in , , , , ,

5 Cara Menyembuhkan Sakit Hati Dari Orang yang Menyebalkan

Menyembuhkan Sakit Hati Dari Orang Menyebalkan
Menyembuhkan Sakit Hati Dari Orang Menyebalkan

Pertemuan yang terus berkelanjutan dengan orang-orang yang menyebalkan bisa menjadi sumber sakit hati atau dinding yang menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan.

   “Orang menyebalkan yang sering menyakitkan hati tak bisa kita hindari. Namun kebahagiaan atau penderitaan ada di tangan kita sendiri!” unknown.

Terlebih di usia remaja, rasa kesal dan sakit hati kadang terlihat seperti akhir dunia. Benar saja, livestrong.com memperkirakan setiap 100 jam sekali anak remaja melakukan bunuh diri.

Tak peduli berasal dari keluarga kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak, sebab orang-orang menyebalkan yang sering menyakitkan hati ini menjadi penyumbang terbesar generasi muda yang depresi dan frustrasi.

Kurangnya pengetahuan tentang menjaga kesehatan mental serta faktor pemikiran yang belum cukup dewasa membuat kita seringkali berpikir pendek dan kesulitan menyembuhkan sakit hati pada diri sendiri.

Secara lebih ringkasnya, berikut cara menghadapi orang menyebalkan yang sering menyakitkan hati!

1. Pahami Bahwa Orang Lain Juga Memiliki Luka Batin

Setiap Orang Pernah Merasakan Luka Batin
Setiap Orang Pernah Merasakan Luka Batin

Tidak ada orang yang terlahir untuk menjadi menyebalkan bagi orang lain. Mari melihat lagi dari awal sejak kita lahir ke dunia, apakah kita langsung menjadi orang baik, jahat atau polos-polos saja seperti kertas putih?

Tentu banyak faktor yang membentuk seseorang menjadi sosoknya yang sekarang. Dan kesimpulannya, luka batin akan menimbulkan luka yang sama jika tidak segera disembuhkan.

Saat orang lain terlihat begitu menyebalkan dan sering menyakitkan hati, coba kita lihat dulu sejarah hidupnya seperti apa. Bisa jadi ia adalah orang yang butuh dirangkul karena memiliki luka batin dalam jiwanya.

Cara kerja luka batin efek domino. Ia akan menyebar dan menular pada orang lain, jadi jangan biarkan luka itu menular pada dirimu.

Sebab bahayanya nanti kamu juga akan menularkannya pada orang lain. Jadi jangan mudah terpancing emosi, maafkanlah, rangkul dan doakan yang baik-baik untuknya.

2. Ekpresikan Rasa Sakit Hati Tanpa Balas Menyakiti

Ekspresikan Rasa Sakit Hati
Ekspresikan Rasa Sakit Hati

Mungkin kamu pernah menyesal setelah melakukan tindakan negatif, seperti marah, berkata-kata kasar atau membalas menyakiti hati orang lain.

Tentu saja, sebab api tak mungkin bisa dipadamkan dengan api. Jika kamu marah, artinya ia berhasil menularkan luka batin kepada dirimu.

Bukan pula berarti kamu harus memendam sakit hati sendirian dan berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja. Ada cara-cara yang bagus dalam mengekspresikan sakit hati, semisal menulis.

Tuliskanlah apapun yang kamu rasakan, lalu bakar kertas itu!

Namun jika memungkinkan untuk berbicara langsung kepada orang tersebut, coba katakan baik-baik untuk menyampaikan apa yang perlu kamu sampaikan.

Berikan ia pujian dari beberapa kebaikan dalam dirinya, lalu tanyakan apa masalahnya, apa yang ia perlukan, kemudian sentuh hatinya dengan motivasi yang tulus.

Seburuk-buruknya seseorang, pasti ia juga memiliki kelebihan. Cobalah jujur tentang hal itu, seperti “Aku suka berteman denganmu karena sebenarnya kamu lucu. Tapi kamu tau gak aku sering sakit hati karena ucapanmu”

Ekspresikan saja apa yang tersimpan di pikiran, tak perlu takut dan malah seharusnya kamu takut jika memendamnya. Sebab segala luka batin yang terpendam akan mencari jalan keluar, bagaimana pun caranya!

3. Hilangkan Dendam dan Kebencian Dalam Hati

Hilangkan Dendam Dalam Hati
Hilangkan Dendam Dalam Hati

Jika emosi adalah reaksi alami maka sakit hati adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Kata-kata dari orang lain mungkin dalam sekejap bisa membuat hati kita merasa sakit.

Namun setelahnya yang membuat hati semakin sakit adalah pikiran kita sendiri. Para pakar psikolog menyimpulkan bahwa sakit hati 90% berasal dari pikiran sendiri, dan itu artinya hanya 10% yang berasal dari orang lain.

