in

5 Fakta Psikologis Tentang Kesepian Yang Perlu Diketahui

Kita telah mengalami ratusan milyar tahun hingga terprogram untuk hidup dalam kelompok dan benar adanya bahwa tubuh kita merupakan kumpulan memori yang mengaktifkan insting kita untuk hidup seperti cara nenek moyang terdahulu, yaitu bersosial atau terhubung dengan sesama.

Ironis memang, jumlah manusia di bumi terus bertambah, dunia semakin ramai akan hiburan, tetapi orang-orang yang kesepian pun terus bertambah pula. Hal ini membuktikan bahwa kesepian bukanlah soal tidak adanya orang, tetapi tidak adanya koneksi.

Seorang suami yang memiliki istri dan anak pun kadang juga merasa kesepian. Seorang anak yang diberi perhatian penuh oleh orang tuanya pun kadang merasa kesepian. Maka tampaknya kini kesepian sudah menjadi hal umum dan normal bagi kita.

Namun meskipun kesepian sudah menjadi hal yang normal, tetap saja ini masih memicu masalah di dalam pikiran jika kita tidak mengetahui 5 fakta psikologis tentang orang yang selalu kesepian.

1. Pasangan Suami Istri Juga Merasa Kesepian

Suami Istri Juga Merasa Kesepian
Suami Istri Juga Merasa Kesepian

Jomblo sering kali dikaitkan dengan kesepian. Tapi pada faktanya kesendirian dan kesepian itu berbeda. Orang yang memilih sendiri hidup tanpa pasangan bisa jadi lebih bahagia daripada mereka yang sudah menikah.

Alasannya, ketika dua orang sudah menjadi pasangan suami istri, secara otomatis muncul harapan di hati untuk bisa berbagi satu sama lain, untuk bisa bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Ketika harapan akan hal-hal itu tidak terwujud, maka rasa kesepian akan muncul.

Orang-orang yang berada di dalam hubungan seperti ini akan menganggap bahwa pasangannya tidak cukup baik dan tidak cukup hebat untuk diajak memasuki hubungan yang lebih mendalam. Akhirnya menyesal dan semakin sulit untuk bisa terkoneksi dengan pasangan.

Maka bagi kamu yang belum menikah, coba pastikan dulu kira-kira berapa besar persentase bahwa kamu bisa menjamin calon istri-suamimu tidak kesepian setelah menikah? Atau berapa persen kamu yakin bahwa kesepian akan hilang setelah berpasangan?

Hal ini sangat penting, Loh. Maka sebelum kamu mencintai orang lain, belajarlah mencintai diri sendiri agar tidak mudah merasa sepi dan tidak bergantung pada pasangan.

2. Orang yang Kesepian Lebih Nyaman Berbagi Di Media Sosial

Nyaman Berbagi di Sosial Media
Nyaman Berbagi di Sosial Media

Terungkap sebuah fakta bahwa pengguna media sosial tertinggi merupakan orang-orang dengan isolasi sosial tertinggi, yaitu orang-orang yang jarang keluar rumah, jarang bercengkrama dengan keluarga dan jarang bergaul.

Lebih mengejutkan lagi, orang yang kesepian lebih sering merasa sepi ditengah keramaian. Penyebabnya jelas karena mereka sulit terkoneksi dengan orang-orang secara emosional, akibat kurangnya koneksi dengan orang-orang akhirnya mereka lebih memilih berbagi di media sosial.

Salah satu penyebabnya kemungkinan karena orang yang kesepian tidak mendapatkan dukungan dari orang sekitarnya. Semisal, ketika mereka ingin berbagi cerita, orang sekitarnya langsung menghakimi dan mematahkan semangatnya.

Pada akhirnya mereka merasa lebih nyaman berbagi di media sosial, karena lebih mudah baginya untuk mendapatkan perhatian dan penghargaan dari orang lain, selain itu lebih mudah mengabaikan komentar orang lain disana.

3. Kesepian Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Kesepian Buruk Bagi Kesehatan
Kesepian Buruk Bagi Kesehatan

Kesepian merupakan perasaan yang memicu reaksi pada tubuh kita secara langsung. Reaksi itu bisa berupa peningkatan tekanan darah dan kolestrol, selain itu ia juga mengaktifkan respon terhadap stress fisik maupun mental.

