in

7 Hal yang Seharusnya Dilakukan Istri Saat Suami Marah

Sikap Istri Ketika Suami Marah

Pada dasarnya menjalani kehidupan rumah tangga memang bukan hal yang mudah. Masalah tentu akan datang silih berganti. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab munculnya masalah dalam rumah tangga. Saat ada sebuah masalah yang muncul dalam rumah tanggamu, tentu saja kamu harus menyelesaikannya dengan pikiran yang dingin.

Sebagai manusia, kamu tidak pernah tahu dengan siapa kamu akan ditakdirkan untuk menjadi pasangan suami istri. Kamu pun tidak akan pernah bisa menebak suami dengan karakter seperti apa yang akan menjadi suamimu pada akhirnya. Selalu ada kemungkinan bagimu untuk mendapatkan sosok suami dengan karakter yang mudah emosi atau marah.

Saat kamu memiliki suami yang mudah emosi, kamu harus paham bagaimana cara menghadapi emosi suamimu. Wajar jika kamu masih sering kebingungan dalam menghadapi emosinya, tetapi kamu harus mulai belajar untuk menghadapinya, bukan malah menghindar darinya.

Lalu apa saja sih yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri saat suaminya sedang marah? Bagi kamu yang masih merasa belum tahu dan bingung untuk menghadapinya, langsung saja simak penjelasan berikut.

1. Jangan Membuat Asumsi Sendiri Tanpa Bukti yang Jelas tentang Masalah yang Sedang Dihadapi oleh Suamimu

Berhenti Membuat Asumsi
Berhenti Membuat Asumsi

Saat kamu melihat kondisi suamimu yang datang dengan amarah yang tidak jelas penyebabnya, jangan mencoba terlalu banyak berasumsi terlebih dahulu. Asumsi tanpa bukti hanya akan membuat masalah baru.

Tanpa bukti yang jelas, asumsi yang kamu miliki hanya akan membuatmu emosi dan menduga-duga hal yang belum tentu kebenarannya.

Asumsimu itu mungkin saja bisa mengganggu komunikasi mu dengan suamimu jangan membuat amarah suamimu semakin menjadi-jadi.

Wanita kerap kali terlalu cepat dalam membuat sebuah asumsi. Hal ini tentunya akan memperparah situasi dari hubungan itu sendiri. Coba pelajari 10 Kesalahan Cewek Terhadap Pasangan.

2. Sebisa Mungkin Jangan Berdebat dengan Suamimu, Menghindari Perdebatan Adalah Langkah yang Tepat

Menghindari Perdebatan
Menghindari Perdebatan

Jangan sekali-kali kamu membuat masalah baru dengan suami saat dia sedang dalam kondisi emosi yang kurang baik. Hindari berdebat dengannya untuk masalah yang tidak penting.

Jika memang kamu memiliki masalah yang ingin kamu sampaikan pada pasanganmu, lebih baik kamu menundanya terlebih dahulu. Biarkan amarah suamimu reda. Jangan membuat amarahnya semakin parah dengan mengajaknya berdebat untuk urusan yang tidak terlalu penting.

3. Cobalah untuk Menjadi Pendengar yang Baik untuk Suamimu

Cobalah Menjadi Pendengar Yang Baik
Cobalah Menjadi Pendengar Yang Baik

Sesekali cobalah untuk menjadi pendengar yang baik untuk pasanganmu. Dengan begitu komunikasi antara kamu dan pasanganmu bisa berjalan dengan lancar. Tapi sayangnya menjadi pendengar yang baik bukanlah hal yang mudah.

Banyak pasangan yang akhirnya berpisah karena faktor ego mereka masing-masing. Mereka menuntut pasangan mereka untuk menjadi pendengar yang baik tanpa menuntut diri mereka sendiri untuk menjadi pendengar yang baik untuk pasangannya. Nah, saat suamimu sedang marah, menjadi pendengar yang baik untuknya adalah salah satu solusi yang tepat.

Saat suami membutuhkan teman untuk cerita, usahakan kamu selalu ada untuknya. biarkan dia menceritakan semua hal yang menjadi beban pikirannya sampai selesai. Jangan pernah memotong pembicaraannya sebelum dia selesai mengungkapkan apa yang dia ingin ungkapkan kepadamu.

Menjadi seorang pendengar yang baik tidak sulit untuk dilakukan jika kamu paham caranya. Jika kamu belum mampu menjadi pendengar yang baik, coba pelajari 8 Tips Menjadi Pendengar yang Baik.

