Gangguan Makan Anorexia Dan Bulimia, Apa Sih Itu?

Gangguan makan ternyata tidak hanya sekedar membuat seseorang menjadi obesitas saja. Tetapi

Rima Mustika Rima Mustika · 3 min read >
Gangguan Pola Makan

Gangguan makan ternyata tidak hanya sekedar membuat seseorang menjadi obesitas saja. Tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dari seseorang. Secara umum mungkin gangguan makan sekilas hanya tentang seseorang yang makan lebih banyak dari orang pada umumnya sehingga mengalami gangguan kesehatan.

Padahal gangguan makan adalah lebih dari itu. Terdapat gangguan makan berupa mengurangi makan atau tidak makan sama sekali. Bisa juga dengan makan seperti biasa namun pada akhirnya dikeluarkan kembali dengan memasukkan jari ke dalam mulut.

Gangguan makan yang sering kita dengar berupa anorexia dan bulimia. Ada pula yang disebut dengan binge eating disorder. Sebelum membahas lebih jauh mengenai gangguan makan ini, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu secara umum penyebab dari munculnya.

Anorexia dan Bulimia
Anorexia dan Bulimia

Paling sering kita lihat adalah anggapan masyarakat yang menganggap bahwa tubuh ideal itu adalah yang dimiliki oleh seorang model. Dengan cirri tinggi badan semampai, berat badan yang ideal, lingkar tubuh lebih kecil dan kulit yang bersih mulus.

Bukankah dari anggapan tersebut seolah-olah orang yang mengalami gangguan makan seperti objek tertentu ?. Paling banyak penderita gangguan makan adalah perempuan. Dapat kita lihat dari anggapan di atas tentu mayoritas dilakukan oleh perempuan.

Hal ini kemudian menjadi sugesti tersendiri bagi perempuan-perempuan lain di luar sana bahwa menjadi cantik adalah dengan badan kurus. Tubuh yang kurus akan membuat wajah menjadi lebih tirus sehingga Nampak cantik dipoles dengan make up.

Tidak hanya itu, dampak dari penilaian masyarakat ini akan membawa perempuan pada self-objection atau memiliki keinginan untuk berpenampilan baik demi memenuhi ekspektasi orang lain.

Jika kita telaah dengan pemikiran yang lebih modern dan realistis, untuk apa semua itu dilakukan jika hanya akan menyiksa diri di kemudian hari. Sayangnya, mereka yang telah menderita gangguan makan ini tidak berpikir demikian.

Semakin lama mindset mereka akan tubuh kurus justru akan semakin buruk. Mereka merasa tubuh tidak kunjung kurus ideal padahal kenyataannya tubuh mereka sudah kurus kering. Begitu juga dengan binge eating, mereka sulit mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Lalu apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan gangguan makan ini ? mari kenali lebih jauh gangguan pola makan ini agar lebih memahami bagaimana ciri dari penderitanya.

A. Gangguan Pola Makan

Gangguan Makan
Gangguan Makan

Terkait gangguan pola makan, kita perlu mengenali beberapa jenis gangguan tersebut. Berikut adalah beberapa jenis gangguan pola makan beserta penjelasannnya.

1. Anorexia Nervosa

Anorexia Nervosa
Anorexia Nervosa

Gangguan pola makan yang pertama adalah anorexia nervosa. Anorexia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan ketakutan berlebihan jika berat badan bertambah. Orang dengan anorexia terobsesi memiliki tubuh yang kurus. Tidak heran jika cara-cara ekstrim untuk mencapai tubuh yang kurus dilakukan oleh penderitanya.

Penyakit ini ditandai dengan mengurangi asupan makanan hingga sengaja melaparkan dirinya. Umumnya penderita anorexia nervosa ini memiliki masalah pada self-confidence dan persepsi mengenai tubuhnya sendiri. Ia merasa bahwa tubuhnya tidak sebagus orang lain.

Ciri-ciri penderita anorexia dapat dilihat dari sikap ketakutan berlebihan ketika berat badan bertambah, meminum obat-obatan yang dapat merangsang buang air kecil atau buang air besar, mengonsumsi obat diet berlebihan, melaparkan diri, atau makan dengan porsi yang sangat sedikit.

Orang dengan anorexia nervosa dapat menyiksa dirinya dengan hal di atas dibarengi dengan olahraga yang berlebihan dan dengan sengaja mengeluarkan kembali makanan yang telah masuk ke dalam perut.

Risiko yang ada pada penderita anorexia ini dapat menyebabkan depresi, dehidrasi, osteoporosis, detak jantung kacau, rambut rontok, hingga tidak menstruasi.

