in ,

6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Agar Hidup Bahagia

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Mungkin kamu pernah mendengar seseorang berkata bahwa tubuh dan jiwa kita saling terhubung. Ya, memang benar bahwa saat kita berusaha menjaga kesehatan tubuh, seiring waktu jiwa kita juga ikut menjadi sehat, namun tentunya tidak secara keseluruhan.

Sebab jiwa kita lebih luas dan lebih kompleks daripada fisik yang terlihat ini. Tubuh memang menjadi pengaruh yang besar dalam kehidupan kita, tetapi fisik yang kuat tak ada artinya jika kita memiliki mental yang lemah.

Sebaliknya, mental yang kuat tak akan bisa mengekspresikan kemampuannya tanpa bantuan tubuh yang seimbang. Jadi, keduanya saling terhubung dalam memberikan pengaruh terhadap kesuksesan atau kegagalan kita.

Ini sangat penting, dengan mengetahui betapa besar dampaknya tentu kita tidak boleh membiarkan diri kita jatuh di jurang kegagalan. Berikut ini 6 cara menjaga kesehatan mental atau jiwa agar tetap stabil!

1. Katakan sesuatu yang Positif Pada Dirimu

Ketika kita memandang diri sendiri dengan penilaian yang negatif, secara perlahan kehidupan akan semakin menegaskan anggapan itu. Penelitian telah membuktikan bahwa bagaimana cara kita berpikir akan memengaruhi apa yang kita rasakan.

Jika kamu terbiasa berpikir negatif terhadap dirimu dan hidupmu, maka ubahlah mulai sekarang juga. Memang tidak mudah untuk mengubah pola pikir kita sendiri. Tetapi kita tidak akan bisa berubah jika tidak mau berusaha.

Usaha-usaha kecil yang mungkin bisa kita lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif adalah dengan lebih sering berkata hal-hal baik kepada diri sendiri. Menjadi orang yang positif bukan berarti kamu tidak lagi mengalami perasaan negatif.

Tetapi kamu menyadari kapan perasaan dan pikiran negatif muncul, kamu langsung mengubahnya dengan berkata-kata positif kepada dirimu sendiri.

2. Jaga Kesehatan Fisik

Seperti yang sudah-sudah, kita mengetahui bahwa fisik dan jiwa saling terhubung. Seperti kata pepatah, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Memang benar faktanya, bahwa jika tubuh kita sakit, maka jiwa kita juga ikut melemah.

Untuk menjaga keseimbangannya, tentu saja kita perlu menjaga kesehatan fisik, antara lain:

  • Cukup tidur – Jika kamu tidak mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, mungkin kamu akan lebih mudah cemas dan marah. Selanjutnya, jika ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka kamu akan lebih rentan untuk mengalami depresi.
  • Aktif secara fisik – Olahraga dapat meningkatkan mood sehingga emosi kamu menjadi lebih stabil.
  • Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat – Nutrisi yang baik bukan hanya meningkatkan kesehatan fisik menjadi lebih baik, tetapi juga dapat meningkatkan suasana hati.

Cara-cara diatas mungkin bukan rahasia lagi, kita semua sudah pasti mengetahuinya hanya saja mungkin belum mempraktekkannya dengan benar. Coba pelajari juga 7 Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Psikologis Manusia.

3. Menjaga Mata, Telinga dan Hati

Sewaktu kecil otak kita seperti memori yang masih kosong, itulah mengapa lingkungan sangat memengaruhi seorang anak besarnya nanti seperti apa. Sebab pada masa-masa itu, otak kita yang masih polos dengan mudahnya mengunduh apa saja yang dilihat dan didengar.

Hingga bertumbuh dewasa pun kita tak dapat menyangkal bahwa apa yang dilihat dan didengar jelas sekali memengaruhi kondisi jiwa. Maka untuk kamu yang merasa jiwanya belum cukup stabil tentunya penting sekali untuk menjaga apa yang dilihat dan didengar.

Terlebih di jam-jam tertentu seperti malam dan subuh sangat disarankan agar telinga dan mata kita mengkonsumsi hal-hal positif agar jiwa kita lebih sehat, sebab di jam-jam itulah jiwa kita lebih mudah untuk menyerap apapun lewat mata dan telinga.

Seorang anak yang menyaksikan orang tuanya bertengkar di malam atau subuh hari pasti akan berdampak pada kondisi jiwanya. Bahkan di usia dewasa ini, jika kita mendengarkan curhatan sedih dari orang lain di jam-jam tengah malam, itu bisa membuat kita kurang bersemangat keesokan harinya.

Selain itu, mengurangi penggunaan media sosial di waktu malam dan subuh hari, perbanyaklah menonton, membaca atau mendengarkan hal-hal positif.

4. Menjadi Lebih Terbuka dan Terhubung Dengan Orang Lain

Menjalin hubungan baik dengan orang-orang adalah kebutuhan jiwa. Ya, memang beginilah kita adanya diciptakan untuk saling mengenal dan terhubung antara satu dengan yang lain.

Orang-orang yang menutup diri, tidak mau terhubung dan tidak mau berbagi dengan orang lain itu bisa jadi diakibatkan gangguan mental. Sebab pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial.

Maka untuk menjaga kesehatan jiwa, tentu ada baiknya jika kita terus memperluas koneksi dan meningkatkan kualitas dari hubungan yang sudah terjalin sebelumnya. Selain terhubung dengan orang lain, kita juga perlu menjaga keharmonisan hubungan itu.

Jika suatu hubungan tidak dijaga keharmonisannya, maka hal itu tidak membawa kebaikan sama sekali justru malah membawa keburukan dan merusak kestabilan mental. Nah, jika suatu hubungan sudah membawamu ke arah negatif, itulah yang disebut toxic relationship.

Maka, jika kamu merasa ada sesuatu yang terasa mengganggu dalam dirimu dan pikiranmu, coba perhatikan lagi dengan orang seperti apa kamu menjalin hubungan. Dalam hal ini solusinya, perbanyak bergaul dengan orang-orang yang positif agar jiwamu tetap stabil.

5. Berbuat Baik

Saat kita berbuat baik kepada orang lain, sebenarnya kita juga sedang menolong diri sendiri dari segala macam negativitas. Artinya, kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain secara otomatis juga akan membawa kebaikan pada diri kita sendiri.

Bahkan beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa berbuat baik kepada orang lain dapat meningkatkan rasa berharga dan mengubah cara kita memandang diri sendiri menjadi lebih bernilai.

Dengan kata lain, jika kita sering merasa kurang beruntung, merasa tidak memiliki daya apa-apa dan merasa tidak memiliki harga diri, semua itu akan hilang seketika jika kita berbuat baik kepada orang lain.

Contohnya, saat kamu merasa hatimu hampa, cobalah berbuat baik kepada anak-anak panti asuhan dengan memberikan mereka pelukan dan perhatian. Hal itu akan mengubah hati yang hampa menjadi penuh dengan cinta kasih.

Hingga pada akhirnya jiwa kita kembali stabil. Sebab setiap kebaikan yang kita lakukan kepada orang-orang akan membawa makna yang mendalam pada jiwa.

6. Sadar Diri dan Syukuri

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur sangat erat kaitannya dengan kesehatan mental, serta kebahagiaan. Kamu bisa mempelajari dahulu Cara Bersyukur dan Manfaatnya Dalam Meningkatkan Kebahagiaan.

Masalahnya adalah bagaimana kita bisa bersyukur jika kita tidak menyadari apa yang sudah dimiliki?

Diperlukan kesadaran tentang nilai-nilai dari segala apa yang kita miliki untuk bisa bersyukur dengan perasaan yang mendalam. Metode yang paling mudah untuk melakukannya adalah dengan merenung.

Jadi renungkanlah hal-hal apa saja yang bisa menuntunmu untuk bersyukur. Perhatikan apa yang sudah kamu lalui, perhatikan apa yang terjadi sekarang ini dan perhatikan bagaimana hal-hal yang telah berlalu menumbuhkanmu menjadi sosok yang lebih dewasa.

Tak dapat dipungkiri bahwa bersyukur itu hanya mampu dilakukan oleh orang-orang cerdas, dalam arti yaitu orang-orang yang mampu melihat sisi baik dari segala apapun yang terjadi sehingga bisa mensyukurinya.

Akhir Kata

Saat ini kita hidup di era krisis kestabilan mental. Terlalu banyak orang-orang yang terlihat sehat dan baik-baik saja namun sebenarnya tidak baik-baik saja. Inilah saatnya kita untuk memperhatikan bagaimana dampak dari ketidakstabilan mental dan mulai memperbaikinya.

Baca Artikel Terkait Kesehatan Mental Lainnya :