in ,

Gejala Baby Blues, Para Ibu Harus Paham Cara Menyikapinya

Gejala Baby Blues
Gejala Baby Blues

Menjadi ibu adalah momen yang membahagiakan bagi setiap perempuan. Perempuan akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Tidak hanya itu , seorang ibu juga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar dalam segala hal.

Mulai dari si anak dilahirkan hingga anak beranjak dewasa pun peran ibu tidak akan kunjung lepas sebagai orang tua. Hubungan antara ibu dan anak biasanya lebih kuat dibandingkan dengan hubungan ayah dengan anaknya.

Mengapa demikian? Karena ibu adalah orang yang mengandung anaknya di dalam perut selama 9 bulan lama nya. Selama 9 bulan tersebut, bayi di dalam kandungan dapat merasakan apa yang ibu nya rasakan.

Sering kali ibu mengajak berbicara anaknya dari di dalam perut, mendengarkan musik melalui earphone yang ditempelkan ke perut dan mengelus perut selama mengandung.

Kendala yang dihadapi oleh ibu selama mengandung cukup banyak. Mulai dari kaki yang membengkak, seringkali kesulitan bernapas, mudah lelah dan pada beberapa kasus terdapat ibu hamil yang harus istirahat total selama masa kehamilan.

Baby Blues
Baby Blues

Tidak hanya rasa sakit yang dirasakan ketika menjalani masa kehamilan. Rasa sakit ketika persalinan yang akan dihadapi demi bertemu dengan buah hati harus di lalui oleh calon ibu.

Banyak usaha yang dilakukan untuk mengurangi rasa sakit persalinan seperti menjalani persalinan di air atau water birth, menjalani terapi musik ketika masa kehamilan untuk mengurangi cemas menghadapi persalinan, hingga ada yang memilih untuk menjalani operasi caesar.

Sangat beragam bukan alternatif persalinan yang dapat dilakukan oleh calon ibu?.

Begitu banyak usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit selama persalinan. Tetapi hal ini tidak hanya seputar mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Namun ada yang harus dipikirkan ketika persalinan ini selesai. Pikirkan dengan baik momen pasca persalinan yakni keyakinan untuk dapat merawat anak dengan baik.

Tidak sedikit dari orang tua khususnya ibu baru yang masih mempertanyakan kepada diri nya sendiri mengenai perawatan anak. Mereka memikirkan sanggup atau tidak ya menjadi ibu yang baik bagi anak ? akankah saya mampu untuk menjadi sosok ibu yang baik bagi anak ?. Ada juga pemikiran akan akankah anak dapat diasuh dengan baik dan tepat oleh saya selaku orang tua nya?.

Kondisi ini menghampiri di mayoritas calon ibu yang tengah mengandung. Tak jarang kondisi depresi muncul seusai persalinan di lakukan apabila baby blues ini bertahan hingga beberapa bulan.

Pada beberapa kasus bahkan terdapat ibu yang tidak tertarik untuk menengok anaknya disebabkan oleh keraguan diri nya akan kemampuan mengasuh dan merawat anak nya yang baru lahir. Kondisi ini disebut dengan baby blues syndrome.

Baby blues merupakan suatu kondisi psikologis di mana individu mengalami rasa ketidakmampuan akan membesarkan anak baik dari segi internal dan eksternal. Click To Tweet

Segi internal mengacu pada kemampuan dan kesiapan diri untuk merawat dan mengasuh anak sebagai orang tua. Eksternal dapat dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan lingkungan dari si orang tua.

Lebih jauh lagi, seperti apakah gejala baby blues pada ibu ini? Mari kita bahas lebih lanjut mengenai gejala dan cara menyikapi nya.

1. Gejala Baby Blues

Gejala baby blues ini terjadi dikarenakan oleh hormon. Tubuh si ibu akan mengalami perubahan yang besar setelah melahirkan. Hormon yang naik turun disebabkan oleh kelelahan pasca persalinan dan adanya produksi ASI sebagai asupan bayi.

Di tambah dengan adanya tanggung jawab baru bagi ibu. Perubahan mood yang cepat dapat muncul akibat dari turun naiknya hormon dan ini tidak termasuk dalam kategori wajar. Namun sampai saat ini penyebab pasti dari baby blues syndrome belum dapat ditentukan dengan tepat.

Gejala Awal Baby Blues
Gejala Awal Baby Blues

Berbagai gejala dari baby blues yang dapat kita perhatikan di antara nya adalah merasa dirinya lemah dan menangis tanpa sebab. Sering kali perubahan mood tersebut membuat individu merasa sedih dan menangis tanpa sebab.

Pengaruh hormon yang tidak stabil ini membuat individu merasa lemah secara tiba-tiba dan mengakibatkan perilaku tersebut muncul.

Kedua, incividu menjadi kurang sabar. Perubahan hormon yang menyebabkan mood swing ini juga menyebabkan individu menjadi kurang sabar. Hal ini kemudian merujuk ke gejala berikutnya yakni mudah marah. Kedua hal ini biasanya terjadi saling berurutan.

