in

9 Film Psikologi Terpopuler Yang Wajib Ditonton

Film Tentang Psikologi

Film psikologi yang bisa menjadi referensi untuk dipelajari tentu banyak pilihannya. Hanya saja mungkin kita tidak terlalu memperhatikan bahwa film yang sedang ditonton ini merupakan jenis film psikologi. Alur cerita yang mungkin membingungkan dan membuat pertanyaan bagi anda yang menonton merupakan ciri khas dari film dengan genre psikologi.

Film-film tersebut dibuat tidak hanya sebagai entertainment semata. Tetapi juga dapat memberikan pengetahuan mengenai apa sih sebenarnya dunia psikologi itu? Dan tidak semata-mata hanya film yang dibuat dengan latar belakang rumah sakit jiwa saja lho.

Film psikologi juga ada dan bahkan banyak yang dibuat dengan latar belakang keseharian individu menjalani kehidupan. Meski ada juga film psikologi yang dibuat dengan setting di rumah sakit jiwa. Pengetahuan tentang seluk beluk dunia psikologi pada masyarakat memang dirasa masih sangat kurang.

Pemahaman bahwa jika pergi ke psikolog atau ke psikiater pasti lah mengalami gangguan jiwa masih melekat erat di benar masyarakat.

Padahal psikologi tidaklah sesempit itu.

Bahkan ada film yang memiliki plot cerita mengenai ibu rumah tangga yang manipulatif kepada suaminya. Ada pula yang menceritakan secara detail mengenai penyebab seseorang mengalami gangguan jiwa berikut dengan dampak dari gangguan tersebut.

Misalnya saja halusinasi, delusi hingga waham. Jika anda lebih menyukai pembelajaran secara visual, rasanya dengan menonton film-film psikologi ini akan lebih tepat.

Nah, jangan bingung mau nonton apa dengan genre film psikologi ini. Berikut beberapa daftar film psikologi yang patut anda tonton mulai dari film lama hingga yang baru.

1. One Flew Over The Cuckoo’s Nest (1975)

One Flew Over The Cuckoo’s Nest
One Flew Over The Cuckoo’s Nest

Film psikologi yang satu ini memang sudah tua tetapi patut anda tonton. Menceritakan mengenai McMurphy yang dinyatakan bersalah atas tuduhan pemerkosaan di bawah umur, dia akhirnya berpura-pura mengalami gangguan jiwa agar dapat masuk ke rumah sakit jiwa.

Karena menurutnya kehidupan di rumah sakit jiwa lebih memanusiakan manusia daripada di penjara.

Namun ternyata rumah sakit jiwa tempat Murphy berada justru mengalami kejanggalan yakni pasien-pasiennya takut sekali dan patuh kepada suster.

Murphy merasa pasien di dalamnya tidak dimanusiakan oleh staf yang ada, maka dia mulai melakukan perlawanan dengan menghasut teman-teman dekatnya di rumah sakit yang meski memiliki gangguan jiwa ada pula yang berpurapura bisu.

Endingnya, Murphy diestrum dengan listrik di kepala yang mengakibatkan ia menjadi lumpuh dan sulit bergerak untuk kabur.

2. The Silence Of The Lambs (1991)

The Silence Of The Lambs
The Silence Of The Lambs

Film The Silence Of The Lambs tentu sudah tidak asing lagi dalam dunia film psikologi. Film ini bergenre thriller psikologi yang dapat memunculkan pertanyaan dan rasa penasaran yang cukup tinggi. Jalan ceritanya juga cukup unik.

Film ini menceritakan seorang FBI yang menangkap pelaku pembunuhan sadis dengan cara menguliti para korban-korbannya.

Agen FBI tersebut ditugaskan untuk mencari seorang wanita yang hilang dan menyelamatkannya dari Ted Levine. Ted adalah seorang psikopat yang membunuh dengan menguliti korbannya.

Agen tersebut meminta bantuan Hannibal Lecter yang berada di penjara karena ia dianggap dapat membantu menemukan Ted dengan latar belakang Hannibal yang seorang psikiater terkenal namun berujung pada pembunuhan dan kanibalisme.

3. Memento (2000)

Memento (2000)
Memento (2000)

Untuk menonton film psikologi yang satu ini anda harus dapat mencerna maksudnya dan mengingat jalan ceritanya. Karena alur cerita dalam film ini adalah alur mundur.

Menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Leonard yang memiliki anterograde amnesia yakni gangguan ingatan jangka pendek. Tujuan Leonard adalah membunuh orang yang membunuh istrinya.

Ia melakukan penyelidikan dengan catatan dan foto-foto untuk membantu mengingat. Namun sebenarnya Leonard telah membunuh orang yang diduga membunuh istrinya.

Polisi menemukan mayat tersangka bersama Leonard. Dan menjelaskan bahwa istri Leonard tidak dibunuh olehnya, tetapi meninggal karena hal lain ketika melakukan percobaan pada Leonard.

Leonard yang tidak terima justru membunuh polisi tersebut. Hal ini karena gangguan ingatan yang dimiliki Leonard.

