lebih tenang dan bisa fokus pada apa yang membawa dampak positif untuk diri sendiri.

Baca Juga : Kuadran Prioritas, Cara Mengatur Waktu Agar Efektif dan Anti Stres

3. Melatih Diri Untuk Menunggu

Melatih Diri Menunggu
Melatih Diri Menunggu

Kesabaran bukanlah suatu bawaan lahir atau sifat warisan. Kesabaran adalah keterampilan kita dalam mengelola emosi, waktu dan logika.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Psychological Science, menunggu sesuatu sebenarnya membuat kita lebih bahagia dalam jangka panjang.

Namun di era teknologi saat ini, kita sudah terbiasa dengan hal-hal yang instan dan cepat saji. Hal itu memaksa kita untuk mengubah kebiasaan dari awal lagi.

Ini pasti susah, tapi bisa. Setiap orang bisa meningkatkan kesabarannya dengan memulai latihan kecil, contohnya,

“Memasak air untuk membuat kopi/teh” Ketika memasak air, cobalah untuk menunggu sambil melatih emosi kita. Menarik napas dalam-dalam setiap kali kebosanan muncul dan tetap disana sampai air mendidih.

Setelahnya kita akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dalam hati saat menikmati kopi tersebut. Membiasakan diri untuk melakukan hal ini setiap hari akan meningkatkan kapasitas kesabaran!

4. Pahami Apa Pemicu Ketidaksabaran Kamu

Sadari Pemicu Ketidaksabaran
Sadari Pemicu Ketidaksabaran

Kapanpun, dimana pun dan apapun yang kamu lakukan, cobalah untuk selalu menganalisa pikiran sendiri.

Kita terlalu jauh untuk membaca pikiran-pikiran orang lain sehingga lupa pada diri sendiri. Hal itu tentunya membuat kita kesulitan mengontrol pikiran dan emosi dalam diri sendiri.

Seringkali ketidaksabaran datang ketika kita tidak berpikir secara rasional. Contoh, katakanlah kita terlambat pergi ke kantor, lalu dijalan tiba-tiba kita harus berhenti karena lampu merah. Setelah lampu hijau, jalanan macet dan kita berhenti di lampu merah lagi.

Logis kah jika kita kesal?

Bukankah ini kesalahan kita sendiri karena bangun terlambat. Jika kita bangun lebih cepat, mungkin bertemu lampu merah tiga kali pun bukan masalah.

Nah, untuk melatih kesabaran kita perlu mempraktikkan teknik mindfulness. Teknik ini mengajarkan kita untuk sadar pada keberadaan disini-kini.

Jika terkait dengan kasus ketidaksabaran, kita jadi menyadari mengapa kita tidak sabar, mengapa jalanan macet dan sadar apa kesalahan yang kita buat sehingga hal ini terjadi. Dengan begitu, kita pun jadi tahu bagaimana memperbaikinya di lain waktu.

5. Ubah Pola Pikir Tentang Arti Kesabaran

Arti Kesabaran
Arti Kesabaran

Kesabaran sesungguhnya adalah perantara yang menghantarkan seseorang menuju kebijaksanaan. Maka sangat penting bagi kita untuk belajar mengubah pola pikir tentang arti kesabaran sebenarnya.

Bersabar bukan berarti apatis. Bersabar berarti kita benar-benar mengalami situasi tertentu dengan penuh kesadaran. Artinya, bodo amat atau apatis memiliki arti yang berbeda dengan kesabaran.

Sebab kesabaran itu melibatkan logika, emosi dan waktu sementara apatis tidak peduli alias tidak terikat dengan apapun.

Sabar juga berkaitan dengan harapan. Dimana untuk jangka waktu yang panjang kita perlu memfokuskan pikiran pada satu harapan saja sampai melihat akhir dari semuanya.

Maka dapat diartikan bahwa untuk jangka waktu yang cukup panjang, kesabaran itu tidak ada batasnya.

Nah, lalu bagaimana mungkin kita bisa bersabar jika kita tidak tahu arti sabar? Satu-satunya cara untuk menjadi orang yang bijak dan sabar adalah memahami arti kesabaran itu sendiri.

Baca Juga : Cara Bersyukur dan Manfaatnya Dalam Meningkatkan Kebahagiaan

Akhir Kata

Semua orang tentunya memiliki batas kesabaran. Namun sabar, sejatinya tidak terbatas. Kita perlu terus melatih dan mengembangkan kesabaran tersebut sampai menembus keterbatasan.

Selain sabar, kita juga perlu sadar menggunakan logika. Ingat, bersabar bukan berarti pasrah. Jangan jadikan kesabaran sebagai alasan untuk pasrah.

Demikianlah artikel tentang cara menjadi orang yang bijak dan sabar. Semoga bermanfaat!