in

8 Fakta Psikologis Tentang Senyum yang Jarang Diketahui

Fakta Psikologis Tentan Tersenyum
Fakta Psikologis Tentan Tersenyum

Senyum adalah simbol emosional yang paling positif. Tapi seberapa yakin kita bahwa senyum seseorang itu positif?

Karena senyum merupakan simbol emosi, maka hanya orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi yang mampu mengetahui fakta dibalik senyuman seseorang.

Namun kita tak perlu merasa minder karena kecerdasan emosi merupakan keterampilan yang bisa dipelajari. Oleh sebab itulah saat ini banyak sekali orang-orang mulai mengambil studi psikologi untuk mempelajari tentang berbagai macam kecerdasan manusia.

Para pakar psikologi jelas saja mampu membedakan mana senyuman palsu dan mana yang asli. Pertanyaannya, bagaimana cara mereka melakukan itu? Dan apa sebenarnya rahasia yang ada di balik senyuman seseorang?

Berikut Fakta Psikologis Tentang Senyuman yang Jarang Diketahui!

1. Senyum Memantulkan Ekspresi yang Sama Dari Orang Lain

Senyum Memantulkan Ekspresi Dari Orang Lain
Senyum Memantulkan Ekspresi Dari Orang Lain

Ketika kita sedang berada di jalan, lalu tiba-tiba ada orang lain yang tersenyum maka otomatis kita akan membalasnya dengan senyuman yang sama.

Senyum yang memantulkan ekspresi yang sama dari orang lain ini tentu saja adalah senyuman tulus yang bisa dirasakan orang lain yang melihatnya.

Sebab, ada beberapa tipe senyuman yang membuat orang yang melihatnya berpaling muka bahkan marah. Sementara senyuman tulus dapat ditandai dengan kerutan di ujung mata.

Jika senyum yang terpancar hanya sekedar menaikkan ujung bibir saja, maka dapat dikatakan bahwa senyum tersebut palsu.

Baca Juga : 6 Fakta Psikologis Orang yang Mudah Menangis

2. Senyum Juga Tanda Bahwa Seseorang Sedang Tertekan

Senyum Adalah Tanda Seorang Sedang Tertekan
Senyum Adalah Tanda Seorang Sedang Tertekan

Beberapa psikolog menyimpulkan bahwa senyum adalah simbol kebahagiaan sejati. Namun setelah melakukan pengamatan ulang, ternyata senyum juga bisa menandakan bahwa seseorang sedang tertekan, depresi dan marah.

Ekspresi wajah dari senyuman orang yang depresi tentu berbeda dengan senyuman orang normal. Mereka sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan, tetapi malah menunjukkan kesedihan, dendam dan amarah.

Senyuman orang depresi dan marah dapat ditandai dari sorotan matanya yang begitu tajam. Jelas saja, sebab bahasa mata dapat langsung masuk melewati gerbang jiwa.

Sama seperti senyuman lainnya, cara senyum seperti ini juga dapat menular kepada orang-orang dan menumbuhkan rasa takut bagi yang melihatnya.

3. Psikologi Menunjukkan Fakta Bahwa Senyum Pertanda Malu

Senyum Menandakan Seseorang Sedang Malu
Senyum Menandakan Seseorang Sedang Malu

Ketika seseorang merasa malu terhadap orang lain atau sesuatu, maka ekspresi wajah yang paling normal adalah tersenyum. Senyuman ini mirip ekspresi senyum kebahagiaan hanya saja pipi akan terlihat memerah.

Diikuti dengan perasaan cemas dan takut, tipe senyuman ini sangat mudah diketahui sebab ia menyampaikan lebih banyak kata-kata daripada ucapan yang keluar dari mulut.

Menurut psikologi, senyum malu biasanya ditandai dengan mata yang menghindari tatapan, tangan menyentuh wajah atau menutupi mulut lalu menggerakkan kepala kebawah dan sedikit kekiri.

4. Memberikan Efek Bahagia Pada Otak

Senyum Memberikan Efek Bahagia ke Otak
Senyum Memberikan Efek Bahagia ke Otak

Beberapa peneliti kesehatan mental percaya bahwa senyuman tulus bukanlah pantulan emosi sementara, melainkan suatu gerbang yang jelas terbuka kepada tanggapan seseorang.

Dalam ilmu psikologi, senyum dapat menghasilkan lebih banyak emosi positif didalam diri kita. Tetapi apa yang dengan otak ketika kita tersenyum?

Katakanlah kamu sedang berada di situasi yang positif, lalu kamu pun tersenyum. Saat kamu tersenyum di situasi tersebut, sinyal neuron dari korteks otak akan berjalan ke batang otak (bagian otak tertua).

Dari bagian otak tertua itulah otot kranial membawa sinyal jauh ke otot-otot bagian wajah kita yang sedang tersenyum. Tak sampai disitu, otot-otot pada wajah juga akan memberikan umpan balik kepada otak yang semakin meningkatkan rasa bahagia.