Akibat stress yang dialami orang yang kesepian seiring waktu akan lebih mudah terserang penyakit kardiovaskular. Ditambah lagi beberapa penelitian telah berhasil membuktikan bahwa kesepian bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Jelas bahwa menurunnya fungsi sistem kekebalan tubuh bisa memudahkan kita untuk lebih rentan diserang penyakit. Lebih mengejutkan lagi bahwa ternyata kesepian tidak hanya berbahaya bagi kesehatan fisik tetapi juga mental.

Orang yang terus menerus merasa kesepian secara perlahan akan menjadi insecure alias merasa tidak nyaman dengan diri sendiri dan tidak percaya diri. Mengalami kecemasan berlebih dan overthinking hingga lebih jauh lagi bisa berisiko depresi.

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Rasa Kecewa Dalam Hidup Agar Tidak Depresi

4. Ternyata Kesepian Itu Berbeda-beda Bagi Setiap Orang

Kesepian Setiap Orang Berbeda-beda
Kesepian Setiap Orang Berbeda-beda

Kesepian yang dirasakan seorang anak berbeda dengan kesepian yang dirasakan oleh orang tua. Kesepian yang dialami seorang jomblo juga berbeda dengan kesepian yang dirasakan oleh orang yang memiliki pasangan. Begitulah faktanya.

Jadi jika kamu mengalami kesepian dan ingin mengatasi rasa sepi itu, coba pahami dulu kesepian jenis apa yang kamu rasakan. Berikut adalah 3 jenis kesepian:

Kesepian Eksistensial

Dalam kadar tertentu kesepian eksistensial bisa berdampak positif bagi kita, sebab ia adalah jenis kesepian yang berasal dari kesadaran akan individualitasnya, seperti menyadari bahwa ketika dilahirkan sendiri, jika mati nanti juga sendiri, dan tidak perlu bergantung pada orang lain.

Kesepian jenis ini biasanya menyadarkan seseorang akan arti dirinya ditengah pertemanan, keluarga atau masyarakat sehingga mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang berharga.

Kesepian Emosional

Kesepian emosional berasal dari kesadaran bahwa kita tidak memiliki ikatan koneksi dengan orang lain. Inilah yang seringkali menyebabkan kita merasa kesepian ketika sedang berkumpul dengan teman atau keluarga.

Kesepian jenis ini biasanya merupakan perasaan yang sangat menyiksa, bahwa kita merasa tidak ada orang yang memahami kita di dunia, atau kita merasa tidak ada seorang pun yang bisa kita ajak bertukar pikiran dan saling percaya.

Kesepian Sosial

Jika kamu merasa kehadiranmu tidak dihargai dalam lingkaran yang lebih luas, itu tandanya kamu sedang mengalami kesepian sosial. Contohnya, kamu sedang berbicara di depan orang ramai, tetapi kamu melihat semua orang sibuk sendiri dan tidak ada yang mendengarkanmu berbicara.

Kesepian jenis ini cukup menyiksa jiwa, menurunkan kepercayaan diri dan membuat kita ingin marah, tetapi ia tidak begitu berbahaya sebab kesepian jenis ini hanyalah situasional saja.

5. Kesepianmu Membunuhmu

Kesepian Dapat Membunuh Seseorang
Kesepian Dapat Membunuh Seseorang

Mirip seperti slogan, rokok membunuhmu, begitu juga kesepian membunuhmu. Penelitian telah menyimpulkan bahwa kesepian kronis dapat meningkatkan risiko kematian dini sebesar 14%.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa orang yang bahagia dalam hubungannya memiliki usia yang lebih panjang, yaitu hingga 87 tahun. Selain itu, kebahagiaan dalam hubungan juga membantu kita memiliki tubuh yang lebih sehat.

Disini sudah jelas bahwa kita perlu menemukan seseorang yang benar-benar bisa menerima kita apa adanya, mengerti cara kita dalam berpikir dan memandang hal-hal di dunia ini, itu saja sudah cukup.

Dengan kata lain, untuk apa kita mendambakan pasangan yang sempurna jika pada akhirnya tetap membuat kita merasakan kesepian emosional juga, segala yang kita butuhkan sekarang adalah seseorang yang mencintai kita apa adanya.

Baca Juga : 

Mengingat perlakuan orang-orang yang tidak menghargai kita, tidak mau mendengarkan kita dan tidak cocok dalam pola pikir bisa membuat kita merasa jauh lebih kesepian. Untuk itu, jangan memikirkan mereka apalagi mengharapkan mereka untuk berubah.

Cintailah orang-orang yang mau menghargaimu, hargai orang-orang yang bisa membuat hatimu senang, karena secara tidak langsung mereka telah menjaga kesehatanmu secara fisik maupun mental.