Gejala keempat adalah merasa gelisah terus menerus. Kegelisahan juga dapat muncul tanpa sebab. Selalu merasa gelisah akan hidup setelah memiliki anak yang berujung mempertanyakan diri sendiri apakah diri nya akan mampu menjadi orang tua yang baik untuk anak nya?.

Kegelisahan yang berkelanjutan akan membawa individu pada gejala selanjutnya berupa kecemasan. Kecemasan muncul karena adanya pikiran dari individu akan keraguan mengenai masa depan bersama anak.

Merasa takut untuk mengasuh anak karena ragu akan kemampuan parenting yang kurang. Merasa takut akan masa depan si anak karena merasa diri nya tidak akan mampu untuk membesarkan dengan baik. Ketakutan-ketakutan ini yang menjadikan seseorang cemas dalam hidup.

Gejala keenam adalah merasa kelelahan. Energi yang digunakan pada saat persalinan cukup besar bagi seseorang. Hal ini mengakibatkan individu mengalami kelelahan terus menerus.

Rasa lelah yang berkepanjangan memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan ibu. Selanjutnya adalah individu mengalami masalah berupa kesulitan untuk tidur walaupun anak sedang tidur. Bisa disebut juga dengan insomnia.

Gejala lain dari baby blues adalah merasa sedih tanpa sebab dan diikuti dengan kurang konsentrasi yang menyebabkan individu lebih banyak melamun. Terkait hal ini kamu bisa membaca artikel tentang: Sebagai Orang Tua, Inilah 7 Tanda Kamu Membutuhkan Rehat dari Rutinitas

2. Cara Menyikapi Baby Blues Syndrome

Cara Menyikapi Baby Blues Syndrome
Cara Menyikapi Baby Blues Syndrome

Seseorang yang mengalami baby blues syndrome dapat menyikapi nya dengan cara mencurahkan apa yang dirasakan kepada orang lain yang dipercaya.

Hal simpel yang efeknya cukup besar bagi seseorang. Selain itu asupan makanan berupa karbohidrat yang kurang cukup dapat menimbulkan perubahan mood yang naik turun.

Berjalan-jalan keluar rumah seperti ke taman, berbelanja kebutuhan bayi, atau sekedar berjalan menghirup udara segar juga dapat membantu ibu menyikapi baby blues. Click To Tweet

Menulis juga dapat membantu ibu untuk menyikapi baby blues ini. Dengan menuliskan mengenai apa yang dirasakan dapat membantu untuk menuangkan emosi yang dialami.

Yang tidak kalah penting adalah memberikan waktu kepada diri sendiri untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru setelah memiliki anak, membiasakan diri dengan rutinitas menjadi orang tua merupakan langkah yang baik untuk menyikapi baby blues.

3. Support System Bagi Ibu dengan Baby Blues

Penanganan Ibu Yang Terkena Baby Blues
Penanganan Ibu Yang Terkena Baby Blues

Support system bagi individu yang mengalami baby blues datang dari lingkungan inti dan lingkungan luar. Lingkungan inti berupa support dari suami dan keluarga.

Suami merupakan tameng pertama bagi ibu yang dapat mendukung segala aktivitas yang dilakukan ibu. Sedangkan lingkungan luar berasal dari sahabat dan rekan lain.

Hindari support system yang justru memberikan efek negatif seperti “bayi nya kecil ya”, atau “makanya kamu makan katuk terus biar ASI nya banyak”.

Komentar dari lingkungan yang dapat berefek negatif seperti contoh di atas sebaiknya di hindari oleh ibu agar baby blues syndrome tidak semakin berkelanjutan.

Memang tidak mudah untuk menjadi orang tua. Berbagai hambatan dan masalah mulai dari segi sosial, ekonomi dan psikologis harus dipersiapkan secara matang. Click To Tweet

Kematangan bukan melulu soal usia yang sudah semakin bertambah. Namun kematangan dilihat dari kesiapan seseorang menghadapi sesuatu dan respon nya ketika segala permasalahan muncul dalam kehidupan.

Begitu juga dengan menjadi orang tua. Bertumbuh menjadi orang tua tidak serta merta hanya punya anak kemudian dibesarkan lalu selesai. Menjadi orang tua merupakan sekolah hidup yang akan kita jalani seumur hidup.

Kendala yang datang dapat diselesaikan dengan kerja sama antara suami istri dengan fondasi komunikasi dan support yang saling menguatkan. Memberikan segala nya untuk anak menjadi prioritas utama bagi tiap orang tua. Tentu nya sekaligus menjadi momen membahagiakan bagi setiap keluarga.

Support dari diri sendiri juga dapat dilakukan dengan meyakinkan diri bahwa kita mampu menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak nanti nya. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, termasuk belajar menjadi orang tua yang baik dengan versinya masing-masing. Selamat menikmati indahnya menjadi orang tua. Semoga selalu diliputi dengan kebahagiaan bersama keluarga.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.