Waspada Compulsive Buying, Ketika Keinginan Belanjamu Sudah Berlebihan

Melihat foto-foto seleb atau influencer di instagram pamer barang-barang brandednya yang super

Novia Kartikasari Novia Kartikasari · 4 min read >
Kebiasaan Belanja Yang Buruk

Melihat foto-foto seleb atau influencer di instagram pamer barang-barang brandednya yang super banyak, seolah sudah jadi konsumsi para milenial sehari-hari.

Akibatnya banyak orang mulai latah dengan kebiasaan beli-beli barang dalam frekuensi yang sering dan tidak menutup kemungkinan harganya mahal-mahal. Kadang tujuannya sih tidak lain dan tidak bukan untuk pamer saja. Tapi seringkali karena menunjang pola hidup yang tidak sesuai budget, seseorang malah tersandung masalah finansial.

Sebenarnya seseorang yang normal seharusnya punya yang namanya kontrol diri yang akan menekan keinginan sesaat dia ketika sedang berbelanja.

Namun dalam beberapa kasus kontrol diri ini menjadi sangat lemah dan sulit menekan keinginan-keinginan sesaat tadi. Perilaku yang sulit dikendalikan seperti ini bisa dikatakan mengarah ke perilaku kompulsif.

Perilaku kompulsif adalah suatu perilaku yang terus diulang-ulang oleh seseorang meskipun dirinya tahu bahwa perilaku itu mungkin merugikan dirinya. Click To Tweet

Perilaku kompulsif atau berulang ini biasanya diikuti dengan munculnya sebuah obsesi pada suatu hal tertentu. Perilaku kompulsif ini bisa terjadi dalam banyak konteks, nah yang akan kita bahas kali ini adalah perilaku kompulsif yang terjadi saat seseorang berbelanja.

Apakah perilaku belanja kamu termasuk normal atau tidak ya?

Perilaku belanja atau membeli dikatakan sudah kompulsif ketika keinginan berbelanja seseorang terasa sudah berlebihan, kontrol diri seseorang juga dinilai sangat rendah sehingga membuatnya mudah membeli apapun tanpa berpikir panjang, akibat perilaku belanja berlebihan ini menciptakan konflik-konflik masalah dalam hidupnya terutama terkait hal finansial.

Ciri-ciri Kalau Aktivitas Belanjamu Sudah Kompulsif

Compulsive Buying
Compulsive Buying

Perilaku beli yang kompulsif ini tidak sampai dikategorikan kedalam buku pedoman diagnosa psikologis (DSM), namun permasalahan tentang tindakan impulsif (spontan) saat belanja ini lebih mengarah kepada gangguan adiksi.

Berikut adalah ciri-ciri kalau aktivitas belanjamu sudah kompulsif menurut Dr. Heshmat (2018) dalam artikelnya di Psychology Today.

1. Membeli barang secara impulsif / spontan

Baru lihat-lihat eh ada yang lucu langsung dibeli. Pembeli yang punya kebiasaan spontanitas seperti ini ini biasanya membeli suatu barang karena adanya dorongan dari hati mereka yang begitu besar.

Menghabiskan uang tanpa perhitungan bisa menyebabkan ada banyaknya benda yang sebenarnya belum sempat dibuka atau dikenakan karena mereka terus membeli tanpa mempertimbangkan butuh atau tidaknya benda itu, tapi lebih ke menuruti keinginannya saja.

Jika pola beli seperti ini terus berlanjut bisa-bisa akan menyebabkan timbulnya kebiasaan menimbun barang oleh seseorang.

2. Merasakan Kegembiraan Luar Biasa Ketika Membeli Barang

Seorang pembelanja yang kompulsif biasanya mengalami kegembiraan saat mereka hendak membeli sesuatu.

Nah tapi sebenarnya perasaan senang dan puasnya ini bukan muncul karena dia  bisa memiliki barang tersebut ya, tapi perasaan bahagia dan puas itu sebenarnya dari perilaku ketika dia hendak membeli barang tersebut.

Perasaan gembira yang luar biasa ini yang bisa menyebabkan efek ketagihan / adiksi yang akhirnya membuat seseorang tersebut jadi terus – menerus ingin membeli sesuatu meskipun dia tidak butuh.

3. Belanja untuk Mengurangi Perasaan yang Tidak Menyenangkan

Belanja kompulsif biasanya dilakukan seseorang untuk mengisi kekosongan emosional dalam dirinya, seperti perasaan kesendirian, penurunan kontrol diri atau penurunan harga diri seseorang.

Biasanya, perasaan negatif seperti frustasi pada sesuatu memancing keinginan seseorang untuk berbelanja. Namun penurunan emosi negatif ini biasanya sifatnya hanya temporer saja dan dengan cepat digantikan dengan naiknya tingkat kecemasan atau perasaan bersalah

4. Perasaan Bersalah dan Penyesalan yang Mendalam Mengikuti Setelah Berbelanja

Berbelanja biasanya diikuti dengan perasaan penyesalan yang mendalam. Mereka akan merasa bersalah dan tidak bertanggungjawab karena membeli tanpa pertimbangan.

Namun dari perasaan bersalah ini malah menghasilkan sebuah lingkaran setan, dimana suatu perasaan negatif malah memicu munculnya perbaikan mood dengan cara membeli sesuatu hal.

5. Menggunakan Kartu Kredit agar Membayar Tidak Terasa Menyakitkan

Saat seseorang mengeluarkan uang, seseorang akan merasakan sesuatu hal yang menyakitkan bagi dirinya. Membayar dengan uang cash rasanya memang lebih menyakitkan ya dibanding membayar dengan kartu kredit, karena kita benar-benar melihat uang kita berkurang secara nyata dari dompet kita.

