in

7 Gejala Kelelahan Psikis (Fatigue), Tanda Jiwa Sedang Lelah

Gejala kelelahan psikis kerap kali tidak disadari. Pasalnya gejala kelelahan yang dirasakan rasanya sama saja seperti kelelahan fisik. Namun sebenarnya jika kita dapat mengenal perbedaan dari kelelahan ini, kita dapat membedakan mana kelelahan fisik dan mana kelelahan psikis.

Rasa lelah ini tidak mengenal usia sehingga dapat menyerang siapa saja di segala usia.

Lelah secara psikis ini disebut juga denga fatigue. Fatigue adalah suatu kondisi tubuh dan juga jiwa yang letih dengan gejala seperti lesu sehingga sisi psikis menjadi mudah lelah. Gejala kelelahan psikis sering kali muncul bersamaan dengan kelelahan fisik.

Hal paling umum dikenali dari kelelahan adalah ini dampak dari stres. Tetapi tidak semua stres memunculkan gejala kelelahan. Stres sendiri terdiri dari 2 jenis yakni eustress dan distress. Ketika fase stres dari stresor yang ada sudah berlalu, jika seseorang tidak dapat releasing tension maka dapat muncul gejala kelelahan psikis.

Sekilas terkesan ringan, namun perlu diatasi dengan tepat. Apa saja gejala dari rasa lelah ini?

Terus Menerus Merasa lelah Meski Sudah Istirahat

Terus Menerus Merasa Lelah
Terus Menerus Merasa Lelah

Istirahat merupakan hal esensial yang harus dipenuhi untuk mendapatkan jiwa dan fisik yang sehat. Idealnya jam tidur untuk beristirahat kurang lebih adalah 8 jam sehari.

Jika Anda sudah memenuhi kriteria ini tentu tubuh dan pikiran akan terasa lebih segar dari sebelumnya. Namun hal ini tidak berlaku bagi seseorang yang memiliki gejala kelelahan psikis.

Seseorang yang mengalami kelelahan psikis ini meskipun sudah tidur selama 8 jam dan sering rehat sejenak dari aktivitas, ia akan masih merasa kelelahan. Rasanya beristirahat selama 8 jam ini masih saja kurang cukup untuk dirinya. Bahkan ketika jam tidur sudah ditambah pun, ia masih merasa kurang.

Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak hanya memerlukan istirahat fisik, tetapi juga psikis. Ketika kedua hal ini seimbang, maka Anda akan lebih segar keesokan harinya dan lebih bersemangat.

Baca Juga : Burnout Syndrome, 8 Cara Mengatasinya Agar Tetap Produktif

Emosi Menjadi Tidak Stabil

Emosi Tidak Stabil
Emosi Tidak Stabil

Kestabilan emosi merupakan cerminan dari psikis yang baik. Tetapi jika Anda sudah mulai merasa lebih sensitif untuk hal-hal kecil, hati-hati bisa jadi Anda sudah mulai menunjukkan gejala kelelahan psikis.

Terlebih lagi jika alasan dari kemarahan tersebut tidak jelas penyebabnya.

Emosi yang muncul tidak hanya dari kemarahan saja, namun juga jenis emosi lain yang muncul secara mendadak dari satu emosi ke emosi lainnya.

Misalnya saja saat ini Anda sedang tertawa bersama teman dan keluarga. Tidak lama setelahnya Anda dapat merasa sedih dan ingin menangis secara langsung. Ini juga merupakan gejala kelelahan psikis di mana dapat berdampak pada perubahan suasana hati (mood) yang tidak menentu.

Bersikap Baik-baik Saja

Bersikap Baik-Baik Saja
Bersikap Baik-Baik Saja

Pernahkah Anda bersikap seolah tidak terjadi apa-apa? Atau Anda merasa semua akan baik-baik saja padahal Anda sedang tidak baik-baik saja? meskipun Anda dapat menyembunyikan perasaan, sikap yang Anda munculkan mungkin tidak dapat menyembunyikannya.

Semakin perasaan ini ditekan, maka akan semakin melelahkan psikis. Ini merupakan gejala kelelahan psikis yang sering diabaikan oleh semua orang.

Jika Anda memiliki support system seperti pasangan, sahabat atau orang yang Anda percayai, sebaiknya terbukalah kepada mereka untuk mencurahkan apa saja yang sedang dirasakan agar mereka tahu bagaimana kondisi sebenarnya.

Tidak perlu ragu dan malu karena semua orang pasti pernah merasakan hal ini.

Merasa Kesepian dan Mudah Merasa Sedih

Mudah Merasa Sedih
Mudah Merasa Sedih

Semua orang pasti pernah merasa sedih dan sepi dalam kesendirian. Tetapi alasannya jelas. Berbeda dengan orang yang mengalami gejala kelelahan psikis. Seseorang yang mengalami gejala tersebut sering kali merasa sedih dan kesepian mendadak tanpa sebab yang jelas.