Jadi mengapa kita begitu benci dan dendam pada orang-orang yang menyakitkan hati padahal pengaruhnya kecil sekali, mengapa tidak mau mengakui bahwa kita juga turut menyakiti diri sendiri?

Dendam artinya kita tidak mau memaafkan orang lain, benci artinya kita ingin bermusuhan. Jelas saja semua itu membuat keadaan semakin buruk dan luka batin semakin menganga.

Api kebencian dan dendam semakin besar seiring waktu jika terus disirami dengan pikiran negatif. Sementara berpikir positif dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian bisa mengubah benci menjadi cinta.

Ingat, kuncinya ada pada pikiran. Jaga pikiran tetap positif dan lawan rasa ingin membangkitkan sakit hati yang sudah berlalu. Biarkan itu menjadi masa lalu yang membuat kita lebih bijak dan lebih kuat lagi kedepannya.

Baca Juga : Dijauhi Teman Tanpa Alasan? Coba Koreksi 10 Kesalahan Ini

4. Berbagi Suka Cita Pada Orang-orang

Berbagi Suka Cita Dengan Orang Lain
Berbagi Suka Cita Dengan Orang Lain

Alih-alih mengabaikan pikiran negatif tentang orang yang menyebalkan, ada baiknya kita juga berbagi suka cita pada orang-orang.

Kita perlu mengubah fokus pikiran ke arah yang baik, sebab pikiran adalah kunci yang bisa membuka luka lama dan membuat kita kembali stress.

Tak perlu menghindar, menjauh atau menyebarkan kabar berita pada teman-teman lainnya bahwa orang tersebut toxic, menyebalkan, membuat geram dan lainnya.

Jika kamu melakukan hal itu, sakit hatimu tidak akan pernah sembuh bahkan semakin dalam dan membekas. Dengan kata lain, kita sama saja seperti orang yang menyakiti kita.

Cobalah berbagi suka cita bahkan meski pun orang tersebut berusaha menghancurkannya. Luka batin yang teramat dalam membutuhkan waktu panjang untuk sembuh jika penderitanya tidak memiliki motivasi.

Ayo rangkul luka orang tersebut dengan luka-lukanya dan terimalah bahwa kamu dan dia sama-sama terluka. Berikan senyum tulus dan bagikan suka cita yang kamu dapatkan agar ia merasa diperhatikan.

Namun ini bukan berarti kamu mendukung orang lain menyakiti dirimu, tentu kita tidak bisa setuju dengan tindakannya, tapi bukan berarti kita harus membenci orangnya.

Baca Juga : Jauhi Teman yang Tidak Baik Untukmu, Sebelum Menyesal

5. Pastikan Kamu Tidak Menjadi Paranoid

Hilangkan Paranoid
Hilangkan Paranoid

Pengalaman di masa lalu membentuk diri kita yang sekarang. Tetapi pola-pola yang terjadi di masa lalu, tidak selalu sama dengan apa yang sekarang terjadi.

Karena hidup selalu menghadirkan hal-hal yang tak terduga. Semisal, kita sudah hafal dengan karakter seseorang yang sering menyakiti hati, mulai dari gaya bahasa, gerak-gerik dan lainnya.

Lalu kemudian suatu hari kita mengenal seseorang yang gaya bahasa dan gerak-geriknya mirip seperti orang tersebut, lantas kita pun langsung menyimpulkan bahwa ia akan menyakiti hati juga.

Dan tanpa pikir panjang kita langsung membangun dinding untuk membatasi diri dari orang lain yang sebenarnya belum kita kenal dengan baik.

Hal ini tentu sangat normal, sebab kita memiliki sistem pertahanan diri yang secara otomatis diatur oleh otak. Seperti yang kita tahu otak menyimpan banyak sekali data tentang kenangan buruk.

Tetapi bukankah tindakan seperti itu hanya membuat kita terlihat seperti seorang paranoid? Jangan biarkan rasa sakit di masa lalu menjadi identitas kamu di masa sekarang.

Setelah kamu berhasil menghadapi orang menyebalkan di masa lalu, artinya kamu sudah naik kelas. Sekarang saatnya menghadapi cobaan yang baru lagi, jangan takut, semua akan baik-baik saja.

Ingatlah, hidup akan menghadirkan banyak sekali cobaan-cobaan tak terduga. Jadi pastikan bahwa dirimu selalu siap menghadapi apapun yang terjadi kedepannya.

Baca Juga : Santai, Inilah 6 Tips Menghadapi Orang Egois dan Keras Kepala

Akhir Kata

Jangan biarkan dirimu menjadi orang yang menderita sepanjang waktu hanya karena seseorang menyakitimu. Kamu memiliki kehidupan pribadi yang sangat berharga maka bahagiakanlah hatimu.

Sekianlah artikel tentang cara menyembuhkan sakit hati dari orang yang menyebalkan. Semoga bermanfaat!