Penyebab yang paling umum dari anorexia adalah adanya riwayat keluarga yang mengalami hal yang sama, low self-confidence, dan adanya stigma dari masyarakat yang ada di media sosial sehingga menekan diri individu untuk tetap terlihat kurus.

Baca Juga : 9 Makanan Dengan Manfaat Luar Biasa Untuk Kesehatan Otak

2. Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa
Bulimia Nervosa

Gangguan makan yang kedua adalah bulimia nervosa ditandai dengan adanya episode makan berlebihan (binge eating) dan diikuti dengan perilaku tidak tepat untuk mengurangi berat badan.

Hampir sama dengan anorexia, individu dengan bulimia juga menggunakan alat pencahar (laxative) untuk mengurangi berat badannya.

Obat diet juga digunakan oleh penderita bulimia. Bahkan bulimia juga memuntahkan kembali makanan yang telah dikonsumsi.

Ciri-ciri orang dengan bulimia nervosa adalah berusaha memuntahkan kembali makanan, menggunakan obat pencahar berlebihan, menggunakan obat diet berlebihan, adanya gangguan menstruasi, dehidrasi hingga merasa gelisah, merasa bersalah dan marah setelah makan.

Penyebab dari bulimia juga hampir sama dengan anorexia. Seperti adanya riwayat keluarga yang mengalami hal yang sama, sedang dalam transisi dari remaja ke dewasa, adanya tekanan stigma sosial masyarakat mengenai tubuh ideal, adanya gangguan emosi seperti OCD, depresi dan lainnya.

Lagi-lagi self-confidence dan self-esteem pada orang yang menderita bulimia ini cenderung rendah. Sehingga memengaruhi seseorang bagaimana menilai citra tubuhnya sendiri.

Perbedaan dari anorexia nervosa dan bulimia nervosa adalah jika penderita anorexia nervosa sangat terlihat dari segi fisik yakni sangat kurus, pada penderita bulimia nervosa tubuh si penderita cenderung normal tapi tetap melakukan hal berlebihan demi tubuh yang ideal.

3. Binge Eating Disorder

Binge Eating Disorder
Binge Eating Disorder

Binge eating disorder adalah kondisi seseorang yang tidak dapat mengontrol diri untuk makan. Ditandai dengan frekuensi mengonsumsi makanan yang berlebihan dalam jumlah besar dan sering, sulit berhenti untuk makan, makan dengan cepat walaupun sedang tidak lapar, makan bersembunyi-sembunyi hingga merasa bersalah setelah makan.

Orang dengan binge eating disorder memiliki gejala merasa lelah terus menerus, tidur tidak nyenyak, mudah tersinggung pada topik yang berkaitan dengan tubuh dan pola makan, sering merasa stres, sedih, sensitif, memiliki self-confidence yang rendah, hingga memiliki secretive behaviour.

Secretive behavior adalah perilaku menyembunyikan makanan dan cenderung menghindari diskusi mengenai makanan dan berat badan. Orang dengan binge eating disorder memiliki risiko terkena osteoarthritis, masalah pada ginjal, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi di mana akan memicu penyakit jantung, diabetes, stroke bahkan liver.

B. Penanganan Gangguan Pola Makan

Penanganan Gangguan Pola Makan
Penanganan Gangguan Pola Makan

Penanganan pada individu yang mengalami gangguan makan adalah dengan terapi yang dilakukan oleh orang yang ahli yakni psikolog. Psikolog dapat memberikan cognitive behavior therapy (CBT) untuk membantu merubah perilaku menyimpang tersebut.

Bisa juga dilakukan terapi kelompok dan terapi keluarga atau psikoterapi dengan pendekatan interpersonal. Kurangi hal-hal yang dapat menyebabkan stres. Hindari lingkungan yang tidak mendukung sehingga menyebabkan stres dan juga depresi.

Jika dibutuhkan dapat dibantu dengan mengonsumsi obat-obatan seperti anti-depresan dan anti-psikotik atau penstabil mood yang diresepkan oleh yang berwenang seperti psikiater. Mulailah makan seperti biasa dengan pola teratur dan secukupnya.

Jangan lupa untuk mencintai diri anda apa adanya, hindari mendengarkan toxic-statement dan toxic-positivity dari orang lain yang dapat membuat diri anda merasa rendah dibandingkan orang lain. Kelilingi diri anda dengan orang-orang yang anda percaya dan menyayangi diri anda seutuhnya. Yang dapat memberikan support kepada diri anda.

Baca Juga : Kenali Jenis Gangguan Kecemasan Dan Cara Penanganannya

Jika merasa membutuhkan pertolongan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi psikolog atau psikiater untuk berkonsultasi. Kesehatan mental anda juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile