in

Dampak Psikologis Akibat Pandemi, Apa Yang Harus Dilakukan?

Menangani Dampak Psikologis Akibat Pandemi

Dampak psikologis akibat pandemi perlahan mulai dirasakan oleh hampir semua orang. Pandemi covid-19 ini tidak hanya membuat perekonomian menjadi lesu. Tetapi juga sumber daya manusianya yang banyak di rumahkan dan bekerja di rumah.

Kebiasaan bekerja di kantor setiap harinya membuat seseorang terbiasa untuk beraktivitas di luar rumah. Peristiwa mendadak yang mengharuskan seseorang merubah kebiasaan berada di luar rumah ini dapat memicu stres.

Lho bukannya enak bekerja dari rumah? Tidak selalu. Faktor yang memengaruhi adalah dari diri sendiri, lingkungan dan juga fasilitas. Diri sendiri merasa lebih tenang dan fokus saat bekerja dari kantor daripada dari rumah.

Hal ini disebabkan oleh adanya faktor lingkungan yakni adanya distraksi saat bekerja misalnya tukang paket datang, anggota keluarga lain yang membutuhkan bantuan mendadak di saat bekerja, dan adanya gangguan yang memicu stres secara psikologis seperti orang tua yang toxic.

Dari segi fasilitas misalnya kebutuhan akan internet yang tidak memadai seperti di kantor dan peralatan elektronik seperti PC dan laptop yang digunakan untuk bekerja mengalami kendala. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir stres sebagai dampak psikologis akibat pandemi ini?

Hindari Terlalu Banyak Membuka Sosial Media

Bijak Dalam Penggunaan Sosial Media
Bijak Dalam Penggunaan Sosial Media

Sosial media memang merupakan salah satu cara kita untuk mendapatkan informasi akan hal apapun yang sedang terjadi di dunia. Namun terlalu lama menggunakan dan membuka sosial media dapat menimbulkan stres akibat pandemi.

Karena Anda akan terus menerus menemukan berita mengenai pandemi covid-19 yang tidak ada habisnya. Sah-sah saja untuk mencari tahu berita mengenai hal yang sedang booming ini. Namun terlalu lama justu Anda akan dilanda kecemasan (anxiety).

Anda perlu membatasi diri sejauh apa untuk membaca berita di sosial media. Cara pertama Anda dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan fitur mute. Beberapa sosial media sudah memberikan fitur ini agar Anda tidak menemukan berita sesuai keyword yang ingin di mute. Dengan begitu Anda tidak akan terlalu banyak menemukan berita atau informasi mengenai hal apapun yang ingin dibatasi.

Batasi juga waktu untuk menggunakan sosial media. Misalnya Anda memberikan batasan pada diri sendiri untuk membuka sosial media selama 15-30 menit saja dalam sehari. Atau dua kali dalam sehari selama beberapa menit saja.

Dengan begitu Anda dapat mengurangi penggunaan media sosial untuk hal yang tidak perlu. Perhatikan juga berita yang ingin dibaca, Anda juga sebaiknya menyaring berita agar tidak terpengaruhi oleh berita palsu (hoax).

Lakukan Hal Yang Ingin Dilakukan Sejak Lama / Hobi

Melakukan Hobi
Melakukan Hobi

Mengingat sebelum pandemi Anda memiliki sedikit waktu untuk menjalani hobi atau hal yang disukai, ini saat yang tepat bagi Anda untuk melakukannya.

Misalnya saja Anda ingin rutin berolahraga agar tubuh tetap terjaga kesehatannya, Anda bisa melakukannya di rumah saja. Atau iseng mencoba resep baru selama di rumah saja juga bisa Anda terapkan.

Dengan adanya selingan akan aktivitas yang disukai, Anda akan terhindar dari dampak psikologis akibat pandemi. Pastikan juga Anda tidak terganggu oleh orang lain yang berpotensi menjadi sumber toxic karena hal ini akan berpengaruh terhadap keinginan Anda memulai sesuatu.

Anda juga dapat membersihkan rumah secara bertahap agar semakin nyaman berada di rumah selama masa pandemi ini.

Apakah Anda merasakan stress selama masa pandemi ini ? Coba pelajari artikel dibawah untuk mengetahuinya  :

Meeting Online Dengan Teman

Meeting Online
Meeting Online

Tidak bisa keluar bertemu teman-teman bukan berarti Anda tidak bisa bertatap muka sama sekali. Dengan teknologi pada gadget dan internet, Anda dapat kembali berjumpa dan berkumpul dengan orang terkasih melalui video call.

Cukup banyak aplikasi yang dapat memfasilitasi Anda untuk melakukan video call. Misalnya saja Zoom, Whatsapp Video Call, Line Video Call sampai Google Hangout.

Anda bisa janjian makan siang bareng di rumah masing-masing sambil tetap melakukan panggilan video. Anda tetap bisa seru-seruan bareng tanpa harus bertemu. Bukankah cara baru ini lebih mengasyikkan daripada Anda harus berdiam di rumah dan tidak bertemu mereka sama sekali?

Ikuti Kelas Gratis

Kelas Online Gratis
Kelas Online Gratis

Era pandemi ini membuat banyak sekali kelas online baik yang gratis maupun berbayar. Anda bisa mengikuti kelas online gratis sesuai keinginan. Ini adalah hal positif yang bisa dilakukan di rumah untuk menambah skill dan pengetahuan.

Pasalnya dampak psikologis akibat pandemi ini juga membaut seseorang menjadi kurang termotivasi untuk belajar hal baru. Padahal ini adalah saat yang tepat untuk mendapatkan ilmu terkini secara gratis.

Bahkan beberapa platform edukasi bisa Anda ikuti dan mendapatkan sertifikat lho. Wajib dicoba ya supaya Anda tetap terasah pengetahuannya dan termotivasi selama berada di rumah.

Lakukan Self-care

Self Care
Self Care

Perawatan diri merupakan hal esensial sebagai bentuk penghargaan kepada diri sendiri. Dampak psikologis akibat pandemi ini tidak hanya membuat diri menjadi stres, tetapi kulit tubuh juga dapat merasakan stres.

Hal ini kerap kali dilupakan bahwa diri Anda juga butuh diapresiasi setelah bekerja keras. Meski berada di rumah terus menerus, hal ini tidak boleh dilupakan.

Anda juga wajib untuk melakukan perawatan diri sendiri di rumah seperti rutin menggunakan skin care, lulur hingga perawatan dalam diri seperti me time dengan melakukan hal yang disukai seorang diri.

Tetap Tenang

Tetap Tenang Didalam Rumah
Tetap Tenang Didalam Rumah

Ketenangan diri dibutuhkan untuk dapat tetap sehat fisik dan psikis. Jika Anda tidak dapat mengontrol diri untuk tetap tenang, Anda akan dengan mudah terkena dampak psikologis akibat pandemi seperti diserang kecemasan hingga depresi.

Ketika seseorang berada dalam fase cemas, ia akan menunjukkan gejala lainnya seperti fisik yakni mudah berkeringat, restless leg syndrome, dan mudah panik. Dampaknya Anda akan kesulitan untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.

Agar diri Anda dapat tetap tenang, Anda bisa melakukan beberapa hal di rumah. Misalnya bermeditasi, berolahraga atau melakukan stretching sesuai kemampuan Anda. Hal ini dapat mengeluarkan hormon yang disebut dengan endorfin di mana dapat meminimalisir kecemasan.

Untuk mengatasi kepanikan yang mungkin akan menimpa anda, anda dapat mempelajari :

Mendengarkan Musik

Mendengarkan Musik
Mendengarkan Musik

Cara ini dapat dilakukan oleh Anda yang menyukai beraktivitas sambil mendengarkan musik. Belum pernah beraktivitas sambil mendengarkan musik? Kini saatnya Anda mencobanya. Anda bisa work from home sambil mendengarkan musik agar tetap semangat mengerjakan tugas.

Dengan catatan, musik yang diputar tidak mengganggu orang lain yang ada di dekat Anda. Gunakan headset jika memang perlu dengan aturan volume yang cukup agar tidak merusak telinga.

Jika Anda merasa tanda dari dampak psikologis akibat pandemi mulai bermunculan, cobalah beberapa cara diatas. Jika Anda dapat melalui sehari saja dengan cara diatas, berikan reward kepada diri sendiri dari berhasilnya menantang diri untuk tetap sehat mental.

Anda juga dapat melakukan hal baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya karena ide-ide akan mudah datang jika pikiran dan mental Anda tenang dan sehat.

Memang kita tidak dapat menghindari lingkungan rumah yang toxic, tetapi Anda bisa memposisikan diri untuk tetap sehat dengan menjaga jarak dan meminimalisir interaksi dengan sumber toxic tersebut. Kesehatan mental sekarang ini sudah banyak berkembang dan disadari oleh masyarakat.

Untuk itu Anda sebaiknya mulai dari sekarang berupaya dan andil dari diri sendiri terlebih dahulu dalam mengambil peran guna menyehatkan mental.

Coba baca juga : 6 Cara Membangun Mental Yang Kuat untuk Diri Sendiri.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.