in

Emosi Dalam Psikologi Tidak Hanya Marah, Yuk Pelajari Lagi

Emosi Dalam Psikologi

Emosi dalam psikologi tidak hanya mengacu pada rasa marah saja. Emosi memiliki cakupan yang lebih luas dari hanya kemarahan. Emosi sendiri ada 2 yakni positif dan negatif. Tentunya emosi positif adalah yang dirasakan namun memiliki efek baik bagi diri.

Sedangkan negatif sudah pasti kurang baik jika dilakukan secara terus menerus. Setiap manusia pasti merasakan dan memiliki emosi untuk menggambarkan apa yang sedang dialami.

Terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan berpengaruh pada cara dan kalimat Anda ketika berbicara. Tidak hanya sampai disitu saja. Emosi apapun akan memengaruhi pembuatan keputusan akan sesuatu hal.

Emosi sendiri berasal dari bahasa Latin yakni Movere. Artinya adalah menggerakkan atau bergerak. Huruf e di akhir kata Movere memiliki makna bergerak menjauh. Maka dapat dikatakan bahwa emosi merupakan gejala dari psikofisiologis yang dapat menimbulkan efek pada persepsi dan tingkah laku yang dikeluarkan pada ekspresi tertentu.

Emosi yang Anda keluarkan ini juga dapat ditiru oleh anak lho. Jadi sebaiknya respon dengan emosi tepat sesuai situasinya.

Lalu apa saja emosi dalam psikologi ini? yuk simak penjelasannya berikut ini.

Benci

Benci
Benci

Seperti yang kita ketahui, benci adalah sebuah ungkapan ketidaksukaan terhadap sesuatu hal. Emosi yang satu ini dapat memengaruhi respon seseorang pada suatu kondisi tertentu.

Seseorang yang sedang merasakan kebencian memiliki anggapan bahwa ada hal yang tidak membuatnya senang dan bahkan mendatangkan kesedihan.

Cinta

Cinta
Cinta

Emosi dalam psikologi selanjutnya adalah cinta. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kehidupan ini dilewati dengan cinta. Tidak hanya pada konteks antara pasangan saja, cinta juga dapat hadir dalam pertemanan dan keluarga.

Karena ketika seseorang merasakan emosi cinta, maka ia akan memiliki perasaan bahagia, nyaman dan juga keamanan diri di dalamnya.

Dari emosi cinta ini, maka akan tumbuh empati, murah hati dan juga belas kasih. Bahkan tidak sedikit yang memiliki motivasi lagi ketika merasakan cinta.

Pelajari juga : 8 Fakta Cinta Dalam Psikologi yang Harus Diketahui Semua Orang

Gembira

Gembira
Gembira

Kegembiraan akan hadir pada saat Anda merasa bahagia. Emosi dalam psikologi ini berarti adanya hal yang membuat seseorang menjadi senang.

Misalnya saja sedang mendapatkan yang diinginkan atau sedang mendapatkan hal baik di hari ini. Bisa juga karena sedang mendapatkan bahwa keinginannya terpenuhi dan sesuai dengan apa yang diinginkan.

Rasa gembira juga bisa hadir ketika Anda sedang mencapai tujuan hidup yang selama ini menjadi prioritas.

Takut

Takut
Takut

Semua orang pasti pernah merasa takut. Hal ini karena adanya rasa takut yang sudah ada pada tiap individu. Jadi cukup wajar jika rasa takut ini muncul sebagai pertahanan diri dari suatu situasi yang kurang mengenakkan.

Pada saat seseorang merasa terancam karena berada pada situasi berbahaya, maka rasa takut ini dapat muncul. Keberadaan emosi dalam psikologi yang satu ini tidak hanya buruk.

Tetapi juga baik karena dapat menjadi sinyal bagi individu agar lebih berhati-hati pada situasi tertentu. Hal ini akan menghindarkan Anda dari situasi bahaya dan berinisiatif untuk melindungi diri.

Marah

Marah
Marah

Emosi sering diartikan sebagai marah. Padahal emosi dalam psikologi tidak memiliki arti sempit hanya pada marah saja. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa emosi memiliki jenis masing-masing, kali ini akan dijelaskan mengenai marah.

Marah ini dapat muncul karena adanya harapan atau keinginan dari individu yang tidak terpenuhi sesuai ekspektasi. Adanya kendala selama dalam proses menuju tujuan juga dapat membuat seseorang menjadi marah. Hal ini memang alami terjadi pada manusia.

Namun emosi yang satu ini perlu adanya kontrol dari diri individu. Apabila tidak dikendalikan dengan baik, emosi ini dapat berubah menjadi destruktif atau merusak.

Permasalahan yang Anda hadapi tidak akan pernah selesai dengan marah. Untuk itu ketika mencari pemecahan masalah, sebaiknya dinginkan kepala Anda terlebih dahulu agar rasa marah ini tidak memengaruhi keputusan yang akan diambil.

Malu

Malu
Malu

Emosi dalam psikologi ini juga wajar terjadi pada individu. Hal ini dapat muncul karena adanya perilaku yang salah telahdilakukan. Misalnya telah melakukan hal yang buruk, maka seseorang dapat merasa malu.

Atau saat tidak sengaja terjatuh pada tempat umum yang sedang banyak orang juga dapat memunculkan rasa malu ini.

Meski begitu, emosi ini dapat bersifat positif yakni mengendalikan perilaku yang akan muncul. Jadi seseorang mampu untuk memilah respon yang tepat pada suatu situasi.

Dengki

Dengki
Dengki

Dengki termasuk dalam emosi negatif yang ada pada manusia. Emosi dalam psikologi ini memiliki kadar yang berbeda pada masing-masing individu.

Kemampuan dari seseorang untuk mengelola emosinya menjadi faktor perbedaan yang muncul. Emosi ini dapat muncul ketika individu merasakan iri pada orang lain.

Bisa juga karena tidak menyukai apa yang orang lain telah capai. Jadi, sebisa mungkin kendalikan diri Anda dari emosi negatif yang satu ini ya.

Cemburu

Cemburu
Cemburu

Pernahkan Anda merasakan cemburu? Pasti pernah bukan. Nah, emosi dalam psikologi yang satu ini muncul karena adanya rasa tersaingi pada hal tertentu.

Cemburu bisa berdampak positif apabila dapat dikendalikan dan dapat memunculkan semangat dalam beraktivitas.

Meski begitu perlu diperhatikan bahwa emosi ini dapat membuat Anda gelisah karena adanya ketidaknyamanan dan rasa tidak aman. Jika belum diatasi maka hal ini dapat membuat seseorang gelisah secara terus menerus.

Kaget / Terkejut

Kaget
Kaget

Jika Anda merasa terkejut, maka Anda sedang berada dalam situasi yang tidak terduga terjadi. Hal ini dibarengi dengan sikap tidak tahu dan tidak siap untuk berespon pada suatu situasi.

Hal ini dapat berupa emosi positif atau emosi negatif tergantung pada penyebab sesuatu hal yang mengejutkan ini terjadi.

Sedih

Sedih
Sedih

Emosi dalam psikolog selanjutnya adalah sedih. Emosi ini dapat muncul ketika seseorang dihadapkan pada hal yang menyakitkan dan mengecewakan. Bisa juga muncul karena adanya kehilangan dari seseorang atau sesuatu yang disayangi.

Rasa sedih ini dapat berdampak buruk jika dibiarkan secara terus menerus. Bahkan seseorang bisa masuk pada tahap depresi.

Lalu apa bedanya antara emosi dan perasaan?

Emosi sifatnya fisik dari adanya insting manusia yang muncul. Sedangkan perasaan adalah sesuatu yang munculnya mengikuti emosi berdasarkan respon dari alam bawah sadar dari emosi yang dialami.

Respon seseorang dari seseorang ini kadarnya dapat berbeda-beda pada tiap individu. Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan dan bagaimana cara seseorang mempelajari respon terhadap suatu situasi.

Meskipun emosi yang muncul ini sama pada 2 orang berbeda, tetapi respon emosi tersebut tidak semuanya sama pada satu tingkat tertentu. Inilah bukti bahwa emosi dapat dikendalikan. Anda bisa belajar mengendalikan emosi dengan baik dan mengeluarkannya dengan tepat sesuai kebutuhan dan tempatnya.

Pentingnya memahami emosi dalam psikologi ini juga dapat digunakan untuk mencontohkan cara mengendalikan emosi yang baik dan tepat dalam parenting. Karena pada dasarnya semua manusia memiliki emosi, wajar hal ini muncul. Yang bisa dilakukan hanyalah menjaga agar emosi tersebut tidak malah merusak diri Anda sendiri.

Pelajari juga artikel bermanfaat lainnya tentang psikologi manusia.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.