4. Hargai Privasi Suamimu, Beri Dia Ruang untuk Sendiri Agar Emosinya Cepat Redam

Menghargai Privasi Suami
Menghargai Privasi Suami

Saat berada di puncak amarah, biasanya yang diperlukan oleh seseorang adalah menyendiri untuk sementara waktu. Jadi jika suami yang sedang marah, ada baiknya kamu memberinya waktu dan ruang untuk menenangkan pikirannya sendiri tanpa harus mengganggunya. Biarkan dia tenang terlebih dahulu.

Jika memang membutuhkan teman untuk berdiskusi, pasti dia akan mencarimu untuk menjadi teman diskusinya. Jika dia memang tidak ingin menceritakan masalahnya kepadamu, maka lebih baik kamu diam terlebih dahulu. Jangan memaksanya untuk menceritakan apa yang menjadi beban pikirannya.

5. Cukup Dengarkan Dia, Jangan Memberi Terlalu Banyak Solusi Tanpa Diminta Olehnya

Cukup Mendengarkan Suami Berbicara
Cukup Mendengarkan Suami Berbicara

Sebagai pasangan, mungkin ada katanya kamu ingin memberikan masukan atau saran kepadanya saat sedang menghadapi suatu masalah. Tetapi dengan kondisi emosinya saat ini, mungkin ada baiknya kamu tidak memberikan terlalu banyak solusi kepadanya. Ada baiknya kamu percayakan semuanya kepada suamimu.

Boleh saja memberi masukan kepada suamimu, tetapi kamu harus memberikannya dengan porsi yang tepat. Memberi terlalu banyak solusi, mungkin akan membuatnya merasa bahwa kamu terlalu banyak bicara dan merasa paling benar. Hal ini tentu hanya akan membuat kondisi emosi suamimu semakin buruk.

6. Carilah Waktu yang Tepat untuk Berkomunikasi dengan Suamimu, Pahamilah Kapan Suamimu Butuh Teman dan Kapan Suamimu Butuh Waktu untuk Sendiri

Carilah Waktu Yang Tepat Untuk Berbicara
Carilah Waktu Yang Tepat Untuk Berbicara

Saat suamimu sedang dilanda amarah, kamu harus bisa lebih pintar dalam menemukan waktu yang tepat untuk berkomunikasi dengannya. Jangan langsung menghujaninya dengan banyak pertanyaan. Hal seperti itu hanya akan membuat emosinya semakin memuncak.

Tahanlah dulu keingintahuanmu tentang hal yang membuatnya marah. Jangan terlalu banyak bertanya, bicara, atau memaksanya untuk menceritakan tentang masalah apa yang sedang dia hadapi saat ini. Kamu harus bisa lebih tenang sebagai seorang istri.

Mungkin saja suamimu membutuhkan waktu untuk menjernihkan pikirannya. Dia tidak ingin diganggu oleh orang lain, termasuk istrinya sendiri. Kamu harus memberi kepercayaan penuh kepada suamimu terlebih dahulu.

Saat waktunya sudah dirasa tepat, barulah kamu bisa mengajaknya berkomunikasi dan diskusi tentang masalah apa yang membuatnya sampai semarah itu.

7. Bersabarlah dalam Menghadapi Amarahnya dan Menunggu Amarahnya Mereda

Bersabar Menghadapi Amarah
Bersabar Menghadapi Amarah

Memang tak mudah untuk bisa tetap bersabar dalam menghadapi sebuah masalah, tapi bukan berarti kamu tidak bisa melakukannya. Sabarmu sangatlah diperlukan untuk bisa menghadapi suamimu yang sedang dalam keadaan marah.

Kamu harus bisa memahami kondisinya yang saat ini berada dalam bahasa yang sulit. Jika memang suamimu tidak ingin terganggu oleh kehadiranmu, maka lebih baik kamu menghindar darinya untuk sementara waktu.

Kamu harus bisa menghadapi amarahnya dengan tetap tenang dan bersabar. Kamu harus memberikan waktu yang cukup untuk suamimu agar bisa lebih tenang dari sebelumnya.

Hubungan suami istri tentu banyak tantangannya. Beberapa artikel berikut saya rekomendasikan untu kamu agar lebih memahami dan bijak menyikapi setiap permasalahan didalam rumah tangga.

Itu dia 7 hal yang seharusnya kamu lakukan ketika suamimu sedang marah. Ingatlah bahwa salah satu hal terpenting yang harus kamu jaga dalam menjalin hubungan suami istri adalah komunikasi. Jika kamu berhasil menjaga komunikasimu dengan suamimu, kamu pasti akan bisa menghadapi amarah suamimu dan melewati semua masalah yang datang dalam rumah tanggamu.

Written by Dina Novia

Punya hobi travelling dan fotografi. Masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di Malang.