Faktor pencetusnya dapat berasal dari diri sendiri misalnya karena terlalu lama menyimpan beban psikis tanpa mencari solusinya. Mereka akan merasa kesepian walaupun berada di tengah kelompok temannya.

Bisa juga karena seseorang tersebut terlalu sering menahan untuk menangis agar dikatakan kuat dan tidak lemah. Namun hal ini justru dapat memicu seseorang untuk merasa sedih dan menangis secara tiba-tiba. Perlu diingat bahwa ketika Anda menangis, Anda justru akan merasa lebih lega daripada menahannya.

Abaikan stigma bahwa menangis merupakan tanda kelemahan. Anda dapat mengeluarkan tangis di waktu dan tempat yang tepat agar beban yang menumpuk menjadi sedikit berkurang.

Baca Juga : Penting, Yuk Pelajari Cara Mengatasi Kesepian Agar Tidak Tersiksa

Merasa Tidak Dihargai Oleh Orang lain

Merasa Tidak Dihargai Orang Lain
Merasa Tidak Dihargai Orang Lain

Dalam perjalanan hidup pastinya akan banyak orang yang menyukai atau tidak menyukai Anda. Orang yang tidak menyukai Anda mungkin akan tidak menghargai Anda. Ini merupakan penyebab jelas mengapa seseorang tidak menghargai Anda.

Lain halnya dengan seseorang yang memiliki gejala kelelahan psikis. Seseorang tersebut karena merasa lebih sensitif, ia juga akan merasa bahwa tidak ada orang yang menghargai dirinya. Padahal kenyataannya tidak demikian. Hal ini hanya dirasakan sepihak dari orang yang merasakan kelelahan psikis saja.

Anda dapat rehat sejenak dari keramaian yang banyak orang untuk meredakan perasaan yang sensitif tersebut. Karena orang-orang di sekitar Anda dapat terkena akibatnya jika Anda tidak berusaha untuk menenangkan diri terlebih dahulu.

Boleh juga dengan didampingi oleh orang yang dipercayai agar Anda dapat lebih tenang dan tidak merasa kesepian.

Mengalami Insomnia dan Sulit Bangun Pagi

Kesulitan Tidur Malam
Kesulitan Tidur Malam

Insomnia dapat menyerang Anda sebagai gejala kelelahan psikis. Pernahkah Anda merasakan fisik yang lelah dan mengantuk namun tidak dapat memulai tidur? Bisa jadi hal ini disebabkan oleh rasa lelah psikis yang berimbas pada jam tidur Anda.

Insomnia dapat datang jika Anda terlalu banyak pikiran dan kurang istirahat. Ketika Anda sudah dapat tidur, Anda akan kesulitan untuk bangun di pagi hari di mana hal ini adalah tanda bahwa Anda memiliki keadaan tubuh yang sebenarnya sangat lelah untuk dapat memulai tidur.

Jika tidak ditangani hal ini akan menggangu pola tidur yang tepat di mana akan memengaruhi mood Anda dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menambah referensi terkait insomnia, anda dapat membaca beberapa artikel yang saya rekomendasikan dibawah ini:

Selalu Ingin Menyendiri

Selalu Ingin Menyendiri
Selalu Ingin Menyendiri

Bukannya mau anti sosial, tetapi Anda akan cenderung mudah lelah jika bertemu orang lain. Hal ini dapat berdampak pada rasa malas untuk bertemu dan juga berkomunikasi dengan orang lain.

Gejala kelelahan psikis yang satu ini mungkin akan menyebabkan Anda dilabeli anti sosial. Tetapi jika dengan menyendiri beberapa waktu dapat menumbuhkan kembali energi Anda, rasanya tidak mengapa.

Karena jiwa juga butuh rehat dari kehadiran orang lain dan memberikan waktu untuk diri Anda sendiri. Gunakan waktu ini untuk memberikan reward dari kerja keras Anda selama ini. Dengan begitu saat Anda menyendiri menjadi lebih bermanfaat dan terhindar dari rasa kesepian yang tidak ada akhirnya.

Gejala kelelahan psikis ini dapat berakibat fatal bagi diri Anda secara fisik. Rasa lelah yang terus menerus akan berdampak pada fisik di mana Anda akan mudah sakit karena sistem imun yang menurun akibat lelah psikis.

Gejala ini juga dapat mengarah pada stres hingga depresi jika Anda tidak mengatasinya dengan baik atau berada di lingkungan yang tidak mendukung saat sedang berusaha mengatasinya.

Jika anda merasakan beberapa hal diatas anda, anda bisa menambah referensi lainnya dengan membaca beberapa artikel yang saya rekomendasikan dibawah ini.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.