Oleh karenanya orang-orang yang punya kebiasaan belanja kompulsif biasanya akan memilih kartu kredit sebagai metode bayarnya (meskipun tidak semua).

Karena memang dalam mekanisme kartu kredit sendiri memang tujuan penciptaannya adalah memisahkan efek psikologis ini, antara rasa sakit mengeluarkan uang dengan kepuasan ketika membeli sesuatu

Tips Mengatur Agar Belanjamu Tidak Jadi Berlebihan

Mengatur Cara Berbelanja Yang Benar
Mengatur Cara Berbelanja Yang Benar

Belanja berlebihan tentu merugikan kita kalau terus-menerus dilakukan dalam jangka panjang, karena tidak semua dari kita punya daya beli yang besar untuk mencapai suatu gaya hidup tertentu. Nah agar belanjamu lebih terkontrol dan tidak jadi berlebihan coba simak beberapa tips berikut ini.

1. Siapkan Daftar Belanjaanmu

Menyiapkan daftar belanjaan akan membantu seseorang untuk tetap fokus pada apa yang akan dia beli. Cara ini sangat berguna khususnya buat kamu yang sulit mempertahankan fokus ketika di pusat perbelanjaan.

Selain membantu fokus, mempersiapkan daftar belanjaan bisa mempercepat waktu belanjamu, jadi kamu tidak buang waktu lama-lama lagi di pusat perbelanjaan. Karena ketika kamu berlama-lama di pusat perbelanjaan daftar keinginan yang tidak diprediksi tiba – tiba jadi muncul gitu aja.

2. Buat Prioritas. Selalu dahulukan Need dibandingkan Will

Ada beberapa teman yang melihat suatu barang lucu / keren eh langsung dibeli, padahal tidak masuk prioritas barang yang akan dibeli hari itu.

Umumnya pengeluaran jadi membengkak dan kontrol diri menurun karena kita selalu mendahulukan barang-barang yang jadi keinginan kita, dimana kalau membicarakan seputar keinginan pasti tidak ada habisnya.

Nah kalau sudah begini, buat daftar prioritas itu wajib hukumnya. Dimana yang harus jadi nomor 1 adalah barang yang kita perlukan, seperti misal dibandingkan membeli tas yang sudah kita punya banyak di lemari dan hanya karena bosan, lebih baik membeli sepatu pengganti dimana sepatu yang kamu punyai saat itu mungkin sudah rusak.

3. Hindari Menggunakan Kartu Kredit

Seperti yang disinggung sebelumnya menggunakan kartu kredit riskan membuat seseorang kehilangan kontrol atas dirinya. Karena tunggakan kartu kredit tidak akan kita rasakan pada awalnya, berbeda saat kita pakai kartu debit atau uang cash dimana uang yang berkurang bisa kita lihat berapa dan langsung terasa efeknya.

Dimana sejala dengan tujuan penciptaan kartu kredit yang memang ingin memanjakan para penggunanya dengan kepuasan semata saat hendak membeli sesuatu bukan merasakan perasaan tidak nyaman seperti ketika pakai uang cash / kartu debit.

Agar belanja kamu lebih terkontrol sangat disarankan deh pokoknya untuk menghindari mengunakan yang namanya kartu kredit atau sistem-sistem sejenis lainnya.

4. Biasakan Setiap Keluar Harus Ada Tujuannya

Jalan-jalan tanpa tujuan di pusat perbelanjaan membuat seseorang berpotensi untuk membeli barang yang tidak dia rencanakan sebelumnya, ya kecuali kalau memang rencananya beli apapun yang ditemui saat itu.

Dengan kamu membiasakan keluar ada tujuannya kamu jadi terlatih buat selalu merencanakan apapun pengeluaran yang kamu lakukan nanti.

5. Membawa Uang Cash Yang Sudah Disesuaikan Dengan Rencana Belanja

Membawa uang cash secara tidak berlebih dan sesuai rencana secara tidak langsung akan membatasi kemampuan membelimu.

Hal ini karena dengan memiliki uang cash yang tidak berlebihan akan membuat kita selalu memperhitungkan berapa biaya yang hendak kita keluarkan, pasti malu dong ya kalau ke depan kasir tiba-tiba uangnya kurang. Oleh karenanya cara satu ini pantas banget kamu pertimbangin.

6. Hitung belanjaanmu sebelum menuju kasir

Dengan membiasakan menghitung belanjaan sesuai dengan tag harga yang tertera kita bisa memprediksi kira-kira berapa biaya yang akan kita keluarkan untuk membeli suatu barang, jadi barang yang kita beli ini tidak akan over budget dan pasti sesuai dengan daya beli kita.

Membeli barang untuk mencapai suatu gaya hidup tertentu sah – sah aja pastinya, tapi ketika pada kenyataannya daya beli kita tidak sampai apakah masih akan terus dipaksakan? Dengan tujuan hanya untuk pamer atau ajang panjat sosial saja. Bisa – bisa bukannya terkenal yang akan didapatkan tapi malah terjerat kedalam masalah sosial dan finansial.

Baca Artikel Lainnya:

Dengan selalu merencanakan apapun sebelum membeli bisa membuat seseorang jadi lebih memikirkan dampak yang muncul setelah dia membeli barang tersebut, bukan hanya sekadar pemuas sesaat.

Novia Kartikasari
An amateur writer who inspired to be a professional writer someday. I love writing about a social phenomenon, education, environmental and lifestyle issue Read Full Profile