4. Me, Myself And Irene (2000)

Me, Myself And Irene
Me, Myself And Irene

Jim Mccartney adalah aktor yang cukup terkenal. Ia membintangi film psikologi yang satu ini dengan cerita yang ia perankan sebagai polisis yang ramah namun memiliki sesuatu yang gelap pada dirinya.

Ia memiliki kemarahan dan sifat buruk selama hidup agar dapat menyenangkan di depan orang lain. Hal ini yang kemudian memicu adanya kepribadian ganda dalam dirinya.

5. Identity (2003)

Identity (2003)
Identity (2003)

Lagi-lagi tentang kepribadian ganda. Film psikologi berjudul Identitiy ini menceritakan tentang Malcolm Rivers yang berkepribadian ganda di mana ia akan dihukum mati karena dituduh membunuh korbannya secara sadis.

Settingnya dilakukan pada sebuah motel yang memiliki banyak misteri karena tamu yang menginap ini terbunuh secara berurutan. Lalu apakah Malcolm memang pembunuhnya? Anda bisa langsung menonton filmnya ya.

6. Shutter Island (2010)

Shutter Island (2010)
Shutter Island (2010)

Siapa yang tidak mengenal Leonardo DiCaprio. Ia memerankan sebagai Tedy dalam film psikologi ini. Menceritakan tentang Tedy yang ditugaskan untuk melakukan investigasi pada sebuah rumah sakit jiwa di pulau Shutter.

Pasalnya seorang pasien jiwa di sana menghilang dan ia harus menemukan misteri yang tidak nampak sebelumnya.

Film ini bergenre thriller psikologi dengan plot yang cukup menarik. Ia merasa ada yang aneh dengan rumah sakit jiwa ini dan sering diganggu oleh halusinasi dan mimpi aneh sehingga ia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana yang halusinasi.

Tedy merasa investigasinya dihalang-halangi oleh kepala rumah sakit. Pola pikir Tedy yang tidak bisa ditebak dan suasana film yang lambat penuh tanya bisa membuat anda stres namun tetap penasaran.

7. Gone Girl (2014)

Gone Girl adalah film psikologi yang diangkat dari novel best seller. Menceritakan Amy yang menghilang dengan adanya kemungkinan terbunuh membuat suaminya Nick menjadi tersangka.

Namun Nick tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. Nick kemudian mencari bukti pendukung dan fakta agar ia dapat menunjukkan bahwa tidak bersalah. Namun tidak ada fakta yang bisa dipercaya dari bukti tersebut.

Alur ceritanya tidak diduga dengan genre thriller psikologi. Anda wajib menonton film ini.

8. Split (2016)

Split (2016)
Split (2016)

Film psikologi ini menceritakan tentang Kevin Wendell yang memiliki 24 kepribadian berbeda. Salah satu kepribadian yang menonjol adalah The Beast yang punya kekuatan besar diantara kepribadiannya yang lain.

Wendell bisa menjadi wanita, anak-anak, kriminal dan masih banyak lagi yang lainnya. Wendell menculik 3 anak perempuan berusia remaja dan kemudian menyiksa mereka sesuai dengan kepribadian yang dimunculkan.

Film ini diakhiri pada film lanjutannya yakni Glass (2018). Kepribadian ganda pada Kevin ini dipengaruhi oleh trauma masa lalu dan pengalaman hidup dari kecil yang dihadapi oleh Kevin. Film Glass menjadi menarik karena di dalamnya dimunculkan karakter lain yang memiliki kekuatan super sehingga kepribadian The Beast dapat semakin kuat.

9. Joker (2019)

Joker (2019)
Joker (2019)

Film dari DC Comics ini sukses menuai banyak penonton dari seluruh dunia.

Film psikologi thriller ini menceritakan kisah seorang badut bernama Arthur yang tinggal dengan ibunya. Arthur memiliki kelainan otak yang menyebabkan ia tidak dapat menahan tertawa. Hidupnya menjadi lebih kacau ketika obat dan terapi di stop oleh pemerintah.

Arthur menemukan surat ibunya di mana ada penjelasan bahwa Arthur adalah anak dari orang penting di daerahnya.

Namun orang tersebut mengelak dan mengatakan bahwa ibunya gila seperti dirinya. Ia bercita-cita menjadi comedian dan pada saat ibunya jatuh sakit ia sukses diundang televisi karena aksinya sebagai comedian di salah satu bar.

Namun Arthur dengan ciri khas riasan muka dan baju badut ini justru melakukan pembunuhan dengan menembak host acara karena merasa dipojokkan dengan kasus pembunuhan di kereta bawah tanah sebelumnya di mana memang dirinya yang membunuh karena merasa orang-orang tersebut sombong dan melakukan kekerasan padanya.

Alur ceritanya dapat memengaruhi psikologis penonton yang lemah. Jika tidak hati-hati dan bijak menonton film ini anda akan terbawa akan cerita hidup Arthur yang juga mengalami halusinasi visual selama perjalanan hidupnya.

Coba baca juga rekomendasi artikel psikologi berikut buat nambah pengetahuanmu,

Itulah beberapa dafta film psikologi yang bisa menjadi referensi untuk ditonton guna menambah pengetahuan akan dunia psikologi. Semoga bermanfaat.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.