Jika kamu sadari, senyuman yang membawa kebahagiaan biasanya berlangsung lebih lama atau diperkirakan sekitar 10-15 detik.

5. Memaksakan Senyum Juga Mengubah Suasana Hati

Senyum Mampu Mengubah Hati
Senyum Mampu Mengubah Hati

Ada banyak macam senyuman. Ini seperti berada disebuah toko permen, jadi kamu bisa memilih rasa senyum itu sendiri.

Kebanyakan kita berpikir bahwa rasa bahagialah yang menghasilkan senyuman, tentu saja anggapan tersebut benar adanya, namun meskipun itu benar, memaksakan diri untuk tersenyum juga dapat menghasilkan perasaan positif.

Mengutip dari pernyataan seorang Budha, Thich Nhat Hanh “Kegembiraanmu adalah senyummu. Tetapi terkadang senyuman mu bisa menjadi sumber kegembiraanmu”

Jika kamu sedang merasa tidak bahagia saat ini, coba saja melebarkan bibir hingga menghasilkan kerutan di ujung mata dan rasakan senyuman diwajah kamu. Meskipun terlihat aneh, tapi kamu merasa lebih baik, bukan?

6. Terkadang Senyum Hanya Menjadi Suatu Budaya Formal

Senyum Hanya Menjadi Budaya
Senyum Hanya Menjadi Budaya

Tidak semua memiliki makna mendalam tetapi semuanya tentu ada tujuan dan maksud tertentu. Indonesia dikenal dengan budaya dan orang-orangnya yang ramah. Jelas saja hal ini membuat kita lebih mudah senyum kepada orang-orang.

Semisal saat berada dalam sebuah pertemuan, kita saling bersalaman dan tersenyum satu sama lain. Tentu tidak ada makna mendalam dari senyuman yang terlihat disana, hanya saja ada maksud tertentu untuk mematuhi budaya formal.

Terlebih lagi sejak kecil kita juga diajarkan untuk menjadi ramah dan mudah senyum. Orang tua sering mengatakan bahwa dengan senyum kita akan terlihat lebih sopan sehingga disukai orang-orang.

Saat kita sedang melakukan negosiasi bisnis, jual-beli atau kepentingan-kepentingan lainnya, maka senyum adalah jalan pintas untuk menyelesaikan semuanya dengan baik.

Jika kita terlihat datar saja, orang-orang akan bertanya “Kamu kenapa?” dan akhirnya kita memilih untuk tersenyum daripada membuat semuanya menjadi rumit.

7. Senyum Manis Bisa Dilatih

Senyum Manis Bisa Dilatih
Senyum Manis Bisa Dilatih

Senyuman memiliki arti yang berbeda di setiap negeri. Di Rusia, orang yang memberi senyum kepada orang lain akan dianggap bodoh, licik, berniat jahat, dan mencurigakan.

Sementara Indonesia sebagai negara yang membudayakan senyum sebagai lambang sopan secara otomatis membuat kita turut mempelajari bagaimana cara senyum yang manis dan disukai orang-orang.

Jika kamu bingung cara senyum yang baik, cobalah melatihnya dengan melihat cermin lalu tersenyum.

Seperti biasa, lebarkan ujung bibir hingga menghasilkan kerutan di ujung mata. Mungkin awalnya terasa aneh, tetapi lama kelamaan kamu akan mengetahui seperti apa senyum yang asli.

8. Membuat Kita Terlihat Lebih Muda dan Panjang Umur

Membuat Awet Muda dan Panjang Umur
Membuat Awet Muda dan Panjang Umur

Para peneliti UMKC yang melakukan pengamatan terhadap senyum telah menyimpulkan bahwa benar senyuman bisa membuat seseorang terlihat lebih muda. Sebaliknya, wajah murung membuat seseorang terlihat lebih tua.

Sementara penelitian lainnya menyimpulkan orang yang lebih banyak tersenyum sepanjang hari dapat mengurangi kerutan pada kening dan pipi.

Senyuman yang membuat seseorang panjang umur dinyatakan oleh Gutman yang melakukan penelitian bersama Wayne State University 2010.

Menurut pengamatannya, orang-orang yang lebih banyak tersenyum berseri-seri hidup lebih lama yaitu 80 tahun. Sementara orang yang jarang tersenyum hidup lebih singkat yaitu 73 tahun.

Baca Juga : 6 Fakta Psikologis Orang yang Mudah Menangis

Akhir Kata

Pada akhirnya senyum menghasilkan lebih banyak dampak positif daripada negatif. Maka sebagai orang-orang yang intelek tentu kita pasti tahu mana yang lebih baik antara lebih banyak senyum atau tidak.

Dan tetap saja, kita perlu menempatkan waktu yang pas untuk tersenyum dan memberikan senyum yang tepat menurut situasinya. Senyum menyeringai saat seseorang membully atau merendahkan kita dapat membantu memenangkan pertikaian.

Sekianlah artikel tentang Fakta Psikologi Tentang Senyum yang Jarang Diketahui. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening